Tak Terkalahkan Di Bawah Langit

Tak Terkalahkan Di Bawah Langit
Berpetualang Bersama Yan Jun


__ADS_3

“Tidak, dia ingin membalas dendam pribadinya, dia ingin membunuhku!” teriak Yan Jun, meskipun merupakan kejahatan serius untuk menentang atau bahkan memfitnah master array senior, tetapi dibandingkan dengan hidupnya, dia tidak terlalu peduli.


Haris Tian hanya tersenyum, dan berkata: "Anak muda sekarang benar-benar berlebihan menyikapi rasa sakit, sampai-sampai membuat alasan seperti itu."


Yang lain sangat setuju, meskipun Haris Tian terlihat jauh lebih muda dari Yan Jun, siapa yang menjadikannya sebagai master array senior? Begitu orang lain melihatnya, mereka akan membuat imajinasi mereka sendiri dan menempatkannya dalam kategori yang sama dengan orang tua yang memiliki alis dan janggut putih.


Dalam pandangan mereka, kasus bagaimana Haris Tian menyakiti master array junior ini, hanyalah bentuk latihan ekstrem, yang terkadang pederitaannya memang lebih buruk daripada kematian itu sendiri.


Dasar anak muda jaman sekarang, manja sekali, ada master array senior yang bersedia memberi bimbingan secara pribadi, tapi malah menolak sengit, seolah-olah dia akan mati.


Yan Jun berteriak sepanjang jalan, tapi masih diseret keluar dari Asosiasi Formasi Array.


Melihat bangunan asosiasi semakin jauh, Yan Jun secara alami putus asa, jadi dia berhenti berontak dan membiarkan Haris Tian menyeretnya pergi.


Haris Tian memanggil sebuah taksi, memasukkan Yan Jun, dan pergi ke luar kota.


Asosiasi akan selalu berada di pinggir kota, namun arah Gunung Qiuming searah dengan kepala naga dalam gambaran peta ibukota kekaisaran, sehingga masih memungkinkan untuk memotong rute.


Tapi kepala naga adalah tempat istana kekaisaran, jadi mobil harus berhenti jauh.


Haris Tian menyeret Yan Jun keluar dari mobil, berjalan mengitari istana, dan berjalan menuju ke utara.


Malam tiba dengan cepat, Haris Tian berhenti dan mulai menyiapkan sesuatu untuk dimakan.


Yan Jun duduk di samping dengan cemberut, dan setelah beberapa saat, dia berkata: "Haris Tian, kamu jangan coba-coba memiliki pikiran jahat padaku, karena aku telah menyalakan optik proyektor, merekam dan menyiarkan secara langsung sepanjang waktu. Jika kamu menggangguku, kamu tidak akan punya tempat untuk melarikan diri."


“Maaf mengecewakanmu, aku bukan laki-laki seperti itu.” kata Haris Tian sambil tersenyum, dan fokus kembali dalam memanggang.


Setelah beberapa saat, daging itu matang dan dia mulai memakannya.


Yan Jun memperhatikan dari samping, mau tak mau terkejut, dan berkata, "Mana bagianku?"


"Kamu?" Haris Tian menggelengkan kepalanya, "Karena takut kamu akan mati mendadak dan mengatakan bahwa akulah yang meracunimu, jadi kamu harus menanggungnya."


"Kamu ..." Yan Jun menunjuk ke arah Haris Tian dengan marah.


Haris Tian mengerutkan kening, dan berkata: "Lancang, beraninya seorang master array junior meneriakiku?"


"Sebagai hukuman, kamu tidak makan hari ini." kata Haris Tian dingin.


Yan Jun mengertakkan giginya, sangat kesal, walau optik proyektornya merekam dengan sangat jelas. Dia memang berteriak pada Haris Tian. Sepuluh orang menonton siarannya, dijamin tidak ada yang akan mendukungnya.


Sabar, sabar, sabar.

__ADS_1


Dia berkata dalam hatinya, asalkan hidupnya bisa selamat, dia bersedia diperlakukan apa saja.


Haris Tian dengan cepat memakan semua dagingnya, lalu bersandar di akar pohon dan tertidur.


Yan Jun yang sedang haus dan lapar, terus membolak-balikan badannya, dia tidak bisa tidur.


Sial! Sial! Sial! Haris Tian bajingan!


Entah berapa kali dia mengutuk dalam hatinya, bisa-bisanya dia bertemu dengan orang biadab seperti ini?


Tapi Yan Jun tidak mengingat dengan baik, pada awalnya dialah yang berinisiatif memprovokasi Haris Tian, dan bahkan juga sempat menyewa pembunuh bayaran, sekarang dia justru menggerutu dan menyalahkan kemunculan Haris Tian.


Entah berapa lama, tetapi Yan Jun akhirnya tertidur dalam keadaan linglung.


Haris Tian kemudian memasuki labu sentosa. Apakah Yan Jun akan dimakan oleh binatang buas setelahnya, itu di luar pertimbangan Haris Tian.


Haris Tian menyerap energi di Labu Sentosa, meningkatkan fisiknya secara menyeluruh, dan kekuatan spiritualnya berkembang pesat, yang sekarang dapat dipromosikan ke ketinggian yang sama dengan kekuatan rahasia, atau bahkan lebih kuat lagi.


Keesokan paginya, seolah-olah ada jam alarm, Haris Tian tiba-tiba bangun, keluar dari labu, dan melihat bahwa matahari hanya berjarak sehelai rambut dari waktu terbit.


Dia menoleh dan melihat bahwa Yan Jun aman dan sehat.


Hmm, kenapa tidak ada binatang buas yang memakannya?


Haris Tian duduk bersila dan mulai berkultivasi, menggunakan kekuatan langit dan bumi untuk menyuplai tubuhnya.


Sudah hampir matang, Yan Jun bangun setelah mencium bau daging, dan melihat hari sudah cerah.


Kruuk kruuuuk, perutnya keroncongan tanpa sadar, dia belum makan sepanjang malam, tapi sekarang dia mencium aroma sedap, yang membuatnya bahkan lebih lapar.


Dengan tatapan rakus dia melihat daging di atas api, air liur membanjiri mulutnya, dan dia memiliki keinginan kuat untuk segera merebut daging itu.


Tapi segera setelah danging itu matang, Haris Tian segera mulai memakannya sendiri.


Yan Jun tahu bahwa tidak mungkin meminta makanan dari Haris Tian, jadi dia harus mengandalkan usahanya sendiri dan berencana untuk berburu mangsa sendiri.


“Duduk!” Haris Tian mengulurkan tangannya untuk menekan, dan Yan Jun tidak bisa bergerak.


"Haris Tian!" teriak Yan Jun.


Plaak, Haris Tian menampar wajah Yan Jun: "Karena kita berasal dari kota yang sama, aku bersikap agak santai denganmu, tetapi kamu terus berulang kali meneriakiku namaku, itu terlalu mengabaikan aturan."


Tamparan ini begitu kuat hingga membuat Yan Jun pusing.

__ADS_1


Tapi rasa sakit yang Yan Jun rasakan sebenarnya ada dalam hatinya.


Haris Tian jelas melecehkannya dan tidak memberinya apa pun untuk dimakan, dia ingin mencari makan sendiri tapi ditahan oleh orang yang sungguh sangat tidak masuk akal ini, jadi bisakah dia tidak marah?


Tapi dirinya tetap saja salah, mengapa bersikeras memanggil Haris Tian dengan namanya langsung?


Yan Jun masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa Haris Tian telah menjadi master array tingkat senior. Dia selalu berpikir bahwa Haris Tian hanyalah orang udik dari kota terpencil pada awalnya, tapi sekarang pihak lain lebih unggul darinya, dan hatinya sulit untuk beradaptasi.


“Master Haris, aku ingin pergi berburu sendiri!” Dia menggertakkan giginya dan berkata, karena adanya rekaman di optik proyektor, dia harus membuat dirinya tampak sopan.


Haris Tian menggelengkan kepalanya: "Tidak, itu terlalu berbahaya. Sejak aku membawamu keluar, aku secara alami bertanggung jawab atas keselamatanmu."


Sial, apanya yang berbahaya, ini masih dekat dengan ibukota kekaisaran, dan monster yang lebih kuat telah dimusnahkan sejak lama.


Yan Jun menjadi gila lagi, apakah orang ini ingin membuatnya kelaparan sampai mati?


Memikirkan kemungkinan ini, dia tiba-tiba merasa gemetar.


Haris Tjan bersendawa, memegang perut dan berkata, "Kenyang, sangat kenyang!"


Yan Jun ingin menangis, kamu kenyang bagaimana denganku?


“Ini.” Haris Tian melemparkan tulang yang sudah digerogoti, “Makanlah.”


Yan Jun terkejut sesaat, dan kemudian kepalanya seperti berasap.


Tulang, kamu benar-benar menyuruhku untuk makan tulang?


Apakah kamu pikir aku anjing?


"Haris Tian, kamu terlalu …"


Plaaak!


Sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, dia ditampar dengan keras oleh Haris Tian.


"Kamu benar-benar ingin dihukum mati!" kata Haris Tian dengan tegas.


Sekali lagi, itu adalah tabu besar.


Hati Yan Jun bergetar, jika dia benar-benar tidak bisa mengendalikan mulutnya, dia akan mati sia-sia di tangan Haris Tian.


“Karena kamu tidak mau makan, ayo pergi.” Haris Tian menepuk pantat dan melangkah maju.

__ADS_1


Yan Jun tidak punya pilihan selain mengikuti, tetapi tatapannya tanpa sadar tetap pada tulang itu untuk sementara waktu.


Di tulang itu sepertinya masih ada sedikit daging. Dia sangat Lapar.


__ADS_2