
Master Besar Di juga mengerti tentang prioritas, tapi alasan itu tidak bisa membuat emosinya membaik.
Terang-terangan berani menendang pengawal kekaisaran di aula pertemuan yang paripurna ini, dan mengatakan bahwa itu adalah masalah sepele?
Saat dia hendak berbicara, Pangeran Ketujuh mengulurkan tangannya dan berkata, "Memang, ancaman dari ras monster sudah dekat, jadi mari kita mulai membahasnya."
Jenderal Mengtian mengangguk dan berkata, "Apa yang dikatakan Pangeran Ketujuh itu benar."
Di matanya, keberadaan seperti Gik Xiangmi tidak berbeda dengan semut. Tidak masalah jika Haris Tian menendang atau memukulnya. Di bawah premis invasi ras monster, itu tidak perlu disebutkan lagi.
Para Jenderal lainnya juga mengangguk. Mereka sangat sibuk, dan waktunya juga sudah mendesak. Apakah mereka perlu peduli dengan insiden Pengawal Kekaisaran?
Melihat keempat Jenderal Besar dan Pangeran Ketujuh semuanya seperti ini, Master Besar Di tiba-tiba merasa tidak nyaman dan ingin muntah.
Mengapa jadi seperti ini?
"Haris Tian, kamu juga telah melihat ancaman dari ras monster." Pangeran ketiga berkata, dia juga sedang tidak ingin peduli dengan insiden kecil pemukulan pengawal kekaisaran, "Menurutmu apa yang harus kita lakukan?"
Haris Tian sedikit tersenyum, dan berkata: “Tentu saja hanya ada satu kata, Lawan!”
"Lawan?" Master Besar Di mencibir, "Tahukah kamu seberapa kuat ras monster itu? Tahukah kamu berapa banyak korban yang akan ditimbulkan jika perang dimulai? Tahukah kamu berapa banyak orang tak berdosa yang akan dikorbankan jika kita berhasil dijajah?"
Haris Tian memandang Master Besar Di dengan jijik, dan berkata: "Menurut Master Di, jika aku lebih kuat darimu, maka jika aku ingin meminta putramu, kamu akan dengan patuh menyerahkannya kepadaku, begitukah?"
Mengapa dirinya jadi bawa-bawa?
Master Besar Di terkejut, tetapi jika dia boleh jujur, dia sepemikiran dengan apa yang dicontohkan Haris Tian kepadanya.
Jika kita lemah, haruskah kita pasrah begitu saja?
"Master Di, ayo kita bertarung, kita jadikan kita berdua sebagai analogi. Setelah aku mengalahkanmu, kamu harus ingat bahwa aku menyuruh kamu pergi ke timur, dan kamu tidak boleh pergi ke barat, dengan kata lain, kamu tidak perlu lagi ada di pertemuan ini, karena aku sudah cukup untuk mewakilimu." Haris Tian mengaitkan jarinya ke arah Master Besar Di.
Master Besar Di sangat marah, dadanya naik-turun dengan cepat, dia melambaikan lengan bajunya dengan keras, dan duduk: "Aku tidak perlu repot-repot menurunkan harga diriku untuk bertarung denganmu!"
"Apakah kamu takut?" Haris Tian tersenyum santai, "Aku tidak takut bertarung denganmu walau aku hanya ranah pertukaran darah. Sebegitu pengecutnyakah kamu Master Di? Tidak heran kamu mengatakan apa yang kamu katakan sebelumnya, ternyanta kamu terlalu pengecut dan takut mendapat masalah?"
"Kamu! Master Besar Di berdiri lagi, kata-kata macam apa ini.
Matanya berkobar: "Apakah kamu ingin mati?"
Meskipun Haris Tian sangat hebat, tetapi dirinya adalah ahli prasasti lima pola, dan bukanlah sesuatu yang bisa dilawan Haris Tian.
"Sudah, sudah." Yang Bai keluar untuk menengahi semuanya, "Kita semua bisa dikatakan Menteri dari istana yang sama, dan sedang dalam menghadapi musuh, jadi jangan membuat perselisihan internal!"
"Tuan Yang sungguh masuk akal." kata Haris Tian segera.
Sial, jadi maksudmu aku bodoh?
Master Besar Di mulai menggila lagi, pemuda ini selalu punya cara untuk memprovokasi dia dengan mudah.
"Haris Tian, apa yang ras monster inginkan adalah kamu, tetapi kamu takut mati. Demi kepentinganmu sendiri, apakah kamu ingin tentara kekaisaran menumpahkan darah dan mati untukmu?" Chen Jingye tidak bisa menahan diri untuk tidak menyela.
Sebenarnya, dia tidak punya banyak hak untuk berbicara pada kesempatan ini, tapi bagaimana dia bisa rela melihat Haris Tian berbicara dengan bebas dan mendominasi sesukanya?
Haris Tian tertawa terbahak-bahak: "Tentu saja semua orang takut mati, jadi kita berlatih untuk membuat diri kita lebih kuat dan bisa mengendalikan nasib kita sendiri. Namun, dihadapkan dengan beberapa hal, bahkan jika kita takut mati, kita tetap akan melakukannya!"
"Yang Mulia Pangeran, jika ras monster berhasil kali ini, mereka pasti akan merasa bahwa dinasti kita mudah diganggu. Lalu lain kali jika mereka menginginkan kamu, apakah pangeran akan menerimanya begitu saja?"
__ADS_1
"Aku..." Chen Jingye baru saja membuka mulutnya, tapi langsung diinterupsi oleh Haris Tian.
“Bahkan jika kamu memiliki pemikiran seperti itu, mengapa ras monster menginginkan seseorang dari kita?” Haris Tian melanjutkan, “Itu sama saja dengan kita membiarkan ras monster mendapatkan apapun yang mereka inginkan?”
"Ada beberapa hal yang secara mendasar tidak dapat diganggu. Garis bawah dan prinsip, begitu ditetapkan, tidak boleh digoyahkan!"
"Juga, untuk apa pasukan tentara kita dibangun?"
"Apakah tujuannya untuk mencegah mereka berkorban dalam peperangan?"
"Hmph, benar-benar tidak adil bagi para prajurit yang tak terhitung jumlahnya yang dulu tewas dalam pertempuran!"
"Tugas terikat seorang prajurit adalah melindungi orang-orang, berdarah di medan perang, dan mati tanpa penyesalan!"
Prok prok prok prok, Jenderal Besar Tong Lewu tiba-tiba bertepuk tangan: "Kata-kata yang bagus! Kata-kata yang bagus! Yang paling aku benci ketika aku memimpin tentara adalah orang-orang lunak, yang takut berperang, pertumpahan darah, dan kematian?"
"Pasukan Xuanyuan tidak takut akan pertempuran.” kata Jenderal Xuanyuan dengan enteng.
"Pasukan Yin tidak takut dengan pertempuran.” kata Jenderal Yin Lingxua dengan tenang.
“Pasukan Mengtian tidak takut pertempuran!” kata Jenderal Mengtian dengan penuh kesombongan.
Keempat Jenderal Besar semuanya telah mengungkapkan pandangan mereka, dan mereka tidak takut bertempur.
Master Besar Di merasa panik, dia telah berlari mondar-mandir selama berhari-hari untuk membentuk opini publik, dan Haris Tian membalik meja dengan hanya beberapa kata saja.
"Ehmm!" Pangeran ketiga berdehem, "Biarkan aku memberitahu kalian tentang informasi yang kutemukan, tentang pasukan ras monster."
Ketika semua orang mendengarnya, suasana menjadi kembali tenang.
"Ras monster memiliki tiga pasukan, yaitu Pasukan Harimau Bengala, Pasukan Hiu Darah, dan Pasukan Elang Merah." Pangeran Ketiga berkata, dan menganalisis mereka satu per satu, "Pemimpin Pasukan Harimau Bengala adalah Husihai yang datang ke ibukota kekaisaran sebelumnya. Ayah kandungnya bernama Hu Zhanping."
"Pasukan Harimau Bengala terdiri dari enam batalion klan, yaitu harimau, serigala, singa, macan tutul, gajah, dan domba. Setiap batalion klan memiliki 10.000 orang. Pemimpin batalion klan disebut wakil jenderal, dan basis kultivasi mereka semuanya ada di Ranah Pencerahan."
"Adapun prajurit di batalion klan, kebanyakan dari mereka berada di tingkat tulang ekstrem. Kapten dan sejenisnya berada di Ranah Prasasti, dan prajurit tentara lainnya yang baru ditambahkan berada di tingkat pertukaran darah."
Setelah mendengarkan dia memperkenalkan informasi Pasukan Harimau Bengala, seluruh aula pertemuan menjadi sunyi.
Keempat Jenderal Besar itu yang sebelumnya penuh percaya diri dan tidak takut akan pertempuran, tetapi sekarang mereka sangat terpukul parah.
Dengan basis kultivasi mereka, jika mereka ditempatkan di Dinasti Yue, belum lagi mereka tidak bisa menjadi jenderal, bahkan wakil jenderal, mereka hanya bisa dijadikan sebagai kapten atau pemimpin regu biasa.
Dan ini baru Pasukan Harimau Bengala
Bagaimana dengan yang lain?
Tidakkah ini sama saja dengan bunuh diri?
"Kekuatan Pasukan Hiu Darah dan Tentara Elang Merah mirip dengan Harimau Bengala, kecuali Pasukan Hiu Darah semuanya terdiri dari monster air, sedangkan Pasukan Elang Merah semuanya terdiri dari burung." lanjut Pangeran ketiga.
Semua orang terdiam, tidak apa-apa jika dikatakan bahwa kekuatan ras monster itu kuat, tapi begitu semua diuraikan, itu akan membuat orang gemetar.
Ada sebanyak tiga Master Ranah Mistik?
Laut, darat, dan udara digulung ke segala arah, bagaimana melawannya?
Hal yang paling menakutkan adalah angkatan udara, orang-orang di darat tidak dapat membalas mereka ketika mereka menjatuhkan serangan dari atas, mereka hanya dapat bertahan secara pasif, tanpa peluang untuk menang.
__ADS_1
Kapal terbang?
Fakta bahwa Kota Harimau diratakan oleh gelombang binatang buas telah menjelaskan kelemahannya. Pesawat dengan sedikit fleksibilitas bertemu dengan monster burung, dan pesawat itu hanya masalah waktu untuk dihancurkan dan jatuh.
Dapat dikatakan bahwa selama Dinasti Yue melancarkan serangan, pasukan kekaisaran benar-benar rentan, dan hanya bisa pasrah dihancurkan dari segala arah.
Jika perbedaan kekuatannya tidak terlalu besar, maka mereka masih bisa bertarung, tapi dalam situasi ini...bagaimana mereka bisa bertarung?
Sama saja dengan cari mati!
Pantas saja ras monster berani mengirim utusan untuk menjadikan Dinasti Xuanbei sebagai bawahan. Kesenjangan kekuatan keseluruhan antara kedua belah pihak benar-benar menakutkan.
“Tidak, kita tidak bisa bertarung!” Pangeran keempat menggelengkan kepalanya.
Kemudian, Pangeran Kelima, Pangeran Keenam, Pangeran Ketujuh, dan selanjutnya, semuanya menggelengkan kepala perlahan, selama mereka tidak bodoh, mereka akan tahu bahwa memulai perang adalah kehancuran.
———————————————————
Tingkatan Kultivasi
FANA
- Ranah Nadi (1 - 20 Nadi)
- Ranah Pertukaran Darah (Perubahan Pertama - Perubahan Kelima)
- Ranah Tulang Ekstrem (Tahap Satu - Tahap Lima)
- Ranah Prasasti (Satu Pola- Lima Pola)
- Ranah Pencerahan
- Ranah Mistik
ABADI
- Ranah Pendirian Pondasi
————————————
Tingkatan Alkemis
- Alkemis Junior
- Alkemis Menegah
- Alkemis Senior
- Grand Master Alkemis
————————————
Tingkatan Master Array
- Master Array Junior/ Dasar
- Master Array Menengah
__ADS_1
- Master Array Senior
- Grand Master Array