
Ular piton memiliki otot syaraf yang sangat aktif, bahkan jika kepalanya dipenggal, ia tidak akan langsung mati. Ular itu masih berguling-guling di tanah, menggeliat dan mengibaskan pasir dan bebatuan.
Namun, hasilnya sudah ditentukan. Orang yang membunuh ular piton raksasa itu adalah...Haris Tian!
Siapa yang bisa menduga ini sebelumnya?
Sima Rong tersentak dan menatap Haris Tian, penuh amarah dan kebingungan.
Bagaimana sembilan nadi bisa begitu kuat?
“Hahahaha.” Sun Jafran tertawa, Haris Tian benar-benar membuatnya bangga kali ini, dengan kemenangan ini harusnya bisa membungkam semua teman lamanya.
“Hmph, itu hanya kebetulan.” kata Han Cong sinis, wajahnya terlihat sangat tidak menyenangkan.
Meskipun dia tidak tahu bagaimana Sima Rong bisa menembus sepuluh nadi, dia juga tidak tahu di mana Sima Rong mempelajari teknik Sinar Penghancur Naga dan empat gravitasi, tetapi orang ini tetap saja perwakilan dari kota Cangyu mereka. Sima Rong gagal, Han Cong otomatis kecewa.
“Hehe, sembilan nadi melawan sepuluh nadi, bahkan bisa menang, mau alasan apalagi?” Sun Jafran melirik Han Cong, “Atau, tunggu Haris Tian membuka sepuluh meridian, dan suruh mereka bertarung lagi? "
Perkataan itu membuat Han Cong terdiam, karena begitu Haris Tian membuka meridian kesepuluh, kekuatan aslinya pasti akan sangat menghancurkan. Bukan itu saja, Haris Tian juga akan menghantarkan kekuatannya di udara, sehingga kelemahan terbesarnya sebelumnya, tidak bisa dimanfaatkan Sima Rong lagi.
“Berani berjudi, berani kalah. Semuanya, sesuai perjanjian, buah naga itu akan jadi milik Sekte Tao Kuno kami, apa ada yang keberatan?” Sun Jafran berkata dengan senyum riang.
Semua raja terdiam, mereka semua tipe orang yang sangat menjunjung tinggi martabatnya, jadi bagaimana mungkin mereka menelan ludah mereka sendiri?
Selain itu, mereka juga adalah raja teratas dari dua belas nadi, mereka sebenarnya tidak membutuhkan buah naga sama sekali, untuk apa mengambil resiko? “Ayo pergi!” Ji Yuanlong melambaikan tangannya. Dia memiliki temperamen buruk. Dia selalu suka melawan orang, tapi di balik itu semua, dia adalah orang yang berprinsip.
Mereka semua menggelengkan kepala dan bersiap untuk pergi.
"Apa!"
Mereka terkejut dan melihat ke langit.
Bayangan besar terhampar, hampir menutupi keseluruhan puncak gunung, dan dari langit muncul sebuah benda besar, seluruh tubuhnya sangat gelap, seperti monster baja.
Benda apa ini?
Generasi tertua telah melihat pesawat terbang dengan mata kepala mereka sendiri. Begitu juga dengan generasi muda, mereka juga telah melihat informasi pesawat yang ada di “pikiran”, dan mengetahui bahwa, ada suatu benda yang dapat terbang di udara tanpa sayap.
Mereka tahu betul jika pesawat tidak bisa terbang dengan kecepatan lambat dan melayang di udara begitu saja, terkecuali untuk yang memiliki baling-baling.
__ADS_1
Tapi benda raksasa ini berbeda. Jika itu memang pesawat, mengapa bisa
melayang statis di udara tanpa adanya baling-baling?
Benda aneh ini tidak kecil, panjangnya sekitar sepuluh meter. Seandainya itu di ceburkan ke air, itu juga akan terlihat seperti kapal besar.
Ada lambang di haluan kapal, yaitu naga emas bercakar lima, yang tampak nyata dan hidup, seolah-olah itu memang hidup.
Semua orang terkejut, tak terkecuali Haris Tian, karena dia merasa, ini seperti kapal array luar angkasa di kehidupannya yang dulu.
Ditenagai oleh metode array, membuatnya bisa terbang dengan cepat atau lambat, dan bergerak maupun melayang.
Sesuatu yang seharusnya tidak pernah ada di dunia ini.
Apa mungkin itu digali dari peninggalan kuno peradaban sebelumnya?
Haris Tian tidak lagi peduli, apakah itu digali dari tanah atau dibuat setelah memperoleh teknik kuno dari peradaban sebelumnya. Satu hal yang pasti, dia harus tetap waspada, karena ada moncong senjata yang menonjol dari lambung kapal, itu memberinya rasa ancaman yang sangat mengerikan.
Kapal perang itu mendarat perlahan di tengah keterkejutan orang banyak. Untungnya, kapal itu mendarat di puncak gunung ini. Kalau tidak, itu akan terlalu besar untuk puncak gunung lainnya.
Setelah kapal itu mendarat, sebuah tangga terapung dijatuhkan di haluan, dan beberapa orang turun satu per satu.
Hanya ada sepuluh orang, dan pemimpinnya adalah seorang wanita yang terlihat baru berusia dua puluh empat atau dua puluh lima tahun. Dia berada di tahun-tahun terbaik dalam hidupnya. Kulitnya sangat putih, bening dan halus seperti cetakan batu es yang akan mencair. Meski hanya tangan, leher, dan wajah yang terekspos, itu seolah-olah semakin menegaskan pesona kecantikannya yang menggoda.
Sosoknya benar-benar dipresentasikan sebagai pelepas dahaga bagi pria mana pun yang melihatnya. Namun, sembilan pria yang mengikutinya tidak ada yang berani melirik, seolah-olah orang yang berjalan di depan itu, sama sekali bukan wanita.
“Memberi hormat kepada komandan kompi!” Sima Rong bergegas keluar dan berlutut dengan satu lutut di tanah.
Um?
Melihat adegan ini, semua raja tercengang.
Raja sepuluh nadi yang bermartabat benar-benar berlutut ketika menyambut orang?
Tidak mungkin, seorang raja harus memiliki martabat seorang raja. Bagaimana bisa dia merendahkan dirinya seperti itu?
Wajah Han Cong bahkan lebih gelap. Raja sepuluh nadi, sudah bisa dianggap, mewakili faksi sampai batas tertentu. Dalam penglihatannya, ketika Sima Rong berlutut pada wanita itu, sama halnya berlutut dengan membawa martabat Kota Cangyu, jadi bagaimana mungkin dia tidak marah ?
"Sima Rong, apa yang kamu lakukan?" bentak Han Cong.
__ADS_1
Sima Rong tak bergeming, ia masih berlutut dengan mantap.
Sosok indah itu melirik Han Cong, membuka bibir merahnya, dan berkata, "Berani-beraninya berteriak di hadapan pemimpin ini, apa kamu tahu hukumannya?"
"Ditampar tiga puluh kali.” kata seorang pria di belakangnya.
"Eksekusi." kata wanita cantik itu singkat.
"Ya."
Pria itu segera maju. Saat berada di belakang wanita cantik itu, dia memang tampak seperti pengawal biasa, tetapi ketika dia maju, dia memancarkan aura yang sangat kuat. Seolah-olah itu memang orang yang berbeda.
Seketika ekspresi Han Cong berubah, dia merasakan sebuah tekanan dari pria ini.
Mungkinkah pihak lain juga merupakan raja teratas dari dua belas nadi?
Masalahnya adalah, pria ini baru berusia tiga puluhan. Bagaimana dia bisa menjadi dua belas nadi?
“Hei orang tua, kamu sudah hidup begitu lama, tetapi kamu tidak tahu bagaimana caranya menggunakan mulutmu dengan benar.” Pria itu berkata dengan dingin, lalu menghentakkan kakinya, dan segera sosoknya terbang menyerang.
Boom, dia meninju, dan kekuatannya dihantarkan, lalu melaju beriringan dengan pergerakan suara.
Tapi kecepatan suara “boom” tidak bisa dibandingkan dengan kecepatan pukulannya, dan ketika dia melontarkan tinjunya, kekuatan tinju tersebut sudah sampai di depan Han Cong.
Han Cong mendengus, segera tangan kanannya menerima pukulan itu.
Bang, mereka saling bertarung, tapi mereka tidak saling menyentuh. Mereka berhenti sekitar satu meter dari jarak satu sama lain, seolah-olah ada dinding tak terlihat yang menghalangi mereka.
Kekuatan dihantarkan melalui udara, pertempuran para raja.
Boom, efek bentrokan tersulut, dan mereka mundur pada saat yang bersamaan.
Kali ini, ekspresi Sun Jafran dan yang lainnya menjadi serius, Meskipun Han Cong tidak mengalami kerugian dalam bentrokan ini, tapi dia juga tidak menang.
Wah, pria ini telah membuka dua belas meridian.
Bagaimana mungkin?
Munculnya Sima Rong dengan sepuluh nadinya sudah sangat mengejutkan semua orang, dan sekarang muncul lagi, dua belas nadi berusia tiga puluh tahun?
__ADS_1
Ya Tuhan, ada apa dengan dunia ini?
"Bangsa primitif ini benar-benar lemah!" Pria itu tersenyum panjang dan menyerang lagi. Kali ini, dia tidak lagi meninju dengan santai, dan terlihat ada banyak cahaya yang terjalin di tinjunya.