Tak Terkalahkan Di Bawah Langit

Tak Terkalahkan Di Bawah Langit
Sepuluh Faksi


__ADS_3

Haris Tian dan kelompoknya tiba di area pegunungan. Tujuan mereka adalah salah satu puncak tercuram dari pegunungan tersebut. Butuh setengah hari untuk sampai ke puncak.


Berbeda seperti puncak gunung biasanya yang selalu tajam seperti pedang, di puncak ini sangat datar, datar seperti datarnya kepala orang botak.


Di puncak gunung yang datar ini terdapat kolam berbentuk oval. Dengan sisi terpanjangnya sekitar 30 meter, dan sisi lainnya 15 meter. Karena berada di puncak gunung, kolam ini tidak bisa dikatakan kecil.


Matahari bersinar terang, tetapi orang-orang di sini merasa sangat dingin. Mereka harus menggunakan kekuatan mereka dan mengaktifkan darah agar tidak membeku.


Udara dingin berasal dari kolam. Di atas air kolam, udara panas dan dingin bertemu, membentuk kabut seperti awan, dan membuat suasana seperti di negeri dongeng.


Tidak hanya rombongan Haris Tian yang sudah tiba di puncak ini, ada juga sembilan kelompok lainnya. Masing-masing kelompok ini menempati sisi-sisi tertentu dari kolam.


Jumlah orang dalam setiap kelompok bervariasi, paling sedikit ada sembilan orang, dan ada juga yang lebih dari dua puluh orang. Namun mereka memiliki satu kesamaan, yaitu sama-sama membawa generasi mudanya.


"Sekte Tao Kuno juga di sini!"


Ketika salah satu dari mereka melihat keberadaan Sun Jafran beserta rombongannya, orang itu lalu mengumumkannya kepada semua orang.


"Sun Jafran juga datang? Hehe, sepertinya Sekte Tao Kuno benar-benar bertekad!"


"Bukankah Sekte Awan Gelapmu juga mengirim kamu, Meng Latong?"


"Hehe, demi buah naga, itu wajar."


Sun Jafran menyapu pandangannya dan berhenti sejenak pada setiap wajah, lalu menunjukkan senyumnya dan berkata, "Beberapa teman lama!"


“Pak Tua Sun, kamu belum mati!” kata seorang lelaki tua berambut putih dengan suara nyaring. Meskipun tubuhnya kekar, dia justru tampak seperti siluman beruang, kejam, dan memancarkan aura kekuatan yang mengerikan.


“Ini Ji Yuanlong, pemimpin Sekte Dewa Angin.” Sun Jafran memberitahu Haris Tian dengan suara pelan, dan kemudian tertawa, “Pak Tua Ji, kamu juga belum mati, apa kamu bermaksud mengutukku?"


"Kamu sudah berada di dua belas nadi, mengapa kamu di sini, apa sedang cari angin?" kata Ji Yuanlong.

__ADS_1


Sun Jafran menggelengkan kepalanya: "Aku tidak seperti kamu, punya banyak waktu luang!"


"Saya mendengar bahwa sekte Tao Kuno-mu memiliki seorang jenius bernama Li Mandan. Kebetulan Pak tua itu juga memiliki cucu yang bisa dibanggakan. Mari kita pertemukan mereka untuk belajar satu sama lain." Kata Ji Yuanlong.


Dia juga memberi isyarat, dan seorang pemuda keluar, sama kekarnya, seperti Ji Yuanlong.


Pria muda itu mengepalkan tangannya dan berkata kepada Haris Tian, "Perkenalkan namaku Ji Pengfei, aku ingin meminta saran dari Kakak Senior Li."


Ekspresi Sun Jafran datar, namun masih ada sedikit kedutan di sudut mulutnya. Li Mandan telah berbuat kejahatan di sekte dan juga sudah dibunuh oleh Haris Tian, jadi bagaimana mungkin Li Mandan hadir di sini dan menerima ajakan sparing tersebut? Namun ini adalah aib keluarga, dan tentu saja tidak ada alasan untuk mempublikasikannya.


Dia menjelaskan dengan singkat, "Li Mandan tidak ikut."


Ji Yuanlong memplototi mata Sun Jafran dan berkata, "Pak tua Sun, apa kamu takut kalah?"


Sun Jafran memandang Ji Yuanlong: "Jika kamu berbicara lagi, aku akan memukulmu!"


Ji Yuanlong juga marah, dan menyingsing lengan bajunya: "


Ayo sini, aku khawatir kamu tidak akan berhasil!"


"Kita lihat saja, siapa yang membunuh ular piton raksasa di dalam air terlebih dahulu, dialah yang lebih kuat?"


Orang ini adalah Han Cong dari Kota Cangyu. Dia adalah sosok dari periode yang sama dengan Sun Jafran dan Ji Yuanlong. Tentu saja, dia juga ada di raja dua belas nadi sekarang.


“Membunuh dari Hongkong?” Ji Yuanlong memutar matanya, hatinya sangat panas, seolah-olah semua orang di sini adalah musuhnya, “Kolam ini sangat dalam, kita hanya bisa menahan napas paling lama sepuluh menit. Tidak mungkin dalam waktu sesingkat itu bisa membunuh ular sialan itu."


"Ular piton raksasa dengan sembilan nadi, memiliki kantong empedu yang sangat berharga!" Seorang wanita tua berkata, "Menurut kitab kuno, ini dapat menghilangkan ratusan racun, dan juga baik untuk kecantikan serta meningkatkan penglihatan."


“Apa gunanya mengatakan ini?” Ji Yuanlong masih marah, “Bisakah kamu memaksa ular piton raksasa itu keluar, atau bisakah kamu menahan napas selama setengah jam?”


“Aku terlalu malas untuk berbicara denganmu!” Wanita tua itu melambaikan lengan bajunya, berbalik, dan tidak tertarik untuk mempedulikannya lagi, seolah-olah dia tahu bahwa lelaki tua itu memiliki temperamen yang aneh dan tidak memiliki pengetahuan yang setara dengannya.

__ADS_1


“Sebenarnya ada cara lain.” Seorang lelaki tua keluar, mengenakan jubah Tao, dengan kipas bulu di tangannya, dan terlihat sangat berkarisma.


Namun, melihat lelaki tua berjubah tao itu muncul, Sun Jafran dan Han Cong tiba-tiba mengerutkan kening mereka masing-masing, bahkan Ji Yuanlong juga.


"Racun Tua, kamu sungguh beruntung, selalu bermain racun sepanjang hari dan kamu masih hidup sampai sekarang." Sebaliknya wanita tua yang tadi berbalik dengan cepat menanggapi.


Lelaki tua berjubah Tao tertawa: "Tidak usah pedulikan aku, jika kalian tidak menemukan terobosan, paling lama sepuluh tahun lagi kalian semua akan pergi ke liang lahat, kan?"


Sun Jafran dan beberapa orang tua di sini memang bisa dianggap raja terkuat, tetapi batas umur selalu menjadi masalah yang selalu menghantui mereka.


Racun tua ini juga seumuran dengan mereka. Pada awalnya, dia adalah seorang dokter yang menyelamatkan nyawa dan mengobati orang-orang yang terluka. Tetapi siapa sangka, setelah bencana itu, dia malah tertarik untuk


bermain-main dengan racun. Itu membuat orang-orang takut dan menjauhinya.


Kemudian, ia mendirikan Sekte Seratus Racun, lalu melatih semua muridnya menjadi master racun. Salah satu racun yang dikembangkan selalu ditakuti oleh orang-orang, bahkan raja dua belas nadi tidak boleh lengah sama sekali.


“Racun tua, saran apa yang kamu punya?” Ji Yuanlong bertanya, dengan nada sopan yang langka.


“Sederhana.” Racun tua itu menjawab singkat, mengeluarkan botol dari tangannya, berjalan ke tepi kolam, membuka gabus penutup, dan dengan perlahan menuangkan setetes cairan. Dia kemudian tersenyum dan berkata, "Ini adalah jenis racun paling mutakhir dari Pak tua ini. Jangan meremehkannya. Meskipun hanya setetes, itu bisa mengubah seluruh kolam menjadi kolam yang sangat beracun."


Semua orang bergegas untuk memeriksanya, dan menyaksikan bahwa kolam yang semula jernih dengan cepat berubah menjadi hitam. Tidak hanya itu, tercium juga bau menyengat yang samar-samar datang ke arah mereka, membuat mereka merasa pusing.


Ini benar-benar menakutkan. Hanya dengan baunya saja, sudah mengakibatkan reaksi seperti itu. Bagaimana jika itu benar-benar mengenai tubuh?


Boom, tepat pada saat ini, gelombang muncul di permukaan air, dan seekor ular besar dengan diameter seukuran baskom tiba-tiba keluar dari air, dan bergegas ke tepi kolam.


Benar saja, racun ini sangat menakutkan bahkan monster sekuat raja pun tidak tahan.


Begitu mendarat ditepi kolam, ular piton raksasa memutar tubuhnya, memasang kuda-kuda seperti bukit dengan kepalanya sebagai puncak.


Ular besar itu menyapu pandangannya ke sekeliling dengan gagah, kedua matanya seperti lentera, memancarkan cahaya ganas nan tajam.

__ADS_1


“Racun tua, kamu juga meracuni buah naga!” Ji Yuanlong berteriak.


“Jangan khawatir, harta karun seperti buah naga hanya takut pada serangan api, dan racun ini tidak akan mempengaruhinya.” Racun tua itu menjelaskan, “Sekarang ular besar ini telah keluar, tunggu apa lagi?”


__ADS_2