
Aleya Naadhira, gadis berusia dua puluh tiga tahun itu menatap bangunan kokoh di depannya. Qiyas Company, Ya.. perusahaan itu adalah tempatnya bekerja sejak satu tahun yang lalu. Setelah lulus kuliah, Yaya nama panggilan gadis itu mengirimkan surat lamaran kerjanya kepada Qiyas Company. Awalnya Yaya hanya iseng dan tidak berharap lebih kalau surat lamaran kerjanya akan di terima, Karena setahunya hanya orang orang terpilihlah yang bisa bekerja di perusahaan itu. Namun, ternyata tanpa di duga dewi keberuntungan berpihak kepada nya. Surat lamaran kerja yang ia kirimkan ternyata di terima, dan tidak hanya itu Yaya pun lolos pada test penerimaan karyawan baru. Dan Yaya di terima kerja di bagian divisi akuntansi, sungguh benar - benar sangat bahagia perasaanya saat itu.
Yaya, berjalan memasuki bangunan kokoh itu, ia pun tersenyum sopan pada satpam yang menyapa nya. Lalu gadis berhijab maroon itu melanjutkan langkah nya menuju meja kerja nya di divisi akuntansi.
Disana sudah ada tiga rekan kerja perempuannya , yaitu Sinta, Niki dan Dina.
Mereka adalah senior sekaligus teman yang sangat dekat dan akrab dengan Yaya.
Mereka bertiga tengah berkumpul di tempat Sinta, kebiasaan!! pasti mereka sedang bergosip.Fikir Yaya.
" Hai.. selamat pagi Yaya.. Sayang." Sapa mereka.
" Pagi .. " Ucap Yaya cuek. Menaruh tasnya di atas meja lalu ia duduk di kursi kerjanya.
" Yaya.. sini.. sini... kamu tahu ngga ?....... " Belum sempat Sinta menyelesaikan perkataanya, Yaya dengan cepat langsung memotong nya.
" Ngga!" Seru Yaya.
Niki dan Dina menepuk jidat mereka.
" Yaya... !!! Ya ampun, pasti kamu ketinggalan berita kan?!!" Seru Niki.
" Berita apaan sih Kak ???" Tanya Yaya Acuh.
" Ya ampun, Yaya..!!! inilah penyakit kamu kurang update." Ucap Dina gemas.
" Hari ini putra bungsu pak Bayu irawan, yaitu Raffasya Arkana Putra akan menggantikan posisi beliau sebagai presdir utama di perusahaan Qiyas Company... dan.. dan kabarnya dia sangat tampan dan masih single ." Ujar Sinta semangat.
" Ohh.. Ya terus???" Cuek Yaya.
" Ya ampun.. Yaya!!!! bisa ngga sih kamu ini bersikap seperti perempuan normal yang tertarik cowok - cowok ganteng." Ucap Niki.
" Lah.. aku cewek normal kali kak, buktinya aku fans berat Yang yang dan Allen ren . Hanya saja aku tidak begitu tertarik lebih tepat nya malas mengurusi hal hal yang ngga penting seperti kakak - kakak ku ini." Acuh Yaya
" Beneran ngga penting Ya!! gimana kalo kamu ternyata berjodoh sama pak Raffa ????" Ucap Dina berandai - andai.
" Kok aku sih ???? kalian aja lah... "
" Oh.. tidak bisa... di antara kita berempat yang belum punya pasangan kan hanya kamu Yaya.!!! " Ucap Sinta .
" Semoga Yaya berjodoh sama pak Raffa... aamiin ya Allah... " mereka bertiga kompak mengamini doa Dina. Terkecuali Yaya menganggap perkataan Dina itu hanya angin lalu.
**********
Sebuah mobil BMW Z 24 berwarna putih berhenti di halaman depan loby perusahaan Qiyas Company. Pak Maman satpam senior berlari kecil menghampiri mobil itu lalu beliau membuka pintu kemudi dan mempersilahkan sang atasan untuk keluar.
Raffasya Arkana putra, lelaki berusia tiga puluh tiga tahun itu berdiri menatap gedung kokoh milik keluarga nya yang sudah lama ia tinggalkan.
Paras lelaki itu sungguh tampan dan karismatik, setaip perempuan yang melihat nya pasti akan langsung terpesona dan jatuh cinta kepada nya. Namun, entah alasan apa yang membuat nya masih menyandang status lajang nya.
Raffa berjalan memasuki perusaahaan, saat tiba di loby utama ia langsung di sambut oleh pak Darian Direktur keuangan beliau sudah bekerja puluhan tahun di Qiyas Company dan juga salah satu orang kepercayaan papanya.
" Selamat datang di Qiyas Company presdir Raffa ." Ucap pak Darian sopan.
" Terima kasih Om.. " Ucap Raffa dengan wajah datar nya.
Pak Darian tersenyum, beliau cukup mengenal Raffa dan sudah terbiasa dengan sikap dingin yang di tunjukan Raffa.
" Mari.. Saya antar ke ruangan anda Pak Raffa." Pak Darian mempersilahkan Raffa agar berjalan lebih dulu. Mereka pun menuju ruangan
President Direktur yang mulai hari ini dan seterusnya akan di tempati Raffa.
Sementara kedua receptionist yang sedari tadi memperhatikan Raffa, mereka saling berbisik.
" Wahh.. ternyata gosip itu benar adanya. Ternyata Presdir baru kita memang sangat tampan dan mempesona ." Ucap Linda.
" Iyaa.. benar - benar tampan dan gagah. Duhh.. andaikan dia jadi jodoh gue ... akan sujud syukur gue." Ucap Mia
" Emang nya beliau mau sama kamu Mi... orang kayak kita mah bukan level nya. jangan mimpi.." Ucap Linda menyadarkan rekan kerja nya.
" Iya.. iyaa.. gue tau kok.... Ya udah.. ayo kerja.. kerja.." Ucap Mia.
**********
Waktu sudah menunjukan pukul 17.30 WIB, senja pun sudah mulai menggurat langit. Yaya menghembuskan nafas lega, akhirnya ia dapat menyelesaikan semua pekerjaannya walaupun sudah lewat tiga puluh menit dari jam pulang kerjanya, gadis berdarah campuran sunda dan Chinese itu merenggangkan otot - otot nya sejenak lalu menggerakan kepala nya ke kanan dan ke kiri. Sungguh hari ini begitu melelahkan.
__ADS_1
Yaya melirik ke arah Sinta dan Niki yang juga menganggukan kepala nya, Ya mereka sudah berencana untuk pulang bersama. Seperti biasa saat menjelang akhir pekan mereka akan menghabiskan waktu bersama nongkrong cantik di salah satu Cafetaria tempat biasa mereka nongkrong untuk menghilangkan stres karena pekerjaan.
Karena di hari sabtu dan minggu saat weekend Yaya akan sangat susah untuk di ajak jalan, karena ia akan menghabiskan waktu liburnya di dalam kamar seharian dengan menonton drama Chinese kesukaannya.
Yaya mengendarai sepeda motor nya sendiri, sedang kan Niki ikut dengan Sinta yang juga mengendarai mobil nya sendiri. Hanya membutuhkan waktu 20 menit akhirnya mereka pun sampai di Cafetaria favorit mereka.
Lalu mereka bertiga pun masuk ke dalam Cafe itu, Niki dan Sinta mencari tempat duduk sedangkan Yaya pergi menuju counter untuk memesan minuman.
" Ah, pasti seger banget rasanya minum Caramel Milk Tea sehabis kerja seharian, di tambah dengan aneka topping Cha Time yang memang Juara!!" batin Yaya.
" Ada yang bisa di bantu kak ????" Tanya pelayan Cha Time itu ramah.
Dengan senang hati Yaya memasang senyum.
" Saya mau Vanilla Milk Tea satu, Moccacino Milk Tea satu , sama Caramel Milk Te∼∼"
Belum selesai Yaya melanjutkan kalimat nya, seorang lelaki berpakaian formal ala kantoran dengan sengaja menggeser nya tanpa mau mengantri.
" Mbak, Caramel Milk Tea pakai topping Coffe Jelly satu, tambah Americano satu ya."
Pelayan itu menjadi kebingungan, lagi pula kenapa sih?? nih om - om main serobot aja, ngga mau ngantri. Kesal Yaya dalam hati.
" Maaf.... Kak, Mas, Caramel Milk Tea nya kebetulan habis hanya tinggal satu cup reguler saja."
Yaya melotot, ia sudah mengidam dari kemarin!! Pokok nya ia harus dapat Caramel Milk Tea nya ngga mau yang lain. Kekeh Yaya dalam hati.
" Mbak, saya yang datang duluan, harusnya saya dong yang berhak dapat." Kata Yaya sinis sambil melirik rival dadakannya.
" Dia belum mengucapkan pesanannya dengan benar, jadi saya lebih berhak untuk dapat minuman itu lebih dulu." Ucap Lelaki itu yang tidak lain adalah Raffasya Arkana Putra.
Yaya melotot sekali lagi,
" Ya nggak bisa gitu dong om, dimana - mana yang dapat duluan itu yang ngantri di depan bukan yang main serobot aja kayak om ini !!!!"
Netra hitam tajam itu menatap Yaya lekat, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Membuat Yaya menatap risih.
Dari kejauhan Monica keponakan Raffa, terus memperhatikan pertengkaran yang terjadi antara om nya dengan perempuan itu.
" Wahhh.. Seru nih.. selama enam belas tahun aku hidup, baru kali ini ada cewek yang ngga mau ngalah sama Om Raffa bahkan ngga terpesona sekaliapun sama ketampanan Om Raffa.. CkCkCk.. bener - bener harus di jadiin rekor muri tuh si kakak cantik." Ucap Monica konyol.
Yaya membelalakan matanya, bagaimana bisa lelaki itu tahu?? oh.. shitt !!! Yaya lupa ia masih mengenakan kartu tanda pengenal Perusahaan Qiyas Company. Pantas saja lelaki menyebalkan ini dapat mengetahui nya.
" Iya , saya memang pegawai Qiyas Company. Lalu apa urusannya dengan Om!!!"
" Ternyata ada yaa pegawai Qiyas Company yang sikap nya kurang sopan dan tidak beretika seperti kamu !!" Ucap Raffa datar.
Yaya menatap lelaki itu tidak suka, tahu apa lelaki arogan itu tentang dirinya! menilai orang seenak nya aja.
" Terserah Om mau menilai saya bagaimana, karena om tidak mengenal saya. Dan saya tidak peduli mau om itu siapa dan memiliki jabatan apa.. saya tidak peduli.. karena itu bukan urusan saya!!!!"
" Hei.. dengar ya .. jangan panggil saya Om. Saya tidak setua itu!!!!" Raffa menunjuk Yaya dengan wajah kesal nya.
" Masa Bodo !!!! suka - suka saya dong, lagipula Om memang kelihatan sudah tua!!!" Ucap Yaya sinis sambil menjulurkan lidahnya.
Raffa benar - benar sangat kesal, lalu ia mengepalkan tangannya. Yaya melihat itu tapi ia tidak peduli .
Nerta Yaya bergulir pada pelayan yang masih tidak enak hati karena perdebatan panjang nya dengan lelaki arogan ini.
Yaya menghela nafas nya kasar,
" Lebih baik aku mengalah saja, malas!! berurusan lama - lama dengan om - om menyebalkan ini.. huhhh." Batin Yaya.
" Caramel Milk Tea nya untuk om - om arogan ini saja mbak, lebih baik saya minum Hazelnut Coklat Milk tea ... dari pada berebut minuman seperti anak TK saja... jadi buang - buang waktu saya saja sih. Tolong antar ke meja saya."
Rahang Raffa mengeras, mungkin Yaya sudah melukai harga dirinya sebagai laki - laki tapi Yaya tidak peduli dan masa bodo.
Yaya mengeluarkan selembar uang berwarna merah dari dalam tasnya, dan memberikannya kepada pelayan itu lalu Yaya segera pergi melangkahkan kaki nya menuju tempat Niki dan Sinta duduk.
" Kenapa Ya ???? kok lama banget???" Tanya Niki.
Yaya masih menekuk muka nya, ia masih kesal.
Niki dan Sinta menatap perempuan yang usianya lebih muda 3 tahun dari mereka dengan rasa penasaran. Yaya hanya mengendikan bahu .
" Berantem dulu " sahut Yaya singkat.
__ADS_1
" Kok bisa ??? kayaknya ngga mungkin deh kamu berantem sama pelayan Cha Time itu, pasti ada orang yang ngajakin kamu ribut nih." Ujar Niki.
" Ya ngga ribut sama pelayan Cha Time juga kali Kak, tadi tuh ada Om - om arogan yang main serobot aja ngga mau ngantri. Ya aku ngga terimalah." Ujar Yaya penuh kekesalan.
" Hah ??? masa sih !!!" Seru Sinta tidak percaya.
" Iya beneran kak, pokok nya aku tuh sebel!! benci banget sama tuh si om - om arogan itu. Jangan sampe deh ketemu lagi sama lelaki model gitu."
Sinta tertawa " Heh.. hati - hati loh Ya kalo ngomong. Bisa jadi kamu itu berjodoh sama dia, Hati - hati benci sama cinta beda tipis."
Yaya mencebikan bibirnya,
" Ih.. apaan sih kak Sinta, ya nggak bakalan lah kan aku nggak bakal ketemu lagi sama dia."
" Kan kita nggak ada yang tahu Takdir Tuhan Ya.. kan bisa aja kamu beneran berjodoh sama dia." Ucap Niki.
" ihhh.. kok kalian kompak banget ledekin aku. Udah ah kita kan kesini buat happy fun ngilangin stress jangan mulai deh kak.."
" Cup... Cup.. Cup.. iyaa.. adek Ku yang unyu.. unyu.." Goda Sinta..
Mereka pun kini asiik tertawa dan bercanda ria , melupakan masalah yang barusan terjadi.
Saat tengah asiik mengobrol dan membahas hal yang lucu - lucu , tanpa sengaja kedua mata Niki yang kadang suka jelatan itu penglihatannya menangkap seseorang yang hari ini baru saja menjabat president direktur di perusahaanya.
Niki menepuk pelan pundak Sinta " Eh.. Sin.. bukannya itu pak presdir kita yaa."
" Pak Raffa ?? mana " Tanya sinta, mengedarkan pandangannya ke arah yang di tunjuk Niki.
Yaya pun ikut menolehkan kepalanya , untuk melihat presdir perusahaanya.
Seketika Yaya melototkan kedua matanya.
" Itu kan si om - om arogan yang tadi debat sama aku." Ucap Yaya tidak percaya.
" What ??? Yang bener Ya? kamu debat sama pak Raffa.. " Seru Niki.
" Iya , beneran kak!! aduh.. tadi tuh dia tau kalau aku pegawai Qiyas Company " Yaya menepuk jidat nya.
" Emang beneran dia presdir baru Perusahaan kita ??? Kak Niki salah orang kali." lanjut Yaya.
" Aku nggak salah orang Yaya!! kan di setiap mazalah bisnis pasti ada foto nya jadi aku nggak mungkin salah ngenalin orang." Jelas Niki.
" Iyaa,, Ya. Itu emang Pak Raffasya Arkana Putra pewaris Qiyas Company." sahut Sinta
" Mati.. aku.. " Ucap Yaya Lirih.
Ah, masa bodo lah!!!. egonya Yaya mulai menguasai pikirannya.
" Eh.. tapi gadis berseragam SMA yang bersama Pak Raffa itu siapa??? mungkin keponakan nya kali ?? cantik ." Ucap Niki.
" Pacarnya kali, buktinya sampai ngajak aku perang cuma gara - gara Caramel Milk Tea." Ucap Yaya
" Ya kali, Pak Raffa kok kayak pedofil... suka nya sama anak SMA ??" Suara Sinta terdengar tidak yakin.
Yaya terkekeh, " Jaman sekarang mah, udah banyak tuh yang begitu. Bisa tuh kak Niki, buat di jadiin cerita."
Niki mendengus.
" Apaan sih Ya, udah yuk pulang. Udah cukup lama juga kita di sini."
Sinta dan Yaya mengangguk mengiyakan, lalu mereka bangit dan menjinjing tas mereka masing - masing. Mereka berjalan bersama keluar Cafe menuju parkiran. Sinta dan Niki masuk ke dalam mobil Sinta sedangkan Yaya menuju motor Scoppy merah miliknya. Yaya langsung mengenakan helm nya, bersamaan dengan itu Raffa keluar Cafe bersama Anak SMA itu dan menuju mobil BMW Z 24 milik Raffa.
Ah.. masa bodo!! Yaya tidak peduli dan tidak mau ambil pusing.
Yaya langsung mengendarai motornya meninggalkan tempat itu.
***********
Hai.. Readers Happy Reading...
Semoga kalian suka yaa sama Cerita nya. ..
Baru pertama bertemu aja Yaya sama Raffa udah berantem???..
Kira.. kira. gimana yaa kelanjutannya...
__ADS_1
Yuk.. ikuti terus Kisah Yaya dan Raffa.