
Qiyas Company...
Sudah hampir satu bulan Raffa menjabat sebagai presdir perusahaan, tapi sekalipun tidak pernah bertemu dengan Yaya. Karena selain mereka memang berada di lantai yang berbeda , Yaya juga sebisa mungkin untuk menghindari Atasannya itu. Karena Yaya tidak ingin cari masalah, gadis itu lebih suka hidup tentram.
Tapi tidak dengan kali ini, dewi fortuna tidak memihak gadis itu.
Setelah memakirkan motor scoppy milik nya, Yaya langsung bergegas pergi memasuki gedung Qiyas company dengan tidak lupa membawa hot coklat yang tadi sempat di beli nya.
Yaya berhenti di depan lift khusus karyawan menunggu lift itu bergerak turun. Yaya membuka tas nya mencari sesuatu, namun ia tidak mendapati barang yang di cari nya.
Setika Yaya menepuk kening nya.
" Astaghfirullah... lupa aku, Flash disk aku masih di dalam bagasi motor." Ucap Yaya.
Namun, saat hendak berbalik tiba - tiba saja ia tidak sengaja menabrak seseorang dan hot coklat yang di pegangnya tumpah mengenai pakaian orang itu.
Yaya memejamkan matanya.
" Ataghfirullah... " Ucap Yaya lirih.
" Aduh.. Maaf.. maaf yaa mas, pak saya benar - benar tidak sengaja ." Sesal Yaya. dengan perasaan ragu gadis itu coba memberanikan diri mengangkat kepala nya untuk melihat siapa orang yang sudah di tabrak nya.
Seketika kedua mata Yaya membulat,
" Mati aku !!!" batin Yaya.
" Kamu ????" Ucap Raffa terjeda, lelaki itu kemudian melihat kartu identitas karyawan yang di kenakan Yaya.
" Aleya Naadhira " Eja Raffa dalam hati. Ah, ia ingat nama itu dan juga wajah gadis yang ada di hadapannya ini.
" Aleya Naadhira ! kamu lagi???? kamu hoby sekali membuat masalah." Ucap Raffa dingin.
" Dih... enak aja kalo ngomong!!, situ kali yang suka buat masalah." Batin Yaya. Ia sangat ingat betul kejadian waktu di Cafetaria.
Yaya hanya terdiam, tidak berniat untuk mendebat. Karena kali ini ia tahu, ia memang salah.
" Maaf.. Pak.. saya beneran ngga sengaja. Sini saya bersihkan." Yaya mengambil sapu tangan begambar doraemon lalu menyapukan nya pada noda kotor yang menempel mengotori jas yang dipakai lelaki itu.
Bukannya membaik tapi malah membuat noda itu semakin melebar.
Raffa mendelik tajam, lelaki itu memegang tangan Yaya dan menahannya . " Sudah.. hentikan!!! bukannya membaik tapi malah membuat pakaian saya semakin kotor." Kesal Raffa.
Lalu lelaki tiga puluh tiga tahun itu pergi meninggalkan Yaya, dan tanpa sadar ia membawa sapu tangan berwarna biru bergambar doraemon milik Yaya.
Sementara Yaya menghela nafasnya dengan kasar. " Kenapa hari ini aku sial banget sih,, lupa bawa flash disk, dan ini kenapa lagi ? bisa - bisa nya aku nabrak si om - om arogan itu.. aku berharap nanti semoga ngga berurusan lagi sama dia.. semoga saja." Yaya berjalan kembali ke luar untuk mengambil flash disk nya.
**************
Kamila sekretaris Presdir utama, tiga hari yang lalu mengundurkan diri karena sebentar lagi akan melahirkan. Sementara itu manager personalia yaitu Pak Niko masih belum mendapatkan pengganti Kamila untuk menjadi sekretaris presdir utama .
Pak Niko kini tengah menghadap Raffa diruangannya.
" Maaf.. Pak Raffa, Saya belum menemukan kandidat yang cocok sesuai dengan permintaan anda untuk menjadi sekretaris anda." Ucap Pak Niko sopan.
" Saya tidak mau tahu, anda harus segera mencari orang untuk mengisi posisi sekretaris saya. Karena pekerjaan saya sangat padat dan sangat membutuhkan bantuan seorang sekretaris untuk memudahkan pekerjaan saya agar lebih efisien ."
__ADS_1
" Baik, saya mengerti pak. Tapi seperti nya sangat tidak mungkin menemukan orang baru yang cocok dengan anda dalam waktu yang cukup singkat. Tapi, saya punya solusi bagaimana kalau kita merekrut karyawan terpecaya dari bagian divisi akuntansi untuk mengisi kekosongan posisi sekretaris anda. Selain mereka sudah tahu seluk beluk perusahaan ini, kita juga sudah tahu bagaimana kinerja mereka selama bekerja di Qiyas Company." Jelas Pak Niko.
Raffa diam, mempertimbangkan solusi yang di berikan oleh pak Niko. Setelah memikirkannya dengan baik akhirnya Raffa pun menyetujui nya.
" Solusi yang cukup bagus, baik kalau begitu saya serahkan dan percayakan semua nya pada Pak Niko. Jangan buat saya kecewa." Ucap Rafa
" Baik Pak Raffa, kalau begitu saya undur diri dulu." Pamit Pak Niko sopan.
Raffa hanya manggukan kepalanya sebagai jawaban. Pak Niko pun keluar dari ruangan Raffa.
**************
Setelah sampai di ruangannya Pak Niko langsung menyuruh Lita sekretaris nya untuk menemui Bu Rosma manager akuntansi , untuk memberitahukan masalah perekrutan salah satu karyawan bagian divisi keuangan yang berkompeten dan dapat di andalkan untuk di pindahkan menjadi sekretaris president direktur.
Dan Lita di suruh untuk langsung membawa salah satu karyawan itu untuk menemui Pak Niko.
Setelah mempertimbangkan dengan cukup baik dan matang, Bu Rosma pun menghubungi Dina sekretaris nya.
" Din, tolong kamu panggilkan Yaya suruh ke ruangan saya sekarang."
" Baik bu." Sambungan telepon pun terputus.
Dina lalu pergi meninggalkan meja kerja nya menemui Yaya sahabatnya.
Yaya tengah fokus dengan komputer dan berberapa berkas yang ada di meja nya.
" Ya , Di panggil tuh suruh ke ruangan nya Bu Rosma."
Yaya mengalihkan perhatiannya sejenak, " Ada apa ya kak??? bukannya tadi aku udah serahin data - data laporanku ya??"
Dina mengendikan bahu, " Mana aku tahu Ya!! ya udah sana gih buruan temuin Bu Rosma."
Tok.. Tok.. Tok..
" Masuk "
Yaya pun melangkahkan kaki nya masuk ke dalam ruangan. Netra Yaya langsung menangkap seorang perempuan cantik yang di kenalnya tengah duduk di sofa yang ada di ruangan manager nya.
" Mbak Lita?? kok bisa ada disini sih?? ada apa yaa?? " Tanya Yaya dalam hati.
Yaya tersenyum sopan pada Bu Rosma, " Maaf Bu, apa ibu memanggil saya ???" Tanya Yaya.
" Benar Ya, kamu sudah di tunggu Lita untuk menemui Pak Niko "
Yaya menengok ke arah perempuan yang kini sudah berdiri di samping nya.
Lita mengangguk, " Ayo Ya !!, ikut dengan mbak."
Setelah berpamitan pada Manager nya, Yaya mengikuti langkah Lita menuju ruangan manager Personalia.
Yaya kini sedang berdiri menghadap Pak Niko, sedangkan Lita sudah kembali ke meja kerjanya.
" Aleya Naadhira, Tahu? kenapa kamu saya panggil keruangan saya??" Tanya Pak Niko.
Yaya menggelangkan kepala nya, " Saya tidak tahu pak."
__ADS_1
" Dengan pertimbangan dari Bu Rosma manager bagian divisi mu, mulai hari ini kamu akan saya rekrut dan pindahkan untuk menggantikan posisi Kamila sebagai sekretaris Pak Raffa president direktur kita." Jelas Pak Niko.
Yaya membelalakan ke dua matanya, " Apa??? saya pak ??? " Tanya Yaya sedikit ragu.
" Iya kamu !! siapa lagi disini yang saya panggil keruangan saya kecuali kamu."
" Tapi... kenapa saya pak ???" Tanya Yaya lagi.
" Karena Bu Rosma sendiri yang memilih kamu , katanya selama kamu bekerja di sini kinerja mu cukup bagus dan selalu bisa di andalkan. Sudah , jangan banyak bertanya lagi!! lebih baik kamu ikut saya sekarang untuk menemui Pak Raffa."
Mau tidak mau Yaya mengikuti langkan pak Niko. Sungguh ini di luar dugaannya, tiba - tiba saja ia menjadi sekretaris si om - om arogan itu. Bagaimana hari - hari nya nanti akan berjalan, pasti akan ada banyak masalah. Huhhh... Yaya menghela nafas nya sebal.
***********
Tok.. Tok.. Tok...
" Masuk ." Ucap Raffa dengan suara bariton nya.
Pak Niko dan Yaya masuk ke dalam ruangan Raffa.
Lelaki itu tetap fokus pada laptop dan berkas berkas yang ada di atas meja nya, tanpa berniat menatap dua orang yang berdiri di depannya.
" Cihh.. Sombong banget dia, rasanya tuh mau nimpuk muka nyebelinnya pake buku. Biar puas aku" Batin Yaya
" Ini Aleya Naadhira, sekretari baru Pak Raffa." Ucap Pak Niko memperkenalkan.
Mendengar sebuah nama yang sangat familiar di ingatannya, Seketika Raffa mendongakan kepala nya menatap Yaya. Memperhatikan gadis itu dengan intens.
" Oke. Mulai besok kamu bisa langsung mengerjakan tugas mu sebagai sekretaris saya, hari ini kamu pelajari semua nya terlebih dahulu biar nanti Lita yang akan mengajari kamu." Ucap Raffa memberi jeda sejenak.
" Oke, Pak Niko silahkan boleh kembali keruangan anda. Dan untuk kamu diam di sini dulu ." Raffa menunjuk Yaya.
Pak Niko pun pergi undur diri meninggalkan ruangan atasannya.
Sementara Yaya masih terdiam di tempat nya, sebenarnya Yaya sudah tidak betah di ruangan ini ia ingin segera keluar dari ruangan yang penuh aura dingin ini.
Raffa mengambil sebuah buku agenda berwarna hitam dari laci meja kerjanya, lalu menyerahkan buku itu kepada Yaya.
" Ini kamu pelajari dan hapalkan semua peraturan yang ada di buku ini, jangan sampai kamu lupa. kalau sampai kamu melupakan salah satu peraturan itu saya tidak segan - segan untuk menghukum kamu ." Tegas Raffa.
Dengan perasaan enggan Yaya menerima buku itu." Baik Pak " Ucap Yaya sembari menampilkan senyum terpaksa nya.
" Ya sudah kamu bisa keluar dari ruangan saya, dan temui Lita untuk mengajari mu."
" Baik Pak, kalau begitu saya undur diri dulu." Lalu Yaya membalikan badannya, berjalan pergi meninggalkan ruangan Raffa.
Yaya menghampiri Lita dengan perasaan kurang bersemangat. Yaya langsung terduduk lesu di kursi yang ada di depan meja Lita.
Lita mengernyitkan kening nya, " Kenapa kamu Ya ???" Tanya Lita.
" Huuaaa... mbak kenapa aku?? kenapa harus aku sih yang jadi sekretaris Pak Raffa, kenapa bukan yang lain aja." Keluh Yaya .
Lita terkekeh pelan, " Mungkin itu udah rezeki kamu Ya, udah syukuri dan jalanin aja! lagian kamu aneh banget deh disaat semua cewek lain pada berlomba lomba untuk bisa dekat sama Pak Raffa , ini kenapa kamu malah frustasi gini . Normal kamu Ya ????" Canda Lita.
" Ihh.. Mbak Lita!! Yaya normal lah buktinya yaya Fans berat Yang Yang sama Allen Ren, Visual mereka tuh aduhai begitu sempurna kece badai ."
__ADS_1
Lita tertawa mendengar perkataan Yaya, " Iya .. iya .. terserah kamu deh Ya. Ya udah yuk, sebelum mbak ngajarin kamu kita makan siang dulu yuk.. udah waktunya jam makan siang nih." Lita memperlihatkan jam yang tersemat di pergelangan tangannya.
" Ya udah, Ayo mbak... "