Takdir Cinta Aleya

Takdir Cinta Aleya
Kesiangan


__ADS_3

Setelah makan siang, Yaya kembali ke meja kerjanya di divisi akuntansi dengan langkah lesu kurang semangat.


" Yaya !!! kamu dari mana aja kok baru balik??" Seru Sinta menghampiri Yaya.


" Iya Ya, emang nya tadi di panggil Bu Rosma kenapa Ya ?? terus tadi waktu aku kasih laporan ke Bu Rosma kamu udah ngga ada disana! kamu kemana Ya??" Tanya Dina penasaran.


Sementara Niki tidak ikut berbicara, ia hanya menyimak saja pembicaraan ketiga teman nya itu.


" Aku di pindahkan jadi sekretaris Pak Raffa " Ucap Yaya menekuk mukanya .


" What??? seriusan Ya!!!" Ucap Dina dan Sinta bersamaan.


Yaya menganggukan kepala nya. Sungguh Yaya benar - benar setengah hati menjadi sekretaris Raffa, Yaya sudah terlanjur nyaman dengan posisi nya sekarang yang hanya staf biasa. Tapi, Yaya tidak punya pilihan lain mau tidak mau Yaya harus menerima nya karena Yaya tidak mau jadi pengangguran dadakan. Cari kerja zaman sekarang itu susah, syukuri nikmati dan jalanain aja lah.


" Bagus dong!! harusnya kamu bersyukur Ya. Bisa lihat wajah tampan pak bos setiap hari, vitamin plus - plus tuh Ya! biar kerjanya semangat."


" Dihh... apaan!!! percuma tampan kalo kelakuannya nyebelin tingkat dewa, yang ada bukannya semangat malah males jadinya tau nggak." Protes Yaya tidak terima dengan pendapat Niki.


" Pokok nya aku berdoa semoga kalian berjodoh, biar kamu tahu rasanya nikah sama orang yang tadi nya kamu benci terus jadi cinta beneran. titik." Ucap Sinta.


" Aamiin " Niki dan Dina mengamini.


Yaya langsung menekuk wajah nya bete, " Dih.. kok gitu!!! kok kalian nyebelin sih. Pokok nya itu nggak akan terjadi."


Yaya membereskan barang - barang milik nya dan memasukan nya kedalam dus kosong berukuran sedang, Lalu meraih tas slempang nya.


" Bye !! sampai jumpa nanti pulang kerja." Yaya membawa kotak berwarna coklat yang berisi barang milik nya lalu pergi meninggalkan ketiga sahabat nya menuju lantai paling atas di mana ruangan Presdir utama berada.


*************

__ADS_1


Ke esokan harinya.


Yaya berlari tergesa-gesa memasuki gedung Qiyas Company, jam sudah menunjukan pukul 07.45 WIB Yaya sudah terlambat 10 menit. Semalam Yaya asik menonton maraton drama Chinese kesukaannya hingga ia bisa tidur jam 2 malam, jadilah Yaya sekarang telat berangkat ke kantor dan melupakan sarapannya. Seandainya Yaya masih staf biasa divisi akuntansi mungkin Yaya masih bisa santai tidak perlu cemas seperti ini, tapi masalahnya mulai hari ini Yaya adalah sekretaris presdir utama Qiyas Company. Buku agenda berwarna hitam yang di berikan Raffa kemarin adalah point point peraturan selama menjadi sekretaris direktur utama, dan kalau sampai di langgar maka akan mendapat sanksi hukuman. Ya, dimulai dari pagi hari Yaya tidak boleh telat berangkat ke kantor, Yaya harus sudah berada di ruangannya 20 menit sebelum Raffa datang untuk menyiapkan segala keperluan lelaki itu di pagi hari. Namun, sialnya di hari pertama Yaya sudah telat, entah apa yang akan terjadi nanti Yaya tidak tahu gadis itu hanya bisa pasrah meski dalam hati nya selalu mengumpat dan mencemooh atasannya tanpa alasan yang jelas.


Yaya berhenti sejenak di meja resepsionis, Yaya mengatur nafas nya yang terengah-engah.


" Kenapa Ya?? kayak habis di kejar anjing aja sih." Ujar Linda melihat Yaya heran.


" Iya, tumben deh loe udah datang jam segini?" Ujar Mia.


Yaya menghela nafas nya pelan, "Iya mbak, mulai hari ini dan seterusnya aku akan datang pagi. Karena mulai hari ini aku jadi sekretarisnya pak Raffa." Ucapku


"Yang bener Ya??? seriusan loe??"Tanya mbak Mia.


Yaya menangguk.


"Nah iya, gue setuju banget dah kalo pak Raffa sama loe. Nggak apa apa dah gue ikhlas patah hatinya kalo loe yang jadi isterinya pak Raffa, ikhlas banget gue Ya beneran. Gue doa'in semoga kalian berdua berjodoh amiin."


Yaya mendengus kesal, "Apaan sih mbak kalian ini, jangan ngadi ngadi deh pokok nya itu nggak mungkin terjadi!! udah ah aku ke atas dulu yaa, udah telat banget ini bye..." Yaya melambaikan tangannya kepada Linda dan Mia, lalu pergi meninggalkan mereka.


Yaya terus berlari menuju ke ruangannya, tanpa memperdulikan orang-orang yang menatap nya heran. Sungguh Yaya sudah benar benar telat kali ini, semua ini gara gara dirinya menonton drama Chinese kesukaanya sampai larut malam jadilah sekarang dia kesiangan. Semoga saja itu si om-om arogan belum datang, kalau tidak tamatlah riwatku. batin Yaya.


Baru saja Yaya masuk ke ruangannya, netra nya sudah di suguhkan pemandangan sesosok lelaki tampan dengan raut muka datarnya dan tatapan tajam setajam silet yang tengah duduk di sofa ruang kerja Yaya sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada, cih sombong sekali gaya lelaki itu.


Yaya memutarkan bola matanya malas, namun buru buru ia menundukan kepala nya. Tidak, Yaya bukannya takut kepada lelaki itu melainkan Yaya tidak ingin membuat masalah lebih banyak lagi karena Yaya sadar ini memang kesalahannya.


"Bagus sekali nona, baru hari pertama bekerja menjadi sekretaris saya sudah tidak disiplin waktu." Ucapnya dingin.


Entah kenapa tiba tiba saja ruangan Yaya terasa begitu dingin dan mecengkam sungguh sangat horor, Pak Raffa tidak mengalihkan tatapan tajam nya pada Yaya. Seberani berani nya Yaya, sebadung badung nya Yaya entah kenapa kali ini ia tidak bisa berkutik.

__ADS_1


"Maaf Pak, saya terlambat karena bangun kesiangan. Tolong pak jangan pecat saya." Mohon Yaya sambil terus menunduk tidak berani menatap atasannya.


"Seharusnya kamu tahu kalau saya adalah orang yang sangat membenci seseorang yang sangat tidak disiplin waktu!!, kalau semua karyawan saya seperti kamu apa jadinya perusahaan saya? bukannya maju tapi malah hancur."


"Saya mohon maaf pak, saya janji tidak akan mengulanginya lagi."


"Berbicara janji itu mudah, tapi yang susah itu melakukannya dan kebanyakan orang itu suka ingkar pada janjinya sendiri. Saya ragu, apakah janji kamu bisa kamu pegang baik-baik."


"Saya janji pak, saya tidak akan ingkar pada janji saya. beneran pak" Ucap Yaya mengangkat tangannya ✌️ tersenyum menampilkan deretan giginya yang rapih.


Raffa tertegun melihat senyum Yaya yang manis dan menggemaskan itu, Raffa berdehem sejenak sebelum berbicara.


"Baiklah kali ini saya maafkan, tapi jika kamu melanggar saya tidak akan segan segan pecat kamu, mengerti?"


"Baik pak saya mengerti, terima kasih pak"Ucap Yaya tersenyum lega.


"Siapkan saya sarapan dan buatkan saya kopi bawa keruangan saya, kamu sudah baca semua kan buku agenda yang saya berikan kemarin."


"Sudah pak, Oh iya bapak mau sarapan apa??"Tanya Yaya sopan.


"Terserah!!!"


Yaya mengerutkan keningnya, sudah seperti anak perawan aja sih atasannya itu kalo ditanya mau makan apa bilang nya terserah. Hadeuhh.. bikin kepala yaya mumet aja sih, kan Yaya tidak tahu Pak Raffa itu mau makan apa?? nanti pas sudah di beliin bilang nya tidak suka. Puyeng dah puyeng kepala Yaya.


"Bapak maunya makan apa?? kan saya tidak tahu pak?"


"Terserah!! yang penting enak dan bisa di makan."Ucap Pak Raffa kemudian pergi meninggalkan ruangan Yaya menuju ke ruangan kebesarannya president direktur.


Yaya mendengus, "Semua makanan enak kali pak dan tentunya bisa dimakan, kecuali makanan basi.. huuhh dasar bos nyebelin." Oceh Yaya pelan, lalu pergi bergegas keluar ruangannya untuk menyiapkan sarapan sang bos.

__ADS_1


__ADS_2