
Weekend pun tiba..
Sudah menjadi kebiasaan Yaya, Ia akan berdiam diri di dalam kamar menghabiskan weekend nya dengan menonton drama Chinese favorite nya. Meskipun mama nya sering mengomelinya karena kebiasaan nya yang kurang berpaedah
dan mamanya sering nyinyir karena ia tidak pernah membantunya memasak di dapur. Yaya bukannya tidak bisa memasak hanya saja rasa malas yang cukup besar membelenggu dirinya, lagi pula sudah ada Bi Ijah asisten rumah tangganya yang membantu mama nya memasak.
Yaya adalah anak pertama dari dua bersaudara, Ia mempunyai seorang adik laki - laki yang bernama Keandra Geovanno. Usia Yaya dengan Keandra hanya terpaut dua tahun, adik nya masih kuliah semester empat di salah satu universitas terbaik di jakarta. Yaya sendiri sangat dekat dengan adik lelaki nya itu, bahkan mungkin orang - orang yang tidak mengenal mereka mengira adalah sepasang kekasih. Dan Yaya hanya cuek dan acuh menanggapi nya, selagi itu tidak merugikan diri nya dan orang lain kenapa harus di pusingkan. Masa bodo !!!! pikir Yaya.
Yaya memiliki darah campuran Sunda dan Chinese, Mama Nadia asli orang bandung menikah dengan papa Ikhsan yang berasal dari Negara Taiwan. Kedua orang tuanya sama sama beragama islam, karena sebelum menikah dengan mama, papa nya sudah lebih dulu menjadi mualaf dan menjadi umat muslim dan alhamdulillah sampai sekarang keyakinan papa nya tetap berpegang teguh di hatinya tidak berubah. Bai Zixuan nama Chinese papanya, namun setelah menjadi mualaf beliau mengganti namanya menjadi Muhammad Ikhsan.
Yaya, sebenarnya berasal dari keluarga yang berada. Tapi papa dan mama nya selalu mengajarkan hidup sederhana, selalu rendah hati dan tidak menyombongkan diri atas apa yang kita miliki. Dan ya!! didikan mereka terhadap kedua anak nya berhasil, sehingga mereka menjadi anak yang baik dan selalu berpenampilan sederhana.
" Miskin gaya tidak apa - apa yang penting tidak miskin hati." kata kata yang selalu tersemat dalam diri Yaya dan Keandra.
Tok... Tok... Tok...
Suara ketukan berkali kali terdengar dari balik pintu kamar Yaya.
" Teh.. teteh... keluar dulu makan siang dulu." Teriak mama Nadia.
Sementara sang empu kamar tidak mendengar suara panggilan sang mama , karena ia sedang menggunakan earphone. Yaya masih fokus menatap layar laptop nya yang menampilkan aktor dan aktris Chinese favorit nya sambil menyandarkan badannya di kepala ranjang.
" Teh... Teteh .. keluar .. makan siang dulu."
Namun, tetap saja tidak ada sama sekali pergerakan atau sahutan dari putri sulung nya itu.
" Percuma aja ma, mau manggil sampe 100 kali juga Yaya nggak bakal mau keluar... Mama kayak ngga tau kebiasaan buruk Yaya aja sih."
Keandra sudah berdiri di samping mama nya.
" Ya udah atuh, sana Ken kamu panggil ajak teteh kamu untuk turun kebawah."
__ADS_1
" Oke ma ... " Ucap Keandra memberi hormat pada mamanya.
Mama Nadia kemudian pergi menuruni tangga menuju dapur.
Keandra memutar kenop pintu kamar Yaya, tapi kamar itu terkunci. Kebiasaan Yaya , yang hari weekend nya tidak mau di ganggu.
Untung Keandra memiliki kunci cadangan kamar Yaya, yang tadi sudah ia siapkan dan simpan di kantung celana nya.
Keandra memasuk kunci ke lubang pintu kamar Yaya.
Ckelek .. Akhirnya pintu itu pun terbuka.
Keandra berjalan masuk dan menghampiri kakak nya.
" Woyyy... biasa aja kali itu muka nya, serius amat ." Keandra duduk di samping Yaya, lakaki itu dengan sengaja melepaskan earphone yang di kenakan Yaya.
Yaya mendengus kesal.
" Apaan sih Ken, ganggu mulu deh. Keluar sana !!!"
" Dihh.. muka loe Ya jelek amat, kayak mak lampir tau nggak." Keandra mencubit pipi Yaya yang sedikit chubby.
" Bodo !!!! udah ah sana keluar . Gue masih mau nonton aa Allen Ren gue yang ganteng nya kebangetan bikin gue jatuh cinta." Ucap Yaya berbinar.
" Dih ... lebay lo Ya.. masih ganteng gue kemana - mana kali." Ucap Keandra membanggakan diri, lalu ia dengan cepat mempause drama itu, lalu menarik tangan Yaya agar berdiri.
" Apaan sih Ken... ini apalagi sih tarik - tarik." Protes Yaya .
" Eh... Loe di panggil bunda tuh suruh makan siang. Udah ayo.. " Keandra menarik tangan Yaya. Mau tidak mau Yaya pun mengikuti langkah adiknya.
Keandra memiliki tubuh yang tinggi dan proporsional sama seperti papa nya, berbeda dengan Yaya yang memiliki tubuh yang mungil dan kurus benar - benar duplikat mama Nadia.
__ADS_1
Mungkin jika orang yang tidak tahu mereka akan mengira , Keandra adalah kakak nya bukan adiknya. Karena penampilan dan kelakuan Yaya yang kadang masih kayak bocah, seperti saat ini Yaya masih mengenakan pakaian tidur lengan Panjang bergambar doraemon, sementara rambut panjang nya ia ikat dengan asal asalan tapi masih terlihat cantik dan manis. Ya, saat di dalam rumah Yaya tidak mengenakan kerudungnya, karena memang di rumah itu tidak ada pegawai laki - laki selain papa dan adik nya keandra.
Yaya dan Keandra menghampiri kedua orang tuanya yang sudah menunggu di meja makan,
" Lihat putri kita pa, udah siang bolong begini baru keluar dari sarangnya. Harus nya anak perempuan itu walaupun libur kerja pagi - pagi itu bangun dan bantu mama nya di dapur lah ini malah mengurung diri di kamar nggak keluar - keluar. Pamali tau nggak Teh?,, nanti susah dapat jodoh nya." omel mama Nadia.
Keandra tertawa kecil melihat kakak ya di marahi oleh mamanya, sebenarnya bukan sekali dua kali tapi sangat sering mama nya itu mengomel pada kakak nya tapi dasar bandel kakak nya itu. Omelan mama nya tidak pernah di gubris bahkan hanya di jadiin angin lalu.
" Tuh.. dengerin Ya... nanti jadi perawan tua loh. " Keandra tertawa menggoda Yaya.
Yaya mencebikkan bibirnya, sebel.
" Tuh kan... kalo di omongin pasti langsung manyun." nyinyir mama nya.
" sudah - sudah.. jangan pada berantem, ayo kita makan dulu." Ucap papa menengahi.
Meskipun mama Nadia dengan Yaya sering berantem dan adu mulut, tapi tetap saja kedua ibu dan anak itu tidak bisa di pisahkan. Kalau ada Yaya mungkin mama Nadia akan sering mengomeli anak gadis nya, tapi kalau anak gadis nya tidak ada beliau pasti mencari dan sering menelpon Yaya. Begitu pun Yaya walau mama nya sering menyinyiri nya tetap saja Yaya akan bermanja - manja ria pada mama nya.
************
" Teteh ..!!!! disimpan dulu handphone kamu!" Seru mama Nadia.
Yaya memutar matanya bosan. Ini sudah kesekian kali nya mama Nadia mengomeli nya tanpa jeda.
" Ma.. hari ini aktor idola Teteh, Yang Yang gege ulang tahun!! Teteh lagi streaming nih."
Mama Nadia berdecak kesal, " Tadi bilang nya beneran mau bantuin mama cek data mingguan pemasukan dan pengeluaran toko roti mama, bukannya langsung di kerjain... Ini malah asiik main handphone sendiri. Senyam senyum sama ketawa sendiri lagi, udah kayak orang gila kamu Ya."
Yaya memasang wajah memelas, " Ma... sebentar ya, nanti juga Teteh kerjain kok. Tapi.. ini Teteh lagi ngisi energi semangat dulu dengan lihat wajah tampan dan senyum mempesona nya Yang Yang gege. Bahagia rasanya hati Teteh..."
Mama Nadia menoyor kepala putri nya, membuat Yaya mengaduh kesakitan.
__ADS_1
" Kamu ya Teh !! ada - ada aja deh. Terserah Teteh deh!! mama mau ke dapur dulu, mau buat kopi sama cemilan buat papa kamu." Mama Nadia berdiri lalu pergi meninggalkan putri nya yang masih asiik streaming.
**************