
Pagi hari yang cerah fisya sangat bersemangat ingin kembali kepesantrennya. Ia sudah lama libur sekitar 1 bulan karena libur semester. Sekarang ia sudah duduk dikelas 8. Pagi ini ia begitu bergembira. Ibu laila hanya tersenyum melihat tingkah anaknya yang begitu bersemangat ingin kembali kepesantren. Kalau ia mengingat dahulu fisya terlihat terpaksa ketika masuk pesantren. Tapi syukurlah sekarang ia merasa lega karena anaknya lambat laun bisa menyesuaikan diri disana.
"fisya,kemari nak sarapan dulu sebelum berangkat"
"iya bu,fisya sarapan kok. ntar fisya sakit gak ada yang urusin fisya dipesantren. Lagian perut fisya bisa ngambek sama fisya" tutur fisya sambil tertawa.
"ada-ada saja kamu nak. Ya udah yuk dimakan sarapannya"
"oke ibuku sayang, oo iya bu ayah kapan pulang ya, sudah sebulan ayah gak pulang biasanya kan minimal ayah pulang satu kali dalam sebulan."
"begini nak, ayahmu disana sangat sibuk dengan urusan ceramahnya. kamu yang maklum ya. Kemarin ayah telepon ibu, mungkin bulan depan baru bisa pulang. Dia juga meminta maaf padamu fisya karena tidak bisa menyambutmu dirumah."
Fisya hanya mengiyakan kata ibunya, Ia tahu ayahnya sangat sayang dengan mereka, tapi mungkin disana lebih penting karena berurusan dengan sejuta umat.
_ dipesantren
Fisya tiba dipesantrennya pada pukul 9 pagi. Perjalanan dari rumah kepesantrennya hanya memakan waktu 1 jam. Ibunya beralasan jika pesantren fisya jauh nanti ibunya tidak leluasa menjenguknya ketika rindu.
Fisya dipesantren sangat tertutup kepada siapapun, ia tidak memiliki teman dekat kecuali teman dekatnya ketika di sd yaitu avit dan ayu. Fisya dipesantren lebih fokus dengan menimba ilmu agama dan hafalan qurannya. Ia ingin menjadi anak yang sholeha yang dapat membanggakan kedua orangtuanya.
Fisya berpapasan dengan ust ahmad yang notabenya adalah gurunya. Ust ahmad sangat tampan dan fisya sudah menyukai nya sejak ia bertemu dipesantren. Sikap ust ahmad yang lemah lembut dan begitu penyayang membuat fisya luluh hatinya. Ia menyimpan perasaannya rapat-rapat. Tidak ada yang tahu perasaannya. Ia takut itu akan menjadi aib bagi keluarganya karena ia mencintai seorang duda dan orang yang sudah sangat dewasa yang umurnya sebaya dengan ayahnya sendiri.
"Assalamu alaikum ustadz ahmad"
"Waalaikum salam fisya, kamu sudah kembali ya nak., sudah lama saya tidak berjumpa denganmu.Saya rindu" sambil tersenyum manis
"Duh pak, tolong jangan tersenyum jantungku sangat berdebar-debar hampir copot tau, kalau aku serangan jantung gimana? Pake bilang rindu lagi macam dilan. Udah pak aku aja yang rindu, rindu itu berat, biar aku aja nanti bapak gak kuat" batin Fisya
__ADS_1
" alhamdulillah baik pak, saya permisi ya pak mau langsung masuk keasrama putri"
Fisya langsung terburu-buru ia takut ia akan pingsan jika ditatap dan diberi senyum terus oleh ustadz ahmad. Memang jika orang tau selera fisya aneh karena ia menyukai orang yang terlalu dewasa, dan juga sosok gurunya dan yang lebih parahnya ia seorang duda. Fisya menyadari ia lebih cocok menjadi anak ustadz ahmad daripada istrinya.
Ustadz ahmad memandangi punggung fisya yang semakin menjauh darinya. Sebenarnya hatinya bergetar ketika berada didekat fisya, awalnya ia tidak percaya karena ia mengangap fisya itu seperti anaknya yang sudah meninggal. Tapi lama kelamaan ia salah menafsirkan dirinya sendiri. Ia memabg menaruh hati kepada fisya.
"Ampuni aku ya rabb atas segala dosaku dan rasa cintaku yang tak pantas ini" batin ahmad
Hari ini adalah hari jumat, Semua santri dan santriwati diperbolehkan keluar area lingkungan pesantren sebab hari ini adalah hari libur mereka. Setiap hari jumat mereka bebas melakukan apa saja sesuai keinginan.
Fisya selalu bertemu dengan avit dan ayu ketika hari jumat. Avit dan ayu rela mendatangi taman didekat pesantren fisya sehingga pertemanan mereka langgeng karena adanya rasa saling pengertian satu sama lain.
"Fis, Gimana sekolahnya. kamu bosen gak ?"
"Gak kok yu, disini aku udah mulai terbiasa dan gitulah aku betah disini."
"Bagus kalau gitu fis, aku jadi gak perlu takut dan khawatir lagi dech"
"gak gitu sich fis, aku kan khawatir aja sama kamu lo." sambil muka cemberut
Ha... ha... ha...
Fisya dan ayu tertawa terbahak-bahak sedangakan avit cemberut melihat mereka dan terjadilah aksi kejar-kejaran diantara mereka sampai waktu tidak terasa hingga sore hari.
Mereka pun akhirnya berpisah dan berjanji jumat depan akan berkumpul kembali.
_ dirumah fisya
__ADS_1
"Assalamu alaikum "
"Waalaikumussalama,Loh ayah udah pulang?kok gak ngabari ibu dulu kan bisa ibu jemput yah?"
"Gak usah bu, Ayah tahu ibu capek ngurus rumah sama Anak-anak jadi ayah gak tega merepotkan ibu"
Laila yang mendengarnya begitu terharu dengan ucapan suaminya, itulah kenapa ia dahulu begitu tergila-gila dengan suaminya itu. Ia begitu lembut dan seorang pemimipin rumah tangga yang paling baik yang pernah ia temui. Ia sangat bersyukur kepada Allah telah memberikan jodoh terbaik dab dikaruniai seorang anak-anak yang sholeha.
"ibu kenapa bengong sich, ada yang salah dengan ayah?"Sambil melihat dirinya sendiri dari ujung kepala sampai kaki.
Laila pun terkejut dan tertawa.
"Gak kok yah, tapi ayah tambah ganteng lo. Ibu kangen banget sama ayah, anak-anak juga terutama fisya yah."
Mendengar ucapan istrinya Shandi pun tersenyum dan mencium rambut istrinya. Ia sangat bersyukur dengan apa yang ia miliki sekarang dari istri yang sholeha juga anak-anak yang begitu lucu.
" Bu ayah mau bicara serius sama ibu, ini tentang fisya anak kita "
Melihat itupun laila agak terkejut karena suaminya tidak pernah berbicara serius apalagi menyangkut anak sulung mereka fisya. Karena yang ia tahu fisya tidak pernah membuat masalah disekolahnya dan fisya tidak pernah bersalah. Shandi pun menceritakan kepada istrinya laila bahwa fisya akan dijodohkan dengan anak dari gurunya shandi sendiri. Shandi berkata bahwa gurunya sebelum meninggal berwasiat dan memohon kepadanya supaya menikahkan anak semata wayangnya dengan anak shandi. Padahal shandi sudah menolak dengan alasan tidak baik memaksakan kehendak apalagi anaknya fisya masih sangat kecil untuk dinikahkan,. Ia belum cocok menikah melainkan menuntut ilmu yang lebih utama. Tetapi gurunya tetap memohon sehingga membuat sandi tidak tega dan mengiyakan. Gurunya bilang anaknya pantas mendapatkan calon istri terbaik sebab anaknya jug seorang anak yang baik. Dan gurunya sangat ingin menjalin ikatan persaudaraan dengan shandi yang sudah ia anggap anaknya sendiri. Sampai gurunya meninggal dan memberikan wasiat kepada shandi. Ia begitu sedih menceritakan semua ini kepada istrinya.
"Sudahlah yah, jangan sedih mungkin itu sudah takdirnya anak kita. Kamu sudah berjanji , jadi tidak boleh mengingkarinya.Nanti biar ibu aja yang kasi pengertian ke fisya ya."
"Tapi bu, Ayah merasa menjadi ayah yang gagal, tidak bisa melindungi anak-anak kita."
"Sudahlah yah, ayo kita tidur ayah pasti sudah lelah, dan nanti kita sholat tahajud bersama-sama mohon kepada allah."
Laila berusaha kuat, padahal hatinya juga sedih. Ibu mana yang rela merelakan masa muda anaknya yang harus berakhir kepernikahan. Tapi ia sadar itu mungkin sudah menjadi takdir anaknya
__ADS_1
Assalamu alaikum semua.., terimakasih telah membaca ceritaku dan aku harap kalian suka. Tolong like dan beri aku komentar ya. Komentar kalian sangat berharga bagiku.
Wassalam..