
Helmi hari ini sudah bersiap akan pergi kerumah kak shandi sesuai janjinya kemarin. Sebenarnya ia juga bingung dan masih syok dengan wasiat ayah nya. Tapi sebagai seorang anak tidak mungkin ia tidak patuh kepada orang tua nya apalagi itu keinginan terakhir sang ayah.
Helmi melihat dirinya dicermin . Ia berusaha meyakinkan hati nya bahwa mungkin ini sudah takdir yang allah tetapkan baginya. Ia juga deg-degkan perihal seperti apa calon istri nya nanti yang bakalan menjadi makmum dan ibu dari anak-anak nya. Tapi ia ingat, calon istrinya masih terlalu muda. Kalau ia tidak salah mungkin calon istri nya itu belum genap berusia 17 tahun. Ia geli sendiri membayangkan diri nya sebagai om-om pedofil yang menyukai anak di bawah umur.
****
Hari ini Fisya dan keluarga bersiap-siap menyambut tamu yang ayah nya katakan sebagai calon suami nya kelak. Fisya sudah mulai menerima dan pasrah. Ia membantu ibunya memasak , sedangkan ayah nya membersihkan rumah. Sesekali ia tertawa melihat tingkah adik nya rabiah yang selalu tertawa dan mengganggu kegiatan ayah. Sedangkan adik bungsunya sedang tidur.
"Fisya, kamu letakkan makanan yang sudah siap dimeja makan ya nak, ibu mau memandikan adik mu dulu"
"Baik bu, Fisya akan melakukannya"
Fisya menata makanan yang sudah matang di meja makan. Ia berdecak kagum dengan makanan yang ia dan ibunya masak. Memang fisya dari kecil sudah terbiasa diajak masak oleh ibu nya. Ibu nya bilang supaya fisya bisa mandiri dimanapun ia berada.
Ketika fisya sedang asyiknya menata makanan. Tiba-tiba ada suara ketukan pintu dan salam dari luar.
"Mungkin dia sudah datang" berjalan menuju pintu
"Assalamu alaikum, maaf mengganggu. Benarkah ini rumah kak shandi ali akbar?"
"Ah ia benar. Silahkan masuk" dengan suara yang lembut
"Masyaallah, siapa kah gerangan perempuan ini, Begitu lembut dan cantik" batin helmi
Helmi pun masuk kedalam rumah. Ia disambut baik oleh keluarga kak shandi. Ternyata perempuan yang membukakan pintu tadi adalah anak sulung kak shandi yang merupakan calon istrinya. Ia berfikir bahwa calon istrinya seperti sudah dewasa dan keibuan sekali tidak cocok dengan umurnya yang masih kekanakan dan dibawah umur terbukti dari ia yang telaten menjaga adik kecil nya.
Fisya agak merasa risih dengan tatapan orang yang akan menjadi calon suaminya itu. Ia membatin apakah ada yang salah dengan dirinya . Jika ia lihat-lihat calon suaminya tidak kalah tampan dengan ustadz ahmad orang yang ia suka juga tidak terlihat tua hanya terlihat dewasa.
"Dek helmi, begini sesuai dengan pembicaraan kita tempo lalu, hari ini kita akan membahas rencana pernikahan kalian, Bagaimana pendapat nak helmi?"
__ADS_1
"Saya nurut saja dengan keputusan kakak"
"Baik kalau begitu minggu depan kalian akan menikah sebab esoknya saya harus kembali ke medan"
Fisya dan helmi begitu terkejut. Mereka tidak percaya pernikahan akan secepat itu terjadi. Bahkan mereka belum berkenalan satu sama lain. Tapi mau bagaimana lagi itu sudah keputusan shandi yang tidak bisa diganggu gugat.
Sekarang mereka hanya pasrah dan harus menerima kenyataan bahwa mungkin itu sebuah takdir.
****
Fisya duduk ditaman kota, Ia meminta sahabat nya ayu untuk datang. Fisya berkata ada sesuatu yang ingin ia katakan. Itu membuat ayu penasaran dan hendak mengajak avit tapi fisya menolak dengan alasan ini rahasia sesama perempuan.
"Assamu alaikum fisya, udah lama nunggu nya?"sambil memegang bahu fisya
"Astaghfirullah, wa alaikumussalam, kamu ini ya yu, buat aku jantungan tau"dengan nada agak kesal
"Ish kamu memang ya yu, suka banget jahilin aku"muka cemberut
"Iya-iya maaf ya sahabatku,tumben mau jumpa berdua gak ngajak avit."
"Mmm, iya yu, soalnya ini urgent banget, kalau avit sampe tahu aku takut dia kepikiran"
Fisya pun menceritakan semua nya kepada ayu bahwa ia akan menikah minggu depan. Ayu pun terkejut mendengar nya tetapi ia kemudian paham dengan penjelasan fisya, Ia juga gak nyangka tapi ia berusaha menyemangati sahabatnya.
"Yang sabar ya sya, mungkin ini udah takdir yang ditetapkan allah untuk mu. Eh gimana-gimana, udah ketemu belum sama calonnya? Ganteng gak?"dengan nada menggoda
"Udah deh, jangan godain terus. Udah ketemu kok dan menurut aku ya ganteng sich, kayak keturunan arab gitu"
"Duh sya, kamu beruntung banget sich. Aku aja mau apalagi yang model keturunan arab gitu . Gak papa dech kalau nikah muda, Aku mah ikhlas"dengan senyum cengengesan
__ADS_1
Fisya yang melihat kelakuan teman nya itu hanya tersenyum geli. Memang sahabat nya itu selalu bisa mencairkan suasana dengan segala tingkah lucunya. Ia bersyukur padahal tadi nya ia merasa sangat sedih dan terbebani karena rencana pernikahan nya tapi entah kenapa sekarang rasanya semua itu hilang karena kehadiran sahabatnya itu.
****
Helmi sudah ada dirumahnya. Ia masih tergiang akan rencana pernikahan nya yang akan dilaksanakan minggu depan. Ia tadi melihat calon istrinya. Entah kenapa hati nya bergetar. Apakah ia jatuh cinta pada pandangan pertama? Entahlah. Cepat-cepat ia istighfar karena memikirkan seseorang yang bukan mahram nya.
Hari ini ia berencana mendatangi salah satu pesantren milik sahabat nya. Ia ditawari untuk menjadi guru disana. Awalnya ia menolak, tapi karena teman nya memaksa maka mau tak mau ia pun merimanya. Sebenarnya ia lebih suka menjalankan hobi sekaligus bisnisnya . Ia sangat hobi fotografi.
Sekarang ia sudah bersiap-siap menuju ke pesantren dan sekitar dua puluh menit ia pun tiba.
"Assalamu alaikum "
"Wa alaikumussalam, Eh kamu rupanya Mi. Udah lama banget gak ketemu sama kamu"sambil memeluk helmi
"Ia kak, Udah lama banget kita gak ketemu"
"Ya udah gak papa, sekarang kamu duduk dan kita ngobrol "
Helmi dan Bima pun berbincang-bincang.
Hy readers semua, . Terimakasih ya udah baca karya aku. Maaf kalo bahasanya sulit dimengerti . Aku agak bingung sich mau gunain bahasa baku. Maklum la aku dari medan yang gak pernah pake bahasa indonesia yang baik dan benarππ
Aku biasa pake bahasa daerah ku. Tau kalian kan bahasa medan logat nya seperti apa.π
Jadi aku berharap banget dukungan dan saran kalian buat aku. Saran kalian sangat penting banget sama kelanjutan karya aku ini. Maaf kalau banyak typo bertebaran dimana-mana. Terimakasih semua. Sampai ketemu diepisode berikutnya . Jangan lupa like dan komentarnya ya . Soalnya itu sangat penting banget..
See you
*Alyaadiba
__ADS_1