Takdir Wanita Miskin

Takdir Wanita Miskin
bab 6 menunggu kepastian


__ADS_3

Kenzi bergegas pamit pada maya karena waktu sudah sore, mereka pun berpisah ke rumah masing masing. Maya terus saja memikirkan perkataan kenzi yg ingin datang menemui keluarganya. Kenzi sedang ruwet memikirkan gimana caranya bisa ngomong pada orangtua nya sendiri untuk pergi ke rumah maya sedangkan mamanya saja tidak setuju.


Leo datang menghampiri kenzi yg gelisah. "ada apa?"ucap leo


"tidak"balas kenzi


"kau tidak perlu berbohong. Apa yg mengganggu fikiranmu itu? Ucap leo


"apakah kakak waktu ingin menikahi kakak ipar felly harus datang ke rumah wanita dulu? Meminta ijin? Bagaimana caranya? Aku takut salah mencoba dan gagal. Sedangkan aku bukan tipe pria romantis, malah pria yg tidak mempunyai keberanian yg besar" ucap sedih kenzi


"kamu tuh apa apaan. Kamu pria berwibawa, sudah dewasa. bodoh jika kamu punya fikiran seperti itu. Yaa , memang Kakak menemui keluarganya untuk melamar dia. Tak lama kita menikah juga kan? Sudah bahagia juga. Jika kamu memang serius dengannya datangi keluarganya secepatnya. Jika sudah dapat restu nih ya, terus aja gasspol biar bisa di nikahin cepet cepet" ucap leo


"hehee , gitu ya kak. Oke deh bantu aku ya kak, semoga keluarganya bisa menerima aku dengan baik dan lapang"ucap kenzi menaikan satu alisnya dan menggaruk yg tidak gatal


"iya adikku sayang, kau tenang saja"ucap leo senyum dan mengacak rambut adik kesayangan nya itu

__ADS_1


larut malam kenzi baru teringat bahwa dia sudah membelikan ponsel untuk maya , gegas dia meraih ponsel nya dan mengetik pesan "selamat malam cantik, selamat beristirahat calon istriku" senyum terpancar di wajah tampannya. Ia pun tidur dengan pulasnya


Maya sontak kaget ada pesan yg datang tengah malam. Pas ia lihat itu dari kenzi ia tiba tiba membulat matanya yg indah itu "aaahhh bisa sosweet juga ternyata si kenzi ini"gumam maya


Maya pun membalas "apaan si kamu, ketemu orgtua ku juga belum. udah bilang calon istri aja"padahal ia sedang berbunga bunga, tp dia pandai menutupi perasaannya. Tidak seperti kenzi yang terlalu jujur dan terburu buru


Maya tertidur dengan senyum menghiasi wajahnya


pagi hari kenzi dengan senang hati mengirim pesan pada maya "selamat pagi maya, selamat beraktivitas" senyum terpancar diwajahnya


Aura bucin sedang menjalar di aliran darah sepasang calon kekasih itu


Dari waktu itu mereka tidak pernah bertemu ataupun bertukar pesan sama sekali. Maya hanya bisa menunggu di sisi pantai tempat mereka berdua. waktu terus berjalan, tapi tak kunjung kenzi kembali pada nya. Sudah putus asa saja maya karena ditinggal tanpa ada kabar. Betapa kecewanya maya pada kenzi. 4 tahun sudah ia menunggu kehadiran dambaan nya. Namun nihil tidak ada jawaban atas pertanyaan pertanyaan maya saat itu. Lama sudah ia menunggu, 4tahun menjalani hidup sendiri seperti biasa dalam keadaan sepi


"sebenarnya kenzi kemana ya selama ini? Mana janjinya yg mau menemui orangtua ku hah? Huhuu.." maya menangis ditepi pantai

__ADS_1


hari hari ia jalani sendiri, tidak ada tempat lain yg ia kunjungi selain pantai tempat mereka berdua


Dia masih ingat perkataan kenzi waktu itu yg akan menemui keluarganya


Hari ini, tepat ia genap 20tahun. Dimana ia merayakan ultah sendiri disisi pantai. Dia begitu cantik putih bersih menawan dan sangat lemah lembut. Yaa siapa lagi jika bukan maya?


Ia mengenakan dres biru selutut tangan pendek rambut terurai panjang, berjalan sendiri dipesisir pantai yg sangat sejuk


Tak terasa semakin sepi pada waktu itu, tiba tiba ia dikagetkan 2 lelaki mabuk bertubuh kekar yg menggodanya. Ia ingin melecehkan maya


"mau kemana cantik? Mari ikut kita, akan ku buat kau senang senang malam ini" ucap lelaki brewok pada maya sambil mencolek dagu maya


segera ditepis oleh maya dan hendak pergi namun ditahan oleh kedua lelaki itu. "lepaskan, huhuu.. Sakit.. Lepaskan tangan ku huhuu." maya berteriak histeris karna takut dan sakit pergelangan tangannya digenggam begitu erat


Tak lama datang 2 orang pria gagah tampan rupawan segera membantu melepaskan gadis itu dan menyerang preman sialan itu. Baku hantam pun tidak bisa dihindari

__ADS_1


"huhuu.. Sakit, ayaah ibuu tolong mayaa huhuu" dia terus meminta tolong


Setelah kedua preman itu kalah dan pergi, kedua pria baik hati itu menghampiri maya yg sedang meringis dan menangis


__ADS_2