
Setelah sekian lama aku pergi dari kehidupan maya akhirnya kita bertemu lagi. Sampai waktu dimana aku melamar dia kepda orang tua nya. Bersyukur lamaran itu diterima,
Hari ini tepat dimana aku keluargaku datang untuk melamar pujaan hatiku. Berdebar hatiku saat mengingat hari ini yg akan aku jalani. Aku bersiap dengan jas hitam berdasi maroon turun dari lantai atas untuk menemui keluargaku
Semua sudah ada diruang tamu, ayah , nenek, kakek, kaka ipar felly istri Leo kakak ku, serta keponakanku yang lucu lucu yaitu amy dan emy.
kakak ku terus saja menggoda ku "aduh aduh adik kecilku ini sudah sangat dewasa ternyata. Sudah ingin meminang perempuan pilihan nya, awas aja kamu kalo sampe nyakitin gadis itu lihat saja pembalasanku" ucap leo sambil mengacak rambutku
"aduh kak kusut lagi rambut ku ini" merengek ku pada kakak ku
"udah udah , kalian ini yah adik kakak masih aja suka berantem udah pada besar juga" ucap nenek sambil merapihkan rambutku
"iya nih nek, si kakak tuh"adu ku pada nenek
"udah, tenang. Nanti kamu akan grogi, jadi harus bersikap tenang dari sekarang ya"nasehat nenek
__ADS_1
"kenapa grogi? Kan udah emang niat aku melamar maya nek?"ucapku bingung
"yaelah gatau aja kamu nanti dipandang semua orang saat mau masangin cincin ke tangan nya maya hahahaa"ledek leo pada ku
"ish. Awas aja ya kak"ucapku marah
Akhirnya kita bersiap menuju mobil dan berjalan ke rumah tujuan kita semua
Tak butuh waktu lama kita sudah sampai di halaman rumah maya, terlihat sudah begitu ramai kerabat kerabat nya yg sudah menunggu kedatangan kami. Oh iya tak lupa sebelum ada acara ini, aku sudah menyuruh anak buahku untuk merenovasi rumah calon mertuaku. Karena waktu itu aku sudah mengajak mereka untuk tinggal bersamaku setelah kita menikah. namun kedua orang tua maya bersikeras tidak mau menambah beban anaknya, yasudah aku renovasi saja biar terlihat nyaman tempat tinggalnya
Aku menoleh kesana kesini tidak nampak dmna calon istriku rupanya ia masih di riah oleh MUA dulu
Sekian lama berbincang bincang hingga waktu yg ditentukan tiba. Aku dipanggil oleh Mc maju ke depan, bagiku tidak terlalu gugup dan grogi karena sudah biasa diam dihadapan banyak orang.
berseri seri diwajahku karena begitu bahagianya aku. Tak berselang lama mc memanggil calon istriku, kita berdua ada dihadapan para keluarga. Nah ini yg membuat ku merasa gugup dan grogi, melihat wanita yg aku inginkan ada dihadapanku dengan riasan yg begitu cantiknya, mengenakan baju yg sangat indah , akhirnya setelah berbincang bincang tiba lah waktunya untuk pasang cincin
__ADS_1
Aku merasa gemetar namun harus tetap cool dan tenang. Ku ambil dengan lembut tangan kekasihku, ku pasangkan cincin di jari manisnya membuat ku menitikkan sedikit air mata kebahagiaan akhirnya aku bisa mendapatkan orang yg aku cintai
Maya tersenyum senang dan bahagia, ia meraih tanganku dan mencium tangan ku. Aku memeluknya dengan kasih saya. Seketika aku lupa bahwa aku sedang dihadapan semua keluarga, semua yg ada disanaa menyorakkan cie cie padaku dan maya
Terlihat wajahku dan maya sangat merah bagai kepiting rebus
setelah selesai pasang cincin, mc menyuruh semua org untuk memakan hidangan yg sudah tersaji. Mereka mulai memakan hidangan , aku dan maya pergi ke kamar maya, betapa bahagianya aku sudah mendapatkannya
Aku memeluk tubuhnya secara perlahan, maya membalas pelukan ku. Entah kenapa aku ******* bibir manisnya da lid*hku menerobos kedalam mul*tnya. Maya pun membiarkan lid*h ku bermain didalam mul*tnya
Aku sadar dan melepaskan ******n ku , aku takut terlalu jauh bermain denganya. Maya hanya tersenyum simpul saat aku menatapnya, aku benamkan wajahku dipundaknya. Ia mengelus punggung ku,
"aku bahagia, sangat bahagia. Terimakasih banyak maya telah menerima aku"ucapku
"samasama. Aku juga sangat bahagia, terimakasih sudah memilihku untuk jadi pendamping mu"ucapnya dengan senyum yg begitu indah
__ADS_1