
"**Akhirnya pesawat yang di tumpangi desy dan izal pun mendarat dengan mulus di bandara soekarno hatta.. setelah mereka sudah keluar dari area bandara itu,, mereka bergegas pergi ke arah jalan dan memanggil taxi..
Di dalam mobil..
"*Mas kita mau cari tempat tinggal dimana,, ini sudah jan dua malam,, pasti susah kalo cari kontrakan*.. desy bertanya menatap lekat wajah izal
*Kita cari hotel atau lismen dulu,, besok baru kita cari kontrakan*,, jawab izal sambil mengelus ngelus punggung tangan desy
Pak tolong antarkan kami ke losmen atau hotel yang terdekat ya pak.. pinta izal kepada pak supir taxi.. yang di angguki oleh pak supir itu
*Mas mbak sudah *sampai,, kata pak supir taxi
oohh ya pak,, ini, menyerahkan uang pada pak supir,, setelah di terima mereka turun dan mengucapkan,, *terimakasih pak*,, dan di angguki pak supir taxi..
kini izal dan desy sudah berada di dalam kamar hotel,, izal sengaja hanya memesan satu kamar,, untuk tidak boros,, karena saat ini dia sudah tidak di rumah orang tuanya lagi, dia akan belajar hidup mandiri,, apa lagi dirinya berniat untuk menikahi desy,, sudah pasti tanggung jawab nya nanti bertambah.. setelah menikah,, dia berniat untuk membuka usaha kecil kecilan, dan dia belum tau apa itu,,
aku mau mandi dulu,, mas kalo mau tidur, tidur aja duluan,, ujar desy,, namun izalnya hanya heem saja,, tanpa menoleh ke arah desy sembari memainkan polselnya,,
kenapa dia,, bukanya dia yang ngotot buat ikut aku.. mengapa hati ku terasa sakit saat dia tidak meliriku saat aku bicara.. gerutu desy di dalam kamar mandi,, tidak terasa air matanya menetes, membasahi pipinya,,
cukup lama desy di kamar mandi,, dia masih menangis di bawah guyuran syowwer,, karena desy merasa sikap izal itu berubah,, yang tadinya hangat menjadi dingin..
karna izal sudah merasa aneh,, di lihat nya pintu kamar mandi belum juga terbuka,, padahal desy sudah hampir satu setengah jam di kamar mandi, izal pun hawatir
Des,, desy.. kamu mandi atau apa sih,, tanya izal di balik pintu sambil mengetuk ngetuk pintu,, serentak desy kaget,, dan cepat cepat mnyambar handuk yang tergantung lalu melilitkan di tubuh nya,,
kriiyeek suara pintu terbuka
*ee iya mas aku mandi**.. jawab desy trrbata saat sudah keluar dari kamar mandi sambil terus berjalan menuju koper nya dan di ikuti izal dari belakang
kenapa lama sekali mandinya,, apa kamu cari penyakit*,, tanya izal datar dan seperti menahan emosi,, dan duduk di kursi yang di duduki desy
desy hanya terdiyam tak bersuara,, setelah mendapatkan yang dia cari,, seperti br cd dan baju nya,, dia langsung memakai nya.. setelah selesai berpakaian desy berdiri seraya berjalan ke arah ranjang,, dan membaringkan tubuh nya,, lalu menarik srlimutnya sampai menutupi seluruh tubuh nya bahkan kepalanya juga di selimutin.. ia tidak ingin kalo sampai izal mengetahuinya dia habis menangis,, makanya desy lebih memilih untuk tidur ,, jam juga sudah menujukan jam 3 pagi..
izal pun merasa kesal kepada desy,, karena desy menyuekin nya,, karna dia pun merasa lelah dan sangat mengantuk, ia pun ikut membaringkan tubuh nya, tak butuh waktu lama,, dia pun ikut terlelap tenggelam dalam mimpi nya...
Mentari surya kini sudah menyinari setiap sudut kota dan burung burung yang beterbangan seakan bernyanyi mengiri cahaya yang indah..
,, desy beegeliat saat ingin bangun,, meedegakan otott2 nya terlebih dahulu,, saat dia ingin beranjak dari ranjang,, ternyata tangan dan kakinya izal berada di atas tubuh nya,, lalu desy memiringkan tubuh nya menghapad kekasihnya,, ternyata kamu lebih tanfan saat sedang tidur mas,, bibir mu sexi.. ucap desy di dalam hati, jemarinya kini membelai belai wajah tampan kekasihnya itu,, dan berhenti di bibir tebal nya izal yang sangat sexi menurut desy.. di saat desy sedang memperhatikan izal.
Aku tau mas mu ini tampan, kata izal tapi matanya masih terpejam.. sbenarnya dia sudah bangun sedari tadi,, tetapi dia sengaja ingin mengerjai desy..
"*Eeh ma.. mas sudah bangun,, jawab desy terbata *bata lalu menjauhkan tangan nya dan ingin beranjak turun dari tempat tidur,, tapi izal sudah duluan menariknya di dekapan nya.. semula desy ingin melawan,, tapi hati kecil nya,, dia memang ingin seperti ini.. tetapi sesaat desy teringat akan hal semalam,, sikap izal yang sedikit cuek, tanpa ua sadari air matanya lolis begitu saja,, karna dia tidak ingin izal tau kalo menangis, dia segera melepas pelukan izal.. namun izal bersuara,, "Biyarkan seperti ini"
" *Aaku. . aku mau mandi, kita kan harus cari tempat tinggal,,
jawab desy terbata,, seraya menutupi tangis nya,, tapi izal mengetahuinya,, kini izal menyanggah kepalanya dengan satu tanganya,, "Kamu nangis sayang..
apa mas melukai hatimu...
tidak,, hanya saja aku merindukan ibu dan ayah ku*,, ujar desy berbohong atas tangis nya,, tapi tidak di pungkiri dia juga rindu orang tua nya..
__ADS_1
sudah jangan menangis lagi,, mereka pasti akan baik baik saja.. ini sudah menjadi keputusan mu, jadi jangan menyesalinya, ok ... tutur izal lembut pada desy, dan memeluk nya.. ayo kita mandi,, imbuh nya
aku dulu yang mandi ya,, atau gak mas dulu deh.. jawab desy malu malu... **Mandi berdua kan lebih cepat,, nanti setelah mandi kita cari sarapan,, terus kita cari kontrakan.. tanpa aba aba,, izal sudah menggengndong tubuh desy menuju kamar mandi.. akhirnya mereka mandi bersama.. tidak ada adegan yang panas saat mandi..
Selesai mandi mereka berdua keluar,, untuk sarapan, setelah sarapan,, mereka bernita langsung ingin mencari kotrakan
" **Kini mereka sedang mencari kontrakan yang sedang di sewakan,, sudah berapa jam mereka belum juga mendapat kan kontrakan yang pas bagi mereka.. akhirnya mereka memutuskan untuk berpencar,,
"sebelum desy melangkah, dia menunggu izal dulu yang duluan jalan,, arah izal persimpangan belok kiri,, dan arah desy persimpangan belok kanan,, Saat desy baru berjalan 5 langkah,,
Bugh..
Desy terjatuh, karna menabrak mobil seseorang.. dan pemilik mobil langsung turun dari mobil nya,
dan sedikit berteriyak
Kau ingin mati ya,, tidak bisakah kau meluhat ada mobil di depan mu,, namun setelah dia melihat desy yang kesakitan,, wajah nya yang tadi seperti singan yang marah kini menjadi seperti singa yang penyayang,, gitulah ibarat nya,, hehe,, gak pandai saya
Aaaawww, sakit.. desy memekit kesakitan karna tangan nya terluka,,
Kamu tidak apa apa,, mari saya bantu,, kata pria itu, dan membantu desy untuk berdiri,,
"Tidak apa apa,, apanya, gak liyat apa aku terluka,, dasaar. desy menggrutu di dalam hatinya,,
Ayo saya antar mbak ke rumah sakit,, pinta laki laki itu tulus,, tapi desy menolak nya,, " Aaa tida usah pak terimakasih,, saya hanya luka sedikit,, nanti saya oles dengan salep juga udah sembuh pak.. sekali lagi terima kasih,,, *jawab desy dan akan berlalu pergi namun tangan di tahan oleh laki laki itu,, kira kira umur laki laki itu sekitar 28 nan gitu
reflek desy lamgsung menoleh ke belakang,, " Ada apa lagi pak, mobil bapak kan tidak ada tang lecet, jadi biarkan saya pergi,, saya masih ada urusan.. tanya desy sedikit merasa kesal pada pria dewasa itu*..
"Kamu mau kemana,, mari saya antar, mungkin kita se arah,, tanya pria itu,, desy terdiyam,, gak tau harus jawab apa..
kok malah bengong,, ntar ke sambat lo,, kata si pria itu dan membuyarkan lamunan desy
cerita tidak ya,, desy bertanya pada dirinya sendiri
"Sebernanya,, aah saya tidak enak mau ngomong nya, dan harus mulai dari mana pak,, kata desy bingung,,
jangan panggil bapak,, panggil nama aja,, atau mas, yang penting jangan bapak,, dan di angguki oleh desy,,
"Mari naik dulu ke mobil saya,, lalu kamu bisa ceritakan apa masalahmu,, sampai kau terasa bingung begitu,, desy melirik pada pria itu,, jangan fikir macam macam, saya tidak akan ngpai ngapain kamu..
Kini desy dan wahyu sudah berada di mobil dan wahyu pun melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang,, saat fokus menyetir, sesekali ia melirik desy,, Cantik " gumamnya,, dan terdengar samar di telinga desy reflex desy menoleh..
Apa mas, barusan mas bilang apa.. tanya nya
Tidak ada,, kita cari restauran yang dekat sini ya,, udah waktunya makan siyang.. jawab pria itu, tanpa menoleh, dan di anggukin oleh desy,,
Sampai lah mereka di letauran x, dan memesan beberapa makanan dan minuman,, saat menunggu pesanan datang,,
Mas ini kan restauran besar mas,, pasti makanan di sini mahal mahal,, kita keluar aja yuk,, carik makanan di pinggir pinggir jalan aja, yang lebih murah,, bukanya menjawab,, wahyu malah tersenyum,, melihat tingkah polos desy,,
Iiiihh mas nya malah senyum senyum.. au ahh.. desy melengos dan memonyongkan bibir nya,, ""Kamu tu gemesin sekali sih desy.. aku jadi lebih penasaran dan ingin dekat sama kamu,, wahyu berbicara di dalam hati,, Ada *apa ya sama hati aku,, aku kan udah punya sila,,
__ADS_1
Setelah* pesanan datang,, mereka lamgsung menyantapnya,, setelah selesai,, baru desy menceritakan keluh nya,,
Sebenarnya saya lagi cari tempat tinggal pak,, eeh mas,, saya baru datang dari kampung,, dan belum mendapatkan tempat tinggal yang cocok,, tutur desy menjelaskan pada wahyu..
pantas saja.. wahyu membatin
" Kamu tenang aja, jangan sedih,, saya bisa bantu desy untuk cari kontrakan,, atau sekarang aja saya antar desy ke salah satu kontrakan yang di miliki teman saya.. wahyu benar benar tulus ingin membantu desy,, walau baru bertemu desy, wahyu sperti sudah merasa dekat,,
Sungguh kah mas,, desy mau,, tapi desy. tidak ingin merepit kan mas,, jadi mas kasih saja alamat kontrakan itu sama desy*,, kata desy antusiyas,,
tidak apa,,, saya,, aahh aku tidak merasa di repotkan,, aku senang jika bisa membantumu,, dan di angguki oleh desy
kini mereka sudah sampai di sebuah gang kecil,, namun tak jauh dari jalan besar,, dan gang itu juga bersih,, banyak pohon pohon di setiyap pinggiran jalan.. nampak indah dan sejuk*..
**Begitulah kira kira rumah yang akan di tempati oleh desy,,
Saat mobil mereka berhenti,, wahyu turun duluan dan kalan memutar serata membukakan pintu mobil desy,, desy turun dan seperti mencari cari sesuatu,, menoleh ke kanan ke kiri,,
Mas, katanya mau bantu aku cari kontrakan, ini kan rumah Elit semua mas,, bukanya menjawab desy,, wahyu malah berjalan dan menarik tangan desy untuk mengikutinya,,
setelah sampai di gerbang rumah itu,, desy diam dan melongo,, rumah desy di kampung juga besar dan bagus,, tapi tidak sebesar dan sebagus rumah yang ia datangi itu..
setelah wahyu membuka pintu nya dia mengajak desy untuk masuk
Ayo masuk,, ajak wahyu, kini ke dua nya sudah masuk di dalam rumah yang besar itu,,
setelah itu mereka duduk di ruang tamu**,,
*Wahyu tersenyum memandang desy,, sambil bersandar bersama boneka di sebelah nya,,
Kamu bisa tinggal di sini,, apartemen ini milik keluarga mas,,, kamu bisa tinggal disini sampai kapan pun kamu mau*,, tutur wahyu dengan suara yang lembut..
?"Tapi mas,, ini berlebihan,, rumah ini sangat mewah dan tidak pantas untuk orang miskin seperti ku,, jawab desy dan menundukan kepalanya,, dan kalau nanti keluarga mas tau,, bagaimana,, apa tidak marah.. tanya nya lagi,, dengan kepala msih menunduk,,
Orang tua mas tinggal di luar negri,, mereka menetap di sana sudah 20 tahun di sana,, wahyu menjelaskan ,, *mas di jakarta sama ade mas,, namanya Aldi permana,, dia masih duduk di bangku SMA
Ooohh gitu,,
Kok mas sama adek nya gak ikut tinggal di luar negri,, kenapa mas malah milih tinggal di indonesia,, secara di luar negri pasti lebih canggih,, apa apa nya dari indonesia*,, nerocos desy pada wahyu,,
"Kalau aku di luar negri, mungkin aku gak bertemu sama kamu desy sayang,, jawab wahyu di dalam hatinya,,
Sudah ayo mas antar kamu ambil semua keperluanmu,, lalu aku antar ke sini lagi.. aku gak mau tau,, jangan sampai kamu menolak niat baik aku,, ancam wahyu pada desy,, Desy pun hanya menganggug..
Bersambung..
Maaf ya jika ada kata2 yang salah,, mohon di maklumi.. jangan lupa like and fote ya**
__ADS_1