
Aku dibesarkan dari keluarga yang cukup mapan, papa ku adalah seorang pengusaha jasa konstruksi, dan mama ku adalah pebisnis di bidang kuliner dan sembako di kota Jakarta.
Kehidupan kami sebetulnya cukup enak, semua kebutuhanku dan adikku terpenuhi dengan baik. Aku adalah anak sulung dari dua bersaudara. Adikku Nely baru masuk kuliah, dan aku semester terakhir di fakultas Ekonomi.
Hingga semua berubah, ketika papa ku memiliki WIL ( Wanita Idaman Lain ) yang diketahui oleh mama yang mencurigai papa selama ini. mulanya aku tak percaya, tetapi pada akhirnya aku percaya bahwa papa telah berselingkuh dan mengkhianati kami semua, terutama mama yang selama ini begitu mencintai papa
Mama frustasi begitu mengetahui papa memiliki WIL, ia pun pada akhirnya memutuskan untuk bercerai dari papa.
Usaha yang telah dirintis mama pun mengalami imbas , pendapatan mulai merosot , sehingga mama akhirnya meminjam uang di bank dengan agunan aset mobil ,motor dan sertifikat tanah.
Awalnya usaha kami dapat bertahan, namun lama kelamaan berdampak pula pada kemerosotan penghasilan. sehingga kami kesulitan untuk membayar angsuran ke bank. Aku juga telah berupaya membantu mama sesuai kemampuanku.
Begitu terpukulnya mama, ketika satu persatu aset kami di sita oleh bank. Yang membuat mama akhirnya depresi berat dan harus menjalani terapi kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa.
Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi, satu - satunya yang massih tersisa adalah rumah. Tidak mungkin untuk kugadaikan juga. Mau tidak mau, suka tidak suka akhirnya aku memutuskan untuk kerja serabutan agar aku dan adikku bisa tetap bertahan hidup.
__ADS_1
Demi sesuap nasi ,aku rela bekerja menjadi apa saja dari kuli bangunan, tukang ojek , kebersihan semua kulakukan.
Aku tak peduli sekarang dengan status hidup keluarga kami . Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti kuliah, demi membiayai hidup kami .
Aku rasanya tidak bisa menerima kenyataan hidup ini begitu saja. Sekarang yang dirumah hanya ada aku dan adikku Nely. Aku tidak mau Nely berhenti kuliahnya, aku selalu mensuport dia agar dia bisa tetap kuliah bagaimanapun beratnya hidup kami saat ini.
Mengapa ini harus terjadi pada keluargaku? kenapa kami harus menjalani ini?
Kenapa papa tega membiarkan kami seperti sekarang ini? menurutku lebih cantik mama dari pada wanita idaman lain papa.
Apakah ini kesakralan pernikahan itu? jika pada akhirnya ada pihak yang tersakiti?
Tapi mengapa selalu ada pernikahan di dunia ini? padahal pernikahan itu adalah ibadah, apa yang salah dari pernikahan orang tua ku?
Saat ini aku lebih mementingkan keadaan keluargaku, apalagi mama yang memerlukan perhatian ekstra. Jadi aku harus mengunjunginya setiap hari ke RSJ untuk memberikan suport pada mama agar ia dapat pulih kembali dari depresinya. Menurut dokter mamaku dapat dipulihkan jika ia teratur minum obat dan diajak ngobrol, jangan sampai mama kosong pikirannya.
__ADS_1
" Nely, kamu harus tetap kuliah. Jangan berhenti dari kuliahmu. Abang usahakan keuangannya "
" Tapi bang? "
" Udah jangan cemaskan abang , tugasmu sambil jaga mama dan rawat mama jika dia sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit ya "
" Iya bang " jawab Nely
Aku berupaya untuk menyemangati adikku, meskipun di dalam hati rasanya ingin menangis karena keadaan sekarang ini yang begitu sulit. Dan tidak mungkin aku terus meminta belas kasihan dari keluarga mama ku terus menerus, apalagi mereka juga punya kehidupan sendiri. Jadi aku harus bekerj keras untuk mencukupi semuanya.
Tak ada lagi di otak ku saat ini untuk Cinta, aku hapus semua memori tentang cinta, Meskipun di kuliahan aku memiliki pacar, dan aku memutuskan untuk putus darinya. Daripada kedepannya hanya membuatnya sengsara. Yang aku pikirkan sekarang adalah bagaimana aku bisa tetap hidup dan. memenuhi kebutuhan keluargaku.
Sedikit demi sedikit dari penghasilanku ku serahkan ke adikku, untuk dia kelola dengan baik. Aku hanya mengambil secukupnya untuk sekedar keperluanku .
Dengan keadaan ekonomi yang serba kekurangan saat ini, aku putuskan untuk berhenti merokok. Aku sedikit perhitungan dan pelit saat ini. Namun semua itu kulakukan demi mama dan adikku.
__ADS_1