
" Aisyah , aku sayang kamu..."
ucap Richwan mengutarakan perasaan hatinya.
terdiam beberapa saat diantara kedua insan tersebut. hening...bak hujan disiang bolong, Aisyah merasa terkejut ketika Richwan berani mengutarakan isi hatinya padanya.
" Gak salah Rich? "
" Gak Aisyah..."
" Kamu tau sendiri kan aku sudah bertunangan ?"
" Iya , aku tahu itu...tapi gak bisa menahannya bahwa aku diam-diam selama ini menyukaimu Aisyah".
" Kamu kepedean banget Rich "
" untukmu aku pede abis Aisyah"
" Kamu egois Rich..."
" aku egois ....?"
" iya....kamu tuh egois...kamu hanya memikirkan dirimu sendiri..."
" kenapa? apakah aku salah menyatakannya untukmu?"
" gak Rich....kamu udah jujur ,aku suka itu...tapi ada hal yang kamu belum pahami aku sebagai wanita ..."
" ya udahlah Aisyah...maafkan aku ya..."ucap Richwan.
Sebenarnya Rich, aku juga diam - diam menaruh perasaan padamu. Kenapa kamu datangnya terlambat Rich, sementara aku harus tetap menjaga pertunangan ku dengan Imron, jodoh pilihan mama. meskipun sebenarnya aku tidak memiliki perasaan yang dalam pada Imron, tapi aku pun tak berdaya dan membantah perintah mama. ucapnya dalam hati.
Keheningan diantara mereka adalah bukti rasa yang tidak bisa dipungkiri, bahwa mereka berdua sebenarnya memiliki rasa yang sama, namun selalu saja datang terlambat ketika rasa itu mulai tumbuh diantara mereka. Bagi Richwan adalah lebih baik mengutarakan isi hatinya,meskipun ia tahu bahwa akan menjadi pertimbangan yang berat untuk Aisyah dapat menerima cintanya. Demikian pula dengan Aisyah , begitu berat sebenarnya untuk menentukan pilihan siapakah yang sebenarnya akan mendampingi hidupnya kelak. Disatu sisi kehadiran Richwan pemuda sederhana itu baginya adalah hal yang luar biasa yang dapat memberikan dampak bagi kehidupannya. disisi yang lain Imron yang merupakan pria tunangan pilihan bundanya adalah lelaki yang selalu mau menang sendiri, berlagak sombong karena hartanya , namun tidak memiliki care sedikitpun dengannya selama ini.
Tuhan...mengapa aku diperhadapkan pada pilihan yang berat ya? aku juga gak mungkin menolak hasrat bundaku ,dan melawan perintah orang tuaku...namun sejujurnya rasaku tidak untuknya, justru sebaliknya rasa itu ku dapatkan pada pria sederhana yaitu Richwan.
*****
" Selamat pagi , ini kak Richwan ya ....?" ucap suara dari seberang handphonenya.
" iya betul, siapa ya ?"
" masa kamu lupa sama aku? "
" ya beneran gak tau...siapa ya?" tanya Richwan kembali.
" aku Rini,...ingat gak?"
" Rini yang mana ya?"
" Emang ada berapa sih temen kamu yang namanya Rini?"
" Rini temen SMA, Rini temen sekampusku dulu, Rini tetanggaku...Rini teman kerjaku sekarang "
" Banyak juga ya nama Rini dalam hidupmu hehehe...."
__ADS_1
" makanya, kamu itu Rini yang mana?"
" Rini yang pernah kamu incar dulu...inget gak?"
" ohhhh....ya...ya...aku inget sekarang...Rini yang anak IPA dulu kan? "
" betul "
" Terus....dapat nomorku dari siapa?"
" Adikmu...."
" Terus...."
" Terus aku telepon kamu, karena kebetulan sekarang aku di Banjarmasin "
" Terus....hubungannya sama aku apa ?"
" karena kamu di Banjarmasin, bolehkan temenin aku keliling kota Banjarmasin "
" kok aku? emang kamu sendirian ke Banjarmasin?" tanya Richwan
" iya, "
" terus tujuan kamu ke Banjarmasin ngapain?"
" udah ah, nanti aja aku jelasin kalau kamu udah datang ke tempat penginapanku"
" kamu ada waktu kan Rich ?"
" Ya udah, ntar malam datang ya ke alamat yang ku kirimkan ke nomor handphonemu."
" Baiklah Rin, ntar malam aku sempetin datang".
dan telepon pun terputus mengakhiri pembicaraan mereka berdua.
****
Dengan motor pinjaman dari Aisyah, Richwan melaju menuju alamat hotel tempat Rini menginap selama berada di kota Banjarmasin. motor pun dihentikan diparkiran hotel tersebut .
Selanjutnya Richwan menuju receptionist untuk menanyakan keberadaan pengunjung atas nama Rini, untuk dapat bertemu dengan Rini. Richwan pun duduk menunggu kehadiran Rini di ruang lobby .
tak lama berselang, Seorang gadis berambut panjang datang menghampirinya. Ia sempat ragu apakah itu Rini ,gadis yang pernah ia incar sewaktu di bangku SMA ataukah bukan.
" Kamu Richwan kan ?" tanya gadis itu pada Richwan. Richwan mengangguk dan terjaga dari lamunannya. Luar biasa gadis ini, seemakin cantik aja ucap Richwan dalam hatinya. Sungguh berbeda dari Rini yang pernah ia kenal dulu.
" Hei Rich, kok bengong ?? kamu gak percaya ya ? "
" eehhh gak , cuman serasa gak percaya kalau kamu itu Rini yang dulu pernah ku kenal "
" Masa sih, emang ada yg berubah atau yang lain dari aku Rich ?"
" Hhmm iya, aku sampai pangling liat perubahanmu yang luar biasa "
" Masa sih, aku biasa - biasa aja "
__ADS_1
" Super deh kamu Rin, gak nyangka aku..."
" apanya Rich ?"
" Kamu Makin terlihat Cantik Rin "
" Ah bisa aja kamu Rich, baru ketemu juga langsung bilang gitu...emang gak ada kata kata lain?"
" Nggak, emang kalimat itu yang pas untuk kuucapkan padamu Rin" tegas Richwan.
" ya udah, kita bahas yang lainnya aja ya ..." ucap Rini mengalihkan pembicaraan.
Rini kemudian mengajak Richwan ke cafe Hotel tersebut, sembari memesankan softdrink dan kudapan ringan sebagai teman ngobrol mereka berdua.
" Kamu ke Banjarmasin dalam rangka apa?"
" Kebetulan karena tugas pekerjaan dari kantor"
" Oh gitu, dimana ?"
" Ada deh, ntar sekali kali aku ajak kamu ke kantor ya...soalnya ini kan aku baru saja sampai Banjarmasin. Jadi juga belum tau dimana kantornya. Besok pagi baru dijemput sama perwakilan di sini "
" kamu sendiri gimana Rich ?"
" aku merantau kesini kerja jadi pelayan toko bangunan aja Rin..."
" Gak apa - apa Rich, dijalani aja dulu...sambil cari peluang lain ntar ..."
" iya sih, ya tapi aku bersyukur aja....yang terpenting aku bisa membantu biayabkuliah adikku di Jakarta "
" Aku tau itu, adikmu banyak cerita sama aku "
" Emangnya kalian ketemuan dimana?? emang kamu udah sering ketemu ? "
" Iya, kebetulan tanpa sengaja adikmu juga sambil kerja paruh waktu di perusahaan ditempatku bekerja sekarang, Dan tanpa sengaja, ketika aku bertandang ke rumahmu aku melihat ada fotomu, dan akhirnya cerita panjang dan lebarlah adikmu ..."
" ya, beginilah keadaanku saat ini Rin . semua asaku kandas. "
" Gak boleh ngomong gitu Rich, semua itu berproses...aku percaya suatu hari nanti kamu bisa lebih baik dari aku "
" Semoga aja ya Rin "
" Jadi aku ada waktu rehat 3 hari di Banjarmasin, sebelum fokus ke pekerjaanku di kantor cabang ini. aku ingin kamu jd guide ku untuk menemani liburanku selama di Banjarmasin, kamu bersediakan Rich ?
"ok Rin, aku bersedia menemani liburanmu . "
ini kesempatanku untuk bisa melupakan Aisyah sesaat , meskipun aku tau bahwa hasratku adalah sepenuhnya untuk Aisyah, namun aku juga harus sadar diri bahwa Aisyah sudah ada yang memiliki dan aku tak mau merusak hubungan pertunangan mereka. Keluh Richwan dalam hatinya.
Apalagi kini Rini, gadis yang pernah menjadi incarannya dulu sewaktu di SMA menjadi nyata dihadapannya. meskipun Richwan belum mengetahui banyak tentang kehidupan Rini saat ini, setidaknya kehadiran Rini di Banjarmasin menjadi pertanda untuknya melupakan kenangan bersama Aisyah. semoga jalan yang terbaik diberikan Tuhan untukku dalam menjalani kehidupan ini, pikir Richwan dalam hati setelah perjumpaan dengan Rini semalam.
bersambung...........
************************************
Salam hangat Rich One,
__ADS_1