
Aisyah semakin menjadi yang terutama di pikiranku saat ini. entah mengapa hatiku selalu tertuju padanya. namun aku sungguh tak ingin merusak hubungan Aisyah dan Imron yang notabene telah bertunangan.
" Richwan, ...?"
Richwan terhenyak dari lamunannya, ia menoleh ke belakang , dilihatnya Aisyah yg menepuknya dari belakang. Wanita berkerudung putih itu tersenyum padanya.
" Ngelamun ya?" canda Aisyah.
" Ngggaakkk....nggaakklah..." ucap Richwan seadanya.
" oh gitu, ya udah kalau gitu kamu anterin aku ya ke kampus, "
" Hhmmm, gimana ya...aku kan masih kerja non, gak enak sama Abah non. "
" gak pa- pa, ntar Aisyah yang kasih tau deh..."
" Tapi non....."
" Tapi apa lagi? "
" Gak enak aja sama yang lain ..."
Aisyah kemudian berlalu sejenak dari hadapan Richwan, dan sejurus kemudian ia kembali dengan abahnya . Melihat Aisyah datang bersama abahnya, yang tak lain adalah juragannya , Richwan segera beranjak dari duduknya dan memberikan salam kepada Papanya Aisyah.
" Abah, Aisyah minta ijin ya ajak Richwan anterin ke kampus..."
" Boleh, tapi gak pulang malam kan?"
" Iya Abah, tenang aja..." balas Aisyah pada papanya.
" tapi saya kan masih kerja Aisyah..."
" tuh kan Abah, selalu aja gitu Richwan kalau udah Aisyah minta tolong"
" Richwan, kamu temenin Aisyah ya...masalah kerjaan ditoko biar yang lain urusin dulu hari ini" ucap papanya Aisyah pada Richwan .
__ADS_1
Achh....kenapa ini terulang dan terulang kembali ya? padahal aku sudah berupaya untuk menjauh dari Aisyah. karena aku sadar bahwa aku bukanlah orang yang tepat dihatinya, apalagi aku hanya seorang perantauan dengan pekerjaan serabutan. kenapa juga papanya Aisyah selalu saja memberikan restu setiap kali Aisyah memintaku menemani nya atau sekedar mengantarkannya ke kampus. Ini akan semakin membuatku jatuh cinta padanya, dan ini akan membuatnya juga semakin berpaling dari tunangannya.
Sepanjang perjalanan menuju ke kampusnya, Richwan sengaja berdiam diri tanpa bicara, dia ingin tau bagaimana respon Aisyah pada dirinya selanjutnya.
" Kok diem Rich? ...gak biasanya deh. ada apa sih ?" tanya Aisyah.
" emang enak dicuekin gini..." celetuk Aisyah kembali.
Dalam hati Richwan tertawa kecil, umpannya kali ini berhasil membuatnya bicara. Namun Richwan tetap berdiam diri sejenak . membiarkan Aisyah kebingungan dan bertanya.
" Kamu kok masih diem sih Rich? apa aku salah ya tadi ngajak kamu? "
" Kalau aku salah, minta maaf ya...besok-besok gak lagi deh aku maksain ajak kamu biar kamu bisa fokus kerja di toko ya" ucap Aisyah.
Hahahaha.....Kamu kena prank Aisyah, ucap Richwan.
" Gak lucu tau.!" ucap Aisyah.
" iya deh, maaf ya..."
" Aisyah ....please maaf ya..."
Aisyah masih terdiam.
" Kalau kamu cemberut , makin cantik " rayu Richwan.
Kali ini sepertinya Aisyah yang balik tidak merespon Richwan.
" hentikan mobilnya sekarang Rich." bentak Aisyah.
" kenapa? kampusnya masih jauh "
" hentikan kataku " ucap Aisyah.
Richwan pun menghentikan mobilnya
__ADS_1
" Keluar kamu sekarang "
" kenapa Aisyah?"
" Keluar kamu sekarang"
dengan tanpa perdebatan panjang ,Richwan pun menuruti perintah Aisyah ,yang tak lain adalah anak juragannya .
Aisyah menahan tawa, ternyata ia sekarang yang ngerjain Richwan. Sejurus kemudian Aisyahpun keluar dari mobil, dan menghampiri Richwan yang berdiri di trotoar pinggir jalan.
Prank.....hahahaha....hahahhaaaa.....
Sialan, malah aku juga kena prank...ucap Richwan dalam hatinya.
akhirnya mereka berdua pun tertawa terbahak - bahak di pinggir jalan...
" makanya jangan suka ngeprank cewek " .
" Iya deh non Aisyah yang cantik "
" Kamu gak salah orang bilang aku cantik?"
" ya gak lah non, "
" kalau ada orang yang lebih cantik dari aku gimana?"
" ya, kamu tetap yang nomor satu "
" serius..."
" dua rius non...".
kemudian mereka melanjutkan perjalanannya kembali menuju kampus Aisyah.
ada rasa yang tak terkira diantara keduanya. namun sejauh ini Richwan membiarkan semuanya berjalan normal dan tidak untuk memaksakan diri untuk lebih jauh lagi . ia masih berharap bahwa Aisyah mampu menjalani pertunangannya dan kelak hidupnya bahagia.
__ADS_1