
" Kemana kamu Rich ? aku perhatikan kamu seminggu ini seperti orang sibuk aja kalau sudah pulang kerja?" tanya Aisyah .
" Nggak, ada yang aku urus Ais " jelas Richwan kepada Ais ,nama panggilan kecil Aisyah.
" Boleh kan aku pinjam motor lagi?"
" Boleh, tapi gak boleh untuk bawa cewek ya" celetuk Aisyah.
Mendengar ucapan Aisyah, menjadi sebuah pertanyaan mendalam bagi Richwan , dari mana ia tahu? apakah ada yang membuntutiku selama ini?
" Kok diem ? berarti betul dong kamu mau bawa cewe? "
" ah, enggak ...kata siapa? "
" Siapa tau aja..."
" Ini beneran kan boleh gak pinjem ? "
" iya ....pakai aja...cuman inget ya, gak boleh bawa cewek titik gak pakai koma" Aisyah mempertegasnya.
" Ya udah gak jadi deh, " balas Richwan yang mencoba menjauh dari Aisyah. Meskipun sebenarnya ia ingin pinjam motor Aisyah.
Ah, bisa gagal rencana malam ini ngajak jalan sama Rini.
" Kamu tuh ya Rich...bisa aja bikin hatiku akhirnya gak tegaan sama kamu " ucap Aisyah yang tiba tiba menghampiri Richwan .
" Tapi kamu janji kan sama aku , kamu gak bawa cewek lain pakai motorku?"
" ya...iya deh ..." Richwan terpaksa berbohong.
" Sebenarnya kenapa sih kamu ngelarang aku gak boleh bawa cewek lain pakai motormu?" tanya Richwan mencoba mencari tahu .
" Rich, sebenarnya motor ini spesial untukku dan motor ini pun gak pernah aku bawa cowok, kecuali kamu Rich "
" Hah....? ah yang benar aja ...rasanya gak mungkin deh.." kilah Richwan seraya tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
" Jujur Rich, cuman kamu lelaki yang beruntung yang bisa membawa motor ini. bahkan untuk tunanganku pun tak pernah kusuruh dia pakai motor yang ini "
Benarkah ? atau ini hanya sebuah akal-akalan Aisyah karena aku yang mulai menjaga jarak dengannya ?. Rasanya gak masuk diakal deh, masa sih cuman sepeda motor pun tak pernah dipinjam atau dipakai lelaki lain atau setidaknya teman cowok sekampusnya.
" Nak Richwan, motor ini memang motor kesayangan Aisyah, dan tidak pernah Abah melihatnya membonceng atau bahkan teman lelaki sekampusnya meminjam motor Aisyah " tiba - tiba ucapan abah membuyarkan lamunan Richwan .
" Kamu beruntung Rich, jika anak Abah ini memberikan kepercayaan meminjamkan motornya untukmu selama ini. "
Richwan terdiam melongo, tidak tahu apa yang akan dikatakan kepada abahnya. seberuntung inikah aku? tetapi kenapa Aisyah menolak aku? apakah ia hanya menjaga image lantaran ia menjaga amanah bundanya yang telah menjodohkannya? ah, sudahlah...pikirnya dalam hati.
" Jangan kecewakan Aisyah ya Rich " ucap abahnya Aisyah.
" Iya Abah, " ucap Richwan dan sejurus kemudian meninggalkan mereka berdua diberanda kost-kostan milik juragannya yang tak lain adalah milik orang tuanya Aisyah.
__ADS_1
Aduh, nambah pusing kepala aja nih...apa ya maksud ucapan abah Aisyah ? apakah sebenarnya yang diharapkan papa nya Aisyah terhadap diriku? secara inklusif aku memang menyukai bahkan mencintai Aisyah, tetapi aku sadar bahwa cinta itu juga tidak harus memiliki. Aku harus jaga dia dan perasaan tunangannya, ataukah aku salah tuk mencintai gadis seperti Aisyah? pikiran Richwan berkecamuk sepanjang perjalanannya menuju ketempat penginapan Rini. Gak salah kah papa Aisyah bicara seperti itu kepadaku ? atau justru ia sebenarnya tidak merestui pertunangan Aisyah dengan Imron? apakah aku harus memanfaatkan peluang ini ? Richwan mulai mengkhayal lagi dalam perjalanannya.
tiba - tiba suara klakson mobil mengejutkan lamunannya sepanjang perjalanannya. hampir saja Richwan kehilangan kendali motornya, karena ia salah mengambil jalan.
********
" Maaf, aku telat ada urusan bentar tadi " ucap Richwan pada Rini sesampainya dipenginapan. Ini adalah hari ketiga bagi Richwan untuk bersama dengan Rini ,gadis yang ia sukai sewaktu SMA dulu.
" Gak apa - apa Rich, kamu udah datang aja aku bersyukur kok ".
" ok, pertama temenin aku makan terus kita jalan - jalan ya keliling kota "
" ok, mau makan yang di kaki lima atau yang di restoran ? "
" Kaki Lima mungkin asik juga "
Sebuah kedai kaki lima di jalan Tarakan kota Banjarmasin menjadi tujuan mereka makan malam. Ikan bakar di kedai tersebut menjadi favorit Richwan ketika setiap kali makan di kedai tersebut . Ternyata Rini juga memesan hal yang sama dengan Richwan.
Usai santap malam, keduanya melanjutkan perjalanan untuk menikmati kota Banjarmasin malam itu. Canda dan tawa mewarnai keindahan malam kota Banjarmasin . Mereka mengingat kembali kenangan - kenangan saat diantara mereka di SMA.
Maafkan aku Aisyah, keluhnya dalam hati karena ia membawa Rini dengan motor Aisyah, yang sudah diwanti - wanti sebelumnya.
" Rich, kapan - kapan kamu aku ajak ke kantor ku ya ?"
" Hhhmmmm boleh, apalagi kalau ada kerjaan ditempatku Rin "
" iya "
" ok ,nanti kalau ada posisi yang lowong aku kabari kamu Rich "
" Sekarang kamu nikmati aja dulu kerjaan di tempatmu sekarang bekerja ".
" Ya Rin, makasih ya ...ternyata kamu adalah sahabat yang baik. "
" Ah kamu Rich, biasa aja kali..." ucap Rini pada Richwan.
" Yuk pulang, udah jam 10 an . aku juga udah mulai ngantuk "
Richwan kemudian tancap gas lagi mengantarkan Rini ke penginapannya . Rini yang memeluknya dari belakang membuat janntung Richwan berdegup kencang dan menikmatinya. Ah, andaikan itu kamu Aisyah...betapa hati ini merasa nyaman sekali. khayalan Richwan mulai mengotori otaknya.
******
Pagi menghampiri Richwan dari celah jendela kamar kosnya. Sinar matahari membuatnya tersadar dari tidurnya semalam. ia mulai perhatikan jam dinding, sudah menunjukan pukul delapan. ternyata ia kesiangan bangunnya.
Astaga, kali ini aku terlambat lagi datang kerja . waduh bisa berantakan nasibku nih...keluhnya dalam hati. Richwan bergegas mandi dan selanjutnya berangkat menuju toko tanpa sempat sarapan pagi.
Abah Aisyah sudah menunggu didepan toko ditemani Aisyah. Richwan jadi kikuk jadinya.
" Maafkan saya Abah, saya telat lagi . bangunnya kesiangan. "
__ADS_1
" Kenapa sih kamu Rich, seminggu terakhir ini kok telat terus? " tanya Aisyah.
" eehhh, aku lupa aktifkan alarm jam non Aisyah " jawab Richwan seadanya.
" tapi itu udah seminggu ini kamu selalu telat kerja "
" Maafkan saya non Aisyah, saya salah "
" Udah itu pinjam motor pulangnya selalu malam terus , emang kamu itu ngapain Rich?"
Richwan terdiam ,
" Sudah Aisyah...Richwan sudah mengakui kesalahannya " ucap Abah Aisyah sambil menenangkan anaknya.
" Abah ,kenapa sih kok masih bela Richwan...dia kan sudah sering telat kerja Abah"
" Aisyah, sudah masuk sana ...entar Abah yang bicarakan dengan Richwan ya " ucap Abah pada Aisyah .
Aisyah meninggalkan Richwan dan Abah didepan tokonya. Diajaknya Richwan kesebuah warung makan diseberang toko, dan sembari memesankan makanan pada Richwan.
" Kamu pasti belum sarapan kan ? jadi kita sarapan dulu ya " tawar Abah Aisyah pada Richwan.
Ketupat Kandangan makanan khas Banjarmasin tersedia dihadapannya, Richwan yang memang sudah terasa lapar pun menyantapnya dengan lahap.
" Rich, maafkan Aisyah tadi ya " ucap Abah.
" gak apa-apa Abah, saya emang salah telat terus kerjanya seminggu ini"
" tapi beneran itu kamu emang kesiangan bangunnya kan?"
" iya Abah, beneran " jelas Richwan.
" sebenarnya apa yang kamu kerjakan diwaktu malam ?"
" eee...ngojek..." jawab Richwan berbohong.
" oh gitu...wah bagus juga untuk nambah penghasilan. "
" ya udah, ntar Abah pinjamkan motor punya Abah , biar kamu bisa tetap ngojek. Abah suka lihat lelaki yang tidak pernah menyerah memperjuangkan hidupnya "
Selanjutnya Abah membayar sejumlah uang kepada pemilik warung atas makanan yang dipesan. Richwan kemudian mengikutinya dari belakang untuk kembali ke toko bangunan tempatnya bekerja.
" Terimakasih Abah " ucap Richwan sebelum kemudian mulai beraktifitas ditoko tersebut seperti biasanya. Sementara Abah Aisyah kembali masuk ke dalam toko menemui putrinya Aisyah.
gawat, aku harus berpura - pura jadi tukang ojek nih mulai malam ini , pikir Richwan dalam hatinya. Jangan sampai Aisyah mengetahui kalau sebenarnya aku sedang bersama Rini.
astaga....semakin runyam saja kehidupanku, ini kesalahan ucapanku sendiri tadi sewaktu makan bersama Abah, Richwan menggerutu sendiri. mau tidak mau aku harus berakting memainkan peranan ganda untuk sementara waktu.
bersambung......
__ADS_1