Tangga hati

Tangga hati
tanpa mama


__ADS_3

"akhirnya mama memutuskan bercerai dari papa,dan mama meninggalkan aku dan adikku bersama bibiku berjumlah 4 orang,ya aku punya bibik 4,semua nya hampir jahat,tidak ada yang mau menampung secara sukarela,memberi makan anak orang walau itu keponakan sendiri,kami seperti beban saja ,namun mama menjanjikan akan kirim uang sama bibiku,


"hari-hari tanpa mama membuat hidupku seperti patung,aku yang pemalu,ambah menjadi kaku,dan memiliki rasa benci yang berlipat-lipat,benci sama papa,benci sama keluarga papa,keluarga mama,kami di beri nasi keras ,dan hanya kuah saja tanpa lauk,dan itupun satu piring,aku harus suapin adikku,begitulah hari-hari yang kami lalui,karena tinggal di keluarga mama sekolah kami jadi jauh sekali dan tidak ada uang untuk naik angkutan umum,jadi aku dan adikku berjalan kaki dr jam 5:44 sampai disekolah 6:30,dengan baju sudah di basahi keringat...


"akhirnya mama telpon sudah 3bulan menunggu kabar mama,aku menangis mendengar suara mama,aku bertanya mama rindu tidak sama ku dan adikku,mama jawab sambil menangis,"pastilah putrinya mama mama rindu kalian,apa kalian baik-baik saja,apa makan kalian kenyang?iya mama,aku sama adik makan banyak sangat banyak,"alhamdulilah"patuh ya sayang sama bibi,itu pinta mama padaku,

__ADS_1


"bagaimana bisa aku berkata aku,disini susah mama,aku mencuci piring,baju sendiri,bahkan ke sekolah tidak naik angkut,makan hanya satu kali,sehingga anoa aku sadari aku punya penyakit maag,keluarga mama bilang mereka urus kami baik,uang jajan di beri dua ribu rupiah masing-masing,zaman dulu uang gitu besar lho angkut saja hanya 250 perak,jadi mereka berkata mama ada hutang sama mereka sekian,..itu yang ku dengar di telpon


"aku ingin cepat dewasa aku ingin cepat bisa melindungi mama,ingin kerja,ingin makan sebanyak-banyaknya itu kataku dalam hati,namun mau di kata apapun waktu berjalan begitu lambat sangat lambat sehingga membuat penderitaan ku tidak habis-habisnya,makan nasi sisa,berjalan kaki,jajan tidak bisa di sekolah sehingga aku pernah mencuri satu kali di kantin bakwan,isinya ada dua,aku makan satu,satu aku be pulang untuk adikku,...


"sampai dirumah adikku berlarian,dan berbisik"kak,bibi masak cumi aku mau dong kak,itu pinta adikku sama aku,lalu aku memberikan bakwan hasil curian pertamaku,aku berjalan ke dapur dan bertanya aku dan adik belum makan,

__ADS_1


"bi..,bolehkah aku minta cumi abil mau makan cumi,itu pintaku,"apaaaaa,kamu pikir mama kamu kirim uang banyak mau makan cumi,masih untung aku beri makan,Janan cerewet Sana dasar benalu,....itu yang bibi katakan padaku


aku mendatangi adikku,dan menyuapinya makan,dan berkata"nanti kita bisa makan cumi kalau mama yang masak ya!itu kata penghiburku untuk adikku,yang bertanya kapan mama pulang,aku hanya menjawab"masih lama"aku juga sedih sangat sedih perlakuan orang dewasa pada kami kenapa begitu kejam,


"nenek datang ke rumah bibi,dan mencari kami yang sedang tidur siang di lantai dan kebetulan itu hari libur,iya kami tidurnya di lantai,"cucunya nenek sudah makan atau belum,ini nenek bawa bakso ,aku mencium aroma uang sedap sekali sehingga membuat cacingku menari-nari,saat aku mau mengambil bungkusan dari nenekku,

__ADS_1


bibi merampasnya,'aduh ibu mereka baru saja makan banyak,nanti mereka perutnya kembung,nanti saja makannya,ibu duduk dulu disini,bibi mengambil bungkusan itu,aku hanya menundukkan kepala,"nanti Yanti sama abil maka baksonya jangan lupa ya!ini uang jajan dari nenek,nenek memberi lima ribu rupaih ,betapa senangnya aku,dapat uang pertamaku,cepat-cepat ku simpan takut di lihat bibiku...


__ADS_2