
"perasaanku tidak enak,jantungku berdebar kencang,seperti susah bernafas,ternyata mama pulang dari Singapore,mama yang ku sayangi mama yang kurindukan,aku memeluk mama,sehingga air mataku keluar,dan bilang mama jangan pergi lagi jangan ya,"sayang mama pulang hanya 2 Minggu mama harus pergi kerja demi Yanti dan abil sayang"perkataan mama itu tetap tidak aku pedulikan aku tetap memeluk mama dengan erat,sangat erat,bahkan seperti lem,adikku juga biarpun cowok adik tetap menangis saat ada mama..
"ternyata mana pulang untuk membeli sebuah rumah untuk kami rumah tidak jauh dari keluarga mama,mama membelinya agar aku bisa urus adikku sendiri tanpa harus diurus bibiku ,ternyata mama tahu selama ini aku memendamnya sendirian,dan mama percayakan rumah,uang untuk aku pegang sendiri untuk keperluan kami,karena kami masih kecil ,tidak ada KTP jadi mama membuka tabungan atas nama mama,dan mama mengajarkan cara mengambil uang dari mesin ATM,aku benar-benar lupa waktu karena mama pulang aku izin tidak masuk sekolah selama 2hari,namun 2 hariku kebahagiaanku, ternyata menjadi aku kehilangan sahabatku satu-satu Deni......
"aku masuk ke dalam ke kelas dan kursi Deni masih kosong,jam dinding sudah menunjukkan pukul 8pagi,Deni pun tidak datang,dalam pikiranku apa Deni sakit,apa Deni kesiangan.....
lonceng istirahat berbunyi semua siswa berhamburan keluar untuk jajan atau ngobrol di kantin,aku seperti biasa hanya duduk di dalam kelas...sampai tiba geng Novi datang,menghampiriku mereka mengolok-olok diriku...
"bau ketiak ....senin-selasa kamu ke mana?mencari sisa makanan ya?hahahahahaha mereka ber4 ketawa,dan aku tetap diam karena tidak ada gunanya bicara sama mereka,namun Mayang berbicara lagi padaku?.,."atau kamu tidak sanggup memberi sumbangan karena kematian temanmu sehingga kamu bolos,iiih dasar benalu,makan sama Deni tapi seperakpun tidak mau menyumbang saat orangnya mati dasar miskin...
bagai disambar petir di siang bolong ucapan Mayang membangkitkan amarahku dan berdiri menghampiri Mayang....
"apa maksudmu Mayang?kenapa kamu berkata buruk soal Deni,kenapa kamu harus berkata bahwa Deni harus mati?kamu siapaaaaa ahhh berani benar kamu menghina sahabatku seperti itu!amarahku benar-benar meledak,amarah yang bisa aku tahan selama ini namun tidak bisa lagi,tapi Novi mendorongku hingga aku jatuh.....
__ADS_1
"cuuuuih ?sahabat ?hahahaha?sahabat dari mana?dimana kamu saat Deni di tabrak mobil?saat Deni merenggang nyawa di rumah sakit?dimana kamu saat Deni di kubur?dimana kamu ?dasar sampah?mereka meludah padaku,pikiranku kacau,kacau sekali aku berlari ke kantor menemui pak Ridwan wali kelas ku,....pak pak pakkkkk lariku ke ruangan guru...
"pak Ridwan jawab aku pak?
"ada apa Yanti?
"pak apa benar Deni,deniii pak?Novi dan kawan-kawannya pasti bohong kan pak,mereka bilang Deni sudah meninggal hari Senin lalu pak jawab pak!aku menarik kemeja pak Ridwan sambil menangis...
pak Ridwan menepuk punggungku.....
mendengar pak Ridwan berkata begitu membuat diriku seperti kehilangan kesadaran aku bergegas izin pulang,mengambil tas di kelas,lalu berlari ke rumah Deni yang sedikit jauh dari sekolah..
lari...aku harus lariiii,cepat lariii aku harus lariii cepat.......
__ADS_1
"sesampai di rumah Deni tertutup rapat,kakiku gemetar,nafasku seperti mau habis,aku tetap melangkah ke rumah Deni,kenangan Deni yang terbayang di depan rumah,dengan senyumnya yang ramah,tanpa aku sadari aku menangis,aku mengedor pintu rumah Deni ,tok tok tok tok tok tok,tanpa mengucapkan salam aku terus mengetuk pintu,pada akhirnya mama Deni keluar,tapi kali ini wajah mama Deni tidak ramah dan tidak ceria,tidak ada senyuman di wajah mama Deni,saat aku mau mengambil tangan Tante untuk sujud Tante menepisnya....
"Tante maaf aku baru tahu kalau Deni sudah..!"
"cukup...jangan kamu teruskan ,kamu pembawa sial dalam hidup anak saya,"
"Tante kenapa Tante bilang begitu,apa salah aku Tante?"aku heran kenapa mama Deni marah dan membenciku
"dari Deni tertabrak mobil ,hingga masuk ke rumah sakit hingga nafasnya habis,Deni hanya menyebut nama kamu,Deni ingin ketemu kamu,tapi kamu tidak pernah memberi tahu Deni dimana rumah kamu,agar kami bisa menjemput kamu,agar Deni bisa ketemu kamu terakhir kalinya,tapi kamu dengan alasan malu dan menumpang di rumah bibi kamu,kamu tidak memberi tahu Deni maupun aku alamat kamu,dengan alasan malu,aku datang ke sekolah ingin menjemput kamu,kamu pun tidak masuk sekolah ,sekarang kamu pergi anakku sudah tidak ada aku tidak ingin ketemu anak pembawa sial seperti kamu pergiiiiiiiiii ..
"kau hanya terdiam,sambil melangkah keluar dari rumah Deni,iya aku sadarin,Deni selalu ingin main ke rumahku,tapi aku malu,karena tidak punya kamar,aku tidur di ruang keluarga,aku pun tidak punya makanan untuk Deni kalau deni mau ke rumah,aku juga tidak punya uang untuk membelikan makanan,aku juga takut bibi marah kalau mengajak teman itulah selama ini aku pikirkan...aku terlalu pengecut,aku kehilangan sahabatku ,andai saat itu aku beri tahu alamatku pada Deni,kalau saat itu Deni tahu rumahku,aku pasti memeluk Deni untuk terakhir kalinya,
"ya Tuhan kenapa begitu jahat padaku,engkau kirimkan sahabat bagai malaika,engkau ambil kembali disaat aku merasa bahagia karena mama pulang,sehingga aku tidak ketemu sama deni
__ADS_1
kenapa kebahagiaanku begitu singkat kenapa.....?kenapaaa..? aaaaaaaaaahahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.......