
"Ayolah sayang" Ajak seorang wanita penghibur di club malam itu, dia tengah duduk di atas pangkuan nya.
"Menyingkirlah" Pemuda itu pun menolak ajakan sang penghibur
Kedua teman nya itu memperhatikan tingkah Valdo, pemuda itu sangat berantakan, kemeja kerja nya sudah tak terkancing rapih, sedangkan jas nya entah kemana
"Kenapa, patah hati Lo bro?" Ucap Dimas dengan terkekeh
"Mungkin dia lagi mikirin si tante, janda beranak satu yang aduhai itu" Ucap Ryan dengan setengah sadar kerena pengaruh alkohol "Ahh gua juga selalu ngebayangin si tante seksi, emh" Ryan berucap dengan ekspresi yang tak senonoh
Bug bug
Valdo menghadiahi Ryan dengan tinjuan, ia sangat murka dengan penghinaan yang Ryan berikan "Jaga ucapan Lo ba**sat!" Valdo terus memukul nya, sedangkan Dimas berusaha melerainya
"Jangan pernah Lo berani ngehina Risa lagi" Kedua tangan Valdo di pegangi Dimas "Jangan pernah Lo sebut namanya dengan mulut kotor Lo lagi!"
"Cih," Ryan pun membuang ludah yang bercampur dengan darah, yang keluar dari sudut bibir nya "Gua bisa dapetin yang lebih dari tu janda!"
"Bre**sek Lo Ryan" Valdo pun semakin murka mendengar hinaan dari Ryan, baku hantam pun terjadi sampai akhirnya Dimas menyeret Valdo keluar dari Club
"Gua anter pulang Lo bro" Dimas mengantar Valdo ke parkiran, Dimas sangat mengkhawatirkan Valdo yang tampak sangat kalut.
"Thanks Bro, gua bisa sendiri" Valdo memasuki mobil nya dan membanting pintu dengan kencang.
******
Brug Brug Brug
Pintu Rumah Risa di gedor dengan kencang nya, suasana saat ini tengah malam dan hujan lebat. Sejak kepergian Suaminya Bram 3 tahun lalu, Risa memutuskan untuk tinggal di rumah yang lebih kecil, hanya satu lantai dan mempunyai dua kamar, rasanya terlalu sepi jika hanya tinggal berdua dengan putrinya, jika harus menempati rumah lamanya yang sangat luas dan berlantai dua.
Risa pun mengerjap wanita 28 tahun itu tengah tertidur pulas, suara pintu terdengar sangat gaduh, dia melirik jam di dinding sudah pukul 02 pagi, dia melihat putrinya yang berumur 5 tahun itu, memastikan dia tak terbangun.
"Orang apa hantu yah?" Risa merasa ketakutan dia mengintip sedikit, membuka gorden jendela itu perlahan, betapa terkejut nya dia melihat siapa yang mendatanginya "Valdo,,,?" Risa pun membuka pintu itu
Ya dia adalah Revaldo keponakan Bramantyo, Valdo sempat tinggal bersama dengan Bram dan Risa saat kuliah dulu, dia juga lah yang sangat perduli dengan Risa dan putri nya Keanna, bukan hanya karena sekarang dia sedang menjalan kan bisnis mendiang suaminya. Ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Revaldo
__ADS_1
"Valdo kamu ngapain jam segini dateng, mana hujan lagi!" Ucap Risa dengan terkejut
"Aku basah ante, jangan dulu di omelin!" Ucap Valdo dengan tersenyum jahil
Risa pun memperhatikan Valdo yang memang sedikit basah, tapi tampang nya berantakan, bahkan berdiri nya pun tak tegap, dengan berat hati Risa pun mempersilahkan nya masuk
"Yaudah kamu masuk dulu" Risa pun menyingkir memberikan jalan untuk Valdo masuk, tapi Valdo seperti setengah sadar, dia sempoyongan "Kamu mabuk Valdo!!" Risa bertanya dengan mengerutkan keningnya
"Ia aku mabuk ante, dan ante lah penyebab nya" Valdo mendekat kan wajah nya ke wajah Risa "Senyuman mu lebih memabukan, di banding minuman yang aku minum"
"Keluar kamu Valdo!" Risa tak pernah melihat Valdo seperti ini, dan tentu saja status nya yang single mother, membuatnya sedikit takut, di datangi pemuda mabuk pada malam hari tentu saja tak baik, walaupun orang itu sangat dia kenal
Krek krek
Valdo mengunci pintu dan melemparkannya sembarang. membuat Risa menganga, dia sangat ketakutan dan bermaksud melarikan diri, tanpa di duga Valdo menggendong nya dengan paksa, Risa memukul-mukul punggung Valdo, sedangkan kaki nya terus bergerak, Valdo tak perduli dia membawa Risa ke kamar tamu, Risa pun tak tinggal diam di terus berusaha melepaskan diri, akhir nya tak kehilangan akal Risa menggigit kuping Valdo dengan kencang
"Aah,,," Valdo pun berteriak tapi dia tetap menggendong Risa, dia menurunkan nya saat sudah sampai di tempat tidur
"Valdo kamu mau apa?" Risa bertanya dengan nafas yang naik turun, ketakutan melingkupinya, Valdo pun memegang bahu Risa kuat-kuat, menatap wajah cantik Risa, ada kekecewaan di benaknya, tanpa di sadari Valdo, cengkraman lengannya semakin kuat membuat Risa kesakitan
"Valdo sadar!"
"Valdo hentikan!" Risa mencoba melepaskan pelukan Valdo
"Aku gak Rela kamu menikah dengan orang lain" Valdo menatap mata Risa "Aku cinta kamu Risa"
"Val-- emh" Mulut Risa tertutup, Valdo mencium bibir nya secara dalam, Risa diam saja dia tak membuka mulutnya
Risa pun mendorong tubuh Valdo dengan kuat, sampai akhir nya dia pun terjungkal
"Valdo sadar,,, sadar!" Risa menangis saat Valdo memperlakukan nya dengan kurang ajar, Valdo mencoba mencium Risa sekali lagi.
Plak
Tamparan keras melayang dari tangan Risa.
__ADS_1
Risa semakin menangis tak mengerti mengapa Valdo seperti ini, dulu mereka pernah tinggal bersama, Valdo tak seperti ini, saat dalam tangis nya, Risa merasa sangat tak berdaya, terlintas begitu saja mendiang suaminya, andaikan dia tak meninggalkan Risa secepat ini, tak mungkin Risa mengalami hal seperti ini.
Valdo sudah kehilangan kendali. Tak pernah dia sekalut ini, keputusan Risa yang akan menikah membuat nya sangat terpukul
"Kamu gak boleh nikah sama orang lain!" Valdo meninggikan suara nya "Kenapa kamu gak bisa lihat cinta aku hah" Valdo semakin meringsek ke atas tempat tidur, membuat Risa pun terdesak di sandaran ranjang nya "Kenapa kamu memilih orang lain, aku,,, aku yang selalu ada buat kamu Risa" Risa pun menunduk menangis, tangan Valdo meraih dagu Risa membuat wajah nya menengadah kearah Valdo.
"Mas Braam,,," Risa memanggil nama mendiang suaminya, saat Valdo membuatnya semakin ketakutan.
Valdo tersadar dia memundurkan dirinya, mendengar nama mendiang paman nya di sebut, Valdo pun menangis, dia baru saja melukai istri mendiang paman nya, ibu dari keponakannya, wanita baik-baik yang selalu menjaga kehormatannya, dia melecehkan nya, seperti orang-orang lain yang selalu memandang nya sebelah mata.
Valdo berdiri menatap Risa yang menangis memeluk lutut nya, tubuh nya bergetar, wajah cantik nya memucat, Valdo segera memyelimuti nya.
Risa pun memunggungi Valdo, dia menutup seluruh tubuh nya dengan selimut, sedangkan Valdo terduduk di lantai, di samping ranjang nya tepat berada di sisi Risa.
"Maaf,,, aku kehilangan akal" Valdo pun menyesal
"Kamu bukan kehilangan akal, tapi kehilangan nurani" Risa berucap dingin "Keluar kamu!!" Rasanya Risa tak ingin melihat Valdo lebih lama lagi
"Ante,," Valdo memanggil dengan panggilan sayang nya, pasalnya mereka hanya terpaut 2 tahun, jadi Valdo enggan memanggil nya tante.
"Kamu sadar itu!" Risa menahan tangis nya "Aku ini tante kamu, istri Om kamu!" Risa mulai menangis terisak "Tega kamu ngelecehin aku kaya tadi"
Mendengar ucapan Risa, Valdo pun semakin menangis "Maaf, maaf, maaf ante"
"Keluar,,, keluar aku bilang!!" Risa pun meninggikan suaranya.
Valdo pun menuruti keinginan Risa, dia terbangun, dia menghentikan langkah nya sejenak di hadapan Risa, tak berani menoleh sedikitpun "Maaf ante, maaf aku gak bisa mengontrol emosiku," Valdo pun menghela nafas nya "Maaf tante aku mencintai kamu!"
Risa menangis tersedu mendengar pernyataan Valdo, sungguh dia tak menyangka hidup nya akan serumit ini
"Mas Bram,,,, kenapa kamu ninggalin aku mas, aku gak sanggup" Risa pun kembali menangis, tiga tahun dia hidup sendiri bukanlah hal mudah, dia harus menutup kuping nya dengan stigma negatif tentang single mother, belum lagi perlakuan keluaga Wijaya yang selalu menyalahkannya atas kematian suaminya, membuat nya sangat tertekan. Valdo lah satu-satunya keluarga dari suaminya, yang selalu mendukung Risa dan menganggap nya bagian dari keluarga Wijaya juga. Tapi itu semua hilang, ternyata Valdo pun merendahkan nya malam ini.
Risa pun berjalan menuju kamar nya, di tatapnya Keanna buah hatinya dengan Bram, karena gadis kecil inilah dia masih berada di sini, ingin sekali rasanya dia pergi menjauh dari keluarga Wijaya, saat Bram meninggalkan nya untuk selama-lamanya, tapi tetap saja dia tak mampu, dia tak bisa mempertaruhkan masa depan Keanna, walaupun dia harus mendapat perlakuan yang tak menyenangkan dari keluarga Wijaya.
**********
__ADS_1
Valdo melajukan mobilnya dengan kencang, suasana kota yang sangat lengang karena dini hari, membuatnya leluasa memacu dengan kecepatan tinggi. Dia terus memukul-mukul stir nya, membayangkan betapa terluka nya hati Risa
"Risaa,,,, Risaa,,, aku cinta kamu!" Valdo menghentikan mobilnya "Salah kah aku Risaa,,, Aku cinta kamu, sangat cinta kamu" Valdo pun menangis "Riisaa,," Dia terus memanggil namanya.