
8 Bulan sebelum kejadian malam itu.
"Val Ante gak yakin" Risa masih tak berani untuk mengambil alih perusahaan nya sendiri
"Ante harus yakin, aku juga kan pengen bangun perusahaan sendiri, masa aku terus-terusan jadi bawahan Ante" Ucap Valdo meyakinkan Risa, dan Risa pun terkekeh
"Kamu tau kan Val, Ante gak punya pengalaman" Risa masih tak percaya diri
"Gimana mau punya pengalaman kalau gak pernah mulai" Valdo terus memaksa "Ante nyampe siang aja, sampe Keanna pulang sekolah" Valdo pun memberikan usul
"Baiklah Ante coba!" Risa mebuang nafas nya kasar.
Itulah awal mula mereka selalu bersama, jika dulu Valdo pernah tinggal selama 5 bulan dengan Risa dan Bram, saat dirinya magang di perusahaan Bram, mereka tak seintens ini, setelah kepergian Bram pun memang Valdo lah yang paling dekat dengan Risa, karena dia mengurusi perusahaan milik Bram, tapi itu hanya sekedar tentang pekerjaan, hanya beberapa kali dalam sebulan mereka bertemu
******
Ting tong ting tong
Bel rumah Risa terus saja berbunyi saat Risa tengah menyiapkan sarapan.
"Tolong buka sayang, mungkin itu om Valdo" Perintah Risa pada Keanna, putrinya pun menurutinya
"Hai gadis manis" Valdo langsung menggendong Keanna
"Hallo Om Ganteng" Keanna langsung mengecup pipi Valdo
"Bunda lagi apa? udah beres belum?" Valdo mengitari ruang tamu, belum Keanna menjawab, Valdo sudah mendapati Risa sedang memasak nasi goreng.
"Tuh masih masak nasi goreng" Keanna menunjuk bundanya yang tengah mengaduk nasi
"Hai Val, Ante bentar lagi beres nih? Risa tengah menaruh nasi goreng nya kedalam wadah untuk Keanna
"Gak bisa sarapan di rumah kayanya Ante" Valdo melihat jam nya, pasal nya hari ini ada rapat penting, dan sebelum ke kantor dia harus mengantar Keanna sekolah dulu.
"Baiklah kita sarapan di mobil aja ya" Usul Risa, Valdo pun mengangguk, pagi ini terlihat sangat sibuk, Risa masih menggunakan bandana untuk make up nya, Valdo dan Keanna hanya tertawa melihat Risa yang berputar kesana kemari.
Risa sudah selesai menyuapi Keanna sarapan, sekarang giliran dirinyalah tengah sarapan di dalam mobil, Risa tak sarapan banyak hanya asal saja, agar perut nya tak terlalu kosong.
Valdo melirik Risa yang asik sarapan.
"Ante aku gak di kasih makan" Nada bicara Valdo dibuat sesedih mungkin.
"Uhuk,," Risa pun tersedak "Ante lupa Val, terus kamu gimana makan nya
"Suapin lah Bunda, Om kan lagi nyetir" Ucap Keanna dengan polos nya
"Cakep!" Valdo melirik ke belekang dari kaca spion nya
__ADS_1
Risa tengah mencari sendok di tas kantong bawaan nya, tapi dia tak menemukannya
"Val sendok nya gak ada"
"Tadi bukan nya Ante makan pake sendok?" Valdo melirik sekilas
"Ia cuma itu sendok nya, gak ada lagi, bekas Ante" Ucap Risa kebingungan
"Ya udah sih Ante, itu aja" Valdo tetap fokus pada kemudi nya
"Gak apa-apa, tapi kan Ante juga masih makan" Ucap Risa, Valdo pun terkekeh
"Ante jijik?" Valdo kembali melirik sekilas
"Huh?" Risa mengernyitkan dahi nya
"Aaa" Valdo sudah membuka mulut nya, mau tak mau Risa pun menyuapi Valdo.
Setelah mereka mengantar Keanna sekolah, Valdo pun langsung melajukan mobilnya menuju kantor, rapat kali ini sungguh bernilai besar, Risa pun tampil semaksimal mungkin, walaupun dia belum percaya diri menyampaikan presentasi, dan hanya menemani Valdo, setidaknya penampilan nya harus sangat meyakinkan
Valdo melirik Risa yang tengah berdandan di dalam mobil, dia merapikan rambut nya dan juga make up nya, "Ante itu lebih cantik natural" Valdo hanya melirik sekilas
"Gak mungkin Ante tampil biasa di rapat kali ini?" Risa tengah memoles bibir nya, Valdo semakin tersenyum melihat nya " Kamu pelan-pelan dulu, kalau ada polisi tidur berhenti dulu" Pinta Risa
"Ribet banget sih" Valdo pun berdecak, sedangkan Risa tak perduli
******
"Terima kasih atas kerja sama ini" Mereka pun berjabat tangan
"Nona Risa, bolehkah saya mengundang anda secara pribadi di akhir minggu ini" Ucap investor itu
"Maaf, akhir pekan adalah waktu untuk putri saya" Risa pun menolak dengan halus, memberikan senyuman indah nya.
"Wah, rupanya nona cantik ini sudah mempunyai keluarga, sayang sekali" Klien itu pun menyeringai, Valdo hanya bisa menatap sinis karena ada kekesalan dalam hatinya "Siapakah gerangan lelaki beruntung itu?"
"Saya adalah nyonya Bramantyo" Kembali Risa pun tersenyum
"Wah ternyata saya sedang berhadapan dengan pemilik perusahaan ini" Hendra itulah nama sang investor
"Saya hanya menjalankan, ini adalah perusahaan putri saya" kembali Risa tersenyum, mereka pun kembali berjabat tangan, Hendra dan sekretaris nya meninggalkan kantor.
Valdo pun merengut, Risa mengangkat dagu dan alisnya, tak mengerti ekspresi dari Valdo "Kenapa?"
"Selalu seperti ini, selama 4 bulan selalu seperti ini" Valdo memutar matanya jengah "Selesai rapat, pasti akan ada ajakan khusus untuk nona Risa" Valdo mencibikan bibir nya
Risa pun terkekeh "Sewot banget sih kamu gak ada yang godain kamu juga" Risa pun tertawa
__ADS_1
"Makanya aku bilang, jangan dandan terlalu cantik Ante!" Valdo mulai berjalan ke ruangan nya, dan Risa pun mengikutinya.
"Bukannya dulu kamu yang nyuruh Ante dandan? biar seperti kalangan atas kamu bilang" Risa pun menahan tawanya
"Itu kan dulu" Valdo menjawab dengan gelagapan
Risa terkekeh kembali, mereka memasuki ruangan yang sama, Risa memberikan senyuman kepada Stella sekretaris mereka sebelum memasuki ruangan nya.
Risa dan Valdo memang satu ruangan, sudah 4 bulan mereka bekerja sama, Valdo ingin mengurus perusahaan nya sendiri, maka dari itu dia meminta Risa untuk terjun di perusaan milik Bram, walaupun awal nya mendapat tentangan keras dari keluarga Wijaya.
"Ante!" Valdo berucap lambat-lambat, pasalnya dia ingin menanyakan sesuatu hal, yang tak pernah Risa ingin bahas.
"Huh" Risa masih fokus di laptop nya
"Kenapa Ante belum menikah lagi?" Pertanyaan Valdo ini membuat Risa segera menoleh dengan tajam.
"Kenapa?" Risa menatap Valdo tajam "Apa fikiran kamu sama dengan mereka" yang di maksud Risa adalah keluarga Wijaya "Menganggap Ante belum menikah lagi, karena ingin menguasai perusahaan huh?"
"Ante, bukan itu" Valdo pun menggelengkan kepalanya "Ante cantik, baik, masih sangat muda, bahkan setiap yang melihat Ante, mereka seperti terhipnotis" Valdo kembali berucap lambat-lambat. "Apa Ante belum ingin menikah lagi?"
Risa pun menghela nafas nya "Ante gak pernah bisa mengganti mas Bram Val" Risa pun terbangun, berjalan kearah jendela yang menunjukan pemandangan kota ini dari atas, "Keanna bahkan baru berumur 2 tahun saat mas Bram pergi, dia bahkan tak bisa mengingat betapa hangat nya mas Bram" Risa menoleh kearah Valdo yang menunggunya untuk melanjutkan ucapan Risa "Aku takut Val, Keanna tak mendapat ayah seperti om kamu" Risa kembali menghadap jendela "Aku ingin lelaki yang menyangi Keanna Val, menerima Keanna sebagai putrinya sendiri, cuma itu Val, cuma itu keinginan Ante!"
Valdo terdiam mendengar ucapan Risa, hanya itu keinginan nya, Risa masih memandang langit sejenak, sampai akhirnya dia melanjutkan pekerjaannya.
Kadang Valdo tak habis pikir, mengapa keluarganya tak menyukai Risa, padahal menurutnya Risa sangatlah sempurna, selain kecantikan nya Risa juga sangat baik hati, seburuk apapun perlakuan keluarga Wijaya Risa tetap menghormatinya.
Valdo tak pernah tahu cerita jelas nya, yang dia tahu keluarga Wijaya, menganggap Risa sebagai perempuan muda yang gila harta.
Risa menikah dengan Bramantyo saat usia nya baru 19 tahun, dua kali dari usia paman nya 38 tahun, keluarga Wijaya menentang pernikahan itu, karena Risa juga putri dari supir pribadi Bram, status sosial itulah yang di permasalahkan keluarga nya, sampai puncak nya Risa dan Bram menikah diam-diam tanpa sepengetahuan keluarga Wijaya, dan membuat mereka murka, Tanpa memberikan pembelaan diri, Risa selalu menerima apapun pemikiran tentang dirinya.
Valdo terus saja menatap Risa, lebih dekat dengan nya beberapa bulan ini, membuat Valdo mengetahui semua sifat Risa, dan baginya Risa sangatlah sempurna.
"Kamu sendiri kapan nikah?" Risa pun bertanya, membuat Valdo terperanjat
"Aku,,,? Nikah? belum lah, masih kemudaan aku mah" Valdo menyandarkan dirinya di kursi
"Hemh" Risa tertawa "Masih muda atau masih jomblo?"
"Aku bukan jomblo Ante" Valdo menegakan duduk nya tak terima dengan pernyataan dari Risa "Aku itu selektif Ante!" Sangkal Valdo
"Terserah" Risa pun kembali tertawa.
Valdo terus saja menatap Risa.
"Cantik!" Valdo berucap dengan tak berkedip
"Huh?" Risa mengernyitkan dahinya, Valdo hanya menggeleng
__ADS_1
"Sadar Revaldo, dia itu Tante kamu!" Ucap nya dalam hati.