Tante, I Love You!!

Tante, I Love You!!
Bab 3 Flash Back 2


__ADS_3

Setiap hari Valdo menjemput Risa dan Keanna, bahkan di hari minggu pun Valdo sesekali berkunjung, sekedar untuk berdiskusi masalah pekerjaan, ataupun sekedar menyicipi masakan Risa.


Seperti minggu ini, Valdo sudah berdiri di depan pintu saat Risa dan Keanna membuka pintu nya.


"Ante mau kemana?" Tanya Valdo yang melihat ibu dan anak ini sudah siap


"Kamu ada perlu?" pasalnya besok tak ada presentasi untuk di diskusikan "Ante mau belanja bulanan"


Valdo seperti serba salah, entah mengapa rasanya dia tak bisa seharipun tak bertemu dengan Risa "Aku,,, emm,,,aku juga mau belanja" Jawab Valdo gugup dan juga asal.


"Belanja bulanan juga?" Risa mengernyitkan dahi nya


"Emm, ia,,, kenapa?" Valdo salah tingkah


"Biasa aja sih,, Ante cuma nanya" Risa terkekeh melihat tingkah Valdo


sedangkan Keanna tentu saja langsung melompat ke pangkuan Valdo, gadis itu sudah sangat merasa nyaman berada dekat dengan Valdo "Asyiiik aku ada yang gendong" Gadis kecil itu berucap girang


"Kamu kan udah gede sayang" Risa mencubit pipi Keanna


Valdo berperawakan tinggi, dengan tinggi yang 185 cm, kulit sawo matang dan tubuh atletis, sedangkan Risa dengan tinggi 160cm saja, membuatnya terlihat mungil bersanding dengan Valdo, tubuh Risa ramping dengan porsi yang sangat pas, membuat nya sangat terlihat sempurna. Saat berada di mall tentu saja mereka seperti sebuah keluarga, Valdo mendorong troli dan Keanna naik di sana, sedangkan Risa sibuk memilih belanjaan nya.


"Val, belanjaan Ante udah beres, kamu mau belanja apa huh?" Risa pun bertanya, Valdo tak mengambil satu barang apa pun


Valdo terlihat berpikir, akhir nya dia pun mengingat sesuatu "Minggu depan kan Oma ulang tahun ke 70" Risa pun terdiam "Aku mau cari hadiah buat Oma, tahun ini akan ada pesta kecil-kecilan untuk Oma" Jelas Valdo


Risa tetap terdiam, bukan nya dia tak ingat hanya saja, seperti tahun-tahun yang lalu, semenjak kepergian Bram, Risa semakin tak di anggap "Ante juga mau beli hadiah untuk Mama"


Mereka pun menuju ke toko brand ternama di mall itu, Risa memilih-milih tas yang berharga puluhan juta, sedangkan Valdo sedang memilih scraf yang harga nya juga fantastis.


"Ante udah dapet?" Valdo menghampiri Risa dan Keanna yang terlihat sudah mulai bosan


Risa terdiam, sebagus dan semahal apapun hadiah yang ia pilihkan mertuanya itu tetap tak akan menghargai nya "Sudah, ayo pulang?"


"Gak Bunda, aku mau makan" Keanna pun merengek


Kembali Valdo membawa gadis kecil itu kepangkuan nya "Ok sayang, mau makan apa?" Mereka sekarang bertatapan sangat dekat, Risa pun tersenyum, sejak Valdo semakin dekat dengan dia dan Keanna, terlihat jelas kebahagiaan yang terpancar dari gadis kecil itu.


"Krabby patty" Jawaban Keanna pun membuat Risa dan Valdo tertawa


"Burger sayang,,," Risa pun tertawa


******

__ADS_1


Malam ini adalah pesta ulang tahun nya Oma Widia, yang di laksanakan di hotel mewah, tak ada undangan resmi untuk Risa, tapi tentu saja dia akan mengahadiri acara itu.


Risa dan Keanna sudah bersiap, Risa sangat cantik dengan gaun putih tulang, Keanna pun serupa dia sangat terlihat cantik dengan gaun yang senada dengan Risa.


Sebenarnya Risa ingin berangkat berdua saja , tapi tentu Valdo tak mengizinkan nya, selalu ada saja alasan agar dirinya bisa bersama Risa.


"Mobil Ante bisa-bisa jadi beku, gak pernah di pake" Ucap Risa di dalam mobil Valdo, dan hanya di tanggapi senyuman oleh Valdo.


"Emang Ante nanti gak bosen sendirian di mobil?'" Karena Keanna akan di ajak menginap oleh Oma Widia


Risa hanya melihat sekilas, selalu saja ada alasan untuk Valdo "Ya udah ayo jalan"


Mereka telah tiba di Hotel itu, saat Risa melangkahkan kaki nya dia terdiam sebentar, terbersit keraguan di dalam hati nya "Haruskah ia masuk, atau kembali"


Sungguh pilihan yang berat bagi nya, tapi sungguh Risa menganggap Oma Widia adalah ibu nya sendiri, karena memang hanya dialah orang tua satu-satu yang Risa miliki, setelah ayah dan ibu nya meninggal, hanya Oma Widia lah ibu nya.


"Ante?" Valdo menghentikan langkah nya melihat Risa yang terdiam "Ayo" Valdo mengulurkan tangan nya yang sebelah, karena yang sebelah nya ia sedang menggandeng Keanna.


Risa pun mengangguk, saat ia memasuki aula terlihat suasana riuh yang bersahaja, tampak orang-orang dari kalangan atas, mereka sedang berpesta atau sedang pamer kekayaan, entah lah, yang Risa tau dia sangat merasa tak nyaman, bahkan sebagian dari mereka sudah berumur seperti Oma Widia, terlihat beberapa orang dari mereka menggandeng perempuan atau lelaki muda, acara ini juga menjadi acara biro jodoh terselebung bagi mereka.


"Valdo!" Suara seorang wanita memanggil nya


"Oma Iren" Keanna langsung memeluk nya


"Mbak Iren" Risa pun menyapa bermaksud menyalami, tapi tentu saja Iren tak mau bersalaman, ia hanya bersentuhan sejenak, jangan kan pelukan, senyuman pun tak ia dapatkan.


"Valdo kemari!" Iren mengisyarat kan untuk Valdo megikutinya "Keanna sayang sebentar yah, Oma Iren mau ngomong sama om Valdo dulu" Keanna pun mengangguk, Valdo mengikutinya.


"Ada apa sih mam?" Valdo seperti enggan untuk mengikuti nya


"Ada apa?" Iren seperti tak suka dengan sikap Valdo "Kenapa kamu selalu dengan ular betina itu,,"


"Mam!" Valdo menyela tak suka dengan pernyataan dari Iren


"Kenapa hemh?" Iren mengangkat dagu nya "Perempuan itu memang ular betina!" Iren menunjuk Risa


"Mam! Cukup!" Valdo melirik kearah Risa "Tante Risa perempuan tangguh yang baik"


"Oh" Iren pun berdecak "Rupanya kamu pun sudah mulai luluh" Iren melirik kembali Risa "Sihir apa yang di gunakan perempuan itu, sehingga selalu banyak orang yang perduli, mereka tak tahu kemunafikan di dalam perempuan ular itu,,,"


"Mam!" Valdo meninggikan suara nya tak tahan dengan ucapan ibu nya, sedangkan Iren menganga mendengar Valdo membentak nya


"Kamu berani bentak Mama Valdo!" Iren memandang Risa dengan tatapan penuh kebencian "Perempuan itu benar-benar sudah mencuci otak mu!"

__ADS_1


Risa menatap ibu dan anak itu, dia tahu pasti mereka tengah membicarakan diri nya, Risa menetralkan nafas nya, sesakit apapun dia tak ingin menangis.


"Bundaa,," Risa menoleh ke bawah, suara malaikat kecil nya membuat nya tenang kembali "Bunda kenapa?" Tanya Keanna yang melihat Risa menegang


"Gak apa-apa sayang, ayo kita temui Oma" Ajak Risa pada putri kecil nya itu.


Risa pun meninggalkan Valdo dan Mbak Iren yang masih berdebat, berjalan beriringan dengan Valdo memang bukan ide yang bagus.


"Ante!" Valdo melihat Risa yang berlalu, merasa tak di hiraukan Valdo yang memilih Risa, Iren pun mengerat kan gigi nya tak terima dengan perlakuan putranya itu


"Mam, cukup mam, kita salah menilai tante Risa, dia tak seperti yang kita bayangkan, uang perusahaan pun ia gunakan dengan bijak,,"


"Kamu benar-benar sudah terhasut oleh perempuan itu!" Iren pun makin geram


"Risa mam,, namanya Risa!" Valdo meninggalkan ibu nya


"Valdo,,, Valdo! Anak itu sudah benar-benar terhasut oleh wanita itu" Iren pun mencibikan bibirnya


Risa melihat Oma Widya tengah menerima tamu, dia mengatur nafasnya mempersiapkan diri untuk hal apapun, dia pun berjalan perlahan


"Omaaaa,,!" Keanna langsung menghamburkan diri kepulukan wanita paruh baya itu "Selamat ulang tahun Oma" Ucap nya sembari menyerahkan bingkisan nya


"Terima kasih cucu Oma yang paling cantik" Oma Widia pun mencium pipi Keanna.


"Mama selamat ulang tahun!" Risa pun bermaksud menyalaminya, tapi reaksi Oma sama seperti reaksi Iren


Oma Widia menerima kado dengan tak meliriknya, menyuruh asisten nya untuk menaruh nya, Risa pun memperhatikan itu, betapa sangat tak berharganya hadiah yang di pilihkan nya


"Kenapa? kamu tak suka?" Oma Widia berucap sinis, bahkan tak ada ucapan terima kasih untuk nya


Risa menggeleng "Tidak Mah, itu sudah milik Mamah" mendengar itu Oma hanya mencibikan bibir nya


"Keanna sayang kamu sama bibi dulu yah, kamu nginep sama Oma kan sayang" Ucap Oma


Keanna melihat kearah Bundanya, mendapat senyuman dan anggukan dari Risa, Keanna pun menyetujui nya "Ok Oma, Keanna pamit dulu sama bunda" Mereka pun berpamitan


"Sudah selesai?" Oma pun berucap sinis, Risa mengerutkan dahi nya "Kamu boleh pergi!" Oma pun mengusir Risa.


"Oh" Risa seperti tak terkejut mendengar pengusiran dari mertuanya itu, dia pun tersenyum "Baik lah Mah, aku pamit dulu"


"Tunggu!" Oma pun kembali memanggil nya


"Kapan kamu akan menikah lagi?" Langkah Risa pun terhenti mendengar pertanyaan itu.

__ADS_1


*****


__ADS_2