
"Apa Mah?" Risa berbalik kembali
"Apa kamu tuli?" Dengan nada dingin Oma berucap "Kapan kamu menikah lagi? sudah lama kamu sendiri, apa kamu memang ingin menguasai perusahaan Keanna,,,huh?"
"Mah, aku gak ada niatan seperti itu, kalau aku mau, dari dulu aku gak akan balik nama perusahaan dengan nama Keanna" Kali ini Risa memberanikan diri untuk menjawab "Aku akan menikah secepat nya, agar mamah tenang"
Saat Risa tengah berjalan dia berpapasan dengan beberapa wanita paruh baya, yang tersenyum memperhatikan Risa, dan Risa pun membalas senyuman mereka.
"Jeng Widia, itu mantunya kan ya, masih cantik aja" Ucap salah seorang wanita paruh baya itu
"Ia jeng itu mantan menantu saya" Aku Oma Widia
Risa pun terhenti, sungguh sakit hati nya mendengar ucapan mertua nya itu "mantan menantu? aku istri mas Bram, kami gak cerai, mautlah yang memisahkan kami" Ucap Risa dalam hati nya, dia bisa menerima semua perlakuan keluarga Wijaya, tapi kali ini, pernyataan Oma Widya sangat menyakitkan nya, dia pun menahan tangisnya, mempercepat langkah nya, meninggal tempat itu, tak memperdulikan sekitar nya
"Ante" Valdo pun berpapasan dengan Risa yang terburu-buru keluar dari gedung
Risa tetap berlalu tak menoleh sedikitpun, Valdo pun khawatir, tak seperti biasanya Risa biasa nya sangat tegar, dia selalu berusaha tersenyum dan tak menangis. Tapi kali ini tak seperti biasa nya, Risa terlihat sangat kacau.
Risa terus berlari meninggalkan gedung tak perduli Valdo yang mengejarnya, dia pun memberhentikan taksi dan meninggalkan gedung itu.
Tut tut tut
Valdo langsung menghubungi Risa, sayang Risa tak mengangkat telepon dari nya
"Angkat Ante,,, aku mohon!" Valdo terus mencoba menghubungi nya
Risa sangat kacau dia akhirnya menangis, terlintas pertanyaan yang selalu ia dapat kan "Kapan kamu menikah lagi. Apa kamu sengaja ingin menguasai perusahaan" Lebih tepat nya itu adalah tuduhan untuk nya
"Pak Hendra!!" Dia pun teringat investor di perusahaan nya "Dia duda!"
Tut tut tut
*Selamat malam pak Hendra
Oh nona Risa, selamat malam
Undangan untuk makan malam, apakah masih berlaku?
Oh tentu saja, suatu kehormatan untuk saya
Malam ini juga, bisa pak Hendra?
Wah , wah, ini sangat mendadak*
Sementara itu Valdo sangat cemas, karena Risa benar-benar tak bisa di hubungi, apa yang terjadi dengan Risa hanya itulah yang di pikirkan Valdo.
Risa memasuki Restoran, waktu menunjukan pukul 21:00, sudah lumayan malam untuk bertemu, tapi kali ini Risa memberanikan diri. Padahal biasanya dirinya menjaga untuk tak bertemu dengan pria pada malam hari jika sendiri.
__ADS_1
"Selamat malam nona Risa, anda sangat cantik" Hendra memperhatikan Risa seksama, Risa memang begitu anggun "Apakah anda sengaja mempersiapkan diri hanya untuk bertemu dengan saya?" Dengan penuh percaya diri Hendra berbicara.
Risa pun mengerutkan dahinya, "Apakah Hendra orang yang tepat, rasa nya aku begitu muak dengan kepercayaan dirinya yang begitu tinggi"
"Ah tidak pak Hendra, saya dari acara lain" Risa pun tersenyum
"Oh baiklah" Hendra menyandarkan diri di kursi, dia menyilangkan kaki nya "Tapi tetap saja kita harus merayakan ini bukan?"
Kembali Risa mengerutkan dahi nya "Merayakan?" Risa pun menjadi bingung
"Tentu!" Hendra menegakan duduk nya "Mari kita pesan sampanye,,,"
Risa pun langsung memotong nya "Sampanye,, saya tak pernah minum alkohol!"
"Ah nona Risa kali ini saja, ini sesuatu yang harus di rayakan bukan?" Hendra terus memaksa, entah apa yang di rencanakan nya, tapi memang Hendra sudah sangat penasaran kepada Risa.
Entah kenapa Risa tak menolak, mungkin dirinya memang ingin melupakan malam yang begitu menyakitkan ini, mungkin tak apa pikir Risa jika dia minum hanya sedikit, tapi sayang dugaan nya salah, ternyata dia tak kuat. Seringai terlihat di wajah Hendra, dia telah berhasil memperdaya Risa, Bagaikan predator yang memindai mangsa nya. Tatapan Hendra begitu ganas, memperhatikan setiap inci bagian tubuh Risa yang sangat begitu pas, Risa tak sadarkan diri, Hendra segera memapah nya untuk keluar dari Restoran itu
"Pak Hendra!" Valdo memang telah berhasil melacak Risa "Tolong Bapak lepaskan Tante saya" Valdo pun mengeratkan gigi nya
"Maaf pak Valdo, Tante anda yang ingin saya temani untuk minum" Hendra berucap santai, membuat Valdo semakin jengkel
"Heh" Valdo mencibikan bibir nya "Baiklah terimakasih sudah menemani tante saya, sekarang saya akan membawa nya pulang" Valdo pun mengambil alih Risa ke pelukannya, dan berlalu meninggalkan tempat itu
"Dasar sial!" Hendra pun menendang jalanan, dan memberikan umpatan, saat Risa terlepas dari rencana busuk nya.
"Ante kenapa harus kaya gini?" Valdo memandang Risa dengan penuh iba "Kenapa Ante cari orang lain?" Akhir nya Valdo pun melajukan mobil nya, Risa tetap belum sadarkan diri
"Mas Bram,, mas Bram,, bawa aku mas,,,"
Risa mulai meracau, Valdo pun semakin melajukan mobilnya, menuju rumah Risa.
"Entah apa yang Oma sampaikan, sampe Ante kaya gini?" Valdo berucap sembari menggendong Risa karena mereka telah sampai di rumah nya
Risa mulai membuka mata nya "Mas Bram! " Risa pun memeluk Valdo erat, sepanjang jalan dari pintu ke kamar, Risa terus saja mengantung tangan nya di leher Valdo, menyembunyikan wajah nya di dada bidang pemuda itu, mungkin karena perawakan Valdo yang mirip dengan Bram,dan juga pengaruh alkohol nya, Risa menganggap Valdo adalah Bram
"Mas Bram mereka jahat!" Risa meracau seperti anak kecil, saat Valdo menurun kan nya di ranjang "Mama Widia selalu menganggap aku mengincar harta Mas!"
"Ante,,, aku Valdo,,!"
"Diam,,, Diam!" Risa menutup mulut Valdo, dan menggeleng-gelengkan kepala nya "Kali ini cuma aku yang boleh ngomong" Risa merentangkan tangan nya "Cukup! Aku bukan wanita matrealistis! Aku gak perduli dengan warisan,,, gak perduli" Risa pun berteriak
"Ante udah ayo tidur dulu" Valdo membantu Risa berbaring, tapi alangkah sangat terkejutnya Valdo, Risa justru mendorong nya, Risa kini berada di atas tubuh Valdo
"Aku kangen kamu Mas,,," Risa mulai mencondongkan wajah nya, "Jangan pergi,,, mereka jahat,,,"
"An,,, " Mulut Valdo pun terhenti, Risa mencium bibir nya, lalu Risa seketika ambruk di atas tubuh Valdo.
__ADS_1
"Mas Bram,,, mas Bram jangan pergi, aku takut,,," Risa terus meracau sampai di benar-benar terlelap.
Valdo justru memeluk tubuh mungil Risa "Ante aku janji akan ngebahagian Ante" Valdo mengecup kening Risa, sebelum akhir nya dia membalikan tubuh nya, menutup nya dengan selimut.
Valdo memutuskan menginap, rasanya dia tak tega meninggalkan Risa sendirian, Valdo membayangkan mungkin Risa besok masih merasakan pusing, karena ini kali pertama dia mengkonsumsi alkohol.
Risa mulai membuka matanya perlahan, dia masih merasakan pusing di kepala nya
"Ah,,, aku masih pake gaun semalam" Ucap Risa saat membuka selimut nya, dia pun membelalakan mata nya mengingat kejadian semalam "Ya ampun,, aku kan semalem sama pak Hendra!" Risa menjadi gelisah membayangkan jika Hendra lah yang mengantarnya pulang, dia terus saja mondar-mandir di kamar nya, sampai terdengar ketukan di pintu kamar nya.
Tok tok tok tok
"Ante udah bangun?"
"Valdo,,, bagaimana bisa?" Risa berpikir sejenak, dia pun segera membuka pintu kamar nya "Kamu kok di sini pagi-pagi?"
"Emh,,, nanti aku ceritain, Ante mandi dulu gih sana, bau!" Valdo pun menutup hidung nya
Risa mengerucutkan bibir nya, kemudian dia mencium aroma tubuh nya sendiri "Emang Ante bau banget ya?"
"Banget!" Valdo mengibas-ngibaskan tangan nya "Aku udah siapin sarapan dan obat untuk Ante, biar pusing nya ilang" Risa hanya mengangguk
Risa pun selesai mandi, dia memperhatikan sejenak Valdo yang tengah menata sarapan, "Kenapa kamu begitu baik, cuma kamu yang anggap aku keluarga, tapi apa kamu benar-benar sebaik itu" .
Valdo mengangkat dagu nya, melihat Risa yang terus memandangi nya. Dan Risa pun menyunggingkan bibir nya
"Kenapa kamu perduli sama aku?" Risa berucap dengan ketus.
"Ante kenapa,,?"
"Kenapa kamu gak buang aku juga kaya mereka, kenapa kamu masih anggap aku keluarga?" Risa mulai berucap dengan suara bergetar "Kamu boleh pergi sekarang!"
Valdo terus saja menatap Risa, dia justru menarik kursi makan, dan menarik lengan Risa "Ternyata Ante masih mabuk" Valdo berucap santai, Risa pun menoleh ke arah nya
"Ayo sarapan dulu, terus minum obat nya" Kali ini Valdo menaruh roti bakar dan segelas susu kehadapan Risa.
"Kamu gak denger apa yang Ante bilang?" Risa mengerutkan kening nya
"Ante gak denger aku ngomong apa?" Valdo justru balik bertanya
Tiba-tiba Risa mulai terisak "Aku punya Keanna, aku benar-benar tulus menganggap mereka keluarga, tapi,,,"
"Ante punya aku,,, Aku keluarga Ante kan?" Valdo menenang kan Risa
Risa pun tersenyum, mendengar ucapan Valdo "Ngomong-ngomong,,, apa yang Ante lakuin semalem? ada yang aneh gak?"
Mendengar pertanyaan Risa Valdo pun tersedak "Emh,, itu semalem,,," Valdo menatap bibir Risa, dia pun teeingat kejadian semalam "Gak kok, Ante langsung tidur!"
__ADS_1
Risa pun ber "Oh" saja dan terus melanjutkan sarapanya sementara Valdo menjadi salah tingkah