
Semenjak Gerry di rawat di rumah Syla kondisi cowok itu sudah baik dan bahkan sebentar lagi sudah sembuh.Gerry jadi berpikir keras sekarang untuk cepat -cepat bisa keluar dari rumah Syla itu.Dia tidak mau berlama-lama lagi.Nanti dia takut Syla bisa sadar akan dirinya yang sebenarnya.
"Pokok nya hari ini aku akan keluar dari rumah ini,bagaimana pun cara nya",gumam Gerry seakan sedang bermonolog dengan dinding tembok di kamar itu.
"Dan aku nggak mau cewek itu tau siapa aku yang sebenarnya?",
Gerry diam-diam membuka jendela kamar,dan sedikit lagi terbuka.Dengan gesit akhirnya bisa juga dia melompat ke luar.Dan di gang sempit itu Gerry berusaha mencari jalan keluar titik terangnya.Setelah berjalan dengan napas ngos-ngosan terlihat lah jalan besar.
Sebuah taxi online berhenti,dan bergegas dia masuk.Sesuai alamat yang tertera di orderan si driver pun mengantar dia .
"Thanks pak",.ucap Gerry turun dan membayar ongkosnya.Taxi pun berlalu.
Pintu gerbang rumah sedikit terbuka,dia mengendap-endap masuk ke dalam agar tidak ketahuan oleh siapapun termasuk oleh Abi ,umi dan Nurul juga nanti.Sampai juga di kamar kesayangan nya itu.
__ADS_1
"Baru pulang Ger?", tanya suara wanita itu dengan keheranan tau-tau nya sudah berdiri di luar kamarnya.Dan tentu saja Gerry menjadi kaget.Dengan sedikit drama dia memasang wajah lemas dan tidak bertenaga.
"Iya Nur.Capek seharian di sekolah sudah tugas nya banyak lagi", kata Gerry memalas.
Dia berharap sekali adik angkat nya itu bisa percaya.Dan termakan omongan itu.
"Makan dulu ya,setelah itu istirahat ", kata Nurul merasa kasihan melihat kondisi Gerry sekarang.Dia mengerti Gerry begitu lelah sama tugas seolah nya sampai mengabaikan makan sekalipun.
"Ouh ya ,tadi kebetulan aku ada masak sup banyak .Dimakan ya Ger,aku taruh di meja .Sekalian aku mau pamit juga pulang ke asrama",sahut Nurul datang tiba-tiba membawa makan siang buat Gerry di saat Gerry masih rebahan dengan santai ya.Tapi di depan adiknya dia pura-pura lemah.
Setelah cewek itu menghilang dari pandangan nya .Keluar sifat asli Gerry dia tanpa aba-aba mengambil sup enak itu dan langsung hap ke dalam mulutnya .Dia berhari-hari rasanya tidak menikmati makanan sedap itu.Tapi sebenaranya sarapan yang di buatkan Syla selama dia terbaring sakit tidak kalah enak juga sih.Karena sayang porsi yang di kasih Syla mungkin karena sedikit .Jadi dia pakai membanding-bandingkan segala.Berbanding terbalik porsi nya banyak ,dan dia bisa nambah sesuka hati.Seakan tidak habis di situ aja khusus buat Gerry ,adiknya telah menyiapkan minuman jus faforitnya.
"Ah,nikmat sekali karunia Tuhan" ,kata dia bicara sendiri setelah kekenyangan sekali.Dan dia terbaring hampir tidak boleh bergerak sama sekali.Walaupun begitu hati nya senang sekarang.
__ADS_1
Syla pulang sekolah hari ini dengan wajah capek sebenarnya.Tapi ada sesuatu yang menganjal di pikiran nya ,dia dari sekolah tidak fokus pelajaran ,karena mengkhwatirkan keadaan cowok yang sedang sakit di rumahnya.
"Aku harus memastikan keadaan cowok itu .Sebentar lagi dia bisa bersekolah lagi ", kata Syla berjalan menuju pintu kamar yang di sebelah .
"Tok..tok..bolehkah aku masuk?"
Tapi tidak jawaban ,dan Syla mengetuk sekali lagi.Tidak ada jawaban juga.
"Sepertinya dia tidur,dan pintu tidak di kunci",
Syla membuka dan dia lihat isi kamar kosong ,cowok kemaren pun tidak ada lagi.Dan matanya tertuju ke arah jendela itu.Dia melihat ke bawah .Pikirannya seakan cowok itu bunuh diri.Setelah di lihat juga tidak ada .
"Kemana dia ?"
__ADS_1
Syla sendiri jadi uring-uringan sendiri di buatnya ,akan menghilang mendadak saja cowok misterius siswa IFW korban perampokan itu.