
Syla turun dari taxi online itu dan tanpa sadar dia menuju sebuah tempat yang asing baru kali ini dia lihat.Perutnya lapar ,kantuk menyerang dan dia sudah seribu kali mencari keberadaan adiknya dan tidak pernah di jumpainya.Di samping bangunan tadi seperti nya sebuah resto.Dia melangkahkan kaki memasuki itu ruangan.
"Hai".
Syla mendengar seorang pria menyapa temannya.Dia merasa tidak asing dengan suara itu ,sepertinya Gerry.
"Sendirian ? Kenapa mencari ku ? ".
Syla tidak salah lagi sepertinya cowok itu memang Gerry.Wait ,terus cewek yang duduk di depannya itu.Sepertinya bukankah itu temannya?".
"Duduk ajalah dulu.Cuma pengen tau keadaan diri kamu sekarang.Jangan ke GR an ya" ,sahut suara cewek itu kembali.
Sementara si cewek merasakan kehadiran Syla yang berdiri di depan pintu itu seperti bingung.Dia menyakinkan kalau itu benaran Syla.
"Syl..Syla..come here ! you joint with we"serunya memandang ke arah Syal dengan senyuman kemenangannya.
"Ah,Belia Ternyata ? ". Syla tersontak kaget juga .Bisa-bisanya Belia tau dirinya ada di sini sekarang.Dia pun duduk bergabung dengan Gerry dan Belia.
"Hai Syl setia banget ya nemani Belia kesini? Oh ya mau di pesanin apa?",tanya Gerry memamerkan senyuman keceriaannya di hadapan mereka.Syla terlihat biasa aja.Sedangkan Belia merasa itu sebuah modus lagi.
"Wow,sudah pasti donk .Sesama teman memang harus saling menolong kan Syl ?", kata Belia mengedipkan matanya ke arah Syla .Biar Gerry itu merasa kikuk di buatnya.Demikian Syla merasa main sandiwara juga .Biar itu semua terlihat menyakinkan sekali bagi Gerry.Meskipun sebenarnya mereka tidak datang bareng dan tidak janjian juga ke tempat itu.Malahan mereka sama -sama terkejut tidak menyangka berjumpa di tempat yang sama.
"So mau di pesanin minuman apa ini? biar aku ke depan dulu ."
Gerry terlihat tersenyum kembali.Senyum itu terasa memabukkan bagi Belia sekarang.Syla diam saja,saatnya mereka saling berbicara berdua sekarang.
"Ice orea ", kata Belia datar.
Kalau aku minuman nya gak usah ya".
Terlihat Syla menolak.Walaupun dari tadi dia memang pengen makan dan minum.Tapi untuk saat ini dia merasakan kenyang .Gerry mengangguk kan kepalanya.
"Jadi setelah putus dariku ,kok kamu lucu ya kerja di sini .Apa itu salah satu cara mu untuk Move on ? ",
Belia mengernyitkan keningnya ,melihat Gerry berstelan pelayan resto itu.Kembali Gerry seakan terkekeh mendengar ucapan mantannya itu.
__ADS_1
"Ini resto milik temanku jadi aku terkadang aja suka membantu pelayan di sini.Yah ,hitung-hitung nambah uang jajan juga kan.Kalau soal Move on kamu bisa nilai sendiri deh Bel.
"Menurut insting ku kamu gagal Move on kan ?"
Belia merasa tertawa juga dengan kebodohan dia bertanya soal Move on mantannya itu.Jujur itu hal terkonyol juga rasanya karena di depan Syla sekalipun.
"Bolehkah kami melihat cara kamu proses bikin minumannya.Sekalian melihat dekorasi Resto ini ."
"Ok ,mari ! "
Ajak cowok itu bersemangat seakan mendapat angin segar dan respon dari cewek manis itu .
"Gerry beta juga ya ,kamu merangkap jadi chef",sahut Belia mencoba memuji mantannya itu.
Cowok berseragam itu menganggukan kepalanya.
"Iya donk Bel".
"Hem,gumam Belia sambil merapikan poni rambutnya.Ia menatap lekat-lekat wajah cowok itu.
"Jadi cukup handal juga ya kamu dari anak seorang pak Haji bergerak menjadi seorang Chef ",sindir Belia lagi.
Gerry terkekeh.
"Oh konco ku kayak nya lagi sibuk di tempat yang lain.Tidak perlu khawatir Bel, Syl nikmati aja suasana nya yah !"
"Okey Ger,"tambah Syla yang dari tadi diam kini baru membuka bicaranya.
"Kau ingin membantuku cooking Bel ?" tanya Gerry ya sudah memasuki room cook.
"Ok,sekalian mau belajar juga", kata Belia bersemangat berubah mood baiknya.Mereka sudah berada di tempat memasak itu.Sementara Syla merasa tidak nyaman menganggu waktu mereka.
"Bel,Ger ,maaf aku rasa melupakan sesuatu yang penting deh.Sebaiknya aku kembali ", kata Syla permisi pamit.
"Ok " ,balas mereka secara serentak .
__ADS_1
Syla melangkahkan kakinya menuju ruang lain yang baru dia lihat berbeda dari resto tadi tempatnya .
Dia menuju anak tangga ke ruang selanjutnya .Terlihatlah sebuah toilet umum di bagian kiri dan kanan .Cepat-cepat dia memasuki sebelah kiri tanpa melihat gambar di depan nya.Syla membuka paksa pintu toilet dan spontan kakinya mendobrak dan dia tidak bisa mengendalikan lagi tubuhnya jatuh terjungkal menimpa seorang pria memakai facemask color black.Dia berperawakan tinggi dengan postur tubuh atletisnya.Kepalanya terantuk cukup keras di dadanya yang bidang.
"Aww...",teriak Syla dengan histeris untung keadaan nya sepi di toilet itu.Yang ada hanya dia berdua saja dengan pria itu.
Bau parfum maskulin yang segar tercium dari tubuhnya yang tepat di bawah Syla.Baru sadar sekarang dirinya kalau dia sudah salah masuk toilet ,dan tempat dia berada adalah toilet pria bukan toilet wanita.
"Ren ! are you ok?" teriak seorang wanita asing berambut blonde tersebut.Wanita itu muncul tiba-tiba dari luar toilet tersebut .Dengan kasar mendorong Syla ke samping untuk menjauhkan si pria yang dibawah dia tadi.
Pria itu duduk dengan memegang dadanya yang mungkin terasa sakit karena benturan kepala Syla.Sedangkan Syla masih mengusap bagian kepala yang lecet terkena pintu toilet berkat dorongan si wanita rambut pirang itu.
"Aah,benar sial ",lirih Syla merasa kesal memandangi pasangan sejoli itu.
Pria yang asing dengan setelan facemask hitam itu berdiri,tanpa mempedulikan si wanita rambut pirang itu.Pria itu mengulurkan tangannya kepada Syla dengan sebuah senyuman menurut Syla walaupun dia memakai masker .Itu terlihat dari lirikkan matanya .
"Are you okay ?"
"Ya !",sahut Syla seraya berdiri.
Pria itu kembali memperhatikan dirinya kembali .Dan juga Syla merasa terhipnotis dengan orang asing tersebut.Wajah cowok itu tampan walaupun ditutupi facemask ,kulitnya bersih,matanya yang dalam,hidungnya yang runcing ,dan sungguh sempurna.Mereka saling menatap cukup lama.
Si gadis pirang itu terlihat tidak senang .Ia menarik tangan pria itu keluar dari toilet .
"Ah,menyakitkan ",bathin Syla merengut memandangi kepergian mereka.
Terlihat setitik darah keluar dari luka goresan tangan Syla .Dia mengabaikan nya dan berjalan keluar dari toilet.
Syla berjalan di sepanjang koridor itu.Sementara di ujung sana terlihat Pria tadi berbincang-bincang dengan beberapa orang pria lain.Sepertinya itu temannya.Karena terlihat serius sekali.
Syla berjalan di hadapan mereka tanpa berbicara sedikitpun.Terus terang saja Syla masih kesal sama si gadis yang berambut pirang tadi sepertinya mereka pasangan si pria ini.
Tiba-tiba seseorang memegang pundak dia .Dengan rasa kesal Syla memutar balik badannya.
"You ?"
__ADS_1
"Do you need help?",tanya Si pria dengan ramah .
"Not", sahut Syla sengaja menolaknya .Yah dia tidak mau berurusan dengan Pria itu sekarang .Apalagi kalau dilihat oleh Gadis rambut pirang tadi.Yang jelas dia tidak mau mencari masalah .Tanpa banyak bicara Syla meninggalkan pria itu dan tidak pedulikan lagi.