TEEN WORLD

TEEN WORLD
Part 57


__ADS_3

Syla ingin kembali ke Resto tempat Belia dan Gerry berada .Sebelum dia benar -benar tersesat di tempat sekarang .Apa itu resto tadi ?


Dia kembali mengingat-ingatnya secara perlahan.Matanya kembali tertuju ke sebuah pintu tertutup,dengan sigap dia membuka nya .Dan dia tau itu adalah bar bukan resto .Baru saja dia mau pergi dengan cepat seorang Pria bertato itu menarik tangan kanan nya dengan kasar untuk masuk ke dalam ruangan itu.Dan menyebabkan dia kehilangan keseimbangan dan jatuh kepelukkkan si pria.


Pria itu terlihat senang dengan senyum beringas mau memangsa Syla saja.Dia meronta dengan sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari pelukkan si pria.Beberapa orang yang melihatnya ikut menertawakan dirinya ,sedangkan yang lain ya tidak peduli.Sekumpulan pria mabuk itu sungguh membuat Syla jadi ketakutan.Hingga seseorang datang membantu Syla.


Dan benar saja pintu di banting cukup keras,lalu seorang Pria datang dengan raut wajah marah.


Tak terdengar lagi suara tawa.Dan tiba-tiba tubuh Syla tersentak .Sebuah pukulan melayang pada wajah si pria yang mendekap Syla dari tadi.


Si pria yang menolong Syla dengan cepat menarik dirinya dari tempat yang tidak bagus itu buat Syla sebenarnya.Dan ketika Syla menoleh ,sepasang mata itu menatap dirinya dengan pandangan tidak di mengerti .


"You ?"


Setelah mereka pergi dari ruang bar tersebut.Security pun datang mengamankan orang -orang yang mabuk tadi.


"So,what is the purpose of a girl walking into a bar in broad daylight?" tanya dia.


"I didn't know it was a bar ",sahut Syla mengelak dari pertanyaan pria asing itu yang tidak dia kenali sama sekali.Walau sebenarnya wajah Syla begitu familiar bagi pria .


Syla meletakkan kedua tangannya di pinggang.


"And who are you really, to feel entitled to know everything about me?"


"I'm the son of Georg Schmid, the owner of this place".Pria itu menyatakan dirinya secara singkat.


"If you own this place, then I am your king.Shouldn't you serve customers well?"


Pria itu tertawa saja melihat tingkah lakunya.


"You are unique, you are different from other girls.Alright I will serve the princess."

__ADS_1


"Ish..I don't expect from you .I just want to get out of this place."kata Syla sebal dan mengerutu.Terus berjalan tak menghiraukan pria asing di belakangnya itu.


"Hari ini benar-benar sial.Seharusnya aku bersenang -senang di resto tadi dengan mereka.Eh,malah tersesat ke tempat orang mabuk -mabuk.Niat cari Pod pun gagal.


Pria itu untung tidak mengerti bahasa yang di gunakan nya .


"Even other girls are grateful and happy to meet me. You're a strange girl, Syla."


Pria itu bermonolog sendiri pada dirinya.Dia sejak awal tau kalau itu Syla gadis yang berapa kali di jumpai nya.Untung dia pakai Facemask ,jadi cewek itu tidak mengenali sama sekali.


"Sudahlah.Aku benar-benar muak dan bisa berharap ke resto tadi dan pulang ke rumah.Walau hari ini gagal untuk bertemu adikku."


"Pulang ? its mean?" ,tanya si pria mengernyitkan dahinya.


"Ya aku mau pulang sekarang.Tidak ada jaminan aku bisa bertemu dengan adikku bila tetap di sini .Oke".


Syla berhenti berjalan.Dia menatap sepasang mata pria yang ada di hadapan nya sekarang.Sepasang mata berwarna hazelnut itu memandang dengan tatapan hangat


Syla tetap berjalan dan tetap diikuti oleh pria asing itu dari belakang.Walaupun tangan nya terasa sakit sekali karena di hempaskan oleh orang mabuk tadi.Berusaha dia tahan dengan sabar.Sebenarnya Pria itu sejak tadi sudah tau tangan nya luka dan berdarah.Ia menghela napas panjang.


"Oke".


Kembali Syla lah yang sekarang yang mengikuti pria itu .


...****************...


Di sebuah koridor dengan banyak kamar mereka berhenti di ruang no 14.Pria itu mengeluarkan kartu kuncinya.Pintu kamar terbuka,terlihatlah sebuah ruangan yang sangat luas dengan interior yang sangat mewah.Fasilitas di dalamnya lebih mewah bak sultan .


Syla begitu merasa terpukau dengan pemandangan yang ada di dalamnya.Pemandangan lukisan lautan yang besar .Sebuah lampu kristal yang indah tergantung di atas set sofa yang menghadap sebuah televisi layar datar di dinding kamar.Dan sebuah ranjang yang sangat besar dan empuk untuk di tiduri.


"Sit down ! ",perintah pria itu.Tangan Pria itu menuju arah sofa .

__ADS_1


Syla melangkah perlahan dan duduk diatas sofa empuk dan membal.Yang pastinya adalah kualitas terbaik.


Pria itu membawa kotak obatnya dan duduk di samping Syla.


"Hold on a little, it will hurt. But your wounds will soon heal."ujar Pria itu menenangkan Syla dengan nada lembut..


Syla tertawa.


"I am not a child and will not cry".


Tanpa membalas perkataan Syla,Pria itu mengoleskan salep ke tangan Syla yang luka.


"Aah !" ,teriak Syla dengan kesakitan .


Membuat Pria itu geleng-geleng kepala jadinya.


"Good girl, don't cry. It's just a small wound. Hold on", hibur Pria itu seraya menenangkan Syla spontan mengusap kepala nya di manjakan seperti bocah.Sekarang Syla sedikit menjadi tenang .


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dan membentur dinding kamar dengan keras .Gadis berambut pirang yang berwajah cantik itu masuk ke dalam kamar dengan wajah yang sangat marah.Kedua tangan nya menggempal di tangannya.Dan menegur pria itu dengan suara keras sekali.


"Darling,why you betrayed me. you are my girlfriend not him",tunjuk kidal si gadis.Menatap ke arah Syla dengan nada kebencian.


Kembali si pria menatap dengan tajam.


"Get out of my room now. this is none of your business", kata Pria itu memarahi gadis di depan Syla terang-terangan.


Dengan suara yang begitu keras membuat si gadis itu terkejut.Dan memilih keluar dengan tidak senangnya.


Kakinya di hentakkan ke lantai sebelum meninggalkan mereka berdua.


Setelah selesai mengobati luka Syla.Pria itu menyimpan kotak obat nya kembali di lemari sudut ruang kamar.Kemudian Syla beranjak pergi dan menolak tawaran cowok itu mengantar dirinya keluar dari bar.

__ADS_1


Syla kembali berjalan dan baru menemukan resto itu kembali.Sayangnya dia tidak melihat kehadiran Belia dan Gerry lagi.Tapi justru sekarang malah melihat.


Pria yang menolong dirinya tadi sedang kencan dengan gadis berambut pirang itu.Sang gadis menempel seperti sebuah magnet ,sepertinya takut berkemungkinan akan di curi orang pacarnya.


__ADS_2