Teenage Love

Teenage Love
Rumah Sakit 1.


__ADS_3

Setelah 15 lamanya........


Perjalanan Ambulan yang membawa Kenzo itu pun berhenti di Sebuah Rumah Sakit .


Para satpam yang berjaga di sekitar Pintu,


langsung mendekat ke arah ambulan


dengan Sigap.


Nampak 4 perawat juga mendekat sambil membawa Hospital Bed Beroda...


Perawat itupun Bergegas mendorong dengan Langkah Cepat...


Pak Sopir ambulance dan Para penumpang yang ikut mengantar langsung keluar Dari Dalam Sambil memindahkan Tubuh Kenzo yang sudah terbaring pingsan ke Hospital Bed yang Sudah dibawa oleh Para Perawat..


Setelah Dipindahkan,,, Perawat itupun pergi menuju UGD dengan Tergesa-gesa.


Dylan,Ardian Dan Pak Vino Mengikuti Gerak Perawat yang sedang bertugas itu dengan Wajah yang Cemas..


"Pak Saya Takut,Gimana Kalau Lukanya Parah??" Tanya Dylan Prihatin.


"Eh Lu... Jangan Ngomong macem²,,, temen lagi susah gini malah lu mikir yang nggak².


Lo Mau Gue Gibeng !?. Sahut Ardian Sewot


Mendengar Murid² nya Beradu Opini


Pak Vino semakin Terganggu karena Suara Gaduh mereka.


"Udah² Bisa Diem Nggak! Kalian itu bukannya berdoa malah berdebat hal nggak penting.


Kamu juga Dylan,Hubungi Pihak Keluarga Kenzo Cepat!


Dan Kamu Ardian Hubungi Bu Keyla,


Bilangin Kalau Kita sudah sampai di Rumah Sakit dan Kenzo Sekarang sedang Ditangani oleh Dokter..


Dan Mintakan Izin Jika Kenzo tidak dapat Melanjutkan Pembelajaran...

__ADS_1


Tas Ranselnya suruh Bawa Pulang Hugo."


"**Siyap Pak!!" sahut Mereka Berdua.


Sekilas Info:


Bu Kayla: Guru Piket.


Hugo: Teman Sekelas Kenzo + Teman Dekatnya**.


Back To Story...


Ardian dan Dylan sudah sibuk menelepon.


Mereka berdua mondar mandir mencari sinyal di pojok Ruangan Tunggu.


Sedangkan pak Vino, hanya duduk diam memandangi Pintu UGD yang masih Tertutup.


Sayu Matanya nampak cemas, jari jarinya terus mengepal.


Detik demi Detik dan Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore...


Nampak ada sebuah Bayangan mendekat ke Arah pintu dan Disusul dengan suara Klik Gagang Pintu yang terbuka.


Pak Vino yang melihat kehadiran Dokter,langsung menghampirinya untuk menanyakan keadaan Anak Muridnya.


"Dokter Gimana Keadaan Anak Didik saya,Apakah Lukanya Parah??"


Tanya pak Vino panik.


Mendengar Suara Pak Vino yang sedang bertanya pada Dokter.


Dylan dan Ardian langsung mematikan sambungan telepon dan bergegas menghampiri mereka.


"Dokter,,Gimana Kenzo? Apakah Sudah Sadar?" Tanya Dylan.


Mendengar pertanyaan Dari Pak Vino dan Dylan, Dokter langsung menjawabnya


"Pak dan Dik,, Saudara Kenzo masih pingsan,

__ADS_1


Namun sudah di tangani sebaik mungkin


Dan tinggal menunggu siumannya.


sahut Dokter.


"Boleh dijenguk Masuk Pak??"


tanya Ardian.


"Boleh silahkan.." Jawab Dokter.


Kalau begitu saya permisi Dulu,kabari saya jika saudara Kenzo sudah Siuman.


Ucap Pak Dokter.


"Oke Pak." Sahut Mereka ber 3.


Dokter pun pergi meninggalkan mereka.


dan Pak Vino mengawali untuk masuk ke dalam UGD diikuti oleh Dylan dan Ardian.


Di hadapannya nampak tubuh terbaring dengan Mata yang masih terpejam.


mereka tidak menyangka,jika Kenzo akan berakhir di Hospital Bed dengan Tangan yang Ter Infus.


Tak Kuasa melihat temannya menjadi seperti itu,, Dylan dan Ardian sangat membenci lawan main Kenzo dari SMK Melati.


Yah,,Siapa lagi kalau Bukan Rafael Arnadi dan para Anak buahnya.


Mereka berbuat curang dan menghalalkan segala cara hanya karena ingin Menang...


Ditempat Lain.


Rafael dan Tim basketnya bersorak gembira dengan kemenangan secara tidak langsung.


Walaupun seperti itu,, mereka terus berbangga diri.


Tak henti²nya Rafael tertawa Licik ...

__ADS_1


Bersambung ...


#Rumah Sakit 2.


__ADS_2