Teenage Love

Teenage Love
UKS


__ADS_3

Setelah berlari menelusuri


Lorong Lorong Kelas sambil


menggendong Delia.


Kenzo akhirnya menemukan


Ruangan UKS.


Dengan Cekatan, Dia segera menidurkan Delia di atas Hospital Bed UKS.


Lalu berteriak Teriak Memanggil nama Bu Hellen yang bertugas sebagai Dokter Di Tempat Itu.


Namun,, Bu Hellen tidak merespon.


Entah Dimana dia. dan Kenzo saking paniknya langsung kembali ke Ruang UKS untuk menemui Delia.


"Del Gimana nih,Bu Hellennya Nggak ada"


ucap Kenzo Panik.


Diketahui. bahwa Kenzo sangat Phobia dengan Darah. Walaupun dia melihat Darah Di Kaki Delia yang tidak terlalu Parah,


Baginya Sudah melihat Darah 1 ember saking Takutnya.


Delia yang melihat Raut Wajah Kenzo yang Panik,Hanya bisa tersenyum tipis sambil sedikit Menangis.


Sebenarnya Kakinya sudah tidak terlalu Sakit dan Darahnya sudah tidak seberapa Keluar.


Namun…,Dia tetap berlaga' merintih agar dapat melihat Kenzo yang semakin Ketakutan.


baginya itu adalah kesempatan untuk mengerjai Pria Nyebelin Tersebut.


Ditempat Lain.


Bu Hellen yang tengah berjalan kembali ke UKS setelah pergi sebentar Ke Toilet Pun segera berlari menuju suara Teriakan Kenzo.


Setelah Sampai di Depan Pintu UKS.


Dirinya sudah disuguhi pemandangan 2 siswa yang berada di dalam ruangannya.


"Eh ini Kenapa? Kok Bisa Berdarah Gini " Tanya Bu Hellen.


"Ini nih Bu, Delia Kesandung, Kakinya Darahan Terus nangis Aja Mulu.


Kan Aku Jadi Panik."


" Udah juga Bu Hellen Nggak Ada Di Ruangan. Kemana Sih,Aku Panggil² tadi Nggak Nongol²"

__ADS_1


Bu Hellen yang di Hujani oleh pertanyaan² dari Kenzo hanya Menjawabnya Kilas.


"Ibu tadi ke Toilet Makanya Gak Ada di Sini.


Salah Sendiri jadi Orang nggak Sabaran terus Panikan lagi"


ucap Bu Hellen menutup Pembicaraan.


"Coba ibu Lihat sini Kakinya".


Delia sambil meluruskan Kakinya agar mudah di periksa oleh Bu Hellen.


Yaampunn Kenzo. Kalau ibu lihat sih ini nggak Parah, Darahnya juga sudah tidak keluar. Jadi kamu jangan


Segitunya Khawatir sama Delia.


Ucap Bu Hellen menyindir.


"Gimana nggak Panik Bu.


Udah Gue Phobia sama Darah, Belum lagi Delia tadi nangis Mulu sambil merintih Kesakitan.".


Sahut Kenzo membela.


"Emangnya tadi kalian nglakuin apa?


Sampai sampai Delia jadi Jatuh Kesandung begitu?. Ini kan masih jam pelajaran."


Mendengar Pertanyaan Bu Hellen. Kenzo pun menanggapinya Enteng.


"Tadikan Gua sama Delia Di Hukum untuk ngebersihin Halaman Belakang Sekolah.


Terus karena Ke cerobohan Delia Pribadi,


Akhirnya dia Jatoh Kepleset sampah dan berakhir dengan kesandung Batu"


Ucap Kenzo mengingat apa yang


telah Terjadi.


Delia sebenarnya ingin mengatakan bahwa kakinya sudah tidak kenapa² sejak Kenzo menggendongnya menuju UKS.


Namun karena tak ingin Kenzo mengetahui sandiwaranya.


Delia memilih untuk Diam.


Bu Hellen segera mengobati Luka Delia dengan Obat Merah dan menutupnya dengan Perban.


Kenzo yang melihat Betadine sedang di tuangkan ke Bagian Kaki Delia yang Terluka,

__ADS_1


Hanya Bisa mengernyitkan Dahi dan memilih tidak melihat.


Dia berpaling ke Arah Pintu sambil Bergaya keluar untuk melihat lihat.


Menyadari Bahwa Kenzo sangat takut


dengan Darah.


Bu Hellen menceritakan kepada Delia


tentang Kejadian yang dialami Kenzo sehingga dirinya Phobia Darah.


FlashBack On.


Di suatu pagi yang cerah di SMA Mawar Bangsa. Kenzo bersama dengan Timnya. sudah bersiap menuju lapangan basket untuk mengikuti perlombaan Hari Olahraga sedunia.


Dia ditunjuk oleh Kepsek sebagai Leader Tim basket Sekolah.


Semua latihan² sudah dia lakukan bersama tim nya untuk melawan Grup SMK Melati Negeri .


Tak heran jika Kenzo mempersiapkan segalanya secara Matang².


Itu karena Leader Di SMK Melati yang bernama Rafael Arnadi adalah Musuh bebuyutan nya saat mengikuti Lomba Tahun Kemarin.


Pertandingan Tahun lalu memang berpihak pada Rafael. dan kali ini Kenzo tidak ingin hal yang sama terulang kembali.


Ronde Pertama dimulai.


Kenzo merebut bola dan Mengopernya pada Michael Teman setimnya dan melewati Rafael yang berada di hadapannya.


perebutan itupun berlangsung secara sengit.


Bola masih terus di operkan ke sana kemari.


Hingga Andi Teman setim Kenzo berhasil mengoper kepadanya. dan Akhirnya Goll.


Bola masuk ke dalam Ring dan Skor pertama berpihak Pada Mawar Bangsa.


Sorak Sorai penonton suporter Tim Mawar Bangsa memenuhi seisi Lapangan.


Mereka Bangga karena Timnya Unggul Di Ronde pertama.


Rafael yang melihat hal itu langsung memasang wajah murka. Dia memaki maki teman setimnya agar lebih kompak lagi.


Dia tidak ingin Jika Skor Seterusnya Sampai Diraih oleh Tim Kenzo.


Perebutan dan Dribble terus berlanjut.


Oper Mengoper bola masih tetap terjadi.

__ADS_1


Dan ........


#Bersambung di Bab 9😂


__ADS_2