
Tepat Pukul 3.30 Siang.
Bel Di SMA Mawar Bangsa Berbunyi sangat Nyaring.
Para Siswa yang Berdengar Bunyi Itu,Langsung Bersiap Untuk Pulang.
Keadaan Kelas Di IPS 1 menjadi Tenang saat Daniel yang Menjabat sebagai Ketua Kelas memimpin Anak Buah nya untuk Berdoa...
1 menit berlangsung Akhirnya Doa Diakhiri.
Dan Semua Anggota Kelas berhamburan Keluar Sembari Bersalaman Dengan Pak Aryo yang tadinya Mengajar di Kelas itu.
Setelah Selesai Bersalaman dengan Pak Aryo.
Kirana dan Delia Berjalan Pulang Bersama, Dengan Mulut yang tetap diam Membisu.
Karena Sudah Tak sanggup lagi menahan Unek-unek nya.
Delia pun Mencari Topik pembicaraan dan mengawali Percakapan.
"Kir,Kamu ke sekolah naik Apa?"
Tanya Delia.
Karena Mendengar Pertanyaan Delia.
Kirana menjawab santai.
"Gua kesini naik Mobil.
Mau Pulang Bareng Gua nggak?"
Mencerna Ajakan dari Kirana.
Delia Ingin Mengatakan "Ya".
Kebetulan dia Hari ini Jalan Kaki.
Kan lumayan dapet tumpangan Gratis.
(Pikir Delia Dalam Hati).
"Yaudah Kir Aku Ikut" Ujar Delia
"Yaudah Tunggu Disitu Dulu.Aku Ambil Mobil."
"Awas jangan Lama Lama" Kata Delia
"Oke" Sahut Kirana.
Kirana pun melenggang pergi mengambil mobilnya di Tempat Parkir.
Sementara Delia Berteduh Di bawah Pohon Beringin Dekat Area Parkir sambil Menunggu Kirana Menjemputnya.
Belum Lama Delia Menunggu Sosok Kirana datang. Malah Dia Di kejutkan dengan Penampakan Tubuh Atletis Pria Bermotor Vespa yang menghampirinya Berlahan.
Pria Itu adalah Kenzo.
Kenzo yang Tak sengaja melihat Delia dari kejauhan sedang Berteduh di bawah Pohon Beringin.
Dia Menghampirinya untuk menawarinya Pulang Bareng naik Motor.
"Lagi Sendiri Aja Del,Ngapain Lo diem Aja Di Bawah Pohon? Yuk Pulang Bareng Gue aja. Kayaknya Lo tadi ke sekolah Jalan Kaki kan.
Namun Karena sudah memiliki Janji Dengan Kirana jika Dia ingin Pulang bersama.
Delia menolak Ajakan Pulang dari Kenzo.
"Maaf Ken,Kayaknya Next Time Aja Ya,Gue tadi udah ada janji pulang bareng sama Kirana"
"Kirana itu Siapa Del? Temen Kamu?
secara tak disadari oleh Kenzo bahwa dia menaruh sedikit rasa Cemburu saat Delia memiliki Janji Dengan orang lain dan Menolak ajakannya untuk pulang bersama".
"Iya Dia Temen Sebangku Aku" Ucap Delia.
Kenzo yang mendengar Itu merasa Lega.
Karena setidaknya teman Delia adalah Wanita.
Tak berselang lama Kirana Datang mendekati Mereka Berdua Dengan Mobilnya.
"Del ayo Jadi nggak??"
Karena melihat Kenzo sudah datang terlebih dahulu dengan motornya.
Kirana Pun Menjadi Peka.
Dia mencoba Mengerti apa yang disiratkan oleh Kenzo melalui tatapan sekilasnya kepada Kirana.
Dan Kirana Pun merasa ingin mengerjai Delia dengan Meninggalkan sendiri mereka berdua supaya bisa pulang bersama.
"Eh ada Kak Kenzo. Yaudahlah Del,Gak jadi aja ya bareng aku.Kan udah dijemput kak Kenzo. kebetulan dia kan kakak Kamu.
Kasian lah masa Pulangnya sendiri².
Padahal kalian 1 Rumah.
Yaudah Bye Del". ucap Kirana.
Belum sempat berkata 1 kata pun.
Delia melihat Kirana Pergi menjauh dengan Mobil Merahnya.
Meninggalkannya Berdua Dengan Kenzo.
Moment itu tak disia-siakan oleh Kenzo.
Dia pun kembali mengajak Delia untuk Pulang bersama dan sedikit merayunya.
"Tuh kan Del,Kamu ditinggal Kirana.
Yaudah bareng naik motor sama aku aja dari pada kamu naik angkot kan sumpek."
Naik Motorku kamu pasti Suka."
"Ayolah Naik"
Kenzo Menepuk Jok belakang Sembari menyodorkan sebuah Helm Pada Delia.
Delia yang merasa di pojokkan.
Tak memiliki alasan lagi untuk menolak tawaran Kenzo.
Kirana Pun Memakai Helm dan Segera Naik ke Jok Belakang Motor Kenzo.
Setelah Delia memilih setuju atas tawarannya.
Kenzo merasa sangat Bahagia.
Karena Dia memiliki waktu Bersama Delia Berdua.
Kenzo Memberikan Aba-aba jika dia siap untuk berangkat Mengantarkan Delia Pulang.
"Udah siap?"
__ADS_1
"Sudah,"
"Beneran,nanti Bercanda?"
"Nggak,Kenzoooo"
"Kenzo Siapa Sih?"
"Kenzoooo Yulian Akbar Aku Siappp."
"Berangkaaattt"
Setelah Selesai Bergurau.
Kenzo pun Meninggalkan Area Parkir
Dengan Membonceng Delia.
Hanya Tinggal Suara Motor Kenzo Yang Tersisa.
Terdengar semakin menjauh dan Hilang Terbawa Angin.
Flashback:
Tak dirasa Oleh Mereka Berdua.Bahwa Banyak sekali Mata Juliet yang dari tadi menatap sinis ke arahnya.
Tak Hanya Geng Baby Girl.
Tapi Seluruh siswi Perempuan yang tak suka dengan kedekatan Kenzo dan Delia.
Mereka Terus saja menaruh rasa Iri Terhadap Delia dan selalu menyindir nya saat Delia tengah Berpapasan Dengannya.
Flashback Off.
Di tempat Lain,Kenzo dan Delia tengah santai menikmati jalanan Kota Jogja yang sangat Indah.
Kenzo yang sedang mengendarai memelankan laju motornya.
Saat dia tak sengaja melewati Taman Kota.
Delia yang merasa bahwa Kenzo mengemudi pelan.Segera menanyakan padanya.
"Ada Apa? Kok Jadi Pelan Jalannya?"
"Mau Nggak Mampir Ke Taman Kota Del?"
Tanya Kenzo Sambil Berharap.
"Nggapain Kesana?
Langsung Pulang Aja Yuk"
Sahut Delia.
"Hem,,Yaudah. Pegangan Napa,
Naik Motor itu pegangan biar gak Jatuh" Ucap Kenzo.
"Idihh Modus" Elak Delia.
Mendengar Delia berkata demikian.
Kenzo pun menancap Gas tanpa berfikir Panjang.
Delia yang kaget dengan Laju Motor Kenzo pun Sontak Memeluk Pinggang Kenzo dengan sangat Erat.
"Kenzoooo Pelan Pelan Jangan Ngebut.
Aku Takut Jatuh". Pinta Delia Merengek.
Kenzo pun mengatur Laju Kendaraannya menjadi Pelan.
"Ya nggak Pelan Gitu Juga Kale". Ujar Delia.
"Yaudah Makanya Pegangan."
Dengan Laju Cepat Kenzo membawa Delia dengan motornya.
Nampak Tangan Lembut Delia yang memeluknya dari belakang.
Membuat Jantung Kenzo Berdetak Cepat
Hal itu Juga Di rasakan Oleh Delia.
Namun mereka hanya memilih Diam dan menikmati pemandangan Sore Hari kota Jogja yang Indah.
Setelah Lama Berkendara.
Akhirnya sampailah di Sebuah Rumah Minimalis Ber cat Dinding Warna Cream Bersuasana Sejuk.
Penuh dengan Bunga Bunga indah yang ditanam oleh Ibu Delia.
"Udah Sampek Tuh,
Bener yang ini kan Rumahnya?"
"Iya"
Makasih Atas Tumpangannya.
"Oke Gak Masalah."
"Nggak Mampir Dulu Masuk Ken?"
"Nggak Del,udah Sore Juga"
Karena Mendengar Suara Anaknya dari Luar Bu Irma pun Bergegas pergi Menghampiri nya.
Nampak Diluar Dia Melihat Anak Gadisnya tengah Berbincang bincang dengan Seorang Cowok.
"Eh Del,Kok temennya nggak Diajak Masuk?"
Ucap Bu Irma.
"Halo Tante,Nggak Mampir Te Sudah Sore."
Sahut Kenzo.
"Oh Yasudah Kalau Begitu Hati Hati"
Sahut Bu Irma.
Kenzo yang sudah berpamitan kemudian menghidupkan mesin motornya.
Tak lupa dia mengucapkan Salam Sebelum Dia Pergi
" Assalamualaikum "
Delia dan Ibunya yang mendengar Salam Dari Kenzo pun menjawab Secara bersamaan.
"Waalaikum Salam".
Nampak Kenzo menjauh pergi dan hanya suara motor Vespa nya yang masih terdengar samar-samar.
Ibu dan Anak Itupun Masuk Ke dalam Rumah secara bergantian.
__ADS_1
Ibunya yang masih Kepo dengan sosok cowok yang mengantarkan anaknya pulang.
Lantas menanyakannya kepada Delia.
"Hayo yang antar Pulang Tadi Siapa?"
Mendengar pertanyaan Ibunya yang cenderung mencurigainya.
Delia hanya menjawabnya singkat.
"Kakak Kelasku" ucap Delia
Wah Wah Wah,,Udah Kepincut aja Tuh Kakak Kelasmu...Kalau Menurut Ibu sih, Dia Itu Kelihatan anak yang Baik.
Tampan Lagi.
Delia mendengar ibunya mengomentari Kenzo hanya diam dan tak merespon pendapatnya.
Karena Delia tau,kemana Topik Pembicaraan yang dikodekan Ibunya.
"Pasti Masalah Pacar." Batin Delia.
Tak mau ibunya terus melanjutkan pendapatnya tentang Kenzo.
Delia pun pergi ke kamar nya untuk mandi.
Karena Badannya sudah terasa lengket dan gerah.
"Yaudah Bu,Aku mau mandi Dulu,Aku makannya nanti. Kayaknya Aku mau Tidur sebentar.
Nanti jam 7 ibu bangunin aku ya?"
"Oke" Ujar Ibu.
Delia segera pergi ke Kamarnya dan langsung Mandi.
Dia membesihkan diri
selama 20 menit.
Dan akhirnya selesai.
Dia langsung mencari baju gantinya
di lemari baju.
Nampak Sebuah Piyama Berwarna Cream bermotif Doraemon segera di pakainya.
Delia mengganti Handuknya dengan piyama tersebut dan Segera menuju Ranjangnya Untuk Tidur.
2 jam berlalu Delia pun Bangun dari Tidurnya.Karena terganggu oleh Suara ibunya yang dari tadi mengoceh mencoba membangunkan Dirinya.
"Del,Bangun Udah jam 7.
katanya Mau Makan."
Ucap ibu mengingat.
Mendengar Ucapan ibu.
Delia Dengan Malas membuka matanya dan segera bangun dari Ranjangnya menuju ke arah meja makan.
Dengan mata yang masih mengantuk.
Delia memakan masakan ibunya.
Kali ini Ibunya membuatkannya Nasi Goreng Rica Rica kesukaannya.
Disantapnya Makanan tersebut dengan Lahap. Sesekali Delia meminum Air karena Nasi goreng Buatan Ibunya terasa sangat Pedas.
Sebetulnya Ibunya sengaja menambahkan Cabai agak banyak.
Agar Delia Bisa merasa Pedas dan nggak ngantuk Lagi.
"Bu Kok Nasinya Jadi pedes Banget Gini sih?"
Tanya Delia Heran.
'Ibu tambahin Cabenya biar Kamu Kepedesan Terus jadi nggak ngantuk Lagi deh.
Hehehe" Ibu tertawa Nakal
merasa bangga karena bisa mengerjai Anak perempuan semata Wayangnya.
Terdengar Suara Ketukan pintu Dari Luar.
TokTok Assalamualaikum Buk, Delia?
"Waalaikum Salam" Sahut ibu dari Dalam sebelum dia membuka Pintu Rumah.
Mendapati Suaminya Sudah Pulang Dari Kantor.
Bu Irma mencium tangannya dan Membiarkannya Masuk.
Pak Ikhsan yang melihat anaknya sedang makan secara lahap pun langsung mendekati anaknya dan memanggilnya.
"Delia,Ayah Pulang" Ucap Ayah.
Mendengar Ayahnya pulang Delia pun langsung mendekati dan mencium ayahnya.
Wah ayah sudah Pulang.
"Capek Yah? Tanya Delia"
"Udah Biasa,Nggak Capek Lah Ayah Kan Batman." Sahut Ayah Bergurau.
"Yah ayah Bercanda Terus.." Ucap Delia.
Ibu yang mendengar Perbincangan Anak dan Ayah itu hanya tersenyum.
Sambil memberikan Hidangan Malam
Untuk ayah.
Yaaa tentu,,,Makanan Kesukaan Ayah adalah Rujak Sayur buatan Bi Inah Pembantu nya.
Ketika ayah sedang makan.
Delia berpamitan kepadanya untuk pergi ke kamarnya.
Mendengar Ucapan Putrinya ayah hanya mengacungkan 1 jempol pertanda Oke.
Delia Segera pergi ke kamar untuk Tidur tak lupa sebelum tidur dia melihat Chat WhatsApp di Ponselnya.Ternyata hanya Grup kelas yang bertengger di Atas Dengan Notif Terbanyak.
dan tidak ada chat penting dari siapapun.
Jadi Delia memilih menutup WhatsApp nya dan bersiap untuk tidur.
Lampu Kamarnya di matikan dan hanya tersisa lampu penerangan kecil Berbentuk Doraemon yang Menyala.
Delia pun tertidur dengan Pulas.
Karena keesokan Harinya dia Harus Bersekolah.
#Next Bab 6.
__ADS_1