Teh Tarik Pus

Teh Tarik Pus
Dia, Ibu Tiriku


__ADS_3

Deg!


Di..diaaaa.


Tiba-tiba badanku terasa lemas, wajahku pias,  mata pun terasa panas. Bayang-bayang masa lalu saat ku kecil, semuanya melintas tanpa permisi.


Ke..kenapa dia bisa disini?


" Hei Kin.....Kina.....Kinara? " Panggil bu Rihanna


Aku yang kaget pun gelagapan menjawab, " I...Iya buk ada apa?"


" Kok tiba-tiba kamu pucet,nak?"


" Gak papa,buk. O iya buk, tadi yang baru saja kesini siapa ya?"


" Oooh itu ibu Sundari, istri Kepala Sekolah sekaligus pengamat seni dari provinsi. Beliau yang nantinya memilih hasta karya dan kudapan untuk di jadikan produk unggul di alun-alun kota."


Mendengar penjelasan dari bu Rihanna membuatku duduk lemas seketika. Ini berarti aku akan sering-sering bertemu dengannya.


" Ya Allah,nak kamu kenapa lagi" 


Entahlah yang kurasa badanku sangat lemas dan tiba-tiba semuanya terasa gelap.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


" Kinaaaaa, cuciin baju-baju ibu sekarang! Besok ibu ada pertemuan penting."


" Iya buk, Kina makan dulu ya, Kina laper"


" Eh.... Eh.... Eh... Enak amat kamu belum apa-apa udah makan. Cuci dulu baju ibu sekarang, baru kamu makan setelahnya!"


" Baiklah,bu"

__ADS_1


30 menit kemudian Kina sudah selesai mencuci baju-baju seragam ibunya. Di jemurnya dengan hati-hati,kalau sampai terjatuh, tuh isi kebon binatang di absen semua sama si ibu.


" Alhamdulillah selesai, aku bisa makan sekarang. Yes!"


Baru saja mau ambil piring, " Kina......ambilin charger laptop ibu di kamar buruan, Laptop ibu dah mau mati nih!"


" Astaghfirullah, iya buk!"


Dengan tergesa-gesa Kina berlari menghantarkan charger laptop dan tanpa sengaja,


Byurrrrrr


Air minum yang sedari tadi hendak di minum ibunya terjatuh membasahi laptop ibunya karena senggolan dari tangan Kinara.


" Ya ampun Kina....! Mata kamu kemana sih, tuh kan laptop ibu jadi kena air. Kalo rusak gimana, emang bapak kamu bisa gantiin hah?"


" Ma-maaf buk Kina gak sengaja tadi kesandung si Putih. "


" Halah alesan aja kamu, dasar anak gak ada guna! Sana keluar kamu jangan masuk rumah sebelum duhur!"


" Bodo amat, salah kamu daritadi bukannya makan malah mainan aja! Dah sana sana keluar. Engap aku liat muka kamu"


Braaaak


Pintu rumah d banting sekuat-kuatnya dan di kunci dari dalam.


Dor dor dor


Kinara mencoba menggedor pintu, " Buk buka buk Kina lapar, Kina mau makan! Kina janji abis makan bakal beresin, gak jorok lagi"


" Udah sana makan bekasan si Putih!"


" Gak mau buk, Ina mau makan sama ibu di dalem, bukain buk hiks hiks hiks*

__ADS_1


Berkali-kali Kinara coba menggedor pintu rumah agar bisa masuk dan menyantap makanan pun nihil, ibu tirinya kekeh tak membukakan pintu untuknya, bahkan menyodorkan makanan untuk Kinara makan di luar pun,tidak.


" Ya Allah aku lapar sekali, aku pingin makan hiks hiks hiks"


Di sela tangisnya menahan lapar ia melihat sisa makanan si Putih, kucing kesayangan ibu tirinya berserakan d lantai.


Perlahan ia punguti sisa-sisa makanan kucing itu sambil menangis.


" Embaaah, aku pingin pulang, aku gak mau tinggal sama bapak sama ibuk disini, mereka jahat. Aku kelaparan disini, hiks hiks hiks"


" Meoooong"


Tiba-tiba saja si putih, kucing kesayangan ibu tirinya tampak di depannya sambil membawa 1 ekor ikan goreng di mulutnya.


Reflek saja Kina menyomot ikan yang di gigit si putih dan memakannya sampai habis, anehnya si Putih tak bereaksi apa-apa saat ikannya di ambil paksa oleh Kinara 


Sembari mengelus-elus kepala si putih, kina memohon maaf, " Maaf ya pus, aku ambil ikan kamu. Aku laper banget" 


" Meoong" ia pun berlalu, sepertinya masuk ke rumah lagi lewat pintu kecil dari arah belakang.


Terdengar teriakan dari dalam rumah, sepertinya ibunya sedang marah besar


" Ya ampun si putih! Udah ku kasih jatah ikan satu masih gak cukup juga kamu,hah? Gak kenyang-kenyang juga kamu? Nih rasain hukuman buat kamu!"


" Meoooooooong!"


Terdengar sepertinya si putih kesakitan, sangat menyayat telinga sekali. Aneh, katanya si putih kesayangan, tapi kalo si putih buat salah kok di siksa. Gak ada ahlak!


Kinara yang ketakutan segera lari bersembunyi di bawah pohon pisang samping rumah dengan terus menangis.


Hiks hiks hiks, embah, aku pingin pulang aja, pingin ketemu mamas, embak, temen-temen juga. Pingin sekolah lagi. Kina disini jarang dibolehin sekolah, Kina capek di suruh-suruh terus, hiks hiks hiks


Mendengar ada yang menangis, seseorang yang lewat pun berhenti,

__ADS_1


" Loh, Kina, kenapa kamu sembunyi disini? Kamu gak sekolah,nak?"


bersambung....


__ADS_2