Teh Tarik Pus

Teh Tarik Pus
Para Meong


__ADS_3

" Meooong... meooong....meooong" 


Apalagi ini ya Allah.. jangan jangan.....


Tiba-tiba 


Bruuuuug...


Tutu, si kucing tertua lompat di perut Kinara.


"Aduuuh sakit, turun kamu Tutu, aku ngantuk"


 


Namun entah kenapa Tutu tak mau turun malah menggigit nya.


" Hahaha Ya Allah Tutu, dasar kucing comel, Kalo kayagini sih, pasti kamu laper kan, iya kan kan kan? Kecapekan kamu ya abis ngejar Spiderman?"


"Meooong meong meong" 


" Eh, ngomong-ngomong geh tadi aku lupa tanya sama Spiderman nya cewek apa cowok sih ya? Hahaha udahlah, ayok kita keluar dulu pus ke ruang makan." ajak Kinara


Lagi lagi hanya meong jawabnya.


Kinara pun bergegas ke ruang makan.


tap tap tap suara langkah mereka

__ADS_1


" Ciluuuk baaaaa, yaaaaah tinggal tempe doang pus, gak papa lah ya daripada kamu kelaperan. Nih makan, buruan abisin terus kita bobok lagi !"


Sekali hap, beres, lanjut tidur lagi.


Begitulah keseharian Kirana dan ketiga kucingnya yang sangat setia menemani, seperti halnya rexona, yang setia saat.


Tapi mereka bukanlah rexona, mereka hanya kucing kampung yang tak sengaja mampir ke rumah Kinara.


Hal yang paling Kinara syukuri selama 1 tahun terakhir ini.


Biarpun ia tinggal sendiri d rumah, ia masih memiliki teman tidur, teman curhat sekalipun hanya Meoooooong meooong meoooong, yang bisa mereka jawab. Setidaknya dengan kehadiran para kucing itu bisa mengurangi rasa kesepian nya.


Apapun yang dirasakannya, hanya ia curahkan kepada Tutu, Bili dan Bolo karena ia tak cukup berani bercerita pada orang lain.


Dari luar ia nampak tegar dengan usianya yang baru 12 tahun, bukan umur yang cocok baginya hidup sendiri, iapun pasrah dengan keadaan ini.Tapi dari dalam sebenarnya ia tersiksa dengan semua ini. Yang ia inginkan hanya berkumpul dengan keluarganya, layaknya manusia normal


"meooong meoooong meong" lagi lagi begitulah jawaban mereka.


Biarpun begitu, Kinara bisa mengulas senyum sendu nya.


" Kamu nih, ngerti gak sih,pus, aku ngomong apa? Ditanyain jawabnya meong, di marahin jawabnya meong, di panggil jawabnya meong juga. Eh tapi kalian kan Kucing yah, ya meong meong doang lah ya? hahahah"


" auuuung auuung" jawab Bolo, kucing yang paling pintar


" Ayo pus kita bobok lagi, besok aku harus bangun pagi, aku mau sekolah, jadi anak SMP puuus. Aku udah gede ya ternyata "


"Meooooong"

__ADS_1


Bapak, mamak, besok kan ku mulai hari baru menjadi siswi SMP. Kan ku jalani semuanya seorang diri. Kan ku rajut asa, agar masa depanku layak ku sebut dengan bangga.


Aku bukanlah mereka yang punya keluarga lengkap, aku hanya sebatang kara, dengan 3 kucing penyemangat jiwa. 


Entah mereka mengerti atau tidak bahasa manusia. Yang ku tau, aku bahagia bersama mereka meski bukan dengan manusia. 


Paling tidak, mereka tak akan pernah membuatku kecewa*.


Mereka pun akhirnya tidur berselimut mimpi, tapi tidak dengan Bolo, ia seolah mengerti penderitaan Kinara.


Bukan tanpa alasan, dulu Kinara menemukannya dalam keadaan yang memprihatinkan.


Bolo dulunya di siksa oleh majikannya dan di buang di dekat sawah.


Kinara menemukannya penuh luka, ia pun membawanya pulang dan merawatnya.


Mungkin inilah caranya kucing berterima kasih pada manusia yang menyelamatkan.


satu kali kebaikan, mereka membalasnya ribuan kali.


Bersambung.....


Note:


Di kisah ini banyak kisah nyatanya ya readers, cuma gak author sebutin yang mana-mananya.


Tetep saling support ya, like and comment.

__ADS_1


Love u as always, 😘😘😘


__ADS_2