Teh Tarik Pus

Teh Tarik Pus
Sepenggal Kisah Lama


__ADS_3

Ceklek, pintu rumah terbuka


"Assalamualaikum, bu Tri."


" Waalaikum salam. Ada yang bisa saya bantu?"


" Saya gak perlu basa -basi bu, saya kesini cuma mau nyari Kinara, anak saya. Tadi kata tetangga sebelah saya, dia dipaksa-paksa sama ibu."


" Hah, di paksa?" tanya bu Tri keheranan.


" Lah iya, ibu mau mengelak fakta? Mana Kinara, sudah siang, waktunya dia makan."


" Huh, sebentar saya panggilkan, tadi dia lagi makan. "


" Halah, lama!" Langsung nyelonong masuk


" Eh bu-bu, gak asal selongong masuk rumah orang gitu geh. Saya aja belum ngijinin ibu masuk."


Ibu tiri Kinara mengepalkan tangannya menahan geram.


" Kinara, kamu dah di susul tuh sama ibu kamu," duduk sambil membelai kepala Kinara, "Kata ibu kamu, udah masakin yang enak-enak loh buat Kina."


" Kinara, ayok pulang!" teriak ibunya dari luar.


Bu Tri dan Kina menoleh ke sumber suara,


tampak Kinara terkejut dan matanya pun berkaca-kaca. Enggan menuruti, tapi ia juga harus pulang supaya keadaan tidak semakin kacau.


" Pulanglah nak, kapan-kapan main kesini lagi. Nanti bu Tri buatin kue yang enak-enak lagi,ya?"


" He.em buk. Makasih buk Tri udah ngajakin Kina kesini. Kina pulang dulu ya,buk"


" Iya nak. Yok, ibu anter sampai depan."


" Kamu ini dipanggil lama banget sih" memaki dan menarik tangan Kina dengan kuat sampai kina terjatuh.

__ADS_1


" Ampun, buk. hiks hiks hiks" tangis Kinara pilu.


" Bu, jangan kasar sama anak! Kasihan!" cerca bu Tri. " Kan bisa pelan-pelan sih, gak harus nyakitin anak kecil!"


" Bukan urusan kamu! Tangan-tangan saya kok kamu yang repot!"


" Astaghfirullah, Kina masih kecil loh,buk. Jangan menciptakan kenangan buruk di benaknya."


" Berisik!"


Sepanjang mata memandang, tampak ibu tiri Kinara menariknya paksa. Sungguh pandangan yang menyiksa mata, bu Tri pun hanya bisa menahan geram melihat semua ini.


🍁🍁🍁🍁🍁


Kinara .... Kinara.... bangun


" Ampun buk, ampun, jangan pukul Kina lagi. Kina janji gak nakal lagi, buk. Hiks hiks hiks"


" Astaghfirullah Kina, buka mata kamu nak, istighfar. Ini bu Rihanna, nak."


" Ibuk, Kina takut buk. hiks hiks hiks." Kinara menangis sesenggukan di pelukan bu Rihanna. Teman-temannya yang melihat ikut mengerumuni dan menanyakan apa yang terjadi.


" Kina, kamu kenapa?" tanya teman-temannya


Kina pun hanya menggeleng.


" Ssstttttt" bu Rihanna mengisyaratkan agar teman-temannya bisa meninggalkan mereka berdua.


" Kina, kalau ada masalah, kamu bisa cerita sama ibuk. Gak papa kok, ibu bisa jaga rahasia."


Dengan masih sesenggukan Kinara menceritakan semuanya. Masa lalu yang benar-benar membuatnya trauma. Masa lalu yang seharusnya sudah sirna, kenapa kini malah hadir kembali.


Bu Rihanna pun hanya bisa mengernyitkan dahi, menitikkan air mata dan sesekali menutup mulutnya tak percaya dengan yang ia dengar hari ini.


Kinara Maharani, gadis yang baru 3 bulan ini menjadi muridnya, tak disangka memiliki masa lalu yang amatlah kelam.

__ADS_1


" Kina, tahu gak siapa itu bu Tri?"


" Tahu buk, tetangga Kina dulu yang paling sayang sama Kina. Hiks hiks"


" He.eh. Kina, bu Tri itu kakaknya bu Rihanna. Beliau dulu sering bercerita tentang anak kecil yang lucu, pinter, tapi di telantarkan sama orang tuanya. "


" Hah? Bu guru adiknya bu Tri?" Kinara menatap bahagia ke arah bu Rihanna.


" Iya,nak. Dulu ibu sering di ceritain banyak banget tentang kamu, bahkan dulu ibu ngotot pingin ketemu sama kamu. Eeeeh, udah jauh-jauh main ke rumah bu Tri, katanya kamu udah tinggal sama nenek kamu di kampung."


" Iya tah,buk?"


" Iya bener. Tapi ada yang harus Kina tahu. Sekalipun Kina punya masa lalu yang buruk, kamu jangan larut dalam kesedihan ya? Masih banyak anak-anak di luar sana yang gak seberuntung Kina saat ini. Banyak dari mereka yang kalah dalam kehidupan."


" (Menggenggam tangan Kinara) Pokonya Jangan pernah takut dan bersedih ya. Jangan pernah Kina berhenti bermimpi ya nak. Masa depan kamu masih panjang. Ibu yakin, pasti masa depan Kina cemerlang."


" Iya,buk. Terima Kasih ibu sudah mendengarkan cerita Kina. Kina cengeng banget ya buk?"


" Gak papa Kina. Asal Kina tahu, ibu dan bu Tri dulu pernah mengalami masa-masa kecil yang sangat memilukan nak, bahkan lebih parah dari Kina. Tapi bu Tri, kakaknya ibu, selalu berusaha untuk bangkit dan semangat."


" (Tarik nafas) Bu Tri selalu mengajarkan untuk membalas perlakuan orang-orang yang sudah menjahati kita, orang-orang yang sudah merendakan kita dengan prestasi. Supaya apa? Supaya mereka menyesal, sudah berbuat yang tidak baik sama kita. Sejak saat itu, ibu gak pernah sedih lagi, gak pernah takut lagi."


" Ooo, ibu guru. Ternyata kita senasib ya?"


" Hahahaha, ah iya ya. Kacian banget deh kita" Sambil berpura-pura menangis manja


" Dah, sekarang Kina cuci muka, minum, kita tunggu hasil pengumuman lomba. Mudah-mudahan ada kabar baik. Semangat!"


" Iya buk, semangat!"


*Nak, ku pastikan kehidupanmu kedepan jauh lebih baik lagi dariku yang sangat malang, seperti dulu kala. Kau memiliki banyak hal istimewa yang belum kau sadari. Kau memiliki tekad keberanian dan ketulusan hati yang tak semua anak seusiamu miliki.


Kau pasti bisa melewati semua ini.


bersambung*....

__ADS_1


__ADS_2