Teman Ku Kuntilanak

Teman Ku Kuntilanak
BAB Pertama


__ADS_3

Hai nama ku rania usia ku baru empat belas tahun.aku tinggal di desa randu tepat nya di jawa barat.aku tinggal berdua bersama nenek ku,dan rumah kami ada di tengah hutan,tepat nya di kebun milik nenek ku,bukan rumah sih tapi lebih cocok di sebut gubuk,tapi aku dan nenek nyaman tinggal di sini,suasana nya adem tenang sunyi,yang penting tidak kepanasan tidak ke hujanan,dan kami bisa tidur dengan nyenyak,itu saja kami sudah sangat bersyukur,walaupun hidup seadanya,


"hari-hari ku berjualan keliling kampung,tentu saja menjual hasil dari kebun kami,seperti ubi singkong kangkung genjer dan juga pisang,


"Sebetul nya aku dan nenek banyak memiliki saudara ada paman bibi sepupu juga banyak,"Tapi entah mengapa nenek memilih mengasingkan diri,memang dari kebun ke rumah penduduk tidak terlalu jauh,kurang lebih tiga puluh menit dengan jalan yang menanjak,


"di rumah yang tinggal selain aku dan nenek,ada juga teman-teman ku,tiah sella uti dan juga bone.


"Tentu saja mereka bukan manusia"mereka teman ku dari dunia lain?


"Rania tolong anter ubi ungu ke rumah bi uum."nenek nggak salah ini sudah mau maghrib lho,"bawa senter saja katanya bi uum sedang ngidam ingin makan ubi ungu sekarang juga,"ucap nenek


"Ya sudah nek mana ubi nya,"aku pun mengantar ubi pesanan bi uum,tentu saja aku di temani keempat sahabat ku.


"ke empat teman ku melayang di sisi kiri dan kanan ku,sedang kan uti di atas kepala ku,


"Rania elu nggak mau melanjutkan sekolah elu,masa cuman sd sih.? "ucap uti


"Ya elah ut boro-boro buat biyaya sekolah buat makan hari-hari saja kamu susah.


"Tapi kan paman elu orang kayak kepala desa pula masa nggak sanggup biyayain elu sih?"timpal bone"


"aku nggak mau sekolah lagi.aku mau bantu nenek kerja saja cari uang"


"elu emang cucuk yang pengertian."puji sella"


"singkat cerita kami pun sudah sampai di rumah bibi uum,dan aku di kasih uang dua puluh ribu,untuk dua kilo ubi yang ku bawa,


"kami pun kembali pulang,karena arah pulang jalan nya menurun biasa nya aku lari,agar cepat sampai di rumah,


"hayo kita lomba lari"ucap ku seraya lari lebih dulu.tanpa menunggu jawaban dari ke empat sahabat ku,


"et dah dia selalu curang"teriak bone seraya mengejar ku.

__ADS_1


"tiah sella dan juga uti pun ikut mengejar"


"Tapi lagi-lagi aku kalah karena tiah dan sella sudah mengdahuluiku"


"hayo luh mau curang yah tetap saja aku yang menang,"ucap tiah seraya menyeringai puas,


"iya deh elu yang selalu menang"ucap ku seraya duduk di atas jalan setapak seraya mengatur nafas ku.


"si uti mana?"ucap bone


"eh iya uti mana?ulang ku. "mungkin ia masih di belakang kita tunggu di sini saja."sahut sella.


"sudah hampir sepuluh menit kami menunggu.tapi uti belum juga muncul.


"kok lama banget sih kemana dulu tuh anak"keluh bone.


"kita susul yuk takut nya uti kenapa-kenapa"ucap tiah.


"aku pun mendongak benar saja uti nyangkut di pohon randu,dengan posisi kepala ke bawah,


"heei kunti elu ngapain disitu"ucap ku seraya terkekeh,


"wooi tolongin lah jubah gua nyangkut ini,buruan pala gua sudah pusing,"teriak uti,


"tiah sella dan bone justru malah ngetawain uti juga,"sel buruan tolongin uti"ucap ku.


"lagian apa guna nya elu punya mata besar,pohon randu segede gaban elu tabrak,"ucap sella seraya melayang untuk menolong uti.


"kini uti pun sudah bebas dari jerat si pohon randu,"Rania nanti tolong jahit jubah gua ya noh lihat sobek kan?"ucap uti"iya nanti gua jahit hayo ah kita pulang,


"singkat cerita kami pun sudah sampai di rumah"


"kok lama sih kemana dulu.ucap nenek. "biasa nek ada drama dulu di perjalanan,si uti nyangkut di pohon randu"sahut ku seraya menuju dapur untuk mengambil air minum,

__ADS_1


"nenek hanya brigidig saja.seraya menutup pintu,nenek memang tahu jika aku punya kelebihan,"dan nenek sudah tidak aneh lagi kalau aku sering bicara sendiri.


"oh iya rania nenek mau ke rumah bibi mu yang ada di kota,kaka sepupu mu mau menikah,"Tapi kamu juga harus ikut yah,


''kapan itu nek?"lusa nanti supir pribadi bibi mu akan menjemput kita,besok nenek mau kepasar beli baju baru untuk mu,


"untuk apa beli baju baru?baju ku juga masih banyak kan nek,"iya baju mu banyak tapi semua sudah jelek,"ucap nenek seraya masuk ke kamar nya,


"Ya bagai mana tidak jelek.terakhir nenek membeli kan baju baru waktu aku masih kelas lima sd,dan baju hari-hari yang ku pakai bekas sepupu ku yang sudah tidak terpakai lagi,


"Sebetul nya aku tidak pernah meminta apa pun dari nenek,bisa makan tiap hari saja aku sudah bersyukur,


"aku merebahkan tubuh ku,"Kamu kenapa sedih"ucap sella seraya ikut berbaring di sisi ku,


"aku tidak sedih jawab ku seraya memiringkan kan tubuh ku,membelakangi sella,


"gua tahu elu sedih? "Rania elu tahu nggak kunti yang bernama riska?kunti berjubah merah bukan?"tanya ku.memang kenapa dengan riska?"nggak apa-apa kalau elu ngantuk tidur lah,gua mau main dulu."ucap sella seraya menghilang,?


"kebiasan kalau ngomong suka nggak jelas ucap ku"


"pagi hari nya setelah bangun tidur aku seperti biasa mencuci piring pakain,"nenek sudah pergi sejak subuh,pasar tradisional memang jauh dari desa kami,menggunakan ojek motor kurang lebih satu jam,


"setelah selesai dengan percucian aku lanjut masak,menu hari ini tumis kangkung dan juga goreng jengkol,itu sayur favorit kami,walau pun bau,tapi rasa nya enak,menurut kami jengkol lebih enak dari pada daging ayam,


"setelah itu aku melanjutkan beberes rumah,nenek bilang besok kami akan pergi ke kota.hmm aku jadi tidak sabar,pengen tahu kota itu seperti apa sih.? "maklum aku memang tidak pernah keluar dari kampung,bahkan aku melihat mobil hanya beberapa kali saja,itu pun mobil yang muat hasil panen penduduk,


"ciee yang mau ke kota,"ucap bone yang entah sejak kapan berdiri di belakang ku,


"iya dong kalian juga ikut kan?"Tentu saja kami ikut" sahut tiah sella dan uti serempak,


"Tapi ingat kalian jangan usil jangan gangguin manusia di sanah,"ancam ku.


"eh rania sejak kapan kami suka iseng sama manusia,kami tidak pernah ganggu manusia,justru kami sering bantu manusia,"ucap sella.?

__ADS_1


__ADS_2