
"besok pagi nya aku dan nenek sudah berdiri di warung mbok tuh,seraya menunggu supir yang akan menjemput kami.
"nek kok lama banget belum datang juga.aku uda pegel ini.
"sabar lah mungkin macet"sahut nenek ku.
"ini kan desa jalan juga belum semua di cor mana mungkin macet,"batin ku.
Setelah nunggu hampir empat puluh menit Tiba-Tiba ada mobil berwarna putih berhenti.
"maaf ini nenek norma bukan?"ucap pria itu.
"iya saya norma ini jemputan dari adik saya yah? "iya betul nek silahkan masuk,"saya rusman supir ibu merti,
Setelah busa basi kami pun kini sudah di dalam perjalan,kata nenek dari desa ku ke kota kurang lebih memakan waktu tujuh jam? weei jauh juga yah,selama tujuh jam aku ngapain saja di dalam mobil?
Aku putus kan untuk tidur saja lah,kebetulan semalam aku tidak bisa tidur,takut nenek ku ninggalin aku,tapi secara logika nya mana mungkin nenek ku tega ninggalin aku sendiri,
sejak aku bayi sampai umur ku kini empat belas tahun,aku dan nenek belum pernah pisah,entah lah jika nenek pergi meninggalkan ku,mungkin aku bisa mati,
♡♡♡♡♡
Singkat cerita aku dan nenek sudah sampai di rumah bibi ku,woow ternyata akan ada hajat besar?batin ku
Terlebih rumah mewah bibi ku di hias demikian rupa,kedatangan kami di sambut dengan hangat,oleh bibi paman dan juga kaka sepupu ku,nama nya ka mayang,
Bibi hanya punya anak dua saja,yang pertama ka rio yang akan menikah ini,yang kedua ka mayang usia kami hanya beda dua tahun saja,
Karena kami lelah aku dan nenek beristirahat di kamar,aku baru kali ini tidur di kasur empuk seperti ada per nya.dan ada benda tipis mengeluarkan hawa dingin, Nemplok di ding-ding,kamar mandi juga di dalam kamar,
Aku bingung saudara nenek ku rata-rata rumah nya besar dan banyak tinggal di kota,tapi kenapa nenek memilih tinggal di desa?
Besok pagi nya acara pernikahan ka rio sedang berlangsung.aku dan nenek memakai baju samaan dengan keluarga yang lain,
__ADS_1
Bahkan aku juga di rias,baru kali ini wajah ku di rias,
"kamu cantik sekali? "puji MUA itu pada ku,
Jujur saja membuat hati ini melambung karena baru kali ini ada orang yang berkata aku cantik,
Semakin hari tamu undangan pun semakin banyak berdatangan,tugas ku menyambut tamu,bersama ka mayang,sesekali kami pun mengobrol,
"Rania kenapa tidak tinggal di kota saja?"ucap ka mayang,"nenek kan tinggal di kampung jadi aku harus ikut nenek"sahut ku.
"tidak lama datang sepasang suami isteri dan juga putra nya,aku yakin dia orang kayak kerena sudah bisa di lihat dari penampilan nya, kami pun menyalaminya sopan,
Tapi putra dari pasangan itu terus menatap ku,membuat aku jadi salah tingkah, ya bagai mana tidak pria tampan dan perawakan tinggi bak seorang arjuna sedang menatap ku,si gadis culun dan deso.
"Haai nama ku dika.ucap pria itu seraya mengulurkan tangan nya,
"Saya rania ka"ucap ku tanpa menatap wajah tampan dika,
Busset hati ini dag dig dug seakan mau keluar dari rongga nya,
"Eh ran bagai mana rasa nya di ajak kenalan sama cogan? ucap uti
"Biasa saja memang harus bagai mana? Sahut ku datar,
"Alah bohong luh.gua lihat wajah elu merah seperti udang rebus,timpal sella,
"Tok tok tok"
De sudah tidur belum,aku mendengar suara ka mayang memanggil ku,aku pun tergesah untuk membuka pintu,
"Eeh ka aku belum tidur ada apa ka?
"nggak apa-apa sih aku hanya bosan saja di kamar. "ucap ka mayang seraya masuk dan duduk di tepi ranjang,
__ADS_1
"Eet Dah ini anak main duduk saja" ucap Tiah yang jemari nya kedudukan ka mayang,
"Eh kok kamar nya hawa nya beda yah?"ucap ka mayang seraya mengelus tengkuk nya,
"Tapi tak ku sangka uti jahil ia menunjukan wujud nya,seraya cekikian,
Alhasil ka mayang langsung berteriak dan lari keluar,"kunti kunti ucap nya, Tentu saja mengejutkan bibi dan nenek ku,
"Ada apa mayang?tanya bibi ku panik." bu di kamar rania ada kuntilanak serem banget,"ucap ka mayang.
"Nenek langsung menghampiri ku,"kenapa teman-teman mu di bawa kesini.ucap nenek kesal,
"Aku hanya diam saja,"uti kamu iseng banget sih ka mayang sampai sawan begitu,"Ya maaf deh ran gua kira mayang nggak takut,"ucap uti enteng.
"Aku pun kelaur dan mengampiri bibi dan ka mayang,"ka maafin teman ku yah,uti tidak bermaksud menakuti mu,dia memang iseng..
"Lagian teman mu demit semua sih,bikin takut saja,ucap ka mayang,
Besok pagi nya aku ikut ke pasar bersama ka mayang bibi dan juga nenek ku,Aku pikir di kota nggak ada pasar,ternyata ada juga,hanya saja pasar di sini sangat besar dan serba ada,yang pasti pasar nya bersih,nggak becek,beda sama di kampung ku,
"Singkat cerita kami pun selesai belanja banyak banget,kata bibi itu semua akan kami bawa ke desa kami,bibi juga bilang akan membelikan rumah yang di pinggir jalan,untuk kami,senang sekali aku mendengar nya,
Sore hari nya kami akan pergi ziarah ke makam uyut ku dan juga makam ibu ku,pertanyaan ku di mana makam ayah ku,kata nenek ayah ku sudah meninggal juga,mungkin lain waktu aku akan menanyakan itu,
Saat kami selesai ziarah kami melewati orang yang sedang berdoa juga di kuburan itu,
Saat melewati nya aku seperti mengenali pria itu,tapi tidak mungkin aku kenal sama orang di sini,Aku kan baru pertama kali kesini,
Karena aku penasaran aku pun melihat ke arah pria itu,Eh ternyata pria itu juga sedang melihat ke arah ku,lho itu kan dika pria yang hadir di acara pernikahan ka rio batin ku,
Dika melambaykan tangan nya kearah ku,jadi bener itu dika batin ku seraya membalas lambayan tangan dika,
Setelah itu aku pun bergegas mempercepat langkah ku agar tidak tertinggal oleh nenek dan bibi ku,
__ADS_1
"Besok pagi nya kami sudah bersiap karena akan kembali ke desa,Aku melihat bibi ku memberikan amplop berwarna coklat kepada nenek ku,tapi entah apa isi nya, setelah pamitan kami pun berangkat,
Hmmm selamat tinggal kota,batin ku,