
"Sekitar jam dua siang ka ari dan ka dika pergi ke pasar untuk membelikan baju untuk ka sanca,
"kemana nenek mu?"nenek ku ulang ku heran dari mana ka sanca tahu nenek ku."Ya nenek mu bukan kah kamu dulu tinggal di kebun itu bersama nenek mu?
"kok kaka tahu aku tinggal di kebun itu dan bersama nenek ku?"tentu saja aku tahu rania,sungai itu adalah kekuasaan kami,dan istana ku tidak jauh dari kebun mu,
"oh benar kata orang sungai itu seram banyak hantu nya,"bukan hantu kami siluman ular beda dengan hantu?"ucap sanca,
"Apa kah kalian suka menyakiti manusia?"Tergantung..! jika manusia itu berlaku tidak sopan atau bicara kasar,kami pasti mengerjainya,"Tapi jika manusia itu berlaku sopan,dan tidak merusak lingkungan sungai itu,kami akan membantu nya,memberi ikan yang banyak,
"oh begitu yah,! "berarti sama juga yah seperti manusia,jika kita baik sopan sama sesama manusia,maka mereka juga akan baik sama kita,
"Tidak semua manusia berpikir begitu rania,kamu harus belajar membedakan karater manusia,"terkadang kita baik belum tentu orang itu juga membalas dengan kebaikan juga,"terkadang kebalik kan dan kepolosan itu bisa di salah gunakan,?
"Aku belum mengerti dengan kata-kata mu itu ka?"suatu saat kamu akan mengerti rania.
"kaka tinggal lah bersama kami di sini aku kesepian tidak punya teman,"ucap rania seraya menggenggam jemari sanca.."sanca Tidak menyahut ia hanya tersenyum dan mengelus puncak kepala rania,
"Dua jam kemudian ari dan dika kembali dengan satu kantong plastik besar,? apa itu kaka banyak banget"tanya rania pada ari.
"buka lah itu juga ada belanjaan punya dika sebagian,
"buka dong rania. "ucap dika. rania pun membuka dan mengeluarkan isi plastik itu,dan isi nya semua baju,
"yang plastik putih itu untuk mu rania."ucap dika,"untuk ku ka.iya untuk mu,
"ka sanca ini baju semua nya untuk mu,cobai lah semoga semua nya pas di tubuh mu."ucap ka ari.
"sebanyak ini ari.untuk apa kamu membeli kan baju untuk ku sebanyak ini,Kenapa kamu menghamburkan uang mu untuk ku? "ucap ka sanca.
"Tidak apa-apa ka pakai lah."Terima kasih ari,"ucap ka sanca seraya senyum manis pada ka ari,"membuat ka ari terpanah,
__ADS_1
"aku pun membuka plastik warna putih dan isi nya pun baju,ka dika kaka juga membelikan baju untuk ku? "kedua mata ku sembab,jujur saja aku merasa terharu,terakhir beli baju satu tahun yang lalu,yang harga nya tiga puluh lima ribu,
"Terima kasih banyak ka, "iya sama-sama dan sandal tas itu ka ari yang beli,"terima kasih ka ari,
"Gua mana iya gua mana kok nggak di belikan,ucap uti sella dan juga tiah,
Di pasar nggak ada jualan baju khusus kuntilanak,ucap ka ari,
"baju nya bagus-bagus dan muat pas di badan ku,"ucap ka sanca.
Malam hari nya kami bertiga hanya duduk santai di depan rumah,sesekali motor melintas,memang rumah nenek ke jalan besar hanya sepuluh meter saja,
"di sini saat malam sunyi yah,untuk saja sudah ada listrik ucap ka dika,
"iya lebih enak begini sunyi,kalau di atas sudah ramai penduduk,"sahut ka ari.
Terus bagai mana rencana kita membantu menangkap kuyang itu apa akan di teruskan,?"ucap ka ari.
Tapi kok berita nya sudah hilang yah.apa kuyang itu tidak meresahkan warga lagi,atau sudah ke tangkap?"ucap ka dika,
"Serius luh?"iya tapi di kampung hergamanah bukan di kampung kita,wah kampung itu bukan lebih sepi dari kampung ini yah,jalan saja masih rusak,timpal ka ari,
Iya rumah di sanah masih berkelompok,dan kanan kiri masih hutan,kalau malam hari mana ada yang berani keluyuran,masih banyak binatang liar,"ucap uti.
"Biar lah yang penting kampung kita aman,Kita ngobrol di dalam saja."ucap ka ari seraya masuk lebih dulu,
"Aku pun ikut masuk di susul oleh ka sanca dan juga ka dika,
Aku memilih ke dapur ingin membuat cemilan,kebetulan stok ubi ungu masih ada,
Sreek Sreek... Samar-samar dari luar dapur aku mendengar suara langkah,? "dan juga Tiba-Tiba ada kicauan burung hantu,
__ADS_1
Aneh biasa nya tidak ada suara-suara aneh selama tinggal di sini,Batin ku seraya fokus menggoreng ubi,
Tidak lama ka sanca menemani ku di dapur,dan aneh nya suara langkah dan burung hantu itu tidak terdengar lagi,
''Kenapa kamu rania kok wajah nya tegang begitu? tanya ka sanca.
Nggak apa-apa hanya saja tadi aku dengar suara seperti ada yang jalan dari arah belakang dapur,"ucap ku
"Ah masa kok aku tidak mendengar sih? iya sekarang sudah tidak ada lagi ka, mungkin aku salah dengar"ucap ku
"Nah sudah jadi sekarang tinggal buat kopi nya,kaka tolong bawa ya,"okey siap ucap ka sanca seraya membawa ubi goreng ke ruang tamu,
setelah selesai buat kopi,aku pun kembali ke ruang tamu,empat buat siapa satu lagi?"ucap ka sanca,
Ya buat kaka lah,sahut ku seraya menaruh gelas berisi kopi di depan ka sanca.
Rania aku tidak minum makan yang di komsumsi manusia,!
Lah terus kamu makan nya apa dong?"Tanya ka ari.. yah kalian tahu lah makanan ular,"ucap ka sanca seraya masuk kekamar ku,
"Braak Aaaw anying aku mendengar suara teriakan dari arah dapur ka ari dan ka dika langsung lari ke arah dapur,aku pun ikut lari juga,
Terdapat uti nyangkut terjengkang seraya memegangi dahi nya,
Elu ngapain di situ? tanya ka ari,"salah mendarat pala gua kena pintu,aawww sakit rintih uti,
Seketika gelak tawa ka dika dan ka ari pun riuh,uti-uti kamu ini ada-ada saja,gua pikir maling,"ucap ka ari seraya kembali ke ruang tamu,
Bukan nya di tolongin malah di ketawain dumal uti,
Lain kali hati-hati lah uti kamu ini sering banget nyungsep.sella dan tiah kemana? "biasa lagi mangkal di pohon randu,terus bone mana,"tadi gua lihat di depan deh,Sahut uti seraya ikut ke ruang tamu,
__ADS_1
"ka sanca mana? ada di kamar.kenapa emang,gua lihat ada kuyang? Di mana ucap ka ari dan ka dika serempak,
Di kampung hergamanah ada korban dia menculik bayi baru lahir,sekarang warga kampung hergamanah sedang heboh mencari kuyang itu,"ucap uti.