![Tendorata : Tensei Shitara Dragon Datta (FanFic) [Discontinued]](https://asset.asean.biz.id/tendorata---tensei-shitara-dragon-datta--fanfic---discontinued-.webp)
Tensei Shitara Dragon Datta
That Time I Got Reincarnated as a Dragon (fan made)
Sepuluh tahun yang lalu, Raja Iblis terkuat yang melampaui raja iblis tertua, Rogue, menggemparkan dunia. Naga Sejati yang merupakan awal dari aliansi monster terbesar sebelum dia menjadi Raja Iblis. Kemampuan sempurna, pelahap apa pun, yang telah menaklukkan pahlawan dan raja iblis lain dalam ceritanya. Lalu dua tahun kemudian, muncul seekor naga yang memiliki kecerdasan, bertubuh manusia, yang disebut Dragonoid.
Setelah kelahiran anak naga itu membuat banyak orang bahagia, namun lama kelamaan anak tersebut harus menjadi kuat namun untuk usianya ia masih terlalu dini untuk mengungguli kakaknya. Itu membuat sang ayah marah, dan membuang anak itu dan dia menyebutnya sebagai produk gagal dari garis keturunan naga sejati. Sang ayah meminta Raja Iblis yang bergelar penghancur untuk membuang anaknya. Raja iblis menerima permintaannya dan dia dibuang ke alam manusia dan diasingkan.
Semuanya dimulai dengan seorang pria berusia dua puluh enam tahun yang sudah bekerja, dia selalu bekerja tanpa henti dan tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Pada hari Sabtu, lebih tepatnya, pada hari dia seharusnya turun, dia malah bekerja lembur sepanjang hari. pada malam hari dan hendak pulang ia mengalami kejadian yang cukup mencekam. Sebuah truk menabraknya karena dia berjalan tidak fokus. Dan setelah itu dia pindah ke dunia lain sebagai anak dari naga sejati.
Chapter 5 - Cerita Anne dan Aliansi baru
Chapter 5.1 - King dan Queen
“Ayolah jangan gitu lah… aku di sini ingin memberikan kejutan padamu…”
”Be- berisik…! bukan nya aku senang tapi… ah bodolah…” Ariel pergi dengan marah marah.
”Hei hei Ariel chan bukan nya kamu terlalu berlebihan…” Ucap Jaune pada Ariel.
”Brisik…!!” Teriak Ariel.
“Ah… dia pergi… gak seru deh… apa yang seru ya…?” Ucap Yusaka.
”Apakah anda ingin menuju ke dunia manusia…?” Ucap Potimas sambil memberi hormat.
”Benar juga… aku sedikit penasaran sama para manusia…”
(“Ya walaupun aku dulunya juga manusia sih…”)
Akhirnya Yusaka pergi keluar gua dengan teleportasi bersama Potimas ke hutan Elf.
“Sebaiknya anda tidak menunjukan tubuh monster ada…”
”Ah benar juga…” Ucap Yusaka sambil mengubah badan nya menjadi tubuh manusia sempurna.
”Silahkan lewat sini…” Ucap Potimas.
(“Iblis kuno… aku tidak bisa melupakan iblis durjana itu… dia malah bereinkarnasi ke tubuh king taratect… apa yang akan terjadi nantinya…”)
“Ada apa kok melamun…?”
”Tidak ada… silahkan setelah dari sini adalah pemukiman para manusia…”
”Waaah benar benar dunia yang luas…. kalau begitu sampai bertemu lagi suatu saat nanti…”
”Baik… saya akan mendunggu kedatangan anda selalu…” Ucap Potimas.
Status :
Name : Yusaka
Spesies : Demonic Arachne Taratect
Age : 10.000+ (Iblis Kuno) 1000+ (King Taratect) 100+ (Arch Taratect)
Tak lama setelah itu dia sampai di sebuah wilayah di sana banyak sekali manusia. Yusaka langsung menuju ke tempat itu, Analeit sebuah kerajaan besar manusia yang kala itu sedang berperang di wilayah tersebut.
“Heeeh manusia itu gak ada bedanya dengan monster ya…”
”Mereka itu saling berperang karena hal sepele…”
”Aku padahal dahulunya juga manusia tapi aku ak takut sma sekali melihat manusia yang saling bunuh…”
”Apa hati ku sudah berubah menjadi monster…? nggak aku masih berdebar debar, mungkin karena aku tidak menganggap mereka berharga…?”
”Saatnya berburu pengalaman… setidaknya aku bisa kembali ke keadaan sebelum aku bereinkarnasi, sesuai dengan ingatan ku…”
Yusaka pun pergi ke lautan manusia yang sedang berperang tersebut. Dia langsung menghempaskan para manusia itu dengan sekali serang. Para manusia yang ada di sana sangat panik karena kedatangan bencana yang lebih besar lagi.
“Yoo manusia… berbahagialah karena kalian akan menjadi santapan ku…” Ucap Yusaka.
Para manusia itu marah karena di profokasi oleh Yusaka.
”Hah apa katamu… kami tak akan menyerahkan nyawa kami semudah itu…” Ucap para tentara itu.
”Tentu saja kalian akan mengatakan itu… itulah kenapa aku bisa menghabisi kalian dengan mudah…”
”Jangan sombong dulu Iblis…!!” Ucap komandan pasukan mereka.
”Kalau begitu… saksikan ini…!!”
Yusaka pun bergerak dengan cepat menghampiri komandan mereka, dan seketika itu kepala kedua komandan pasukan itu hancur tanpa sisa dan darah tercucur ke mana mana. Para pasukan yang melihat dengan mata mereka sendiri itu pun mulai khawatir dengan keselamatan nya sendiri. Satu persatu lari terbirit birit sampai ada yang melukai teman mereka sendiri, bahkan sampai membunuh satu sama lain. Mereka tak memikirkan apapun selain keselamatan mereka sendiri, rekan mereka nampak seperti musuh yang menghalangi jalan nya.
“Kalian manusia memang menarik… Sudah ku duga aku tidak merasakan apapun saat membunuh…”
”Enyah lah kalian semua…!!” Teriak Yusaka.
__ADS_1
Dan pada saat itu seluruh pasukan di ratakan oleh Yusaka tanpa sisa sama sekali.
“Begitulah cerita seingat ku…” Ucap Anne.
”Yusaka… tapi darimana kamu melihat kejadian itu…?” Tanya Falzzard Kebingungan.
”Kau tahu D…? dia yang memberitahu ku…” Ucap Anne sambil melihat Falzzard dengan tatapan serius.
”D…? siapa itu…?” Tanya Falzzard.
”Ya dia pengawas seperti ku… namun dia sudah menghilang… aku tak tahu dia di mana…”
”Begitu ya… jadi kenapa kamu mengira kalau aku sama seperti Yusaka…?”
”Aroma ini… dan Aura yang sangat mengerikan ini… kau yakin tidak merasakan Aura mu sendiri…?”
”Tidak…” Ucap Falzzard.
”Cobalah gunakan skill persepsi milik mu…”
”Ba- Baiklah…”
“Greater Sage-san… tolong ubah persepsi ku untuk menganalisa diriku sendiri…”
((“Mengubah persepsi berhasil dilakukan….”))
Setelah itu Falzzard melihat Aura yang terpancar dari tubuhnya sangat mengerikan. Nampak seperti kabut hitam keunguan yang tebal seperti asap kebakaran. Aura itu tersebar ke seluruh wilayah di desa dan itu ternyata menjadi penyebab utama kenapa Inferno Wolf bisa di taklukan oleh manusia biasa.
“GEEKH! Aura mengerikan apa ini…” Falzzard mengatakannya sambil terkejut.
”Gimana sudah ngerti kan kenapa banyak yang mungkin mengincar mu karena salah sangka…”
”Eh… jadi aku seperti keluar dalam keadaan telanjang…”
”Tapi kenapa Aubert san nampak biasa saja…?” Ucap Falzzard.
”Nggak kok… aku Frey dan Miyu merasakan nya kok…” Balas Chloe.
”Heeh…”
Tiba tiba Falzzard mendapatkan sinyal darurat dari Goemon.
‘Tuan ku…’ Ucap Goemon dengan Telepati.
”Goemon…? ada masalah apa…?!”
”Bawahan ku, kini aku sedang dalam masalah… tolong diam sebentar…”
’Bagaimana keadaan di sana Goemon…!?’ Ucap Falzzard dalam Telepati.
’ada sekelompok manusia mendekat…! apakah perlu saya bereskan…?’
’Jangan! Tetap awasi mereka…!’
’Baik siap laksanakan…’ Ucap Goemon.
Nampaknya ada tim ekspedisi dari negri lain yang mulai menyusuri wilayah Drynond dan juga Jura Tempest. Mereka terdiri dari tiga orang petualang veteran dan beberapa kesatria kerajaan yang tergabung dalam tim ekspedisi ini.
”Huh nampaknya kita bakal terlambat untuk melanjutkan perjalanan kita nih…” Ucap Chloe.
”Heeh ada ada aja kenapa mereka pada kepo sih sama desa desa yang baru dibangun…” Ucap Falzzard dengan kesal.
”…Entahlah…” Ucap Anne dengan mengangkat kedua bahunya.
Mereka pun sampai ke desa dan di sambut oleh Larc dan Lauren selaku penjaga gerbang dan sekretaris desa.
“Waah negri ini tak kalah indah dari Tempest ya…” Ucap wanita petualang itu.
”Anu Nona kita kemari hanya sebagai utusan negeri Blumund loh…” Ucap salah satu lelaki dari tim itu.
”Tunggu Caval san bukan nya sudah ku bilang jangan panggi aku seperti itu saat kita berpetualang…!!” Ucap wanita itu marah marah.
“A- Anuu… ada yang bisa kami bantu…?” Ucap Falzzard dengan gugup.
Mereka pun terkejut kalau Falzzard ada di sana.
“O- Oi kenapa kalian malah kaget…” Ucap Falzzard sedikit kesal.
”Ah tidak tidak… aku hanya tak menyadari kalau kamu ada di sana… maaf…”
”Gak sopan… setidaknya aku punya hawa keberadaan kan…” Ucap Falzzard.
”Anu… Falzzard Dono… sebenarnya kami juga tidak menyadari anda ada di sana…” Ucap Larc.
”Yah kita kesampingkan dulu hal itu… ehem… ada apa kalian datang kemari…?” Ucap Falzzard.
”Begini… kami perwakilan dari kerajaan Blumund ingin mengajukan perminntaan aliansi dengan negeri ini….”
__ADS_1
“EH…? heh…?”
”Tu- Tunggu kalian gak salah tempat kan…?” Falzzard terkejut mendengar pernyataan mereka.
”Benar… kami tak salah lagi, raja kerajaan Blumund ingin beraliansi dengan Feuriges District dan ingin menjalin hubungan persahabatan…” Ucap Lelaki dalam tim itu.
”Sebelum itu, tidak lah sopan kalau kami tidak memperkenalkan diri terlebih dulu…” Ucap wanita itu.
”Pertama dari aku sang ketua tim ini… nama ku Caval, mohon bantuan nya…” Ucap Nya sambil mengulurkan tangan.
“Aku memang membenci kepala negara tempest itu, tapi aku tak keberatan bahkan jika beraliansi dengan Tempest dan negara aliansi mereka…” Ucap Falzzard sambil menghadap ke belakang dan kembali menghadap ke arah mereka lagi.
“Silahkan lanjutkan perkenalan kalian di dalam…” Ucap Falzzard sambil menuntun mereka.
Larc dan Lauren berfikiran jika raut wajah Falzzard berubah drastis dari yang tadi.
“Hei Lauren san… ini perasaan ku saja atau…”
”Falzzard sama wajah nya berbeda dari biasanya… dia napak kesal dan tidak puas dengan keputusan aliansi nya…”
”Kita serahkan saja pada Falzzard dono… dia pasti menemukan solusinya…” Ucap Lauren.
”Kau benar… tapi aku jadi iri dengan Anne…”
”Kenapa Larc san…?”
”Kita ini kayak karakter sampingan yah…”
“Huuuh lebih baik kita lanjutkan pekerjaan kita…”
Falzzard dan yang lain nya sudah sampai di gedung pertemuan nya, dan mereka terkejut jika desain bangunan hampir sama seperti di tempest. Gedung ini hanyalah gedung sementara yang di bangun, gedung utamanya baru dalam proses pembangunan di dekat alun alun utama. Dan gedung pertemuan sementara ini tampak menutupi arah alun alun utama dan terletak di tengah tengah distrik satu.
Chapter 5.2 - Aliansi dengan Negara Blumund.
“Baiklah saya akan perkenalkan diri kami… mulai dari lelaki ini, dia adalah Caval ketua tim ini…”
”Lalu dia adalah Gido, dan aku Eren…”
“Waduh Eren,…”
“ada apa…?” Ucap Eren.
”Nggak ada kok… ehem… perkenalkan aku Falzzard Feuriges. Begini begini aku pemimpin wilayah Ini…”
”Aku Miyu… Miyu Redrays, wakil kepala di sini…”
”Saya adalah Kurenai, Falzzard sama menunjukku sebagai komandan pasukan pertahanan… dan ini saudari saya Aoi dan Nadeshiko, mereka dari divisi pertahanan juga sekaligus wakil ketua dari squad mereka…”
“Waaah… gak kepanjangan tuh…” Ucap Falzzard.
”Maafkan saya…” Ucap Kurenai dengan menundukan badan nya.
”Kalau aku kalian sudah mengenalinya kan hahaha.” Ucap Chloe.
Lalu Feuriges menyajikan makanan untuk para tamu.
”Silahkan di nikmati… hanya ini yang bisa kami sajikan…”
”Ini daging ayam…?” Ucap Eren.
”Tidak itu dagung rusa hutan yang kami buat seperti itu dan di tambah nasi serta saos buatan tangan bukan impor, semoga cocok dengan kalian.”
”Ehem tak perlu khawatir, kita kembali ke pembahasan… jadi menurut anda apakah negara kami bisa beraliansi dengan anda…?”
Blumund Negara yang sangat kecil sehingga semua bangsawan adalah penguasa desa feodal. Itu hanyalah sebuah negara yang terdiri dari ibu kota kerajaannya. Ibukotanya adalah satu-satunya kota besar, dan di kota kastil terdapat Cabang Asosiasi Kebebasan Blumund. Kerajaan Blumund adalah kerajaan informasi, tempat Intel dijual. Karena ini adalah negara kecil, itu akan segera hancur jika tidak mengatur informasi tersebut.
Ibukota Kerajaan Blumund tampak tua tapi kokoh. Pejalan kaki tampak cerah dan ceria tanpa wawasan suram, karena tidak ada kerusakan yang terlihat dari monster kuat atau ancaman lainnya.
“Aku tak ingin… tak ingin bertikai dengan negara negara manusia…”
”Walaupun aku bukan manusia, namun aku ingin membuat manusia dan ras lain nya hidup sejajar…”
”Baiklah aku akan menerima tawaran itu… namun tolong bantu kami dengan beberapa informasi…”
“Katakan apa yang ingin kamu katakan…!” Ucap Eren dengan semangat.
”Untuk sekarang masih belum…” Ucap Falzzard.
”Kalau begitu kita sepakat ya…” Ucap Eren sambil menjulurkan tangan nya.
”Benar…!” Ucap Falzzard yang berjabat tangan dengan Eren.
“Karena sudah sepakat, silahkan jika kalian mau bermalam di sini kami punya pemandian loh…”
”Benarkah…!? kami akan terima kebaikan mu itu…!” Ucap Eren Kegirangan.
”Yosh… Kalau begitu selamat beristirahat….”
__ADS_1