Tendorata : Tensei Shitara Dragon Datta (FanFic) [Discontinued]

Tendorata : Tensei Shitara Dragon Datta (FanFic) [Discontinued]
Volume 4 Chapter 5 - Pertemuan dan Pelatihan


__ADS_3

Tensei Shitara Dragon Datta


That Time I Got Reincarnated as a Dragon (fan made)


Sepuluh tahun yang lalu, Raja Iblis terkuat yang melampaui raja iblis tertua, Rogue, menggemparkan dunia. Naga Sejati yang merupakan awal dari aliansi monster terbesar sebelum dia menjadi Raja Iblis. Kemampuan sempurna, pelahap apa pun, yang telah menaklukkan pahlawan dan raja iblis lain dalam ceritanya. Lalu dua tahun kemudian, muncul seekor naga yang memiliki kecerdasan, bertubuh manusia, yang disebut Dragonoid.


Setelah kelahiran anak naga itu membuat banyak orang bahagia, namun lama kelamaan anak tersebut harus menjadi kuat namun untuk usianya ia masih terlalu dini untuk mengungguli kakaknya. Itu membuat sang ayah marah, dan membuang anak itu dan dia menyebutnya sebagai produk gagal dari garis keturunan naga sejati. Sang ayah meminta Raja Iblis yang bergelar penghancur untuk membuang anaknya. Raja iblis menerima permintaannya dan dia dibuang ke alam manusia dan diasingkan.


Semuanya dimulai dengan seorang pria berusia dua puluh enam tahun yang sudah bekerja, dia selalu bekerja tanpa henti dan tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Pada hari Sabtu, lebih tepatnya, pada hari dia seharusnya turun, dia malah bekerja lembur sepanjang hari. pada malam hari dan hendak pulang ia mengalami kejadian yang cukup mencekam. Sebuah truk menabraknya karena dia berjalan tidak fokus. Dan setelah itu dia pindah ke dunia lain sebagai anak dari naga sejati.


Volume 4 - Four holy sword knight


Chapter 5 - Pertemuan dan Pelatihan


Chapter 5.1 - Hinata Sakaguchi?


Setelah mereka berkeliling cukup lama mereka berpapasan dengan seseorang. Orang itu langsung menodongkan pedang ke arah Falzzard.


“Kenapa dia bisa bersama mu…?” Ucapnya dengan angkuh.


“Maaf Kenapa bagaimana…? dia ini rekan satu tim saya sudah pasti bersama…?” Ucap Chloe dengan cukup sopan.


Falzzard tidak mengerti kenapa Chloe sangat beradab sekali saat bertemu dengan orang itu. Dia mengenakan seragam kesatria suci yang mana seragam itu nampak lebih mewah dari yang di kenakan Chloe.


“Dia atasan Chloe senpai…?” Itu yang di katakan Falzzard di dalam hati.


Orang itu mengatakan lagi.


“Dia bukanlah manusia, bukan kah kau mengerti Chloe…?” Ucapnya lagi dengan angkuh.


“Be- Begini… bisa di bilang dia itu orang yang ingin bekerja dengan ku… maka dari itu dia harus terlatih sebelum bisa bekerja…” Ucap Chloe.


“Begitu…? Jaga baik baik barang mu itu… jika terjadi apa apa kau yang harus menanggung… aku akan merahasiakan ini karena Chloe… berterimakasihlah jelata…” Ucap orang itu dengan angkuh.


“Hinata ya… tak kusangka sifatnya seperti itu…” Ucap Falzzard setelah orang itu menjauh.


“Kau pernah bertemu dengan nya…?” Tanya Frey.


“Iya, sering sekali… terakhir dia ingin membunuhku dengan menyamar menjadi kalian…” Ucap Falzzard.


“Begitu ya…” Ucap Frey.


Falzzard terkejut di tambah sedikit kesal karena orang itu adalah orang yang sangat dekat dengan nya di kehidupan lamanya. Setelah itu kedua anak yang bersama dengan mereka pamit dan pergi menuju ke kerabatnya di Ruberios. Falzzard dan yang lain nya menuju ke tempat yang cukup sepi dan meminta Falzzard untuk menekan auranya sebelum memasuki asrama.


“Falzzard kau bisa kenakan topeng yang pernah ku berikan… jangan pernah melepaskan nya sebelum kau benar benar bisa menekan kekuatanmu sendiri…” Ucap Chloe


“Maaf juga ya soal yang tadi…”


“Tidak perlu di pikirkan…”


Falzzard pun memakai topeng itu.


“Gimana…?”


((“100% aura monster yang anda pancarkan sepenuhnya menghilang… kini anda benar benar akan di kira manusia biasa… Individu Hinata tadi mengetahui anda karena Aura monster yang muncul dari tubuh anda…”))


“Manusia naga itu monster ya…”


((“Anda tidak memiliki aura naga atau sangat tipis auranya, namun anda memiliki aura manusia dan monster… karena anda tidak di beri nama langsung oleh orang tua anda yang seorang naga tulen… dan karena anda memangsa banyak monster…-”))


“Ah sudahlah Greater sage…”


((“Anda mendapatkan kemampuan baru setelah anda bertemu dengan Individu Hinata…”))


“Apa itu…?”


((“Skill bawaan keluarga… Ultimate Skill Disintegration… berhasil di dapatkan…”))


“Ultimate skill pertamaku… tapi kenapa baru kali ini… kan aku sudah pernah bertemu dengan nya waktu itu…?”


((“Itu karena anda mengira kalau dia adalah Chloe Aubert bukan Hinata Sakaguchi…”))


“GH…”


((“Hmph…”))


“Aku seperti melihat Greater Sage menggunakan wajah songong nya…”


“Tunggu hei kamu dengar tidak…?! jangan ngobrol sama skill mu terus napa…!” Ucap Chloe.


“Ahh maaf maaf… kedengeran ya…?” Ucap Falzzard.


“kau berbicara jelas banget…” Ucap Frey.


Setelah itu mereka segera menuju ke asrama di akademi ksatria suci. Sebelum masuk ke akademi mereka harus diuji di Kerajaan Suci barat. Namun mereka harus tinggal di asrama akademi ksatria suci di Ruberios sebelum menjalani ujian.Setelah mendaftar Falzzard kebetulan mendapatkan kamar sendiri di asrama itu, tidak ada kawan yang menemani. Tak lama Frey dan yang lain datang ke asrama cowo dan menuju ke ruangan Falzzard.


Setelah itu mereka mengajak Falzzard turun untuk makan malam bersama. Karena mereka sudah terdaftar menjadi ksatria mereka tidak mendapatkan kesulitan dari penjaga asrama saat itu.


Lalu keesokan paginya Falzzard dan para calon ksatria berkumpul di lapangan untuk menjalani latihan bersama sebelum ujian tiba. Ujian nya tiba sekitar satu pekan lagi, oleh sebab itu mereka harus berlatih selama sepekan penuh agar bisa diterima setidaknya 75% dari semua pendaftar.

__ADS_1


Chapter 5.1 - Pelatihan dimulai


“Yosh semuanya! Kalian harus bisa lulus setidaknya 75% dari jumlah kalian saat ini…”


“Selain Ruberios ada kerajaan lain yang di uji di sana…!”


Falzzard POV


“Huh? Nampaknya ada kerajaan lain selain Ruberios yang di uji di sana.”


“Aku malah semakin gugup karena akan berlawanan dengan kerajaan lain.”


“Tapi aku tidak boleh menyerah di sini, Aku juga di minta Chloe senpai untuk bisa bertahan dan menjadi Kesatria Suci.”


“Huuh… Nampaknya latihan kali ini akan sangat keras, karena sepekan lagi kita harus menuju ke Kerajaan Suci Barat untuk diuji…”


Pelatihan pun dimulai,


“Semua! Latihan ini mengharuskan kalian melawan satu lawan satu! Pelajari gerak lawan mu dan pelajari lagi apa yang kurang dari diri mu!” Ucap pelatih itu dengan tegas.


“Aku dihadapkan dengan situasi yang cukup rumit… melawan teman sekelas sendiri itu cukup eeeh….”


“Aku dipasangkan dengan cewek sebagai lawan pertarunganku kali ini… sangat tidak adil…”


“Ferderica von Ergas, dia lawan ku kali ini… kalau di lihat dia cukup terampil memegang pedang kayu itu…”


((“Lapor… Energi yang tak biasa terdeteksi dari Ferderica von Ergas…”))


“Heeh Seriusan…?”


Pertandingan pertama yang di latih adalah Falzzard dan Ferderica.


“Hei kenapa kamu memakai topeng aneh itu…? cepat lepaskan ini perintah bangsawan loh!” Ucap Ferderica.


“Oi Oi dia sama busuk nya dengan hinata…”


“Greater Sage, jika aku melawan nya siapa yang akan menang dengan cepat…?”


((“Jika di analisa dengan kekuatan anda bisa lebih unggul…”))


“Hebat juga dia… yosh akan ku selesaikan dengan cepat…!”


Falzzard pun bersiap dengan katananya yang dia keluarkan dari saku pedangnya. Lagi lagi dia di olok olok karena pedang nya yang tipis itu.


“Ksatria tidak menggunakan pedang tipis hahaha!!!” Ucap orang orang yang menonton.


“Fufufu… kau tidak akan bisa menang melawan Ferderica sama ini…!” Ucapnya dengan angkuh.


Pelatih sudah mengaba abakan bersiap.


“Mulai…!!“


Pertarungan dimulai, Ferderica itu mulai  menyerang Falzzard dari segala arah dengan kecepatan yang tidak biasa.


“Hebat juga bangsawan satu ini…”


“... Inhale …”


“... Exhale …”


Falzzard mulai mengatur kuda kuda nya.


“Apa yang kau lakukan itu tidak ada manfaatnya…!!” Ucap Ferderica dengan angkuh.


Dengan cepat Falzzard berpindah tempat ke belakang Ferderica.


“Berakhirya…?” Ucap Falzzard.


Pedang kayu yang Ferderica gunakan itu patah dan Ferderica langsung tumbang.


“A- Apa yang dia lakukan barusan….?” Ucap Ferderica.


“Di- dia mengalahkan nya…” Ucap para murid itu.


“Manipulasi sekitar, penglihatan panoptik, dan gerakan ultrasonic itu sangat berguna ya….”


“Aku jadi merasa kasihan…”


“Gimana menurutmu bangsawan…? tak semua jelata itu lemah…” Ucap Falzzard.


Bangsawan itu entah kenapa tidak mau mengakui kekalahan nya. Dia malah menantang Falzzard lagi dengan pedang sungguhan dan sihir secara bersamaan. Karena dia bangsawan dan juga termasuk anak dari orang penting, pelatih itu tidak ada pilihan lain selain mengizinkan pertarungan nya.


“Gimana menurutmu….?” Ucap Ferderica dengan angkuhnya.


“Huh… apa boleh buat… tapi…”


“Dia ini lebih unggul menggunakan sihir daripada pedang ya… aku dirugikan disini…”


“Sihir dan skill yang ku punya kebanyakan adalah sihir dan skill serangan…”

__ADS_1


((“Tidak… anda memiliki resistensi terhadap beberapa sihir… seperti resistensi terhadap racun dan sebagainya…”))


“Oi! Kenapa malah diem aja jelata!!” Teriaknya.


“Baiklah… tapi aku mau mengajukan persyaratan…” Ucap Falzzard.


“Fufufu… baiklah akan ku kabulkan keinginan mu hahahaha…” Ucapnya dengan sombong.


“Baik… jika aku menang tolong perlakukan rakyat biasa setara dengan kalian…” Ucap Falzzard.


“Hah… jangan kau pikir aku mau menyama ratakan kalian para babi kampung…!!” Ucapnya dengan angkuh.


Falzzard pun sedikit geram dengan tindakan nya yang mendiskriminasikan para rakyat biasa. Tak semua dari calon ksatria adalah bangsawan, ada di antara mereka yang rakyat biasa dan di tindak oleh para bangsawan seperti halnya di sendirikan kamarnya seperti Falzzard.


“Kalau begitu… ”


Ucap Falzzard sambil sedikit kesal dengan ucapan Ferderica.


“Sepertinya memang tidak mungkin ya dia bisa mendengarkan…”


((“Lapor… anda bisa mengaktifkan Mata Jahat kapan pun yang anda mau…”))


“Jangan gunakan itu… tolong segel rapat rapat…”


((“Baik…”))


“Sepertinya dia tidak membiarkan ku menang… sepertinya juga dia sedang merapalkan mantra…?”


((“Kemungkinan dia sedang merapalkan sihir api dengan ledakan yang cukup besar…”))


“Oi Oi… tidak kah ada cara untuk menghentikan nya…?”


Ferderica pun mengeluarkan sihir api ledakan nya ke arah Falzzard. Walaupun bola apinya cukup kecil namun ledakan nya bisa menyebabkan knockback yang cukup jauh. Namun Falzzard tidak tinggal diam, karena tempat ini bisa hancur jika di ledakkan dengan serangan itu.


WUSH!! Bola api itu melesat dengan cepat.


“Lahaplah segalanya…!! Gluttony…!!”


SLURRP!! PUSH! DUM!!


Falzzard berhasil melahap serangan nya dengan Gluttony, Ferderica tentu terheran dengan hal itu.


“Ini gak mungkin… itu sihir tingkat menengah loh…!!!” Teriaknya.


Orang orang di sekitarnya mulai meragukan kekuatan Ferderica yang membuat dia semakin panik. Karena bisa saja pengaruhnya akan lenyap jika dia terlihat lemah.


“Trik apa yang kau gunakan dasar jelata…!!” Ucapnya dengan angkuh.


“Tidak mungkin sihir tingkat menengah bisa di kalahkan oleh jelata biasa…!!”


“Huh dia ngoceh mulu…”


((“Mungkin jika anda mengalahkan Ferderica dia akan kehilangan pengaruhnya di sini….”))


“Itu ide bagus sih tapi… yah sudahlah…”


((“Lapor… tindakan ini mungkin berbahaya, apakah anda ingin menggunakan Skill Unik Mata Jahat…?”))


“Ya… tolong aktifkan Mata Jahat saat pedang nya di ayunkan ke arah ku… dan aktifkan penolakan saat dia mengarahkan sihirnya ke arahku…”


((“Perintah di terima… sesuai keinginan anda…”))


Ferderica pun menggunakan kekuatan yang ia miliki untuk mengalahkan Falzzard. Energi yang di pancarkan semakin besar dan semakin besar, itu membuat Falzzard semakin waspada. Orang orang di sekitarnya pun ikut ketakutan dan si pelatih mengaktifkan sihir pelindung untuk melindungi yang lain nya.


“Oi Oi bukan kah itu bahaya banget…?” Ucap Falzzard.


“Hahahaha…! bagaimana…? kau pasti gemetaran kan…!!” Ucapnya dengan sombong.


“Ferderica! Hentikan ini sekarang…! kau membahayakan sekitar…!!” Teriak si pelatih itu.


“Berisik..!! kau berani memerintah Nona Ferderica ini…!!?” Ucap Ferderica.


Kumpulan energi itu semakin kuat dan semakin besar. Amukan energi itu menggetarkan seluruh tempat dan sampai di rasakan oleh Chloe yang sedang berbincang dengan Hinata di lain tempat.


“Ini harus ku hentikan… kalau tidak tempat ini akan hancur…” Ucap Falzzard.


“Hancurlah kau…!! Great Holy Canon…!!!” Teriak Ferderica.


Lalu sebelum dia melepaskan sihirnya Chloe dan Hinata tiba dan menghentikan pertarungan itu.


“Cukup sudah…!!” Ucap Chloe.


“Hah…!?” Ferderica terkejut.


Energi besar itu terlepas setelah dia mengetahui kalau Hinata dan Chloe ada di sana. Sihir itu terlepas dan mengarah ke arah Falzzard yang sedang melihat Chloe.


“Falzzard…!! Bahaya…!!” Teriak Chloe.


WUUUUSSHH!! Energi besar itu melesat dan mereka sudah kehabisan waktu untuk menangani nya.

__ADS_1


“Tak akan sempat…” Ucap Chloe sambil berlari.


__ADS_2