![Tendorata : Tensei Shitara Dragon Datta (FanFic) [Discontinued]](https://asset.asean.biz.id/tendorata---tensei-shitara-dragon-datta--fanfic---discontinued-.webp)
Tensei Shitara Dragon Datta
That Time I Got Reincarnated as a Dragon (fan made)
Sepuluh tahun yang lalu, Raja Iblis terkuat yang melampaui raja iblis tertua, Rogue, menggemparkan dunia. Naga Sejati yang merupakan awal dari aliansi monster terbesar sebelum dia menjadi Raja Iblis. Kemampuan sempurna, pelahap apa pun, yang telah menaklukkan pahlawan dan raja iblis lain dalam ceritanya. Lalu dua tahun kemudian, muncul seekor naga yang memiliki kecerdasan, bertubuh manusia, yang disebut Dragonoid.
Setelah kelahiran anak naga itu membuat banyak orang bahagia, namun lama kelamaan anak tersebut harus menjadi kuat namun untuk usianya ia masih terlalu dini untuk mengungguli kakaknya. Itu membuat sang ayah marah, dan membuang anak itu dan dia menyebutnya sebagai produk gagal dari garis keturunan naga sejati. Sang ayah meminta Raja Iblis yang bergelar penghancur untuk membuang anaknya. Raja iblis menerima permintaannya dan dia dibuang ke alam manusia dan diasingkan.
Semuanya dimulai dengan seorang pria berusia dua puluh enam tahun yang sudah bekerja, dia selalu bekerja tanpa henti dan tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Pada hari Sabtu, lebih tepatnya, pada hari dia seharusnya turun, dia malah bekerja lembur sepanjang hari. pada malam hari dan hendak pulang ia mengalami kejadian yang cukup mencekam. Sebuah truk menabraknya karena dia berjalan tidak fokus. Dan setelah itu dia pindah ke dunia lain sebagai anak dari naga sejati.
Volume 4 - Four holy sword knight
Chapter 6a - Ujian Ksatria Suci dimulai
Kumpulan energi itu semakin kuat dan semakin besar. Amukan energi itu menggetarkan seluruh tempat dan sampai di rasakan oleh Chloe yang sedang berbincang dengan Hinata di lain tempat.
“Ini harus ku hentikan… kalau tidak tempat ini akan hancur…” Ucap Falzzard.
“Hancurlah kau…!! Great Holy Canon…!!!” Teriak Ferderica.
Lalu sebelum dia melepaskan sihirnya Chloe dan Hinata tiba dan menghentikan pertarungan itu.
“Cukup sudah…!!” Ucap Chloe.
“Hah…!?” Ferderica terkejut.
Energi besar itu terlepas setelah dia mengetahui kalau Hinata dan Chloe ada di sana. Sihir itu terlepas dan mengarah ke arah Falzzard yang sedang melihat Chloe.
“Falzzard…!! Bahaya…!!” Teriak Chloe.
WUUUUSSHH!! Energi besar itu melesat dan mereka sudah kehabisan waktu untuk menangani nya.
“Tak akan sempat…” Ucap Chloe sambil berlari.
Chapter 6a.1 - Hukuman dan pengumuman penting
“Falzzard…!!!” Teriak Chloe.
Falzzard pun mengulurkan tangan nya dan…
“Lahaplah segalanya… Gluttony…!!!” Teriak Falzzard.
Dan Lagi Falzzard pun melahap Energi besar yang mengarah ke arahnya itu. Setelah itu pertarungan berakhir dan pemenangnya adalah Falzzard karena telah membuat lawan tak berdaya.
“Skill apa apaan itu…! bukan kah itu curang…!!” Teriak Ferderica.
“Tenang lah kamu Ferderica…! kamu beruntung karena Falzzard bisa menelan energi itu…!” Ucap Chloe.
“Benar… kali ini aku ada di pihaknya…” Ucap Hinata.
“Hi- Hinata sama… tapi dia hanya…” Ucap Ferderica
“Diam…!! sekaligus ada pengumuman dari pusat…!” Ucap Hinata dengan tegas.
“Apa yang akan wanita itu katakan…?”
((“apakah kau sebenci itu dengan dia…? ups tidak tidak…”))
“Greater Sage kau mengatakan sesuatu…?”
__ADS_1
((“Apa maksud anda…?”))
(“Gawat… kenapa aku bisa seceroboh ini…”)
(“D kau benar benar… huh… tapi kenapa aku membenci adik ku sendiri…?”)
(“Entahlah… hihihi”)
“Seperti yang kalian lihat Ferderica akan menerima hukuman berat karena telah membahayakan sekitar!!” Ucap Hinata.
“Kau bahkan membahayakan nyawa kakak mu sendiri bodoh…” Ucap Falzzard di dalam hati.
“Dia akan di keluarkan dari akademi ini…!!” Ucap Hinata.
Perkataan Hinata itu membuat Ferderica syok dan dia tidak tahu lagi apa yang akan dia lakukan. Ferderica adalah orang yang berpengaruh, jika dia sampai tercoreng maka rusaklah nama nya dan keluarganya. Falzzard pun menyela perbincangan itu.
“Tunggu sebentar, Sakaguchi san… kenapa kau langsung memutuskan hal itu…?” Ucap Falzzard.
“Siapa kau berani memotong pembicaraan ku…?” Ucap Hinata.
“Ferderica memang salah dan dia patut di hukum, tapi karena keadaan sudah normal kembali bukan kah dengan mengeluarkan kartu merah itu pilihan yang buruk…?” Ucap Falzzard.
“Setelah dirimu ku bela, kau malah membela dia…? padahal dia sudah memperolok olok dirimu…!” Ucap Hinata.
“Aku tak peduli perkataan nya, aku juga tak peduli mau memperolok diriku sampai sejauh apa… tapi bukan kah Ruberios akan buruk jika Keluarga Duke Ergas jatuh…?” Ucap Falzzard.
“Coba pikirkan lagi hukuman nya… atau bagaimana jika aku yang menentukan hukuman nya, karena jika aku tak punya skill itu mungkin akan berakhir tragis…” Ucap Falzzard dengan santai.
“Cih terserah apa mau mu…” Ucap Hinata.
“Dengan begini keluarganya tidak akan merasa malu akan hal ini…” Ucap Falzzard.
Ferderica menatap Falzzard dengan raut wajah gembira dan sedih. Dia nampak ingin sekali berterima kasih pada Falzzard dan meminta maaf. Namun Falzzard hanya tersenyum ke arahnya saja, dan Ferderica tersipu karenanya.
Semuanya terkejut atas apa yang dia katakan.
“A-?” Falzzard terkejut dan tidak bisa berkata apa apa.
“Lu bercanda…? Besok…? Apa maksudnya… apa dia mempermainkan kita…?”
((“Lapor… sepertinya dari raut wajah nya dia tidak sedang berbohong…”))
“Benarkah…? yah apa boleh buat lah…”
“Bocah di sana…!” Teriak Hinata.
“Segera berikan hukuman nya atau itu akan membuat malu negara ini…!!” Ucap Hinata.
Chapter 6a.2 - Persiapan Ujian Ksatria
“Hukuman mu simpel, cukup berinteraksi dengan para rakyat biasa tanpa paksaan…” Ucap Falzzard sambil pergi meninggalkan arena latihan.
Ferderica melihat orang yang sudah dia hina itu telah membuatnya bertahan di akademi. Ferderica merasa kalau dia sangat amat bersalah pada nya. Dia memiliki niatan untuk meminta maaf kepada Falzzard suatu hari nanti. Karena dia sedang dalam masa hukuman yang mana mengharuskan dia di setarakan dengan para rakyat jelata selama sepekan dia semakin dekat dengan Falzzard untuk meminta maaf.
“Hei menurut mu orang tadi bisa memaafkan ku….?” Ucap Ferderica pada cermin di kamarnya.
“Hatinya mungkin masih sakit di balik senyuman itu….”
“Agh kenapa harus seperti ini sih…!! aku sangat berhutang budi padanya…” Ucapnya sambil mengacak acak rambutnya.
__ADS_1
“Jika aku tidak menyakiti hatinya lalu mengalah karena aku memang sudah kalah ini tidak akan terjadi…”
CKLEEEK… pintu terbuka, pelayan pribadi Ferderica datang untuk menenangkan Ferderica.
“Nona… menangis akan menghapus kecantikan mu…” Ucap pelayan nya.
“Aku harus bagaimana…?” Ucap Ferderica dengan murung.
“Aku… aku… hiks… hiks…” Ucapnya sambil menangis.
“Jika aku menjadi Falzzard mungkin aku sudah biarkan si bangsawan itu di keluarkan dari akademi…”
“Tapi… hiks… Dia tidak seperti itu… orang baik malah aku olok olok di depan umum…”
“Aku itu hanyalah sampah tak berguna!!” Ucap Ferderica sambil menangis.
Air mata terus bertetesan, pelayan nya langsung mengusap usap air itu dengan kain yang ia bawanya.
“Nona kau hanya harus meminta maaf dengan benar pada orang yang kau sakiti…” Ucap sang pelayan sambil memeluknya.
Ferderica pun bergegas ke ruangan Falzzard di ujung lorong. Diketuklah pintu itu sesampainya Ferderica di sana. Tok tok tok… setelah beberapa kali di ketuk tidak ada jawaban dari dalam ruangan. Ruangan itu nampak kosong tidak ada orang di sana. Bingung, sedih bercampur di hati dan pikiran Ferderica. Dia mulai mencari dimana Falzzard agar bisa meminta maaf dengan benar.
Lalu setelah mencari cari dimana mana, bertabrakan lah mereka berdua di tempat lorong ke arah ruangan para ksatria suci.
BRUAG! GUBRAK! Mereka berdua saling bertabrakan dan terjatuh.
“Fe- Ferderica sama…?” Ucap Falzzard.
“A- apa yang kau laukan di tempat ini…? ini ruangan khusus bangsawan dan ksatria suci looh…” Ucap Ferderica.
“Ah tadi aku di panggil Nona Chloe… em…? kenapa kamu menangis? Ada yang merundung mu…?” Ucap Falzzard.
Air mata kembali tertetes dari mata Ferderica, dia pun terduduk sambil berkata dengan lembut. Karena dia menangis kata kata yang ia ucapkan tidak terdengar jelas.
“Kau kenapa…?” Ucap Falzzard.
“Hiks… Falzzard san… aku- aku…” Ucap Ferderica.
Ferderica langsung memeluk kaki Falzzard sambil memohon agar dia di maafkan di saat kejadian itu. Dia memohon sambil memeluk kaki Falzzard dan berharap Falzzard menerima maafnya. Falzzard pun memintanya untuk bangun sambil tersenyum lebar.
“Ferderica… sudahlah kau tak perlu sampai seperti ini… selain aku di sini ada bangsawan lain loh…” Ucap Falzzard.
“Aku sudah tak peduli lagi… karena ini lah harga diriku… aku tersadar… baik itu rakyat biasa maupun bangsawan, kita ini sama sama manusia…” Ucap Ferderica.
“Bangsawan tidak berhak memerintah rakyat biasa di luar kemampuan mereka… aku sadar kalau selama ini aku memang sudah salah…” Ucap Ferderica.
“Ferderica… dengar sini… Jadilah dirimu, kamu lah yang akan mengubah kehidupan mu bukan orang lain.. ”
“Maka dari itu jadilah diri sendiri dan jangan dengarkan kata kata orang tentang mu… karena mereka adalah mereka dan kamu adalah kamu…”
“Aku sering juga di sakiti, aku juga pernah di hajar habis habisan… namun aku mulai melupakan hal itu dan mencoba memaafkan mereka…”
“Aku… aku minta maaf atas kejadian waktu itu… dan aku benar benar berterimakasih pada mu Falzzard san… sungguh… maafkan aku…” Ucapnya sambil memeluk kaki Falzzard kembali.
“Ferderica san…sudah hentikan… aku tidak ingin kau mempermalukan dirimu di sini… aku sudah tidak memedulikan apa yang terjadi… jadi tak perlu khawatir oke…” Ucap Falzzard.
Ferderica lalu memeluk Falzzard dengan erat sambil menangis tersedu sedu.
“Haaa… malah nambah nangis…”
__ADS_1
((“Desu…”))
“Brisik lu Greater Sage…!!!”