Tendorata : Tensei Shitara Dragon Datta (FanFic) [Discontinued]

Tendorata : Tensei Shitara Dragon Datta (FanFic) [Discontinued]
Volume 1 Chapter 4 - Rewind 2


__ADS_3

Chapter 4 - Masa SMA Yuichi Sakaguchi…


“Ya-Ho Onii sama…! Selamat pagi….”


“Ah pagi Hinata… hei kau bukan nya harus cepat bersiap berangkat…?”


”Tenang saja… aku tidak akan terlambat… karena… kakak bawa motor hahaha…!!”


”Iya iya… yasudah CEPAT BERSIAP DASAR CEWEK PEMALAS…!!”


”Iya deh gitu aja marah… tapi itu yang ku suka dari-”


”CEPETAN BEGO…!!”


”ihh oke oke tunggu sebentar….!!”


“Huuft dia ini… terlalu sering di manja jadi begini deh… tapi ya sudahlah…”


”Kau sudah siap belum…?!”


”Yosh…! pastinya…! ngomong ngomong hari ini aku ada eskul jadi aku akan pulang sendiri…”


”Pulang sendiri…? baiklah tapi hati hati di jalan loh ya…”


”Santai aja…”


Mereka pun berangkat sekolah…


Dan sesampainya di sekolah…


“Hei lihat Yui senpai seperti punya pacar…”


”Heeh mana bisa gitu, dia itu adiknya loh…!!”


”Sudahlah yang penting dia juga ganteng hehe…”


”Ya ampun Reina chan… tapi no komen sih…” sambil mengangkat jempol nya…


”Mereka ini sedang membicarkan ku ya… huuh”


“Enaknya jadi terkenal kayak kakak…”


”Terkenal Matamu…! ayo cepat sebentar lagi bel masuk kelas…”


KRIING…!!


“Yo Yui san…” Kitamura datang pada Yuichi…


“Woy berhenti memanggilku dengan nama itu…”


Lalu datanglah sebuah bencana…


“Yu kun…!! ayo makan bareng…!!”


”Eh… ogah ah… aku lagi kurusin badan…”


”Yeeh alesan… ”


Di bangku belakang Hinata yang satu kelas dengan Yuichi melirik kakak nya dengan tatapan ancaman sambil menggigit kerah bajunya…


“IHHHHH Dasar… cewek sialan… berani nya kau datang dan mengajaknya makan bareng… dasar kucing pencuri…!”


”Kakak itu milik ku seorang…!!”


“Heeh kenapa begitu Hinata… bukan kah itu terlalu egois…?”


“Biarin lah…”


“Ah sudahlah kalian berdua… hari ini aku akan makan di kantin…”


“Ehh Yu kun jangan begitulah… kalau begitu aku akan menemani mu ke kantin deh…”


“Siapa yang mengijinkan mu, cengar cengir malahan… terserahlah apa mau mu…”


“Asik…!”


“Eh kakak jangan makan sama orang asing ini…!”


(“Haaah… hari hari ku yang indah di SMA selalu di kacaukan oleh mereka…”)


(“Aku hanya ingin menikmati hari hari yang tenang…”)


“Yah bentar lagi kan ujian akhir…”


“Gek…!” Reina terkejut…


“Kenapa Reina chan yang jenius…? kenapa kaget kalau bentar lagi ujian akhir…?”


“Njir gua lupa soal itu…”


“Makanya jangan mikirin kencan mulu…!”


“Yeeh dasar ga sopan siapa juga yang mikirin kencan…!”


“Ah sudah lah aku mau ke kantin…!”

__ADS_1


“Eh Yu kun tungguin…!!”


Mereka pun pergi kekantin bersama sama, dan masih sama saja di jalan pun Reina dan Hinata saling berebutan tangan Yuichi…


Chapter 4.1 - Insiden Hinata dan Yuichi…


setahun setelah mereka lulus SMA, mereka mulai mencari sekolah lanjutan, ada juga yang bekerja untuk membantu orang tuanya. Reina di terima di kampus yang cukup terkenal di luar negeri karena beasiswa nya. Hinata melanjutkan Kursus di Osaka, dan Yuichi sedang kebingungan mencari pekerjaan.


[Reina Memulai obrolan jarak jauh…]


“Heeh… Hinata sedang kursus…. jadi dia gak bersama ku…”


“Eh beneran…? kalau kamu sekarang ngapain…?”


“Yah aku lumayan sibuk…”


“Wah sibuk ngapain…?”


“Yaah… sibuk mencari kesibukan haha…!”


“Gak lucu tau…! dasar… tapi semangat ya semoga bisa cepet dapet pekerjaan…”


“Terimakasih… tapi juga kau hebat bisa di terima di Kampus Luar Negeri…”


“Nggak nggak jangan di lebih lebihkan deh… dahulu juga karena bantuan mu aku bisa sampai kemari…”


“Yah… walaupun aku peringkat ke tiga di sekolah aku gak dapat undangan untuk kuliah…”


“Wah bener juga ya… kenapa ya…?”


“Hinata meminta ku untuk menjaga ibu ku jadi ku tolak semua nya…”


“Apa…! kau menolak nya…!?”


“Habisnya ibu ku di rumah sendirian setelah ayah pergi…”


“Ayah mu memang pergi ke mana…?”


“Ah dia sudah lama pergi ke luar negeri untuk bekerja… Hinata juga akan pulang bulan depan jadi aku gak bisa ninggalin ibuku sendirian…”


“Oh begitu… oke deh semangat ya… oh benar tahun depan ulang tahun ku apa kau ingat…?”


“Hmm ingat kok… kenapa…?”


“Januari aku akan kembali ke jepang… kau datang ya kerumah ku saat ulang tahun…”


“Baik tuan putri… kalau begitu sampai nanti…”


“Sampai nanti Yu Kun…”


Benar juga… aku harus mencari pekerjaan walaupun itu sulit…!


Tapi pekerjaan macam apa…


Yuichi memandangi awan sangat lama hingga hari semakin siang…


Ah benar juga… aku mungkin akan bekerja jadi karyawan di sebuah perusahaan aja… cuma mana yang buka lowongan pekerjaan ya…


Yuichi berjalan dan menemukan perusahaan animasi yang membuka lowongan untuk editor dan penulisan naskah. Yuichi dengan skill nya dia bisa menjadi editor karena dia jago di bidang itu, dia pun tertarik dan mendaftarkan diri. Setelah dia mendaftar para calon pegawai akan di seleksi untuk kebisaan nya. Yuichi dan calon pegawai lain nya sedang di tes skill editing nya, dan Yuichi dan dua calon lain nya di terima dengan hasil sempurna semuanya. Yuichi senang bisa mendapatkan pekerjaan, dan dia kembali ke rumah mengabarkan pada ibunya. Ibu nya juga senang dia mendapatkan pekerjaan yang dia ahli dalam bidangnya.


Mulai besok kau mulai bekerja kan… tidurlah dengan baik jangan sampai terlambat di hari pertama mu…


Terimakasih ibu… kalau begitu selamat malam…


Selamat malam…


Dan singkatnya selama 3 tahun Yuichi bekerja sangat giat, dia ingin menjadi karyawan terladan di sana. Gaji Yuichi juga lumayan tinggi, dia juga sering membantu para junior nya saat ada yang butuh bantuan nya. Namun di suatu hari ada junior nya yang kesulitan dan Yuichi meminta untuk membantu pekerjaan nya.


“Tapi senior… kau kan punya banyak pekerjaan…”


“Sudah tugas ku sebagai senior untuk membantu juniornya dasar kamu…”


“Yah kalau senior tidak keberatan mohon kerjasamanya…!”


“hmm jadi kau memiliki masalah dengan ini ya…”


Yuichi memberi arahan pada juniornya dimana dia tidak bisa menggarap dengan benar. Setelah 3 jam akhirnya selesai dan juniornya berterimakasih.


“Terimakasih senior…!! oh ya kalau tidak keberatan Senior bisa ikut dengan ku ke toko ramen biar aku yang traktir…”


“Dasar bodoh… kalau nanti ada orang yang mengira aneh aneh gimana laki laki bersama perempuan di malam hari apalagi ini sudah larut…”


“Tapi bagaimana caraku berterimakasih…”


“Sudah lah besok kan masih harus berangkat, kau pulang dan istirahatlah…”


“Ah baik… sampai jumpa besok…!” dia pun akhirnya pulang


Tiba tiba ada yang menepuk Yuichi…


“Lagi ngurusin junior hah…?”


“Eh Taku san… jangan membuatku terkejut…”


“Maaf maaf… gimana dengan pekerjaan mu… ikut lembur bareng yuk…”

__ADS_1


“Heeh apa pekerjaan mu belum selesai juga…?”


“Yaah… begitulah… sesekali aku mohon Yui kun…!”


“Kau panggil aku Yui lagi aku pulang nih…”


“EH jangan… baiklah baiklah…”


“Dasar… sekarang masih jam 8 malam… ayok lah selesaikan pekerjaan kita…”


“Terimakasih Yui kun…-”


Yuichi berjalan mengambil tas nya dan ingin pulang…


“Eh tunggu… aku cuma bercanda… yosh Yuichi senpai… mohon bantuan nya…!”


“Terserah kau lah… heeh.” Yuichi tersenyum…


“Yu san kau barusan tersenyum…”


“Siapa…?“


“Kau….!”


“Mana ada… kau salah lihat paling…”


“Eeeehh….”


Di tempat lain tepatnya di Osaka Tempat Hinata kursus…


Hinata terlihat sedang berjalan di asrama tempat dia kursus sambil memandangi langit dan ada teman nya yang menghampiri.


“Yo… Hina chan…”


“Eh… ku kira siapa ternyata kau Aya chan…”


“Hehe…”


“Kau ngapain malam malam masih belum tidur Hina Chan…?”


“Aku kepikiran kakak… dia sudah dapat pekerjaan belum ya…?”


“Tentang itu… ada yang mau ku bicarakan dengan mu Hina chan…”


Ayame dan Hinata berbincang, dan hinata terkejut serta hampir pingsan mendengar apa yang di katakan teman nya.


“Apa yang kau bilang…? Kakak….”


“Aku mengerti perasaan mu… tapi besok kau di ijinkan pulang…”


“Ini bohong kan… ini bohong… bohong….!!”


“Oi… tenangkan dirimu…! jangan malah kau bebani pikiran mu dengan itu…!”


“Aku tahu kau sedih tapi mau bagaimana lagi…”


“Kakak… Tidak mungkin…”


Tiba tiba setelah Hinata masuk ke kamar nya dia merasakan sesuatu yang aneh. Dan dia mencoba mengecek di luar, setelah dia membuka pintu dia tersadar berada di tempat antah berantah di luar jepang.


“AKu tak ingin mengatakan itu sebenarnya…. tapi…”


“INI DIMANA…????!”


Chapter 4.2 - Rimuru Beberapa tahun silam


“Sebelumnya aku ingin menanyakan sesuatu pada mu Raja Iblis…”


“Oh apa yang ingin kau katakan…? katakan saja…”


“Hmm Sebelum itu…”


”Oh… baik…”


Rimuru mengeluarkan aura raja iblisnya dan menekan semua tamu yang hadir…


“Inikah… Haki Raja iblis…?!” Kata Guildmaster


“Begitu ya… tekanan hebat ini… aku ingin memastikan sesuatu…”


”Untuk apa kau akan gunakan kekuatan Raja iblis ini…?!”


”Ah… hanya itu ya….?!”


”Ha- Hanya itu…?”


”Itu mudah…Aku ingin menciptakan dunia di mana hidup senyaman yang aku inginkan…”


“Dunia yang nyaman di mana setiap orang dapat tertawa dan menikmati hidup mereka sebanyak mungkin. Itulah yang saya benar-benar dan sejujurnya inginkan.”


“Cita-cita tanpa kekuasaan adalah omong kosong, dan kekuasaan tanpa cita-cita adalah hampa, bukan?”


“Saya orang yang tamak, tapi saya tidak tertarik mencari kekuasaan hanya demi kekuasaan, tanpa ambisi untuk melakukan sesuatu dengannya.”


“Kalau begitu… aku akan menjalin hubungan baik dengan mu… Raja Iblis Rimuru…”

__ADS_1


“Kalau begitu mohon kerja sama nya… mari kita buat dunia ini aman dan damai…”


__ADS_2