Terjebak Cinta Palsu

Terjebak Cinta Palsu
10. Flashback


__ADS_3

"Danu.....Danu tunggu.....kau tidak boleh pergi sekarang!" Teriak Mirna kesal namun tidak di hiraukan.


Danu pergi bergegas menyusul Hana untuk menjelaskan semuanya.Di dalam perjalanan menuju rumah, Danu tampak gemetar dan berkeringat dingin. Tidak lama kemudian, Danu sampai di rumah. Kepulangan nya ternyata di sambut oleh orang tua Hana yang sedang berkunjung untuk menemui cucu kesayangan nya.


"Ha....ayah!" Sapa Danu sedikit terkejut.


"Danu, sudah pulang? kebetulan ayah kesini untuk menemui Fiona" Ujar Edi sambil menimang cucu nya.


"Iya...iya ayah!" Balas Danu canggung.


"Dimana Hana? ayah kira dia pergi bersama mu!" Tanya Edi.


"Hana?Hana tidak ada di rumah?ah...barangkali dia pergi bersama teman nya." Jawab Danu berbohong.


"Baiklah, hari sudah sore, ayah mau pulang dulu." Ucap Edi pada menantu nya.


"Iya ayah silahkan hati-hati di jalan." Ujar Danu.


Ternyata Mirna menyusul Danu ke rumah nya.Wanita itu sejenak berhenti di depan rumah Danu karena melihat Edi ayah mertua Danu yang hendak pulang dari situ.Timbul lah niatan jahat dalam benak Mirna.


"Hana, kau selalu mengambil apa yang aku inginkan dan sekarang lebih baik aku membuat mu merasa kehilangan saja." Lirih Mirna yang ingin menabrak Edi.


Danu dan Fiona mengantar Edi sampai teras depan rumah. Edi pun berpamitan kepada menantu dan cucu nya lalu pergi.


"Jangan lupa, katakan pada Hana jika aku mencari nya." Pesan Edi.


"Baik ayah!" Ujar Danu menganggukkan kepala.


"Bagaimana jika ayah mengetahui kejadian ini? pasti dia sangat marah besar padaku." Batin Danu.

__ADS_1


Edi pulang dengan mengendari mobil sendiri. Mirna langsung tancap gas mengikuti mobil Edi dari belakang. Di tengah perjalanan, jalanan nampak sepi dan inilah situasi yang pas buat Mirna untuk melancarkan aksi nya.


Ketika Edi ingin belok, Mirna langsung melajukan mobil nya membuat Edi terkejut sampai kaca mata nya jatuh dan kehilangan kendali dalam menyetir. Alhasil, mobil Edi melewati pembatas jalan dan menabrak pohon.


Darah mulai bercucuran, mobil pun mengeluarkan asap. Kecelakaan parah membuat dia kehilangan kesadaran dan menghembuskan nafas terakhirnya. Pria tua itu langsung meninggal di tempat. Sedangkan Mirna, pergi begitu saja dengan senyuman puas.


"Lihat saja Hana, sebentar lagi kau akan merasa sedih dan menangis-nangis." Kata Mirna tertawa renyah.


"Dimana Hana?" Tanya Danu pusing. "Aku kira dia pulang ke rumah! aku sudah membuat kesalahan yang fatal." Kata Danu.


"Ayah....ayah ibu dimana?" Tanya Fiona tiba-tiba datang menghampiri.


"Sayang,....sabar ya paling sebentar lagi ibu mu akan pulang." Ucap Danu menenangkan anak nya.


Danu sudah berulang kali menghubungi Hana, namun Hana tidak dapat dihubungi.


Sedangkan Hana saat ini masih merasa sedih.Dia duduk di ruang tamu Rosa, sambil menangis.


"Ros....aku tidak mungkin lagi bisa hidup bersama dengan Danu, tapi bagaimana dengan nasib anak ku nanti." Ujar Hana.


"Fiona masih kecil bagaimana bisa dia hidup tanpa seorang ayah.Tapi disisi lain, perilaku Danu sudah tidak bisa di maafkan lagi." Tutur Rosa.


*********


Bunyi telepon berdering, Danu segera mengangkat nya, berharap itu adalah istri nya.


"Hallo Hana....kau dimana sekarang?" Tanya Danu.


"Maaf, apa kah ini dengan saudara yang bernama Danu?" Tanya nya.

__ADS_1


"Iya betul saya sendiri ada apa ya?siapa ini?" Tanya Danu.


"Mohon maaf pak, apa benar bapak keluarga nya saudara Edi?" Tanya lagi.


"Benar pak, ada apa memang nya?"


"Kami dari pihak kepolisian menyatakan bahwa pak Edi sudah meninggal dunia karena mengalami kecelakaan. Harap segera bisa kesini ya pak! terima kasih!" Jelas nya.


Sontak Danu langsung terkejut mendengar hal itu.


"Astaga bagaimana ini, pasti Hana belum mengetahui jika ayah nya meninggal." Ucap Danu.


Pria itu baru ingat untuk menghubungi Rosa sahabat Hana karena mereka tadi datang bersama. Dia pun segera menghubungi Rosa, memberitahu bahwa ayah Hana sudah meninggal.


*******


Ponsel di dalam saku Rosa bergetar. Wanita itu segera mengambil ponsel nya dan melihat siapa yang menelpon nya.


"Hah.Danu!" Batin Rosa.


"Tunggu sebentar Han, ada telepon." Ucap Rosa bangun dari duduknya.


"Hallo!ada apa?" Bisik Rosa.


"Hallo Ros, apakah Hana sedang bersamamu?" Tanya Danu.


"Iya dia sedang bersama ku." Jawab Rosa.


"Aku tidak bisa menghubungi nomer telepon nya, tolong beritahukan ke dia bahwa ayah nya meninggal karena kecelakaan dan sekarang sedang berada di rumah sakit. Aku sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit." Jelas Danu.

__ADS_1


"Hah....iya baiklah....aku akan memberitahu nya." Balas Rosa melirik ke arah Hana yang masih menangis.


__ADS_2