Terjebak Cinta Palsu

Terjebak Cinta Palsu
24. Flashback


__ADS_3

Malam harinya, Fiona datang ke kamar Danu. Mengintip sedikit melihat ayah nya yang sedang duduk melamun.


Anak kecil itu lalu memanggil ayah nya. Ayah nya yang paham akan maksud anak nya langsung mendekati dan mengendong.


"Fiona....ada apa nak? apa kau ingin tidur bersama ayah?" Tanya Danu.


"Iya ayah aku ingin tidur bersama ayah!" Jawab Fiona.


"Baiklah sayang, dengan senang hati!" Ucap Danu tersenyum.


"Ayah...." Panggil lagi Fiona dengan tatapan serius.


"Ada apa lagi nak?" Tanya Danu.


"Apakah ayah akan menikah kembali?" Tanya Fiona.


"Em....Fiona kenapa bertanya seperti itu?" Tanya balik Danu.


"Aku hanya takut jika ayah menikah ayah akan melupakan ku dan ibu." Kata Fiona.


Mendengar jawaban Fiona, Danu langsung memeluknya.

__ADS_1


"Tidak sayang, ayah akan tetap bersama mu dan mana mungkin juga ayah melupakan mu." Jelas Danu.


"Ayo lebih baik sekarang kita tidur, sudah malam!" Ujar Danu.


Fiona hanya menganggukkan kepala nya menuruti perkataan ayah nya.


Besok harinya, Mirna datang kembali menemui Danu. Dirinya terus saja menagih janji nya meminta untuk di nikahi.


Danu pria yang kurang bijaksana itu langsung mengiyakan ucapan Mirna untuk menikah dengan nya.


Tak hanya itu, Mirna yang tak punya hati menyuruh Danu untuk mengirim Fiona ke luar negeri karena dia tidak ingin melihat anak itu. Dirinya sengaja menjauhkan keduanya agar Tasya hidup bahagia dengan mendapatkan kasih sayang seutuh nya tanpa terbagi.


Mendengar perkataan Mirna yang tak masuk akal, sungguh membuat Danu sangat emosi.


"Apakah kau benar-benar tidak mau? bagaimana jika dia hidup dalam kesengsaraan? melihat ayah nya yang sudah berjanji tidak akan menikah lagi tapi nyatanya malah menikah dengan wanita yang dikiranya membunuh ibu nya sendiri?" Ucap Mirna mata nya melotot.


Danu menghela nafas menatap balik Mirna dengan tatapan dendam.


"Jika anak itu tinggal bersama kita maka hidup nya juga akan tersiksa!" Ujar Mirna.


"Pikirkan lah baik-baik, ku pastikan nyawa anak mu tidak akan selamat jika kau tidak menuruti perintah ku." Ucap Mirna lalu pergi meninggalkan ruangan Danu.

__ADS_1


Sontak Danu langsung melampiaskan emosi dengan meninju tembok.


"Kurang ajar,......wanita sialan!dia mengancam ku!" Kesal Danu.


Saat ini pikiran Danu sangat kacau. Di satu sisi dia tidak bisa berjauhan dengan Fiona, tapi disisi lain Mirna terus saja mengancam nya jika Fiona tinggal bersama nya.


Hari sudah malam, Danu duduk merokok sambil meminum minuman alkohol di ruang kerja nya. Menangis sejadi-jadinya diiringi dengan tawa.


Dia harus mempertimbangkan keputusannya dengan berat hari.


Selang beberapa saat setelah berpikir panjang, dia teringat pada Rosa. Pria itu dengan sigap langsung pergi menuju ke rumah Rosa padahal sudah tengah malam.


Tak lama kemudian dia sampai di rumah Rosa. Dengan kondisi mabuk, dia berulang kali memencet bel dan mengetuk pintu rumah Rosa.


Rosa yang kebetulan belum tidur, langsung kebingungan siapa yang mengetuk rumah nya tengah malam.


"Siapa yang mengetuk tengah malam begini?apakah polisi karena aku yang membunuh Hana?hah,tidak mungkin!" Ujar Rosa.


Dia pun melangkah dengan waspada menuju pintu. Rosa terlebih dulu mengintip lewat jendela.Dilihat nya ada Danu yang sedang berdiri hampir jatuh.


Rosa pun terkejut dan langsung membuka pintu.

__ADS_1


"Danu....Danu apa yang kau lakukan?" Tanya Rosa kaget.


Danu hampir tidak sadarkan diri beruntung Rosa langsung membawanya masuk ke dalam rumah.


__ADS_2