Terjebak Cinta Palsu

Terjebak Cinta Palsu
22. Flashback


__ADS_3

Hari sudah siang, terdengar suara klakson mobil Danu dari luar. Rosa yang sedang berada di lantai atas langsung melangkah menuju jendela melihat siapa yang datang.


"Tumben sekali Danu pulang siang?" Tanya Rosa tak mengerti.


Dengan sigap Rosa langsung membawa Fiona untuk turun ke lantai bawah. Di lihatnya para pembantu sibuk menyiapkan berbagai macam hidangan.


"Kenapa kalian memasak sebanyak ini? untuk siapa kalian menghidangkan?" Tanya Rosa ke salah satu pembantu.


"Maaf buk, kami hanya menjalankan perintah dari pak Danu untuk menyiapkan makanan. Itu saja, selebihnya saya tidak tahu!" Jelas pembantu.


Terdengar suara derap langkah kaki sambil berbincang-bincang. Rosa langsung menoleh ke sumber suara.


"Ayo silahkan masuk!" Ucap Danu pada Mirna.


Mirna hanya membalas dengan senyuman.


Rosa yang melihat itu langsung melangkah mendekati Danu yang datang bersama Mirna.


"Danu....kenapa kau membawa wanita ini ke rumah?" Tanya Rosa.


Danu menghela nafas. "Em....tidak apa-apa Ros, aku hanya membawa nya untuk makan siang disini." Ujar Danu.


Rosa dan Mirna saling menatap sinis. Sepertinya Rosa sangat tidak menyukai kehadiran Mirna di rumah ini sebaliknya dengan Mirna.


"Aku pikir kau belum mengenal ku, perkenalkan nama ku Mirna." Ucap Mirna mengulurkan tangan nya tersenyum.


"Tidak, aku sudah tahu namamu tapi tidak dengan orang nya." Ketus Rosa.


"Benarkah? em begitu, apakah kau tinggal disini?" Tanya Mirna menatap Danu.


"Ah kau jangan salah paham Mirna.Kenalkan, ini Rosa teman nya Hana dulu. Semenjak kematian Hana, Rosa lah yang mengurus Melisa." Jelas Danu.


"Em aku kira kau adalah pembantu di rumah ini!" Kata Mirna dengan sombong.


Mendengar ucapan Mirna, raut wajah Rosa seketika berubah menjadi kesal.


"Fiona sayang, kenalkan ini namanya bibi Mirna." Ujar Danu.


Fiona hanya tertunduk diam seperti orang ketakutan karena melihat wanita yang sama di kejadian malam itu.


Melihat Fiona yang tidak mau menyapa, Mirna tersenyum sambil memuji nya.


"Anak cantik, jangan takut, bibi tidak galak kok!" Sambung Mirna.


Fiona tetap saja diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Apakah dia takut karena dia kira aku yang membunuh ibu nya?" Bisik Mirna pada Danu.


"Entahlah, aku rasa begitu. Tapi jangan khawatir, semua butuh waktu." Balas Danu.


"Sepertinya Fiona tidak ingin berbicara dengan orang asing!" Kata Rosa.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, maklum pertemuan pertama. Em....ayo kita makan siang sekarang." Ajak Danu.


Mereka pun menuju ruang makan bersama.


"Rumah ini benar-benar mewah!tapi tenang sebentar lagi akan jadi milik ku!" Batin Mirna.


Di ruang makan mereka makan siang bersama. Danu duduk bersebelahan dengan Mirna sementara Fiona duduk di sebelah Rosa. Dari awal, raut wajah Rosa sangat kecut ketika Danu datang bersama Mirna. Apalagi melihat Mirna yang sedang tertawa bersama Danu membuat hati nya semakin panas. Bukan tidak sengaja, Mirna sengaja membuat Rosa iri dan panas.


"Sialan, sepertinya wanita ini bencana bagiku!" Batin Rosa menatap Mirna.


"Fiona makanlah.....buka mulut mu!" Pinta Mirna ingin menyuapi Fiona.


Fiona menggeleng dan tidak mau membuka mulut nya.


"Ah....sudah ku bilang, Fiona belum terbiasa dengan orang Asing." Sambung Rosa.


Mirna yang ingin mencari perhatian di depan Danu dan Fiona pun merasa malu.


"Ah.....baiklah, jika kau tidak ingin Fiona. Masih ada hari-hari berikutnya untuk kita bertemu kembali." Balas Mirna.


Rosa langsung menghembuskan nafas kasar nya.


Selepas makan, Danu berniat mengantarkan Mirna pulang. Di tengah perjalanan pulang, wajah Mirna nampak masam.


"Ada apa dengan wajah mu?" Tanya Danu.


"Masih bertanya juga?hah, mengapa wanita itu bisa ada di rumah mu?" Ujar Mirna.


"Halah, aku tidak ingin melihat nya lagi." Seru Mirna.


"Bisa saja dia menjadi penghalang untuk aku mendapatkan Danu ." Batin Mirna.


Sesampainya di rumah, Mirna menyuruh Danu untuk mampir terlebih dahulu.


Di situ Danu juga mengiyakan ucapan Mirna untuk mampir. Tasya menyambut ayah nya dengan senang hati. Berteriak lalu memeluk nya.


"Ayah...." Teriak Tasya.


"Tasya...." Balas Danu mengendong anak nya.


"Hari ini ayah tidur disini kan?" Tanya Tasya.


"Hah....ayah...ayah hari ini..." langsung di potong Mirna.


"Sudahlah,Tasya ingin kau menginap disini malam ini." Tukas Mirna.


"Bagaimana dengan Fiona di rumah?" Bisik Danu kepada Mirna.


"Dia akan baik-baik saja. Lagi pula ada wanita itu yang menjaga nya." Balas Mirna.


"Baiklah sayang, malam ini ayah akan menginap disini." Ujar Danu membuat hati Tasya senang.

__ADS_1


"Nanti aku akan menghubungi Rosa dulu!" Ucap Danu.


Hari sudah malam, Rosa terus saja mondar mandir tidak karuan. Dirinya seperti orang gelisah karena menunggu Danu yang tak kunjung pulang.


"Kurang ajar, kenapa Danu belum pulang juga? kemana dia pergi bersama wanita itu?" Tanya Rosa.


Ponsel nya tiba-tiba bergetar, ia segera mengangkat panggilan yang masuk. Di telpon, Danu mengatakan bahwa malam ini dia tidak pulang ke rumah dan meminta Rosa untuk menemani Fiona di rumah.


Mendengar perkataan Rosa, dirinya mulai merasa kesal. Lirikan mata nya menoleh ke arah Fionaa yang sedang duduk main boneka.


"Anak ku yang malang kasihan kau!" Batin Rosa.


"Tenang sayang, sebentar lagi aku akan menjadi ibu mu yang paling baik untuk mu." Batin Rosa tersenyum.


Sementara itu Mirna dan Danu juga Tasya makan malam bersama di ruang makan layaknya keluarga bahagia. Danu sendiri selain menyayangi Fiona, ia juga sangat menyayangi Tasya.


Selepas makan mereka bersantai di ruang keluarga. Sedang Tasya lebih dulu di antar ke kamar karena sudah mengantuk.


Di ruang keluarga Mirna membahas kembali kapan Danu akan menikahi dirinya.


Danu yang sedang menyeruput secangkir teh langsung meletakan nya kembali ke meja.


"Bagaimana kapan kita akan melaksanakan pernikahan? aku mau pernikahan kita diadakan dengan sangat mewah!" Kata Mirna tersenyum.


"Apa kau tidak lihat perilaku Fiona kepada kau tadi?" Tanya Danu.


"Dia hanya belum terbiasa dengan ku. Lihat saja nanti dia pasti akan terbiasa dengan ku!" Balas Mirna.


"Beri aku waktu seminggu untuk menyakinkan Fiona!" Pinta Danu.


"Hem....baiklah kalau begitu, jika kau mengingkari nya, aku akan memberitahukan kepada semua media bahwa kau dan aku sebenarnya selingkuh dari Hana sampai menghasilkan anak!" Seru Mirna.


"Aku tunggu di kamar!" Ujar Mirna lalu pergi.


"Hah, wanita licik! kalau bukan karena anak, mana mau aku menikahi mu!" Batin Danu."Oh tuhan....aku benar-benar menyesal sekarang!" Kata Danu.


Sekarang Rosa sedang bersama Fiona di kamar. Dengan penuh kelembutan, sedikit demi sedikit Rosa mengambil perhatian dari Fiona. Sikap nya menunjukan seperti ibu yang sayang kepada anak.


"Tidurlah sayang....ayah mu ada sedikit urusan!" Kata Rosa mengelus jidat Fiona.


"Bibi apakah kau akan meninggalkan ku juga?" Tanya Fiona.


"Hah, meninggalkan mana mungkin sayang!" Jawab Rosa.


"Ayah selalu sibuk dengan urusan nya, jadi aku hanya ingin bersama bibi saja." Kata Fiona.


Rosa mulai tersenyum girang karena Fiona berkata seperti itu. Rosa kemudian menghasut Fiona agar ayah nya tidak menikah lagi dengan wanita yang di bawanya tadi siang.


"Fiona , bagaimana jika ayah mu menikah lagi dengan wanita yang di bawanya tadi siang? mungkin kita akan jarang bertemu nanti." Ujar Rosa.


"Tidak, aku hanya ingin bibi saja!" Balas Fiona ingatan nya tertuju pada saat malam kejadian ibu nya di bunuh.

__ADS_1


__ADS_2