
Membopong tubuh Danu yang lumayan berat membuat Rosa kewalahan. Dia menghempaskan tubuh Danu ke sofa lalu menanyai nya apa yang sebenarnya terjadi.
Rosa sangat-sangat terlihat cemas ketika melihat Danu yang tak sadarkan diri.Tatapan yang lama membuat diri nya semakin ingin memiliki Danu. Wajah Danu terbilang lumayan tampan. Tak jarang banyak wanita yang mendambakan nya termasuk Rosa.
"Tenang Danu, tunggu sebentar aku akan mengambilkan mu minum." Ucap Rosa langsung tangan nya di tarik oleh Danu.
"Rosa....." Lirih Danu memegang tangan Rosa.
"Ada apa Danu?" Tanya Rosa membalikkan badan nya.
"To....tolong aku Ros..." Ujar Danu setengah sadar.
"Ada apa, apa yang terjadi kenapa kau?" Tanya Rosa tak paham.
"Bisakah kau melakukan sesuatu untuk ku?" Tanya Danu.
"Tunggu sebentar Danu, aku akan mengambilkan minum untuk mu!" Ujar Rosa lalu pergi ke dapur.
Tak lama Rosa membawa segelas air putih lalu memberikan nya kepada Danu.
"Minumlah, mungkin kau akan sadar setelah itu!" Pinta Rosa.
Danu pun meneguk air putih dengan cepat seperti orang yang sedang kehausan.
__ADS_1
"Apa yang ingin kau bicarakan tadi?" Tanya Rosa.
"Bisakah aku meminta tolong pada mu kali ini?" Tanya Danu sedikit canggung.
"Hah, tumben biasanya kau langsung berbicara padaku." Kata Rosa.
"Apa kau tahu hubungan ku dengan Mirna?" Tanya Danu membuat Rosa terdiam sejenak.
"Tidak, aku tidak tahu sama sekali!" Jawab Rosa berbohong.
"Katakan saja jika kau tahu!jangan berbohong." Balas Danu.
"Iya...aku mengetahui bahwa kalian sudah lama berselingkuh bukan?" Ketus Rosa.
Mendengar itu Danu langsung menangis di hadapan Rosa.
"Apa maksud mu? aku sama sekali tidak paham." Kata Rosa.
Danu pun mulai menceritakan semuanya pada Rosa termasuk dirinya diancam oleh Mirna jika tidak menikahi dan mengirim Fiona pergi ke luar negeri.
Mendengar penjelasan Danu, Rosa sontak merasa kaget sambil menggelengkan kepala nya.
"Apa! jadi bagaimana sekarang?apa kau akan menikah dengan Mirna? bagaimana mungkin, jelas-jelas Mirna lah yang membunuh ibu Fiona."
__ADS_1
"Ros.....aku sangat yakin jika Mirna tidak membunuh Hana pada waktu itu." Balas Danu.
"Lalu apa yang inginkan dari ku?" Tanya Rosa.
"Pergilah ke luar negeri bersama Fiona, urus dia, rawat dia dengan sepenuh hati dan jangan sampai dia tahu bahwa ayah nya akan menikah lagi." Pinta Danu.
Rosa tercengang mendengar ucapan Danu.
"Hah apa! bagaimana mungkin begitu, tidak masuk akal sama sekali!" Gerutu Rosa.
Danu langsung bersujud menangis di bawah kaki Rosa sambil memohon agar Rosa mau atas permintaan nya.
"Tolong Ros....semua ini demi kebaikan Fiona. Kau lah satu-satunya orang yang bisa menolong ku saat ini!" Keluh Danu dengan isak tangis.
Nafas Rosa mulai tidak beraturan. Dia sedikit syok mendengar permintaan Danu.
"Ayolah Ros....tolong jaga kan Fiona. Kau wanita yang sangat baik. Kau yang selalu merawat Fiona ketika ibu nya sudah tiada!" Ucap Danu.
"Aku akan menuruti semua permintaan mu jika aku sudah mendapatkan hak ku kembali!" Kata Danu.
"Apa, menuruti semua permintaan ku?" Tanya Rosa.
Danu pun mulai bangun dari sujud nya dan berdiri menatap Rosa.
__ADS_1
"Iya Ros, aku akan menuruti semua permintaan mu jika kau mau membawa pergi Fiona dan mau menunggu sebentar." Jelas Danu menyakinkan Rosa.
Rosa meneguk liur, sorot mata nya berputar kemana-mana.