
Malam berlalu, pagi ini Rosa menyiapkan sarapan untuk Fiona sebelum dirinya pulang. Dari luar terdengar suara deru mobil yaitu Danu yang baru saja pulang.
"Itu ayah mu sudah pulang Fiona!" Ucap Rosa menuangkan minuman ke gelas.
Fiona hanya diam sambil melirik ke arah pintu.
Tak berlangsung lama benar saja Danu baru pulang ke rumah pagi ini.
Danu melangkahkan kaki nya menuju ruang makan dan melihat Fiona sedang duduk sarapan.
"Selamat pagi sayang!" Seru Danu mendekati Fiona.
"Ayah kenapa baru pulang?" Tanya Fiona.
"Oh maaf kan ayah sayang, kemarin ayah ada urusan mendadak." Kata Danu.
"Ayah jangan tinggalkan Fiona. lagi!" Pinta Fiona.
"Iya sayang ayah janji ayah tidak akan meninggalkan mu lagi." Ujar Danu tersenyum mencium kening Fiona.
"Em.....Danu, habis ini aku akan pulang sebentar.Tapi nanti aku akan ke sini lagi." Sambung Rosa.
"Em ya....Ros baiklah! sekali lagi terima kasih karena kau sudah mau merawat Fiona." Balas Danu.
Rosa tersenyum malu mendengar perkataan Danu.
Siang harinya, ketika Fiona sedang duduk bermain, terdengar suara bel dari arah luar. Pembantu yang ada segera membukakan pintu dengan di iringi oleh Fiona. Sedangkan Danu sedang membersihkan dirinya.
Tamu yang datang ternyata adalah Mirna. Mirna tersenyum ketika melihat Fiona yang berada di depan nya.
"Hay Fiona....apa kabar?" Tanya Mirna mengelus rambutnya.
__ADS_1
Fiona hanya menatap Mirna dengan penuh tanda tanya.
"Dimana ayah mu?" Tanya Mirna namun tak di gubris oleh Fiona.
"Maaf....pak Danu sedang mandi bu, mohon menunggu sebentar." Sambung pembantu.
"Kalau begitu biarkan aku menunggu nya!" Ucap Mirna menerobos masuk.
Mirna tersenyum sambil memandangi suasana di dalam rumah. Rumah yang sangat mewah membuat dirinya ingin segera tinggal dan menguasai rumah tersebut.
Selang beberapa saat, Danu yang baru saja menuruni anak tangga terkejut ketika melihat ada Mirna berdiri.
"Mirna....." Seru Danu.
"Danu...." Balas Mirna.
"Ada apa kau kesini?" Tanya Danu.
"Aku sengaja kesini untuk membawakan kau dan Fiona makan siang. Ini aku membawa masakan yang ku masak sendiri!" Jelas Mirna langsung menyajikan nya di meja makan.
"Oh ya baiklah terimakasih!" Balas Danu.
Mereka pun akhirnya makan siang bersama. Dari awal Fiona lagi dan lagi tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Mirna yang menyadari itu langsung berpikir bahwa Fiona memang tidak menyukai dirinya.
Selepas makan, Danu dan Mirna mengobrol sebentar di ruang keluarga.
"Mirna aku mau ke kamar dulu untuk mengambil ponsel.Tunggu sebentar yah!" Pinta Danu.
"Em baiklah silahkan!" Kata Mirna.
Tinggal lah Mirna dan Fiona di ruang keluarga.Wajah Fiona terlihat sangat cuek dan tidak menghiraukan keberadaan Mirna. Bahkan Fiona tak sedikitpun menyapa atau menegur Mirna.
__ADS_1
"Fiona....bibi perhatikan kau diam saja dari tadi, kenapa? apa kau tidak suka dengan kehadiran bibi?" Tanya Mirna menyeringai mendekati.
"Benar aku tidak menyukai dirimu karena kau yang membunuh ibu ku!" Jawab Fiona.
Mendengar jawaban itu, membuat Mirna emosi dan langsung meremas bahu Fiona dengan keras.
"Heh anak kecil, bukan aku yang membunuh ibu mu. Haha dasar anak yang malang!" Kata Mirna dengan suara pelan.
"Sebentar lagi aku akan menikah dengan ayah mu. Jadi kau jangan bersikap angkuh padaku!" Ketus Mirna menatap tajam Fiona.
Sikap Mirna membuat Fiona sangat ketakutan. Disitu juga lah Rosa yang baru datang tidak sengaja melihat sikap Mirna.
"Mirna....kau apakan Fiona?" Tanya Rosa bergegas mendekati.
Mirna pun terkejut dan langsung melepaskan tangan nya.
"Ah.....aku hanya memuji nya tadi dengan mengatakan dia anak yang sangat cantik!" Bohong Mirna.
Rosa langsung mendekati Fiona lalu mengendong nya.
"Aku tidak percaya dengan ucapan mu!" Kata Rosa.
"Wanita gila, apa kau sedang meneduh ku!" Tanya balik Mirna.
"Ada apa ini?" Tanya Danu yang kembali.
''Danu, ku tidak sengaja melihat Mirna memegang Fiona dengan kuat seolah-olah sedang memarahi!" Jelas Rosa.
"Bohong, mana mungkin aku memarahi anak kecil yang akan menjadi anak ku nanti!" Bantah Mirna.
"Hah, apa katamu?" Tanya Rosa yang belum mengerti.
__ADS_1
"Yah, pahami saja kata-kataku!" Ujar Mirna tersenyum mengejek.