Terjebak Ranjang Calon Mertua

Terjebak Ranjang Calon Mertua
Pelukan Hangat


__ADS_3

Akhirnya Celia sadar bahwa yang ia peluk bukanlah Riko, ia hanya mengigau. Mungkin karena selalu memikirkan Riko dari kemarin. Celia berusaha membuang jauh-jauh pikirannya tentang Riko yang telah berkhianat.


Setidaknya ia sekarang bisa bekerja di rumah ayah dari mantan kekasihnya. "Hm, bisa jadi juga saya akan menggoda ayahnya ini. Jika kamu bisa berkhianat dengan wanita lain, saya juga bisa melakukannya. Dengan ayahmu! Terdengar sedikit kejam, tapi kamulah yang membuat diri ku seperti ini." Celia bermonolog dalam hatinya.


Celia menatap mata Egan, ia merasakan ada ketulusan di dalamnya. Perlakuan baik dari pria yang sepuluh tahun lebih tua darinya, sanggup membuat Celia sedikit merasa nyaman.


Perhatian kecil dari calon mertuanya, membuat Celia dengan mudah menggeser sedikit demi sedikit rasa yang sangat besar kepada Riko selama ini.


Ingatan Celia kembali kepada masa dulu. Saat perhatian dari sang ayah masih ia dapatkan. Menatap tulus dirinya yang saat itu masih kecil, ayahnya selalu berjanji akan melindunginya dengan sekuat tenaga.


Entah mengapa, Celia merasa Egan Dirgantara adalah sosok yang sempurna. Dalam tatapan seorang Egan ada sorot kebapakkan yang sangat Celia rindukan selama ini, juga tatapan tersebut berpadu dengan keinginan dirinya memiliki seorang Egan dengan seutuhnya.


Hati Celia seakan tidak ikhlas kalau Egan memperhatikan orang lain lebih dari dirinya. Perasaan egois itu membuat ambisi seorang Celia tidak ingin memikirkan apapun akibat dari perbuatannya nanti.


Di satu sisi memang Celia telah merasakan sentuhan dari perhatian dan kebaikan seorang ayah dari mantan kekasihnya ini. Di sisi lain ada juga Celia ingin memberi pelajaran kepada mama dari Riko yang sangat angkuh kepadanya. Terutama kepada sorang laki-laki pengkhianat seperti Riko. Celia ingin membuat keduanya menangis seperti dirinya di hari pernikahan kemarin.


Celia membulatkan tekadnya dan apapun alasan dari dalam hati. Ia ingin memiliki Egan Digantara dengan seutuhnya. Murni karena cinta ataupun hanya balas dendam, Celia tidak lagi menghiraukan hal tersebut saat hati dan logikanya berkecamuk.


Celia membuat keadaan bahwa dirinya masih sangat sedih karena Riko meninggalkannya. Ia membuat seolah olah Riko telah membuat hatinya rapuh dan kehilangan harapan hidup.


Celia mendekap erat tubuh Egan Dirgantara, ia melingkarkan tangannya di perut sixpack milik sang calon mertua. Tanpa sadar pipi Celia berada tepat di atas junior milik sang tuan. Membuat ia terbangun oleh sentuhan yang tidak di sengaja tersebut.


"Jangan tinggalkan Celia tuan." Ucap Celia di buatnya parau.


"Pasti Nak, saya akan menjaga mu sampai Riko kembali. Setidaknya ada kepastian darinya untukmu." Jawab pria tersebut.


Celia menjadi sadar bahwa pria di hadapannya ini memang menempatkan diri sebagai ayah dari kekasihnya. Beliau menempatkan diri sebagai ayah mertua untuk Celia. Namun hal tersebut ternyata membuat Celia kecewa, hatinya ingin kalau Egan Digantara menganggapnya lebih dari sebagai seorang calon mertuanya.


"Terimakasih Yah."

__ADS_1


Celia menangkupkan mukanya, sehingga merasakan bahwa junior milik calon mertua telah bangkit dari kematian sementaranya. Celia merasa senang, setidaknya pria dalam pelukannya ini adalah pria normal. Jadi usahanya tidak akan terlalu menguras tenaga.


"Maaf, saya masih ada pekerjaan." Egan seolah mengalihkan perhatiannya.


Melihat Egan Digantara mau beranjak, Celia langsung mempererat pelukannya. Dengan sengaja ia memegang bagian tak bersayap Egan, tapi Celia melakukannya seperti tanpa di sengaja. Hal tersebut sanggup membuat jantung Egan Digantara berhenti berdetak sebentar. Walau kemudian ia bisa mengatur napasnya kembali normal.


Celia tidak mau kehilangan kesempatan emasnya. Gadis itu perlahan membuka kancing atas bajunya yang semi crop. Perlahan tapi pasti ia membuka lagi satu persatu hingga terlihat bagian tubuhnya yang nampak putih dan mulus.


Gunung penyegar napas para pria normal sedikit menyembul di balik penutup berwarna merah fanta yang berenda. Celia melihat Egan Diantar hanya bisa terpaku menatapnya tanpa reaksi apapun. "Rupanya dia masih bisa menahannya." Kata Celia dalam hati.


Celia dengan perlahan membuka kemeja yang di kenakan pria tersebut. Seperti tadi Egan hanya bisa diam, menerima tidak dan menolak pun tidak ia lakukan.


Namun pria tersebut belum juga merespon sesuai apa yang di kehendaki Celia. Ia ingin Egan menanamkan benih dalam dirinya agar nantinya Celia berkesempatan mendapatkan bagian dari kekayaan yang di miliki pria pengusaha tambang terkenal di negara mereka tinggal sekarang.


Celia mengecup jarinya, lalu perlahan menempelkan di bibir Egan. Kali ini Celia tidak ingin lagi mengunggu terlalu lama, ia menarik tengkuk Egan dengan nafsu. Membasahi inci demi inci bagian bibir pria tersebut dengan saliva nya.


Tangan kanannya menahan tengkuk Celia, tangan kirinya bergerilya membuka kunci penutup gunungan milik Celia yang ada di belakang gadis tersebut. Putih bersih dan mulus, membuat siapa saja yang melihatnya pasti terpesona. Itulah yang di rasakan Egan saat ini, baru melihatnya saja ia sudah benar-benar di mabukan oleh benda kenyal milik calon menantu.


Setelah terlepas Egan mendorong pelan tubuh Celia. Menghisap rakus salah satu ujung gunungan kembar milik Celia, tangannya meremas dengan semangat gunungan yang lain.


Dengan cepat Celia telah membuka ikat pinggang calon papa mertuanya. Ia juga telah berhasil menurunkan celana beserta dalaman pria tersebut sampai lutut. Hingga terlihat adik junior pria tersebut berdiri tegap seperti sudah siap ke medan perang.


Tangan Celia memegang erat dan terus naik turun di tubuh si adik yang sudah siap tempur. Egan menikmati dengan menutup mata, lidahnya menjelajah ke setiap sudut tubuh Celia.


"Nikmat sekali sayang, kanapa kamu lakukan ini?" Gumam Egan Digantara.


"Celi ingin Om Egan menjadi milik Celia selamanya." Jawab Celia.


"Kalau begitu bukalah sayang." Suara berat Egan di balik telinga Celia.

__ADS_1


"Om aja." Jawab Celia genit.


Tanpa ba-bi-bu Egan menyingkapkan rok milik Celia, ia menarik dalaman gadis tersebut dengan terburu-buru. Melihat pemandangan sedikit berbeda dari milik sang istri, Egan sedikit kaget di buatnya.


Bagaimana tidak milik Celia sedikit berwarna kemerahan di bibir bagian bawa dangan kacangnya berwarna senada, membuat pria itu semakin berselera.


"Sayang cantik sekali, boleh om mencicipinya?" Tanya Egan.


"Tentu boleh om, semuanya milik om." Jawab Celia.


Egan segera menenggelamkan wajahnya di lubang kenikmatan milik Celia. Menjulurkan lidahnya sampai batas yang ia bisa, membasahi setiap lembaran yang ada di dalamnya. Sampai muka Egan Digantara basah terkena ****** ***** Celia.


"Masukan milik Om." Pinta Celia sudah tidak tahan.


"Baiklah sayang." Jawab Egan.


Tanpa aba-aba, Egan menancapkan adik junior milik pusakanya. Namun karena milik Celia masih sangat sempit, dorongan darinya hanya bisa masuk bagian kepala dari adik junior miliknya. Dorongan kedua bisa membuat junior Egan masuk semua, namun Celia berteriak kesakitan.


"Aaghhh, sakit om."


Dengan spontan Egan melihat pada bagian tubuh mereka yang sedang bersatu. Egan terlihat kaget saat melihat ada darah di bagian intim mereka.


"Kenapa sayang? Kamu terluka nih." Egan langsung mencabut adik juniornya.


"Hehe, itu namanya pecah perawan om. Tandanya Celia masih perawan." Celia tiba-tiba tertawa walaupun bagian bawanya masih sangat sakit.


"Oh, iya. Terima kasih sayang, om tidak akan melupakan malam ini." Jawab Egan.


"Emang malam pertama dengan mamanya Riko tidak ada darahnya om?" Tanya Celia penasaran.

__ADS_1


__ADS_2