TERJEBAK TOXIC BOS

TERJEBAK TOXIC BOS
Takut


__ADS_3

Happy reading..


Dalam perjalanan ke mansion utama. Maidina duduk di bangku penumpang dan membuang pandangannya keluar jendela mobil. Jantungnya tidak bekerja dengan normal, pikirannya sibuk sendiri dengan rasa ketakutan yang ia rasakan saat ini.


Dahlan fokus menyetir, matanya lebih sering memperhatikan aspal hitam di depannya. Sedangkan Sagara yang duduk di samping kursi kemudi, menunduk seolah sibuk dengan ponselnya sendiri. Ia sengaja mengunggah video bersama Maidina di media sosial miliknya, waktu makan nasi goreng di tempat Pak Abdullah.


Video Sagara bersama Maidina yang berdurasi hampir satu menit. Di bawah cahaya rembulan malam yang masih bergelayut manja, ditemani bintang-bintang, diiringi semilir angin malam yang memecah keheningan. Sagara yang duduk berhadapan dengan Maidina di kursi plastik yang di sediakan oleh Pak Abdullah, menikmati nasi goreng dan mie tung tung favorit Sagara, terlihat sangat romantis. Saling menyuapi dan juga bercanda gurau. Dan saat ada satu nasi yang menempel di sudut bibir Maidina, dengan lembut Sagara membersihkannya. Begitu pula dikala Sagara kepedesan hingga hampir tersedak, dengan cepat Maidina memberikan segelas air mineral pada Sagara sembari menepuk pelan punggungnya dengan kelembutan dan penuh perhatian.


Sagara memberikan caption pada unggahannya.


"Ternyata bahagia itu sederhana. Kelembutan dan ketulusanmu yang membuat kenyamanan hatiku"


Sudut bibir Sagara melengkung, membentuk senyuman. Dia merasa bahagia saat ini. Hingga terdengar bunyi dari ponsel di tangannya. Satu pesan baru masuk di aplikasi hijaunya. Dia segera keluar dari media sosialnya, lalu membuka pesan dari seseorang.


"Mas Bumi, aku takut," pesan dari Maidina yang diberi emoji banjir air mata. Sagara terbelalak membaca pesan dari asisten pribadinya yang duduk di kursi penumpang. Dia kemudian melirik sekilas ke arah belakang. Nampak Maidina menundukkan kepalanya dengan kedua tangannya menutupi wajah cantiknya.


Sagara segera memutar tubuhnya ke arah belakang, tanpa menyuruh Dahlan untuk memberhentikan mobil yang sedang dikemudikannya. Ia langsung melangkahkan kakinya untuk berpindah tempat ke bangku penumpang. Namun, mendadak si Dahlan mengerem mobil yang dikemudikannya. Akibatnya keseimbangan Sagara yang oleng membuatnya hampir saja terjatuh membentur dashboard, untungnya Maidina segera menarik tangan Sagara dan akhirnya mereka berdua jatuh di bangku penumpang saling berpelukan.


BRUKK


"Auuh.." Maidina menjerit kesakitan, tangannya tertindih badan Sagara.


"Maaf.. Maaf, mana yang sakit?" tanya Sagara penuh perhatian pada Maidina.


"Uhuk.. Uhuk," Dahlan terbatuk batuk melihat adegan mesra dua manusia yang berbeda jenis kelamin di bangku penumpang. "Kalian itu memang harus segera di bawa ke KUA, sebelum buka segel duluan!" seloroh Dahlan ketika menoleh ke arah bangku penumpang.

__ADS_1


"Sirik! Tanda--," Sagara menjeda kata-kata nya.


"Apa? Kenapa tak kau lanjutkan, Ciin!" hardik Dahlan memonyongkan bibirnya. "Palingan lanjutannya, sirik tanda tak mampu! Kata siapa ekeuy tak mampu? Mau sampai pagi, hayuuk!" si Dahlan memberikan lanjutan kata-kata Sagara.


Bibirnya mau mengeluarkan suara kembali, tapi bunyi klakson dari mobil di belakang sudah menjerit-jerit memenuhi telinga.


"Kutu kupreet! Sabar kenapa!" omel Dahlan yang tak pernah nyampai di telinga pengemudi mobil di belakang mereka.


-


-


-


Mobil SUV yang dikendarai Dahlan baru saja tiba di halaman mansion utama milik keluarga Giordan Adhitama. Para maid dan bodyguard telah menyambut kedatangan Tuan mudanya.


Sagara berjalan berdampingan dengan Maidina, tanpa malu dan ragu. Dia mengandeng jari jemari gadis cantik yang memakai atasan blouse off shoulder black halter choker neck dipadu padankan dengan celana jeans warna biru.


Maidina masih memperhatikan bangunan mewah itu dengan seksama.


Apa ini yang dinamakan mansion utama milik para Sultan berduit?


Kepala Maidina sudah dipenuhi seribu pertanyaan dan sayangnya tidak ada satu pun ia mendapatkan jawabannya.


Bangunan yang sangat indah, terdapat miniatur air terjun dan hamparan rerumputan nan hijau, terasa sejuk suasana di pagi hari. Juga terdapat taman bunga yang sangat sedap dipandang mata. Benar-benar pemandangan yang sangat indah telah mempesona pandangan Maidina.

__ADS_1


Ada juga kolam ikan dan lampu hias berwarna-warni.


"Hati-hati kalau jalan," lirih Sagara yang mengingatkan gadis cantik yang melangkah di sisinya.


Berbeda dengan Dahlan yang berjalan sendiri di belakang mereka dengan ekspresi muka yang ditekuk dan tak ketinggalan bibir 'BIMOLI' nya.


"Nasib jadi penjaga nyamuk!" gumamnya sebel. "Tau gini mending ekeuy tak ikut ke sini, tapi kalau tidak ikut bisa dicincang habis tubuhku dengan si assiten Ardo, yang baik hati dikala tidak dikuasai emosi!" gerutunya lagi.


Di dalam mansion, mereka sudah disambut oleh sosok pria tampan yang berdiri tegap, dengan senyum ramahnya.


"Pagi, Sagara," sapa Ardo memeluk Sagara seperti putranya sendiri.


"Pagi juga, om Ardo," balasnya mencium tangan Ardo dengan takzim.


Lalu diikuti juga dengan Maidina dan Dahlan yang bersalaman dengan Ardo.


Ardo tersenyum ramah memandang Maidina dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Benar-benar kembaran Lili, bagaikan pinang dibelah dua. Andaikan Lili mengetahui siapa dirimu yang sebenarnya, pasti dia akan bahagia bisa bertemu denganmu lagi. Esther Lili!" gumam Ardo dalam hati begitu bahagia.


"Papa sama Mama, dimana om?" tanya Sagara pada Ardo.


"Tunggu saja di meja makan. Papa dan Mama kamu segera turun," Ardo melangkah di depan mereka bertiga ke arah meja makan dan diikuti tiga serangkai yang berjalan di belakang.


Maidina masih saja terus memperhatikan sekeliling mansion itu. Ada beberapa maid yang berdiri dan bertugas di beberapa titik. Juga terlihat bener bodyguard yang terlihat berdiri tegap tanpa ekspresi.


Huuh.. Apa tidak melelahkan berjalan di ruangan yang seluas ini? Andaikan aku mempunyai rumah segede lapangan bola gini, sudah dapat dipastikan malas untuk membersihkannya. Lebih baik molor! Pasti penghasilannya sudah berjajar angka nolnya. Bagaimana pula cara menghabiskan uang mereka?

__ADS_1


💖💖💖💖


__ADS_2