
"mau kemana lagi mas?" tanya Dita kepada suaminya Raka yang terlihat sedang menenteng kunci mobil.
"bukan urusan kamu" jawab Raka ketus , sambil berlalu mengabaikan sang istri.
Dita menghela nafas panjang , sudah lelah hatinya menghadapi kelakuan Raka yang seperti ini.
Selalu keluar rumah dan kasar kepadanya. Bahkan suaminya itu tidak segan-segan memukulnya begitu saja hanya karena Dita terlalu banyak bertanya.
"ngapain kamu disini , pakaian ibu dan Sessa belum kamu cuci , sana pergi cuci". Ibu mertua ku datang dari dalam langsung memerintah.
Tanpa banyak kata aku langsung menurut saja , menuju tempat cucian baju dan mulai mengucek dengan tangan satu persatu.
Meskipun dirumah ini ada mesin cuci tapi ibu melarangku memakainya , tidak bersih katanya kalau pakai mesin.
Aku tidak berani membantah sedikitpun kata ibu , karena aku menghormatinya layaknya orangtua.
Aku heran kenapa ibu tidak pernah menyuruh putri semata wayangnya Sessa untuk melakukan pekerjaan rumah apapun , seperti mencuci baju ini misalnya , padahal ini baju Sessa juga.
Sessa yang dari kecil di manja itupun tumbuh menjadi gadis yang sombong dan angkuh , dia menganggapku seolah-olah pembantunya bukan kakak iparnya. Apalagi melihat kelakuan abangnya dan juga ibu kepadaku , membuat Sessa sangat berani dan tak menghormatiku sama sekali.
__ADS_1
Setelah dua jam lamanya mencuci tumpukan baju yang menggunung , akhirnya selesai sudah perkerjaanku.
Ibu muncul dari depan pintu "Sudah selesai belum nyucinya , ibu dan Sessa sudah lapar".
"Ini barusan selesai Bu" jawabku.
"Buruan masak buat makan malam , sebentar lagi Raka datang".
Aku mengangguk dan berlalu menuju ke dapur.
Semuanya ku jalani dengan patuh berharap mas Raka melihat ketulusan dan pengorbananku. Setiap malam aku selalu berdoa agar suamiku itu bisa berubah sedikit saja mencintaiku.
Makan malam sudah kusiapkan di meja , tinggal menunggu mas Raka pulang.
'ah itu pasti mas Raka' aku berlari keluar menyambut suamiku.
Terlihat mas Raka turun dari mobil , aku tersenyum.
Namun mas Raka tak langsung masuk kedalam rumah , dia mengitari mobilnya dan membuka pintu disebelah kemudi.
__ADS_1
Seorang wanita cantik dengan makeup tebal dan baju kurang bahan turun dari sana.
Seketika senyum dibibirku lenyap , terganti dengan alis yang menaut dan dahi yang berkerut.
'siapa wanita itu' pikirku dalam hati.
Mereka berdua berjalan melewatiku , dengan mas Raka menggenggam erat tangan wanita itu.
Melihat pemandangan ini ada rasa nyeri di sudut hati. Aku semakin penasaran siapa wanita ini.
"Ehh nak Eva datang , sudah lama sekali kamu tidak main kesini" Ibu mertua menyapa wanita itu ramah sekali , berbeda kalau sedang berbicara denganku.
"ahh iya Tante , Eva kangen banget sama tante dan juga kamu Sessa", wanita bernama Eva itu memeluk ibu mertua dan berganti memeluk Sessa.
" Yuk kak duduk kita makan malam dulu" ajak Sessa tak kalah ramah dari ibunya. Eva mengangguk , dan Raka pun langsung menarik satu kursi untuk Eva duduk.
Mereka semua duduk bersama mengitari makanan yang kumasak dan baru saja kuletakkan. Bahkan asap masih mengepul dari atas makanan-makanan itu.
Tapi semua orang itu bahkan tak ada yang menyadari kehadiranku , aku berdiri seorang diri di belakang mereka dan mengamati dari jauh.
__ADS_1
Mereka bercanda bersenda gurau dan makan dengan lahapnya , terlihat seperti sebuah keluarga yang sempurna.
'lalu siapakah aku disini?' tak terasa air mengalir disudut mataku. Rasanya sesak melihat suami yang kucintai dan ibu yang kuhormati memperlakukan wanita lain begitu lembut , sedangkan denganku mereka selalu bersikap kasar.