Terjerat Cinta Tuan Saga

Terjerat Cinta Tuan Saga
Jangan berpura-pura


__ADS_3

Asisten Arya mengantarkan Dita memasuki rumah mewah tersebut.


Semakin Dita masuk kedalam semakin dia terkesima dengan kemewahannya.


Sungguh desain interior rumah ini sangat indah dan elegan.


Saga turun dari lantai dua dan memperhatikan Dita yang sedang mengamati pajangan di ruang tamu.


" Apa itu sangat menarik".


Suara Saga yang dalam dan dingin menganggetkan Dita dan asisten Arya sekaligus. Sontak keduanya langsung menatap Saga bersamaan.


Seketika Dita dibuat takjub dengan ketampanan pria yang tengah berjalan kearahnya.


Kulit putih bersih dengan hidung yang mancung , rahang yang tegas ditambah bibir yang seksi menggoda.


Sungguh sebuah mahakarya yang sempurna.


Tidak terasa bibirnya menganga lagi. Dita seperti terhipnotis dan kehilangan kesadaran.


Asisten Arya membungkuk hormat dan menghampiri tuan nya.


" Tuan ada yang ingin saya beritahukan".


Mendengar suara asisten Arya barulah Dita sadar dan mengatupkan bibirnya erat.


"Apa?"


"Saya tidak yakin apakah nona baik saja , dia terlihat seperti orang yang berbeda. Dia bahkan tidak mengingatmu dan bertingkah seperti baru pertama kali kesini". Asisten Arya berbisik sangat pelan di telinga Saga, takut jika tuannya itu murka.

__ADS_1


"Benarkah?".


Saga menaikkan sebelah alisnya. Apa mungkin wanita itu sedang bersandiwara.


" Kau pergilah".


Saga mengibaskan tangannya , memberi isyarat untuk asisten Arya pergi.


" Baik tuan". Asisten Arya membungkuk dan meninggalkan rumah tuan nya.


Dita yang melihat hal itu merasa kebingungan , kenapa dia di tinggalkan sendiri disini.


Apalagi hanya berdua dengan laki-laki yang sangat tampan dan dingin ini.


Saga berbalik dan menatap Dita tajam. Di perhatikannya dari atas sampai kebawah tanpa suara sedikitpun.


" Maaf Tuan sepertinya ada salah paham disini , saya bukanlah kekasih yang anda cari." Dita menjelaskan dengan sedikit ketakutan , aura mengintimidasi dari pria di depannya ini sangat kuat.


Tiba-tiba Saga berjalan dengan cepat menghampiri nya. Di cengkeramnya rahang Dita. Dita meringis menahan sakit.


" Kau masih ingin terus bersandiwara ha ?"


" Tuan apa yang anda maksud , saya tidak bersandiwara".


Dita terkejut dengan yang Saga lakukan , dia sangat ketakutan.


" Baiklah jika ini permainanmu Stefany , aku ingin ikut bermain".


Stefany ? Stefany siapa ? Apakah itu kekasih sebenarnya pria ini.

__ADS_1


Dita berpikir keras bagaimana meyakinkan pria di depannya ini yang Sepertinya tidak mudah di bohongi.


Sebenarnya apa yang telah di lakukan Stefany sampai membuat tuan Saga ini begitu marah.


Belum selesai Dita berfikir , Saga mencengkeram tangannya , dan menyeretnya dengan kasar.


Dita menangis , dia mencoba melawan seretan Saga tapi tidak berhasil. Saga jauh lebih kuat darinya.


Saga membawa Dita kedalam kamar dilantai dua.


Dengan satu tangan untuk membuka pintu dan tangan lainnya masih mencengkeram tangan Dita.


Didalam kamar Saga segera mengunci pintu dan melempar Dita keatas kasur berukuran king size miliknya.


Dita sangat ketakutan , dia sadar apa yang akan terjadi dengannya.


Dia mengatupkan tangannya di dada seperti memohon sambil menangis.


" Tuan tolong jangan apa-apakan saya , anda salah paham , saya bukan Stefany , nama saya Dita tuan , saya bukan kekasih anda."


" Hah , masih belum selesai juga akting mu"


Saga berjalan perlahan semakin mendekat.


" Apa dia jauh lebih tampan dariku , apa dia jauh lebih kaya , atau dia jauh lebih hebat memuaskan mu hmm"


Saga menaiki ranjang dengan merangkak.


" Inilah hukuman pertamamu , akan kubuat kau mati kelelahan."

__ADS_1


__ADS_2