Terlahir Kembali Untuk Bertemu Dia

Terlahir Kembali Untuk Bertemu Dia
BAB 21


__ADS_3

" tidak tuan, nyonya belum pernah keluar dari kamar setelah selesai berenang tadi tuan " kata pelayan itu yang meberitahukan kepada kevin jika kania belum pernah keluar kamar setelah dia dan kevin selesai berenang bersama di kolam renang.


" kamu boleh lanjutkan pekerjaan mu " kata kevin yang menyuruh pelayang itu untuk kembali bekerja.


" baik tuan, permisi " kata lelang itu dan diapun lekas melanjutkan pekerjaannya sedangkan kevin berjalan ke arah kamarnya dan kania yang ada di lantai dua.


cklek


" sayang.. " kata kevin yang memanggil kania saat di masuk ke dalam kamar dan kevin hanya melihat gumpalan besar yang ada di atas ranjang.


Kevinpun lekas berjalan ke arah tempat tidur dan saat dia mendekat dia melihat kania yang sedang tertidur dengan lelap.


" ternyata dia tertidur " kata kevin yang tersenyum melihat kania yang tidur dengan lelap tampa terusik oleh apapun


" sayang, ayo bangung " kata kevin sambil mengelus - elus pipi kania yang sedang tertidur.


" hngmm " rengkuh kania saat merasakan ada seseorang yang menganggu tidurnya.


" bangung sayang, sudah saatnya kita makan malam " kata kevin yang mencoba membangunkan kania dengan lembut.


" vin.... " kata kania saat melihat kevin yang ada di sampingnya.


" ya sayang? " kata kevin saat kania memanggil namanya


" sekarang suda jam berapa? " tanya kania yang berusaha mengumpulkan kesadarannya untuk bangun.


" sekarang suda malam sayang, mungkin sekitar jam tuju malam " kata kevin yang menjawab pertanyaan kania sambil terus mengelus kepala kania.


" hah? aku tidur selama itu yah? " tanya kania yang sebenarnya dia merasa jika dia belum terlalu lama tidur tadi.


" iya sayang, mungkin efek karna kamu terlalu lelah saat kita belajar berenang tadi " kata kevin lagi


" iya mungkin " kata kania dan bangung dari baringnya dan duduk bersama kevin di pinggir ranjang setelah dia bangung.


" ayo sayang kita pergi makan, makan malamnya juga sudah di siapkan oleh para pelayan. " kata kevin sambil meraih tangan kania untuk bangubg dari tempat tidur agar mereka bisa turung ke ruang makan bersama sambil bergandengan tangan.


" iya ayo, tapi aku cuci muka duku yah " kata kania sambil berdiri dari tempat tidur d3ngan di bantu oleh kevin.


" aku ikut yah sayang " kata kevin yang ingin ikut dengan kania ke kamar mandi


" iya boleh " kata kania dan merekapun masuk ke kamar mandi bersama. Setelah kania selesai cuci muka kini mereka melangkah ke luar dari kamar mereka menuju ke ruang makan.


...****************...

__ADS_1


" sayang sepertinya kita harus kembali " kata kevin setelah dia mengangkat telpon dari asisten pribadinya ketika mereka selesai makan dan sedang bersantai di ruang keluarga sambil menontong seperti biasa yaitu drakor kesayangan kania.


" kembali? " kata kania yang sebenarnya dia tidak tahu maksud kembali itu mereka akan kemana.


" iya sayang kita akan kembali ke mansion kita yang kita tempati sebelum kita ke sini " kata kevin yang menjelaskan kepada kania.


" tapi... " kata kania yang ingin mengatakan sesuatau tetapi tidak tahu apakah kevin akan setuju apa yang akan dia katakan atau tidak.


" Tapi kenapa sayang? " kata kevin yang ingin kania untuk melanjutkan perkataannya.


" kita akan kembali ke london? " tanya kania sebelum melanjutkan perkataannya.


" yah iya kita akan kembali ke london karna di sana mansion utama kita ada di sana, memangnya kenapa sayang? apakah kamu mau tinggal di negara lain? " kata kevin yang sukses membuat kania menganga saat kevin mengatakan ingin tinggal di negara lain dan juga mansion utama yang kania kartika bahwa kevin mempunyai mansion yang lain.


" tapi aku kan harus kembali ke kampus karna masi ada beberapa kelas yang baru aku ikuti " kata kania yang menjelaskan kepada kevin tentang apa yang dia pikirkan saat ini.


drrt drrt drrt


" nanti kita bicarakan itu saat kita di loandon yah sayang, aku angkat telpon ini dulu " kata kevin yang meminta izin kepada kania saat dia melihat telpon yang masuk di hpnya.


" hmm baiklah " kata kania yang menurut dengan apa yang di katakan kevin.


" hallo? " kata kevin yang mengangkat telpon dari asisten pribadinya itu di samping kania yang kembali fokus menontong drakor.


" hmmm " dehemam kevin saat mendengar penjelasan dari balik telpon itu sambil mengelus - elus kepala kania ya g ada di sampingnya.


" sayang aku akan ke ruang kerja yah ada beberapa yang harus aku cek dulu " kata kevin yang memberitahukan kepada kania atau bisa di katakan izin kepada kania.


" hmm iya, kamu mau di buatkan kopi Tidak? " tanya kania kepada kevin sambil menengok kepada kevin.


" iya boleh sayang, kamu anatara ke ruang kerja aku yah sayang " kata kevin yang menyetujui apa yang di katakan kania.


" ok " kata kania sambil tersenyum ke arah kevin dan mengangkat tangan kanan ya dengan ibu jari dan jari telunjuknya berbentuk O.


" baiklah sayang, aku pergi dulu cup " kata kevin dan mencium kening kania sebelum meninggalkan kania di ruang keluarga.


Setelah kepergian kevin kania lekas berdiri dan melangkah menuju ke dapur mini untuk membuatkan kopi untuk kevin.


tok tok tok


" masuk " kata seseorang di balik pintu yang kania ketuk


" hai sayang, " kata kevin setelah melihat siapa orang yang mengetuk pintu ruang kerjanya.

__ADS_1


" ini kopimu " kata kania sambil meletakkan kopi di meja kerja kevin.


" iya, terimakasih sayang " kata kevin setelah kania menyimpan kopi itu di meja kerjanya dan kania hanya membalasnya dengan anggukan kepala dan senyum an yang manis dan mengemaskan menurut kevin.


" kalau begitu aku kembali ke ruang keluarga lagi yah " kata kania setelah menyimpan kopi itu.


" kamu mau lanjut nonton drakor itu yah sayang? " kata kevin saat kania ingin berbalik dan melangkah keluar dari ruang meja kevin.


" iya, aku mau maraton sebelum kita kembali ke london " kata kania dengan penuh telat


" maraton? maksudnya sayang? " tanya kevin yang tidak mengerti maksud dari perkataan kania.


" yah aku mau menyelesaikan. drakor itu sebelum kita kembali ke london. " kata kania yang menjelaskan tentang apa yang di katakan maraton itu.


" baiklah sayang tapi kamu tidak boleh tidur terlalu larut yah, jika belum selesai kamu bisa melanjutkannya besok " kata kevin yang mengingatkan kania untuk tidak terlalu larut malam untuk tidur.


" tapi kan kalau begitu mah sama saja bohong, mana ada maraton tidak sampai habis " kata kania yang cemberut saat mendengar akan yang di katakan kevin.


" no sayang, kamu tidak bole terlalu larut malam untuk tidur, nanti kamu bisa sakit jika tidur dengan cukup " kata kevin yang tidak mau di bantah.


" ok tapi jika audah habis baru aku tidur yah " kata kania yang berusaha membujuk kevin dengan menunjukkan muka memelasnya kepada kevin berharap kevin akan berubah pikiran.


" huf kamu tahu saja jika aku kemah dengan muka mengemaskan kamu itu sayang, baiklah kalau begitu tapi kamu janji setelah itu kamu akan tidur yah " kata kevin dan berdiri di samping kania dan mengelus - elus kepala kania yang entah mengapa dia tidak bisa menang jika berdebat dengan kania.


" hehehe oki doki " kata kania yang senang dengan apa yang di katakan kevin.


" hhh kamu ada - ada saja sayang " kata kevin yang semakin gemas dengan tingkat kania.


" hehehe sudah kamu lebih baik selesaikan pekerjaan kamu, aku mau ke ruang keluarga sekarang " kata kania sambil mendorong kevin ke arah tempat duduknya.


" eh tunggu dulu sayang, cium duku yah " kata kevin sambil menunduk memberikan pipi sebelah kirinya ke arah kania.


Cup


" sudah kan " kata kania setelah mencium pipi kevin.


" no, yang di sebelah belum sayang " kata kevin ambil mengarahkan pipi sebelah kirinya kepada kania.


cup


" hmmm mmm " kania yang kaget karna kevin tiba - tiba berbalik saat kania akan mencium pipi sebelah kirinya sehingga yang terkena cium adalah bibir kevin dan kevin yang tidak mau membuang kesempatan itupun memperdalam ciuman mereka sampai kania kehilangan nafas baru kevin melepaskannya.


" huf kamu.. " kata kania yang mengatakannya sambil terbata - bata karna kekurangan nafas gara - gara ciuman tiba - tiba itu.

__ADS_1


" ada apa sayang? " tanya kevin sambil melap bibir kania yang masi terdapat sisa - sisa ciuman mereka.


" huh au ah aku mau keluar saja " kata kania sambil berjalan keluar dari ruangan kevin setelah dia sudah bisa menormalkan nafasnya.


__ADS_2