Ternyata Teman Kakak Ku Adalah Jodoh Ku

Ternyata Teman Kakak Ku Adalah Jodoh Ku
Musim 04


__ADS_3

Tidak terasa sebulan sudah miya bersekolah di SMA Cipta Karya ini miya sangat senang bersekolah di sini karena selain dekat bersama kakak nya iya jugak banyak memiliki teman yang baik kepada nya.


sore hari di rmh hanya ada miya bunda dan nenek,ntah kemana pergi nya sang kakak,padahal di luar sedang hujan deras, karena miya merasa sangat bosan iya memutus kan membaca novel di ruang tamu,ntah sudah halaman yang ke berapa miya membaca novel,terdengar dari luar suara ketokan pintu,miya pun bergegas membukakan pintu rumah,ternya itu adalah Irfan dan Gilang.


"dek ambilkan kakak sama Gilang handuk dong",Tampa banyak bertanya miya pun membawakan handuk untu kedua nya mengering kan badan,setelah mengeringkan badan Irfan dan Gilang melesat ke dalam rumah untuk pergi ke kamar mandi,setelah mereka pergi bunda muncul dari dalam kamar,"siapa dek","oh itu kakak Irfan dan teman nya",hujan hujan mereka plng nya ya dek?,iya bun,kalau gitu bunda buatin mi rebus ya dek ntar bilangin sama kakak dan teman nya langsung ke dapur aja,"iya Bun"


setelah kepergian bunda,miya langsung melanjut kan membaca novel nya,selang beberapa saat Irfan dan Gilang duduk di sofa yang ada di depan miya yang sedang berbaring,"dek bunda mana"."ada tu lagi masak mi di dapur",jawab miya Tampa menoleh kan pandangan nya dari novel yg asik iya baca,"mendengar jawaban sang adik Irfan langsung menuju dapur dan meninggal kan teman dan adik nya di ruang tamu.

__ADS_1


lama kelamaan miya pun merubah arah tidur nya ke arah sofa depan,sekelebat iya merasa melihat sesek orang,dan iya pun melihat sekali lagi untuk memastikan penglihatan nya,dan benar saja iya melihat Gilang yang sedang duduk menghadap nya dengan dingin,miya tak sadar kalau gilang duduk di sofa,miya pikir Gilang ikut bersama kakak nya ke dapur,ternyata tidak ,untuk ke dua kali nya iya merasa sangat malu di hadapan Gilang,iya merasa kehilangan muka di hadapan Gilang,dengan pura pura mengabaikan Gilang yang ada di hadapan nya miya memperbaikin tidur nya menjadi duduk sambil tetap membaca novel.


lama kelamaan miya merasa risi di tatap terus menerus oleh Gilang akhir nya iya memutus kan bangkit menuju kamar nya dengan tetap memegang novel,Tampa menyapa Gilang.


sesampai nya di kamar miya uring uringan di atas kasur nya sambil berteriak teriak Tampa mengeluar kan suara,iya melihat Gilang mengenakan kaos irfan yang terkesan ketat dan memperlihat kan otot otot nya,ya badan Gilang lebih berisi di banding kan dengan badan Irfan.


miya langsung membukak pintu kamar nya dan mengandeng tangan kakak nya turun ke bawah,"tumben kamu gandeng tangan kakak" celetuk Irfan ke miya

__ADS_1


"gak papa kok lagi pengen aja"ucap miya sambil cengengesan.


mereka pun makan bersama dengan tenang tanpa ada yg mengeluarkan satu suara pun.


setelah mkn mereka duduk di ruang tamu sambil bercerita,tetapi tidak dengan Gilang iya hanya menjadi pendengar yang baik bagi ibu dan dua ana itu.


tak terasa pun hari suda larut malam hujan di luar pun sudah berhenti dari tadi.gilang pun pamit pergi mengendarai motor nya untuk plng,padala bunda sudah menyuru iya tidur di sini saja tetapi iya menolah,"setelah salam kepada bunda Gilang pun pamit kepada Irfan dan miya.

__ADS_1


__ADS_2